0mbud

264 posts

0mbud

0mbud

@0xbud95

Indonesia Katılım Aralık 2025
133 Takip Edilen11 Takipçiler
0mbud
0mbud@0xbud95·
@hasyimmah Bukan anies aja kan? Kalau semua pakai strategi yang sama, mungkin itu rules of the games
Indonesia
1
0
0
88
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Sayangnya, pendukung Anies itu (kebanyakan) masih denial bahwa Anies pernah memakai politik identitas untuk Pilgub DKI lawan Ahok. Bagaimana mungkin menyangkal hal itu? Saya tak pernah berubah menyatakan hal itu, bahkan ketika saya akhirnya memilih Anies di Pilpres 2024. Saya pilih Anies di 2024, tapi fakta bahwa dia pernah memakai politik identitas untuk mengalahkan Ahok itu nggak bisa dibantah. Saya masih bisa memaafkan kesalahan Anies itu dengan memilihnya di Pilpres kemarin. Tapi tak semua orang yang terluka sama "pilihan strategi" Anies bisa memaafkan itu, apalagi Anies tidak secara terbuka mengakui itu salah dan meminta maaf. Kalau Anda pendukung Anies fanatik, sudah jelas tidak suka dengan pendapat saya. Bagi Anda strategi politik seperti itu memang jalan yang harus ditempuh menurut ajaran Islam. Padahal agama Islam bukan untuk jualan politik seperti itu karena itu merendahkan Islam. Anda yang fanatik, sudah pasti denial bahwa itu politik identitas. Atau denial bahwa politik identitas itu salah.
kale@kalistohenituse

Pak anies menang pilkada tapi dapet cap politik identitas sampe sekarang. Padahal yg maju paling depan nuntut Ahok juga prabowo wkwk sini gw jelasin satu satu: 1. Sejak 2012 ahok udah sering singgung masalah politik identitas (anies masih rektor), puncaknya ya pas penistaan agama 'al maidah' 2. Yang menunggangi demo, prabowo sama jokowi 3. Yang ikut laporin itu habiburrahman dari gerindra. 4. Yang memberatkan di persidangan, kesaksian dari ma'ruf amin yg kemudian diangkat jadi wapres (politik identitas??) 5. Cuma karna Anies lawannya dan menang, celakanya dia yg harus menanggung semua tuduh2an itu sampe sekarang wkwkwk

Indonesia
379
123
566
294.6K
0mbud
0mbud@0xbud95·
@Mintory_labs Pocket Legions Pre-registration is now Live!
English
0
0
0
3
0mbud
0mbud@0xbud95·
@Jateng_Twit nah ini, memvideokan orang tanpa konsen, bikin narasi negatif. daripada divideokan, coba tanyakan kenapa si ibu begitu ke lansia itu? bercandakah? atau ada hal lain. dan akun ini malah ikut menyebarkan yang bisa berefek negatif ke si lansia dan ibu yang gak tahu kalau divideokan.
Indonesia
0
0
1
1.6K
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Rekaman Warga Didalam Mobil, Pada saat menunggu tiba tiba diperlihatkan seorang lansia pada saat berjualan disamping ruko orang tiba tiba ibu ibu krudung biru menganggu lansia tersebut aksi tersebut tak menghargai orang berjualan, apakah sistem bercanda didesa seperti itu ? ini menuai kritik yang tak pantas Lokasi tersebut di Pasar Kretek, Wonosobo Jawa Tengah Hargai orang pada saat berjualan, mau muda atau tua Tetap menghargai orang, jangan semena mena. source inibuyungg
Indonesia
61
168
721
108.2K
0mbud
0mbud@0xbud95·
@BuayaEmpang Perasaan di foto yg dipamerin toko kelontongnya g ada tuh barang dari petani, isinya sama kayak idm n alf
Indonesia
0
0
1
811
INVESTOR SOMBONG™ | 𐤊 danantara.kas
Ijin kasih paham kenapa KDMP ini penting: 1. Cut Rantai Pasok Nggak ada lagi jalur distribusi berbelit yg cuma bikin untung tengkulak. Jalur dipangkas supaya profit balik ke kantong petani ​2. Jadi Back-up Harga (Offtaker) Kalau harga pasar lagi hancur, Kopdes bakal pasang badan buat beli hasil panen warga dgn harga layak. Petani nggak bakal dibiarin rugi sendirian ​3. Bansos Anti-Orang Dalam Distribusi PKH sampai beasiswa bakal lewat sistem koperasi ini. Tujuannya biar bantuan beneran sampai ke yg butuh, bukan cuma yg "kenal dekat" sama aparat desa ​4. Hub Pupuk & Gas Subsidi Semua barang subsidi bakal satu pintu lewat Kopdes. Lebih transparan & meminimalisir oknum yang hobi nimbun stok
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨@WeKa_Ronin

