Gatsu Deket Komdak

309 posts

Gatsu Deket Komdak banner
Gatsu Deket Komdak

Gatsu Deket Komdak

@26kajap

I dont know what you dont know

Jakarta Katılım Aralık 2015
267 Takip Edilen450 Takipçiler
Gatsu Deket Komdak retweetledi
Eka Mustikasari
Eka Mustikasari@ekakunjeri·
Hi semuanya, selamat hari Senin.. saat ini aku open to work baik untuk full time maupun partime, on site maupun hybrid. Aku 12th bekerja sebagai customer services dan koordinator exim di perusahaan freight forwarding. Satu tahun terakhir sebagai sales manager. Aku juga seorang ahli kepabeanan bersertifikat resmi dari negara, tanpa ragu mendampingi kegiatan ekspor dan impormu.
Eka Mustikasari tweet media
Indonesia
56
169
1.1K
94.1K
Gatsu Deket Komdak
Gatsu Deket Komdak@26kajap·
Buka @NetflixID , mau nerusin nonton serial Person of Interest sambil nunggu kereta datang, sekilas liat di home kok tumben ada film minang, "Boyfriend Onde Mande"
Gatsu Deket Komdak tweet media
Indonesia
0
0
0
113
Gatsu Deket Komdak retweetledi
Dhitta Puti S
Dhitta Puti S@warnapastel·
@cherubbie Saya juga pernah analisis dokumen resmi kurikulum merdeka. In my opinion, it is really poorly designed. Komponen-komponen di dalamnya tidak saling selaras, capaian pembelajarannya juga tidak didefinisikan dengan baik.
Indonesia
15
145
699
206.7K
Gatsu Deket Komdak retweetledi
忍 - 🍉
忍 - 🍉@BetaEpsilonPhi·
Sedang menahan diri untuk komentar, tapi kok ya gemes. Sudah ada 2 Direktur (PNS) sudah dapat vonis, M dan SW. Seakan-akan, cuma 2 nama saja (NM & IA) dalam kasus ini. 🙂
Indonesia
11
168
744
59.9K
Gatsu Deket Komdak retweetledi
Ahmad Jilul Q. Farid 🇵🇸
Waduh, investor mulai berani teriak! Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita! Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan: 1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis. 2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan. 3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200% 4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres. Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: drive.google.com/file/d/1Gi5Af3…
Ahmad Jilul Q. Farid 🇵🇸 tweet media
Indonesia
587
12.9K
32.9K
1.9M
Gatsu Deket Komdak retweetledi
忍 - 🍉
忍 - 🍉@BetaEpsilonPhi·
- Perencanaan dan Penganggaran itu di awal. - Pelaksanaan anggaran di akhir. Proses Pengadaan itu yang bagian Pelaksanaan Anggaran, gak boleh mengunci produk tertentu. Apalagi KAMI yang di PENGANGGARAN, ha ha..
d'animosity@muttle9

@si4riNew @BetaEpsilonPhi @eDzulfikar @Gerindra Malah gw mau tanya SOP bendahara negara/pengawal uang rakyat spt apa sih? Cm tukang stempel? OK lu botak butuh motor? Approved. Peduli amat lokal udah bisa bikin, udah diekspor ke 2 benua, harga 33% lebih murah? Gini udah kehitung berintegritas? x.com/prastow/status…

