WhereTheHeckIsSAKI

36.3K posts

WhereTheHeckIsSAKI banner
WhereTheHeckIsSAKI

WhereTheHeckIsSAKI

@39izone

Fan Account| ig : @39izone| Love to share about Miyawaki Sakura of LE SSERAFIM

Katılım Ekim 2018
372 Takip Edilen148 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
WhereTheHeckIsSAKI
WhereTheHeckIsSAKI@39izone·
At first I didn't watch pd48 at all. Just heard the rumor about a Japanese taking the center spot for pd48, and some people do not pleased about that. I got curious and look at the MV.. and Dang!!! NONSENSE about their logic! I'M IN LOVE! 😍 #MiyawakiSakura
GIF
English
1
0
9
0
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
Oneily Music
Oneily Music@OneilyMusic·
LE SSERAFIM releases the highlight medley for their 2nd studio album ‘PUREFLOW’ pt.1.
English
1
29
123
8.7K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
le sserafim pics
le sserafim pics@sserapics·
LE SSERAFIM unveils a snippet of “PUREFLOW”. HIGHLIGHT MEDLEY OUT NOW LE SSERAFIM ON THE WAY #PUREFLOW_pt1 #LE_SSERAFIM #르세라핌
English
7
87
439
6K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
FIMBASE
FIMBASE@FIMBASE·
LE SSERAFIM 2nd Studio Album 'PUREFLOW' pt.1 🌊 Track 2 - BOOMPALA (Title Track) HIGHLIGHT MEDLEY OUT NOW LE SSERAFIM ON THE WAY #PUREFLOW_pt1 #LE_SSERAFIM #르세라핌
English
21
235
1.1K
13.4K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
Pop Base
Pop Base@PopBase·
LE SSERAFIM unveils highlight medley to their upcoming album ‘PUREFLOW Pt. 1.’
English
152
716
5K
292.3K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
🌊
🌊@BlueFlameRises·
10M views for the highlight medley im calling it
🌊 tweet media
English
4
30
497
5.4K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
Kpop Charts
Kpop Charts@kchartsmaster·
LE SSERAFIM drops the highlight medley for 'PUREFLOW pt.1.'
English
110
599
3.3K
200.9K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
사포
사포@skrforty·
BOOMPALA
사포 tweet media사포 tweet media사포 tweet media사포 tweet media
Português
0
60
269
5.6K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
pribadi
pribadi@ardypribadi__·
Eh ini penting banget guys, ini udah sampe ke media belum tolong di up. Nelayan Indonesia dan Pakistan saat ini disandera oleh bajak laut dari Somalia.
Indonesia
202
20.8K
60.6K
1.4M
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
LESSERAFIM CHARTS
LESSERAFIM CHARTS@lpopchartmaster·
#LE_SSERAFIM describes their upcoming title track "BOOMPALA": — "The title song 'BOOMPALA' is a song that reveals the realisation that the emotion of fear can be illusional in the end with pleasant energy. They captured both familiarity and freshness at the same time by sensually sampling the mega hit song 'Makarena', which swept the world. The bold visual transformation is also a hot topic. The members completed a unique aura with personalised styling such as pink hairstyles and green eyeshadows. Following the flexible limbs movements in the previously released teaser, an intuitive choreography that anyone can easily imitate has been released, which is already expected to be a global challenge craze." m.entertain.naver.com/home/article/3…
LESSERAFIM CHARTS tweet mediaLESSERAFIM CHARTS tweet media
English
1
245
1.3K
16.6K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
Pop Core
Pop Core@TheePopCore·
LE SSERAFIM drops preview for 'BOOMPALA.' Out May 22nd.
English
21
183
993
12.2K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
Kpop Charts
Kpop Charts@kchartsmaster·
LE SSERAFIM drops preview for 'BOOMPALA.'
Português
408
1K
11.2K
7M
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
LESSERAFIM CHARTS
LESSERAFIM CHARTS@lpopchartmaster·
#LE_SSERAFIM drops choreo preview to "BOOMPALA", their upcoming title track. — Out May 22nd (FRI) 1PM KST/12AM ET.
English
16
288
1.5K
17.9K
WhereTheHeckIsSAKI retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
264
5.2K
9.5K
409K