Ini juga saya GAGAL PAHAM, mendirikan Koperasi begitu Buanyak TOP-DOWN / ini Melanggar Prinsip KOPERASI karena di Biayai APBN yang bahkan GAJI Manager Koperasinya pun dibiayai Negara selama 5 tahun juga dari APBN, menghabiskan biaya hingga Lebih dsri 200 Triliun (Uang Darurat yang digelontorkan purbaya ke BANK HIMBARA yang digunakan oleh AGRINAS) Lalu yang dijual Minyak Goreng, Susu, es cream yang barang-barang itu ada di Indomaret dan alfamart, anehnya Koperasi NEGARA jadi KOMPETITOR SWASTA yang BARANG-BARANG yang ada didalam Stock Case Koperasi juga di PASOK SWASTA 🤣🤣🤣 Karena Swasta yang menguasai Industri HULU nya dan KOPDES jadi HILIR di Level RETAIL, apakah Swasta akan Bangkrut? Yah KAGA HAHAHAHA karena mereka malah BERHEMAT Banyak sekali dengan tidak perlu lagi membuka GERAI RETAIL sendiri, karena Produknya sudah dipasarkan KOPDES Lalu jika Biaya Operasionalnya dibiayai Negara (termasuk GAJI selama 5 tahun) Pemerintah membuat Koperasi apa sih Tujuannya? Jika BEP saja ga bisa alias GA PUNYA UNTUNG untuk membiayai Operasionalnya sendiri, BORO-BORO Kembalikan Uang INVESTASI yang digelontorkan Negara via APBN, operasionalnya saja dibiayai Negara, dan jika RUGI juga ditanggung APBN Hahaha ini program BAKAR DUIT gaya Anak Orang Kaya dengan angle yang lain Hahahaha :: WeKa ::