Indonesia
7
67
211
15.1K
Gatsu Deket Komdak
Gatsu Deket Komdak@26kajap·
Wkwkwk, menghalu mah gratis yak.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada cerita di balik pencopotan dua pejabat tinggi Kemenkeu yang menurut gue jauh lebih menggelikan dan lebih mengerikan dari yang diakui secara resmi. Dan kuncinya ada di satu kalimat dari Purbaya sendiri ketika ditanya pers soal kenapa Dirjen Anggaran dicopot: "Mungkin Anda tebak saja sendiri." Kronologi yang perlu dipahami dulu: BGN Badan Gizi Nasional mau beli 25.644 unit motor listrik untuk kepala SPPG dapur MBG. Harganya Rp42 juta per unit. Totalnya sekitar Rp1 triliun lebih. Purbaya sudah menolak pengadaan ini. Eksplisit. Jelas. Ditolak. Tapi anggaran itu tetap lolos. Tetap masuk. Tetap dieksekusi. Dan sampai akhirnya 21.081 unit sudah terlanjur datang sebelum semuanya terbongkar. Caranya? Ada celah di software milik Ditjen Anggaran Kemenkeu. Dan lewat celah itulah pengadaan yang sudah ditolak Menkeu bisa tetap berjalan. Dua pejabat tinggi dicopot dan ini yang paling menggelikan: 21 April 2026, dua Dirjen Kemenkeu dicopot sekaligus. Luky Alfirman sebagai Dirjen Anggaran. Febrio Kacaribu sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. Keduanya pejabat senior. Keduanya dicopot mendadak. Dan ketika pers tanya Purbaya apakah pencopotan itu berkaitan dengan lolosnya anggaran motor listrik jawabannya bukan iya, bukan tidak. "Tebak saja sendiri." Dari seorang Menteri Keuangan. Tentang kebijakan di kementeriannya sendiri. Tentang pencopotan pejabat yang berada di bawah otoritasnya. Yang paling miris dari seluruh cerita ini: Pertama — motornya sudah datang. 21.081 unit sudah terlanjur dikirim sebelum ada yang berani bilang stop. Uang sudah keluar. Barang sudah ada. Dan baru sekarang semua orang ribut. Kedua — motornya identik dengan produksi China, dirakit di Cikarang. Di saat pemerintah gencar kampanye beli produk dalam negeri dan bangga-banggain Maung buatan Indonesia sampai dibawa pakai Hercules ke KTT ASEAN motor untuk program unggulan presiden sendiri beli dari mana? Ketiga — ini bukan program kecil. MBG adalah program prioritas utama Prabowo. Anggarannya ratusan triliun. Dan di dalam program sebesar itu pengadaan senilai lebih dari Rp1 triliun bisa lolos tanpa sepengetahuan Menkeu hanya karena ada "celah di software." Software. Celah di software. Rp1 triliun lebih lolos karena celah di software. Yang perlu dipertanyakan: Kalau Purbaya sudah menolak siapa yang tetap menjalankannya? Celah software itu ditemukan secara tidak sengaja atau memang dimanfaatkan? Dan kalau memang dimanfaatkan siapa yang tahu celah itu ada dan siapa yang menggunakannya? Karena kalau jawabannya hanya "salah software" maka dua Dirjen senior itu bisa bertindah tanpa purbaya tahu di belakang? Tapi yang dicopot adalah dua Dirjen. Dan Purbaya bilang tebak saja sendiri. Gue sudah menebak. Dan tebakannya tidak menyenangkan. Program makan gratis untuk anak-anak Indonesia yang anggarannya dipotong dari berbagai pos termasuk pendidikan di dalamnya ada pengadaan motor listrik Rp1 triliun lebih yang ditolak Menkeu tapi tetap lolos. Motornya sudah datang. Dua pejabat dicopot. Dan penjelasan resminya adalah celah software. Ini bukan soal motor listrik. Ini soal seberapa dalam lubang yang ada di dalam sistem penganggaran negara ini dan seberapa banyak yang sudah lolos lewat lubang itu yang belum pernah ketahuan.

