NANIKA
6.8K posts

NANIKA
@07_dewasantuy
ngga punya apa-apa, jngan dilihat-lihat
Katılım Mart 2020
682 Takip Edilen63 Takipçiler

@pythagorashel Ngga pernah sarapan pagi, cuma minum air bening aja
Makan lagi siang jam 12
Indonesia
NANIKA retweetledi

Kalo pemerintah lo takut sama Film, Buku, Lagu, Pentas itu tandanya pemerintahan lo gak layak lagi untuk dipatuhi
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1
Setelah nobar film Pesta Babi di Unram (Lombok) dibubarkan warek, sekarang Ternate dibubarkan tentara Mengapa pemerintah takut dengan film? Unram Ternate
Indonesia

Mundur lagi ke zaman sebelum 98. Takut dengan buku, dengan film, dengan narasi yang kritis.
Kompas.com@kompascom
Aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” di Pendopo Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026) malam. Dalam video, Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi mengatakan, pembubaran dilakukan karena film tersebut dinilai menuai banyak penolakan dan dianggap bersifat provokatif oleh sebagian masyarakat. #PestaBabi #Ternate #cut
Indonesia
NANIKA retweetledi
NANIKA retweetledi

@indepenSumatera Alam dirusak
pemerintah tutup mata seolah-olah ga tau apa2
Penegak hukumnya diam aja
Padahal kita semua tau itu taman nasional yg harusnya dilindungi, semua dirusak oleh sistem yg buruk
Sezolim-zolimnya manusia ialah manusia yg rakus!
Indonesia
NANIKA retweetledi

URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA🚨
JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON.
PEMERINTAH PEMBOHONG
PEMERINTAH PENDUSTA
PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA
Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya.
Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi.
Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada.
Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Indonesia