Indonesia
405
64
217
104K
Debellum
Debellum@DebellumArena·
Over the past few weeks we’ve been onboarding more and more communities from all over the world into Debellum. All of these guilds leaders decided to give their members the chance to try the game early and be part of shaping it. Many more communities will be announced soon🔥
Debellum tweet media
English
33
12
89
5.7K
0mbud
0mbud@0xbud95·
@LambeSahamjja Efek merek yang dipuja anti-BPA, padahal galon isi ulang mengurangi plastik. Namun, produk tersebut justru disanjung, mendorong para pesaing untuk mengadopsi strategi serupa, yang pada akhirnya meningkatkan volume sampah plastik.
Indonesia
0
0
0
13
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
dulu ngejelekin galon sekali pakai lah sekrang aqua ikutan
Lambe Saham tweet media
Indonesia
97
103
2.4K
393.4K
0mbud
0mbud@0xbud95·
@Fahrihamzah duh bang, fakta di depan mata rupiah anjlok ihsg anjlok masih ngeluarin jargon prabowonomics segala. ekonomi di bawah udah empot2an.
Indonesia
0
0
0
750
#AyoMoveOn2024
#AyoMoveOn2024@Fahrihamzah·
PRABOWONOMICS Vs Neoliberal: Menjawab The Economist! Dalam dua tulisan terbarunya, majalah The Economist kembali mengayunkan gada kritik klasiknya terhadap Indonesia. Melalui artikel berjudul "Indonesia, the biggest Muslim-majority country, is on a risky path" dan "Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy", media benteng liberalisme barat ini menyuarakan kecemasan mendalam: Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto dianggap sedang melangkah ke jalur berbahaya karena memperkuat intervensi negara, mengaburkan batas disiplin fiskal, dan mengonsolidasikan kekuatan politik. Namun, jika kita menembus kabut kecemasan tersebut, kita akan mendapati sebuah bias lama yang usang. The Economist sedang melihat Indonesia menggunakan kacamata usang cetak biru Konsensus Washington (Neoliberalisme). Mereka gagal memahami satu hal mendasar: bagi Indonesia, terus berjalan di atas rel ekonomi liberal murni bukanlah sebuah pilihan keselamatan, melainkan sebuah jaminan untuk terjebak selamanya dalam kutukan negara pendapatan menengah (Middle-Income Trap). Prabonomomics hadir bukan untuk merusak ekonomi, melainkan sebagai tesis tandingan (counter-thesis) yang berani untuk menata ulang struktur ekonomi nasional demi keadilan sosial. Kekeliruan Paradigma Pasar Bebas: Belajar dari Sejarah. Selama puluhan tahun, resep neoliberal mendikte negara-negara berkembang untuk menjadi "murid yang patuh": buka pasar selebar-lebarnya, batasi peran negara hanya sebagai wasit, privatisasi sektor publik, dan biarkan modal global mendikte arah pembangunan. Hasilnya? Indonesia terjebak menjadi eksportir bahan mentah. Kita mengalami deindustrialisasi dini, di mana kontribusi manufaktur terhadap PDB terus menyusut. Kita kaya akan nikel, tembaga, dan bauksit, namun nilai tambah terbesar dari kekayaan alam tersebut dinikmati oleh negara-negara industri maju di Barat dan Asia Timur. Pasar bebas murni, dalam realitasnya, melanggengkan ketimpangan struktural dan menciptakan apa yang disebut para ekonom sebagai commodity curse (kutukan komoditas). Ketika Presiden Prabowo memilih untuk keluar dari jebakan ini, langkah tersebut tidak lahir dari ruang hampa ideologis. Ini adalah kalkulasi pragmatis yang berakar pada konstitusi Pasal 33 UUD 1945: bahwa bumi, air, dan kekayaan alam harus dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat. Tiga Pilar Prabowonomics: Melawan Skeptisism Barat. Kritik The Economist runtuh ketika dihadapkan pada logika pembangunan jangka panjang yang diusung oleh Prabowonomics, yang bertumpu pada tiga pilar utama: 1. Investasi Manusia (SDM) Bukan Pemborosan Fiskal. The Economist cemas terhadap program-program sosial masif seperti Makan Bergizi Gratis dan perumahan rakyat, menuduhnya sebagai ancaman bagi batasan defisit anggaran 3%. Ini adalah cara pandang akuntansi jangka pendek, bukan ekonomi pembangunan. Dalam Prabowonomics, memberi makan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil adalah investasi infrastruktur manusia terpenting untuk memotong rantai stunting. Bagaimana sebuah negara bisa melompat menjadi negara maju jika angkatan kerjanya mengalami malnutrisi kronis? Belanja ini adalah restrukturisasi modal manusia (human capital) yang akan menaikkan produktivitas nasional 10 hingga 20 tahun ke depan. Disiplin fiskal tetap dijaga, namun anggaran dikelola secara ekspansif-terukur, bukan hemat defensif yang mencekik pertumbuhan.
Indonesia
553
112
324
343.6K
0mbud
0mbud@0xbud95·
pandangan lain
Ismail Fahmi@ismailfahmi