Indonesia
0
1
1
191
Gatsu Deket Komdak
Gatsu Deket Komdak@26kajap·
Memboroskan mouse sudah jelas (too many clicks and scrolls, bad UI/UX cost us a lot). Reliability sudah jelas rendah (dashboard laporan yang sama, ada AR yang bisa akses ada yang 404 error mulu). Data buat laporan tidak tersedia as needed. Masih ngolah lagi, masih ngrekap lagi. Maklum, aplikasi ini cuman senilai anggaran MBG sehari.
Oni Suryaman@OniSuryaman

@_bje Gue curiga coretax ini didesain untuk memudahkan kerja petugas pajak. Otomatisasinya banyak. Tapi mudah di mereka artinya pusing di kita sebagai wajib pajak

Indonesia
1
1
4
231
Gatsu Deket Komdak retweetledi
忍 - 🍉
忍 - 🍉@BetaEpsilonPhi·
Akhir April, Pembukaan Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) Disampaikan untuk PEMERATAAN PENDIDIKAN (dan ada narasi nilai PISA rendah, cmiiw) dibentuklah Sekolah Garuda (Transformasi). Sekolah Unggulan untuk Pemerataan Pendidikan 😌. cc : @ainunnajib
Indonesia
4
10
66
5.9K
Gatsu Deket Komdak
Gatsu Deket Komdak@26kajap·
@nursetiandi Hahaha. Satyalencana sudah 3, sayangnya tidak bisa dijadikan agunan bank. Dipakai di seragam kita aja tidak pernah kan? Kalau pak Nur sudah berapa tahun? sepertinya baru satyalencana sekali, yang kedua masih separuh perjalanan? 😎
Indonesia
1
0
0
35
Nur Setiandi
Nur Setiandi@nursetiandi·
@26kajap Udah 30 tahun di DZV? Wah senior donk umurnya Jangan2 bentar lagi pensiun 🙏🏻
Indonesia
1
0
0
38
Gatsu Deket Komdak
Gatsu Deket Komdak@26kajap·
Minggu pagi, kopi masih panas, scroll timeline nemuin "Handphone Ilegal" trending 20 jam. Penasaran, baca berita. Ternyata Bareskrim bongkar gudang iPhone ilegal Rp 235 M. 56.557 unit iPhone. 1.625 Android. 18.574 aksesoris. Total 76.756 barang. Nilai Rp 235 M. Disembunyikan di kompartemen palsu truk, pakai perusahaan cangkang, dokumen impor dipalsukan. Saya bukan orang bea cukai. Tapi 30 tahun di DJP bikin saya paham satu hal: celah fiskal itu tidak pernah tunggal. Ia sistemik. Coba lihat alurnya: Ponsel masuk dari China tanpa dokumen → lolos dari pemeriksaan → didistribusikan → dijual di e-commerce & medsos → konsumen dapat harga miring → negara kehilangan Bea Masuk + PPN + PPh 22 Impor. Yang rugi? 1. APBN (penerimaan negara jebol) 2. Industri dalam negeri (kalah harga) 3. Konsumen (tidak ada garansi resmi, IMEI kacau) Yang diuntungkan? Importir gelap, marketplace nakal, oknum yang "bisa diatur." Saya ingat dulu awal reformasi kepabeanan, ada CEISA, ada National Single Window. Semua dibuat untuk transparansi. Tapi 10-15 tahun kemudian, celah baru muncul. E-commerce, medsos, platform digital — celahnya bukan lagi di pelabuhan, tapi di distribusi dan penjualan. Dirjen Bea Cukai saja mengakui sulitnya menindak transaksi ilegal di X dan YouTube. Bayangkan, lembaga yang tugasnya mengawasi barang keluar-masuk negara, kewalahan karena jualannya lewat DM dan linktree. Ini bukan soal oknum. Ini soal desain sistem yang belum mencakup dimensi digital. Yang menarik: Menteri Keuangan Purbaya baru-baru ini sidak ke Bea Cukai Soetta dan menemukan sendiri ponsel tanpa IMEI. Katanya, "saya lihat bukan hanya iPhone, Android juga banyak." Lalu beliau berencana sidak random ke seluruh kantor Bea Cukai, kayak ke bank Himbara dulu. Semoga ada hasilnya. Tapi saya khawatir, sidak saja tidak cukup. Selama rantai pasok ilegal ini punya 1001 jalur — dari pelabuhan, kurir, marketplace, sampai medsos — pendekatan konvensional tidak akan pernah bisa mengejar. Yang dibutuhkan: integrasi data antar-instansi. BC, DJP, Bareskrim, Kemenperin, platform digital. Bukan masing-masing jalan sendiri. Kalau data IMEI terintegrasi dengan marketplaces, calon pembeli langsung tahu: ini HP legal apa bukan. Kalau sistem pembayaran digital terhubung dengan data pajak, transaksi gelap langsung terdeteksi. Tapi itu butuh political will, investasi sistem, dan yang paling mahal: keberanian membereskan "jalur belakang." Saya dulu optimis reformasi perpajakan bisa bikin Indonesia setara negara maju. Sekarang? Saya masih percaya, tapi dengan catatan. Reformasi harus terus menerus, bukan proyek 5 tahunan. Karena celah tidak pernah diam — ia beradaptasi. :) Selesai nulis, kopi udah dingin. Tapi semoga pemikiran ini masih hangat. Weekend yang baik, kawan-kawan. Mari terus belajar, terus mengawal. ---
Indonesia
1
3
6
405
Gatsu Deket Komdak retweetledi
Call me Al 🇵🇸
Call me Al 🇵🇸@raykairi·
Gara-gara perdebatan semalam tentang Gado-gado gak punya value yg sama dengan salad di resto Jepang. Hari ini mau bikin thread tentang Gado-gado dan betapa super nya Gado-gado tersebut 😁😁😁 Kalian suka Gado-gado, lotek apa pecel guys?
Indonesia
92
11
135
7.9K
Reza Sudrajat
Reza Sudrajat@penduduk_lokal_·
Riset di 3T kemudian solusinya chromebook, boa edan lur. Riset dimana itu wkwkwk
Ibrahim Arief@ibamarief

