Jangto

128 posts

Jangto

Jangto

@5jangto

Katılım Mart 2016
253 Takip Edilen63 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Jangto
Jangto@5jangto·
UPDATE PART 2: Temuan Oknum Baru yang Terorganisir di Kitabisa. Saya sangat kecewa kepada @kitabisacom. Setelah utas investigasi saya bulan lalu, saya berharap ada perbaikan sistem verifikasi, tapi nyatanya? Masih saja ada oknum-oknum yang berhasil lolos, seolah-olah laporan publik cuma dianggap angin lalu dan diremehkan. Berikut bukti-bukti baru yang saya kumpulkan:
Indonesia
14
38
50
29.2K
Jangto
Jangto@5jangto·
Terima kasih atas responnya @kitabisacom. Namun, ada beberapa hal yang saya ingin tekankan : 1. Temuan ini membuktikan bahwa sistem screening dan verifikasi kalian masih sangat lemah. Sebagai platform nomor 1, kalian seharusnya tidak membiarkan narasi cerita "palsu" atau hasil naskah setingan lolos begitu saja. Sangat tidak etis dan tidak bermoral jika sebuah cerita dilebih-lebihkan atau menggunakan template fiktif demi menggalang dana. Narasi harus berdasarkan fakta lapangan. Bukan cerita yang dibuat buat. 2. Saya tetap meragukan keaslian status penggalang dana tersebut. Jika hanya ada 1-3 profil yang seperti ini, saya mungkin masih bisa menerima pernyataan kalian soal "panduan penulisan". Namun faktanya, ada BELASAN hingga PULUHAN penggalang yang seperti ini dan polanya identik: • Aktif dalam rentang waktu yang sangat berdekatan. • Narasi cerita yang template-nya sama persis. • Kalimat pengantar serupa. • Penarikan dana mayoritas menggunakan rekening bank yang sama (Bank BJB). Penggalang lain yang organik tidak ada yang memiliki pola seperti ini. Ini jelas menunjukkan adanya indikasi semua profil ini dikendalikan 1 entitas. Sangat mustahil jika semua kesamaan ini hanya dianggap "kebetulan" semata. Saya mohon pihak @kitabisacom benar-benar melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh dan memperbaiki sistemnya. Terima kasih.
Indonesia
1
0
2
285
Kitabisa - Aplikasi Warga Bantu Warga
Halo @5jangto , terima kasih banyak atas temuan dan laporan yang diberikan. Kami juga memohon maaf karena baru memberikan respon. Sejak menerima laporan ini, kami sudah melakukan investigasi dengan temuan sebagai berikut: 1. Semua penggalang dana terlapor adalah ayah atau ibu dari penerima manfaat yang sudah terverifikasi kondisi medisnya. 2. Kesamaan narasi ataupun kesalahan penulisan nama pasien dalam halaman galang dana terjadi karena alasan teknis. Kitabisa menyediakan fitur panduan penulisan deskripsi bagi pihak yang membuat galang dana medis (terlampir) untuk memudahkan proses mereka membuat halaman galang dana. Dalam panduan tersebut, disarankan agar penggalang dana bisa menyesuaikan dengan gaya menulis dan situasi masing-masing. Namun sebagian pihak ada yang sebatas copy-paste dan mengganti detail-detail tertentu saja, dan ini tidak menyalahi regulasi penggalangan dana. Adapun nama “Nuri” adalah nama contoh yang tercantum di fitur panduan penulisan. Dengan adanya temuan ini, kami sudah dan akan melakukan tindak lanjut dalam bentuk: A. Berkomunikasi kepada penggalang dana untuk merevisi informasi yang ditampilkan sekaligus menyesuaikan narasi sesuai dengan keadaan masing-masing. B. Kami juga akan melakukan perbaikan sistem penggalangan dana secara berkelanjutan seperti menyesuaikan panduan untuk penggalangan dana agar tetap mempermudah penggalang dana medis, sekaligus menambahkan screening di bagian deskripsi agar mencegah adanya ketidaksesuaian informasi. Sekali lagi kami berterima kasih atas laporannya yang menjadi masukan berarti bagi pengembangan sistem penggalangan dana di Kitabisa.
Kitabisa - Aplikasi Warga Bantu Warga tweet media
Indonesia
1
0
0
