1 Only
751 posts


Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan dua pabrik LPG pada bulan ini. Dua pabrik LPG tersebut memiliki kapasitas pengolahan total 193 metrik ton per hari yang berlokasi di dua provinsi berpenduduk terbesar di Pulau Jawa. Pabrik pengolahan LPG pertama yang bakal diresmikan adalah LPG Plant Cilamaya milik PT Energi Nusantara Perkara dengan kapasitas produksi 163 metrik ton per hari. Pembangunan pabrik pengolahan LPG tersebut sudah mencapai 92,9% dan sedang menyelesaikan instalasi di area proses LPG serta jalur pipa produk dan terminal unloading kondensat. Pabrik LPG kedua yang bakal diresmikan merupakan LPG Plant Tuban milik PT Sumber Aneka Gas. Pabrik pengolahan LPG tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 30 metrik ton per hari. Rencananya, pabrik pengolahan LPG tersebut bakal onstream pada akhir April 2026. Saat ini, kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, proses komisioning fasilitas sedang dilakukan. Sementara itu, terdapat tiga proyek pembangunan pabrik pengolahan LPG lainnya yang bakal dibangun. Ketiga proyek tersebut meliputi LPG Plant Jambi Merang dengan kapasitas 320 metrik ton per hari, LPG Plant Senoro sebesar 54 metrik ton per hari, serta potensi LPG Plant Jawa Timur oleh PT ARSynergy dengan kapasitas 50 metrik ton per hari. Proyek-proyek ini secara umum ditargetkan mulai beroperasi (onstream) pada tahun 2027 dan saat ini masih dalam berbagai tahapan, mulai dari evaluasi kilang eksisting, pembangunan fasilitas pemulihan gas suar (flare gas recovery), hingga proses komersialisasi. Langkah ini menjadi krusial mengingat kondisi pasokan LPG nasional pada awal tahun 2026 masih sangat bergantung pada pasar luar negeri.






Ramai masih keliru mengenai kes Timor Leste dan Malaysia. Mari dengarkan penjelasan Setiausaha Agung AFC, Datuk Seri Windsor John. ✍🏻




