[TarjihMu AI Agent] 📌 Pertanyaan: 🔸 Bagaimana sikap Tarjih Muhammadiyah terhadap konsep iltizam dan ja'al dalam Mazhab Syafi'i — bahwa ucapan "ini kurbanku" (هذه أضحيتي) secara lisan dapat mengubah kurban sunnah menjadi wajib, sehingga pemilik dan keluarga inti haram memakan dagingnya? ⚖️ Hukum/Jawaban: 🔹 Dalam manhaj Tarjih Muhammadiyah, konsep ja'al sebagai mekanisme yang mengubah kurban sunnah menjadi wajib lewat ucapan lisan tidak diadopsi. Konstruksi hukum semacam ini tidak memiliki dasar yang sahih dalam Al-Qur'an maupun Sunnah Maqbulah, melainkan merupakan produk fiqh muta'akhirin Mazhab Syafi'i yang bertumpu pada qiyas terhadap akad — bukan pada nash langsung. 🔹 Kurban dalam pandangan Tarjih berstatus sunnah mu'akkadah bagi yang memiliki kelapangan, dan status ini tidak berubah hanya karena ucapan lisan saat membeli atau saat menyembelih. 🔹 Niat dalam ibadah, menurut Tarjih, tempatnya di hati dan tidak dilafalkan. Ini adalah prinsip mendasar yang sudah berulang kali ditegaskan dalam putusan resmi. Maka ucapan seperti "هذه أضحيتي" tidak diperlakukan sebagai shighat mengikat yang mengubah status hukum hewan — itu hanya ikhbar (memberi tahu / mengabarkan), bukan akad yang menimbulkan konsekuensi syar'i baru. 🔹 Pemilik kurban (dan keluarganya) BOLEH memakan daging kurban, bahkan dianjurkan, berdasarkan praktik Nabi saw sebagaimana dijelaskan dalam hadis 'Ali r.a. yang diperintahkan mengurusi hewan kurban Nabi, membagikan daging, kulit, dan asesorisnya — yang menunjukkan distribusi normal kurban tanpa larangan pemilik mengambil bagian. 🔹 Kewajiban kurban dalam pandangan Tarjih hanya muncul lewat dua sebab: (1) nazar yang jelas — sebagai mana firman Allah (ولْيُوفُوا نُذُورَهُمْ) [QS al-Hajj (22): 29], dan (2) hadyu dalam Haji Tamatuk/Qiran. Di luar itu, kurban tetap sunnah. 📚 Dasar Hukum: 🕌 QS al-Bayyinah (98): 5 — perintah memurnikan ketaatan kepada Allah dalam menjalankan agama. 🕌 Hadis: «إنما الأعمال بالنيات» — Sesungguhnya amalan-amalan itu (harus dilakukan) dengan niat [HR al-Bukhari]. 🕌 Hadis 'Ali r.a. tentang pembagian kurban Nabi saw [HR Muslim] — menjadi dasar bahwa daging kurban dibagikan secara normal, dan pemilik berhak mengambil bagiannya. 🕌 Hadis: «إن الله لا ينظر إلى صوركم وأموالكم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم» [HR Muslim & Ahmad] — dasar bahwa yang dinilai adalah niat di hati, bukan ucapan lisan. 📚 BRM 03/2018 (Tanfidz Munas Tarjih XXIX) — penegasan resmi bahwa niat tempatnya di hati dan tidak dilafalkan, mengutip asy-Syirazi: "Tempat niat itu di dalam hati. Jika seseorang berniat dengan hatinya tanpa diucapkan dengan lidah itu sudah cukup… [pendapat yang mengharuskan melafalkan] tidak benar." 📚 BRM 08/2015 (Tanfidz Munas Tarjih XXVIII), Lampiran 5: Tuntunan Idain dan Kurban — kerangka resmi MTT tentang kurban. 📚 Fatwa MTT No. 13/2014 tentang Berkurban dengan Uang Utang — menegaskan kurban sebagai sunnah, bukan wajib lewat lisan. 📝 Catatan: ⚠️ Apa yang dipaparkan Rumail Abbas adalah pemetaan internal Mazhab Syafi'i, bukan posisi Tarjih. Bahkan dalam Mazhab Syafi'i pun terdapat perbedaan tajam — antara ar-Ramli/al-Qalyubi (ketat) vs. Sayyid Umar al-Bashri dan Sayid Ahmad al-Huseini (longgar, menyebut posisi ketat sebagai wahm/khayalan). Tarjih menempatkan diri di luar perdebatan internal mazhab ini, karena dasar epistemologisnya berbeda. ⚠️ Tarjih menolak prinsip "ketidaktahuan bukan excuse" dalam konteks ja'al ini. Justru kaidah yang dipakai Tarjih adalah hadis: «إن الله تجاوز عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه» — Allah mengampuni dari umatku perbuatan salah karena khilaf, lupa, dan terpaksa [HR al-Hakim]. Konstruksi yang mengikat awam pada konsekuensi berat hanya karena ucapan biasa yang tidak mereka pahami konsekuensinya, bertentangan dengan prinsip rahmah dan maqāṣid asy-syarī'ah yang dijunjung manhaj Tarjih. ⚠️ Pertanyaan Rumail di akhir — "kapan terakhir khotib menjelaskan perdebatan ini?" — relevan dalam konteks Mazhab Syafi'i, namun bagi warga Muhammadiyah pertanyaan itu kurang tepat sasaran. Tarjih sejak awal tidak memasuki kerangka ja'al ini, karena tidak menerima taqlid mazhab dan tidak menerima pelafalan niat sebagai bagian dari rukun atau penentu status hukum ibadah. ⚠️ Implikasi praktis bagi warga Muhammadiyah: Jika Anda pernah mengucapkan "ini kurbanku" saat membeli hewan kurban, tidak ada konsekuensi hukum apa pun. Hewan tetap berstatus kurban sunnah. Anda dan keluarga tetap dapat memakan dagingnya, dan pembagian normal (untuk diri sendiri, kerabat, tetangga, dan fakir miskin) berlaku. ✅ Kesimpulan: Konsep iltizam dan ja'al yang mengubah kurban sunnah menjadi wajib lewat lisan bukan bagian dari sistem fiqh Tarjih Muhammadiyah. Bagi warga Muhammadiyah, kurban tetap berstatus sunnah mu'akkadah; niat ada di hati; dan pemilik berhak menikmati daging kurbannya sebagaimana praktik Nabi saw. ✅ Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.