320
Jangto
Jangto@5jangto·
UPDATE PART 2: Temuan Oknum Baru yang Terorganisir di Kitabisa. Saya sangat kecewa kepada @kitabisacom. Setelah utas investigasi saya bulan lalu, saya berharap ada perbaikan sistem verifikasi, tapi nyatanya? Masih saja ada oknum-oknum yang berhasil lolos, seolah-olah laporan publik cuma dianggap angin lalu dan diremehkan. Berikut bukti-bukti baru yang saya kumpulkan:
Indonesia
14
38
50
29.2K
Jangto
Jangto@5jangto·
Akhir kata. Sebagai platform galang dana nomor 1, saya berharap @kitabisacom untuk lebih serius menangani masalah ini. Jujur saya sangat kecewa, karena beberapa yayasan yang saya laporkan bulan lalu pun nyatanya masih bisa bebas menggalang dana. Temuan di atas hanyalah sebagian kecil,masih banyak profil serupa di platform kitabisa. Tolong jangan sampai rasa iba masyarakat terus jadi ladang keuntungan oknum terorganisir. Untuk teman-teman yang belum membaca utas pertamanya, silakan baca di bawah ini: x.com/5jangto/status…
Indonesia
2
0
0
1.1K
Jangto
Jangto@5jangto·
Ohya ka @noormanbaik1797 Sekedar tips. Kalau ingin pantau suatu kampanye. Itu yang harus dicatat " Link kampanye " nya. Itu bisa didapat dari menekan tombol share ( pojok kanan atas) di halaman galang dana. Karena kalau tidak disimpan linknya, setelah durasi kampanye selesai, itu halaman penggalangan dana langsung hilang, tidak bisa dilacak lagi. Jadi yang harus disimpan itu link kampanye nya🙂.
Indonesia
1
0
0
95
Susanti Noorman
Susanti Noorman@Noormanbaik1797·
@5jangto @kitabisacom @kitabisa Benar kak @5jangto Yayasan" yg saya catat itu terutama yg baru sy update itu tadi ya pasien lamanya menghilang. Tidak tau apa yg terjadi . Ya walaupun sy hampir tidak pernah donasi ke yayasan . Tapi kasian akun pribadi yg bener" membutuhkn yg bener" mrka adlh org tuanya
Indonesia
2
0
1
65
Jangto
Jangto@5jangto·
Dugaan Jaringan Yayasan Terorganisir dan Eksploitasi Pasien di Platform @kitabisa. Saya menemukan belasan yayasan dengan pola identik yang sangat mencurigakan. Ini bukan sekadar kecurigaan, berikut bukti bukti yang saya kumpulkan.
Indonesia
36
3.1K
4.4K
293.7K
Jangto
Jangto@5jangto·
Iya ka sama. Saya juga tiap hari masih pantau juga. Beberapa hari ini, sudah mulai bermunculan lagi yang menurut saya mencurigakan. Mereka juga ada yang sudah mengganti gaya caption pada gambar dan durasi nya dipanjangin. Jadi tolong tim @kitabisacom updatenya. Jangan tunggu kasus diviralkan dulu baru bertindak.
Indonesia
0
0
0
60
Jangto
Jangto@5jangto·
@kitabisacom Perkembangan kasusnya bagaimana ? Tim kitabisa berjanji akan mengupdate kasus kemarin, tetapi sudah 3 minggu tidak ada kabar terbaru. Kita semua masih tidak mengetahui status semua yayasan yang mencurigakan itu. Mohon urgensinya. Tolong lebih serius menghadapi masalah ini.
Indonesia
2
0
2
120
Susanti Noorman
Susanti Noorman@Noormanbaik1797·
@5jangto @kitabisacom @kitabisa Ada beberapa yayasan yang kemarin itu bermasalah dan sudah bisa menggalang lagi dengan penerima manfaat pasien lain . Tapi yang pasien pasien sebelumnya tidak bisa terlihat lagi . Semoga ini tidak ada permainan dari dalam platform kitabisa ya. Semoga sudah dalam pengawasan lebih.
Susanti Noorman tweet mediaSusanti Noorman tweet media
Indonesia
1
0
0
90
Jangto
Jangto@5jangto·
Saya juga curiga pada akun-akun pribadi yang baru aktif ini. Mohon tim @kitabisacom bantu pantau secara ketat akun-akun tersebut agar tidak menjadi celah baru. ​Hari ini, saya juga melihat ada beberapa yayasan di atas yang saya sebutkan berhasil mencairkan dana. Saya sangat berharap dana tersebut sudah melalui proses verifikasi ketat dari tim Kitabisa. ​Kedepannya, saya berharap sistem penggalangan dan pencairan dana di Kitabisa terus ditingkatkan verifikasinya. Saya juga ingin mengapresiasi tim @kitabisacom karena saat ini halaman donasi sudah jauh lebih bersih dari dominasi yayasan-yayasan tersebut🙏.