Aku rasa sebagian karena campur aduk antara tech dan kebijakan. Dulu kami rutin riset sampai ke 3T untuk dengar suara guru2, supaya bisa kami jadikan masukan bagi pembuat kebijakan. Pembuat kebijakan ini siapa? Mungkin ada yang mengira itu tim tech sendiri, apalagi ada narasi yang beredar terkait "shadow org". Aku memang sempat dengar, ada pakar2 yang bisa beri masukan terkait kebijakan di kementerian. Pakar2 itu bukan bagian dari tim tech, namun dari narasi "shadow org" sepertinya banyak yang salah mengira mereka adalah bagian dari kami. Aku rasa kesalahpahaman ini salah satu kontributor kenapa tech dan kebijakan dirasa campur aduk jadi satu. Sesungguhnya ini dua hal yang berbeda dan terpisah. Tech patuh ke arahan dari pembuat kebijakan, bukan sebaliknya. Dalam hal ini, pembuat kebijakan adalah para pejabat struktural yang ditentukan kementerian, mungkin dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pakar di atas. Sayangnya, arahan yang kami terima untuk jadi prioritas pengembangan, terkadang tidak sesuai dengan suara hati guru yang kami dengar dan coba sampaikan. Arahan ini karena pemerintah pusat maupun daerah juga punya program2 sendiri. Seperti misalnya untuk mengukur sasaran kinerja, padahal aplikasinya dirancang untuk pembelajaran guru. Sesungguhnya kami sering berada di sisi guru juga dalam berusaha mendengar dan menyuarakan apa yang mereka alami, kalau tidak kami ngga akan riset ke daerah dengan rutin seperti di bawah. Dari semua yang aku tulis di atas, aku berharap setidaknya bisa meluruskan, bahwa tech sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membela kepentingan guru sebagai pengguna. Dan komunitas tech secara umum perlu ingat juga, kalau tech yang efektif adalah yang berlandaskan empati. Inovasi ngga bisa berdiri sendiri, tapi perlu sebisa mungkin gotong royong dengan suara pengguna.

Indonesia
29
273
962
66K