Indonesia
0
0
1
9
0mbud
0mbud@0xbud95·
@iIhamzada Kayaknya karena selama bertahun2 kita disuguhin talking news dari pejabat n media hampir selalu tanpa verifikasi kita anggap itu biasa, jadi saat ada yang bilang media harus verifikasi klaim pemerintah, jadi berasa aneh.
Indonesia
0
0
2
750
Ilhamzada
Ilhamzada@iIhamzada·
Setelah baca reply di cuitan ini, saya agak tergelitik dg pemaknaan verifikasi. Gini, menurut saya, verifikasi ya emang tugas jurnalis. Gak tepat kalo narsum bilang A dan kita langsung tulis A tanpa kroscek. Kalo langsung ditulis setiap komentar pejabat atau siapa pun tanpa pembanding, itu istilah kami jurnalisme tadah ludah. Risikonya, si jurnalis bisa menyebarkan info yg keliru. Sesuai mau narsum. Lagian disiplin verifikasi itu tertuang kok di kode etik jurnalistik pasal 3. Juga masuk dalam standar internasional untuk jurnalistik, SPJ code or ethic. Verifikasi info sebelum rilis. Terserah narsum, entah itu pejabat bilang apa, tugas jurnalis memeriksa apakah fakta yg disampaikan sudah tepat atau belum. Gunakan sumber lain sebagai pembanding.
Bhagavad Sambadha@fullmoonfolks

Makanya kerjaan utama jurnalis tuh verifikasi kok mau aja ngutip statement pejabat ngga pake verifikasi, jangan2 tempo yang direkrut?

Indonesia
31
104
317
76.5K
0mbud retweetledi
Laugh Tale Gaming Guild
Laugh Tale Gaming Guild@LTGguild·
Sorry for the high ping, we were just spawning in! We actually partied up with @DebellumArena a few days ago, but our official Twitter account was stuck on the loading screen. Now we're fully loaded and ready to dominate the meta together. GGWP!
GIF
English
10
9
13
469
Debellum
Debellum@DebellumArena·
One of our devs was doomscrolling 抖音 at 3AM and saw an orange cat in a banana costume.. A new legend enters Debellum Now the real question is: What do we call him banana king or meow-nana?
English
36
12
67
4.4K
Pebble Mayhem | Mint: TODAY
Pebble Mayhem | Mint: TODAY@PebbleMayhem·
🏆 80 GTD Spots & X Collabs Winners Revealed! The mayhem is expanding. Winners from our 80 GTD giveaway and partner collabs on X are now live! Check & Claim here: guild.xyz/pebble-mayhem How to secure your spot: - Sign in to Guild with your registered wallet. - Join the Guild & click "Verify". - If verified, you’re a winner! Click "Claim" to get your role. ⚠️ Deadline: You have 72 hours to claim. Unclaimed spots will be voided. Claim now or remain a pleb.🍄
Pebble Mayhem | Mint: TODAY@PebbleMayhem

80 GTD Spots up for grabs! ✦ Follow @PebbleMayhem ✦ Like & RT ✦ Drop your ETH wallet + tag 1 fren you're dragging into the mayhem. Winners will be announced on Monday. Good luck! 🪨 x.com/PebbleMayhem/s…

English
14
6
31
2.5K
Debellum
Debellum@DebellumArena·
some communities wait some try to understand some move early @dhiizt and Laugh Tale Guild chose the third Debellum test phase already secured!
English
36
18
68
2K