Indonesia
5
0
2
212
Susanti Noorman
Susanti Noorman@Noormanbaik1797·
@5jangto @kitabisacom @kitabisa Baru baru ini ada beberapa akun pribadi yang profilnya baru saja bergabung tapi saya sedang memantau. Sepertinya sy lihat ada yang bukan orang tuanya jadi gak tau seperti nya dia org lain yang membantu itu jg bahaya bener" disalurkan tidak
Indonesia
1
0
1
158
Jangto
Jangto@5jangto·
Terimakasih banyak atas responnya tim @kitabisacom . Dan terimakasih banyak teman teman yang sudah bantu repost🙏. Jika tim kitabisa memerlukan kontak korban dari penggalangan ini. Bisa dm saya ya. Saya ingin menambahkan beberapa bukti. Mohon diawasi juga akun akun dibawah ini. Setelah saya memposting thread ini 3 hari lalu. Akun akun yang menggunakan nama pribadi mulai bermunculan secara massal. Dan polanya sama semua : •Menggunakan nama seseorang •Gaya Caption pada gambar hampir serupa •Durasi Kampanye hanya berlangsung 1-3 hari •Semuanya mulai aktif sejak 2-3 hari lalu. Tolong @kitabisacom. Perketat proses penggalangan dananya🙏
Jangto tweet mediaJangto tweet mediaJangto tweet mediaJangto tweet media
Indonesia
4
34
172
15.5K
Kitabisa - Aplikasi Warga Bantu Warga
Hai Kak, terima kasih untuk informasi yang diberikan. Kitabisa sebagai platform galang dana dan donasi berupaya untuk terus menjaga kepercayaan donatur, maka menindaklanjuti laporan ini kami telah melakukan beberapa tindakan antara lain: ✅ ⁠Melakukan penelusuran pada yayasan-yayasan tersebut. ✅ Melakukan kunjungan langsung dan wawancara ke beberapa pimpinan, pengurus yayasan, serta penerima manfaat. ✅ Meminta berbagai dokumen dan informasi detail tambahan yang dibutuhkan kepada penggalang dana selama proses penelusuran berlangsung. Berdasarkan hasil penelusuran yang telah kami lakukan sejak 23 Desember 2025, sekaligus sebagai upaya untuk melindungi amanah donatur maka: Saat ini seluruh yayasan tersebut tidak bisa melakukan pencairan donasi hingga dapat memberikan bukti valid terkait kebermanfaatannya untuk penerima manfaat.
Indonesia
8
59
420
17K
Jangto
Jangto@5jangto·
Akhir kata. •Saya tahu yayasan-yayasan ini terdaftar secara legal di AHU Kemenkumham. Namun, legalitas hukum tidak membenarkan praktik eksploitasi. •Saya tidak bermaksud menyimpulkan bahwa semua yayasan yang saya sebutkan di atas adalah 100% penipuan secara menyeluruh. Namun, berdasarkan bukti langsung yang saya kumpulkan dari orang tua korban, saya dapat memastikan bahwa beberapa di antaranya memang melakukan praktik penipuan dan eksploitasi nyata.
Indonesia
4
52
269
22.8K
Jangto
Jangto@5jangto·
5. Pengakuan Langsung dari Orang Tua Anak. Saya berhasil menghubungi orangtua dari salah satu anak yang dikampanyekan. Berikut faktanya •Orang tua anak sangat terkejut ketika saya memberitahu bahwa ada yayasan yang mengalang dana atas nama anak mereka. •Orang tua anak tidak pernah meminta dan tidak pernah memberikan izin ke pihak yayasan untuk menggalang dana di KitaBisa. •Pihak yayasan tidak pernah mengatakan bahwa anak mereka akan dikampanyekan di platform KitaBisa •Pihak yayasan sendiri yang terlebih dahulu mendatangi rumah anak yang sakit. Dengan alasan ingin membantu pengobatan anak, mereka meminta berbagai data data. Orang tua anak tidak berprasangka buruk dan menyetujuinya. •Setelah itu. Benar, Pihak yayasan memberikan bantuan, tetapi hanya berisikan amplop yang nominalnya kurang dari 300 ribu setiap beberapa bulan •Nominal yang diberikan sangat jauh dari apa yang dicairkan di platfrom KitaBisa.
Jangto tweet mediaJangto tweet media
Indonesia
3
76
237
30.1K