agung retweetledi

Ave Neohistorian!
Dinasti Rothschild, keturunan dari pengusaha berdarah Yahudi bernama Mayer Amschel Rothschild kelak menjadi klan konglomerat paling berpengaruh di dunia.
Mereka memperoleh kekayaan dengan menarik bunga hutang dari pinjaman uang kepada para kaum bangsawan yang tentunya selalu sanggup membayar sebesar apapun pinjamannya.
Dinasti ini memperoleh untung besar karena pernah menjadi pendukung finansial, peralatan dan logistik saat perang Napoleon, Perang Rusia-Jepang 1905, Perang Sipil Amerika Serikat, dan perang lainnya. Kongsi dagang besar Inggris di koloni India Bernama East Indian Company juga dikuasai oleh salah satu anggota keluarga Rothschild.
Hal ini menyebabkan Lord Nathan Rothschild dijuluki sebagai orang paling berkuasa di Inggris, dan otomatis menjadi orang paling berkuasa didunia karena Inggris pada masa tersebut merupakan penguasa terbesar didunia.
Pada saat Inggris merebut tanah Palestina dari Ottoman ditengah berkecamuknya Perang Dunia I, Pada tanggal 2 November 1917 Menteri Luar Negeri Inggris Lord Arthur James Balfour menyatakan kepada Lionel Walter Rothschild bahwa Inggris mendukung berdirinya 'Jewish National Homeland' bagi etnis Yahudi di tanah Palestina. Surat ini kelak dijuluki Deklarasi Balfour 1917.
Sungguh aneh sebuah negara sebesar Inggris perlu mendeklarasikan dukungan semacam ini pada Dinasti Rothschild seakan meminta restu, hal ini diduga karena faktor “Jews Money Interest” dengan harapan agar para 'Crazy Rich' Yahudi mau menjadi penyandang dana bagi pihak Entente selama Perang Dunia I begitu juga sebaliknya agar orang-orang Yahudi menghentikan aliran dana perang kepada blok Sentral.
Kebijakan Inggris selanjutnya yang membantu orang Yahudi untuk pulang ke Palestina (Aliyah) membuat marah bangsa arab di Palestina. Namun pada akhirnya para pemukim Yahudi itu berhasil mendirikan Negara Israel di atas tanah warga Arab Palestina pada tahun 1948
Penulis: Jonathan Vivaldy
Editor: Muhammad Fahri Mulyawan
Referensi:
Arifian, Alfi (2020). Sejarah Lengkap Perang Dunia I (1914-1918). Penerbit Sociality-Yogyakarta.
Wibowo, Hanafi (2021). Kegagalan Palestina Menjadi Negara Merdeka. Raden Pustaka

Indonesia






















