AFRIZAL🇮🇩

8K posts

AFRIZAL🇮🇩

AFRIZAL🇮🇩

@AFRIZAL28025338

FamilyMan

Katılım Temmuz 2021
700 Takip Edilen201 Takipçiler
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@secr3thm4nz56 Haha akun2 bodong yg mungkin kecipratan 50M kesaksian rismon msi bela2in R & T harapan terakhir penyelamat kehidupan periuk nasi 😀
Indonesia
0
0
0
17
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
9 Tuntutan Relawan: 1. Keluarkan Indonesia dr BOP, krn melanggar Konstitusi. 2. Batalkan perjanjian dagang resiprokal ART dg AS, krn tdk berkeadilan. 3. Batalkan rcn pengiriman 8rb Pasukan TNI ke Gaza, krn anti-perdamaian. 4. Evaluasi total penyelenggaraan MBG, karena tam
Boediantar4 tweet media
Indonesia
155
1.7K
4.4K
65K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@Pecel_Lele5678 Caplin jalan2 dg pesawat pesawat k Asean, d branding jd pahlawan ke Iran..wkwkwk
Indonesia
0
0
0
22
Elang Gold(2)🇮🇩🇵🇸
Elang Gold(2)🇮🇩🇵🇸@Pecel_Lele5678·
Jadi mempertanyakan kemampuan Prabowo dlm birokrasi. Berkat lobi Jusuf kalla akhirnya kapal tanker pertamina yang tertahan di selat Mormuz akhirnya bisa melintas kembali. Langkah Jusuf Kalla dinilai sebagai bentuk diplomasi informal yang membantu kelancaran jalur energi Indonesia
Indonesia
161
308
641
16.9K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@ArdieSuhardi321 Beraninya main akun bodong, engga level lo omongin Wapres dg yg jalan kaki boongan Jkt_Solo
Indonesia
0
0
0
20
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@SigitWasito8 Itu foto dlm pesawat k negara Asean, d branding jd pahlawan kesiangan ke Iran
Indonesia
0
1
1
98
kampungan norax
kampungan norax@SigitWasito8·
Breaking news ‼️Rismon Sianipar sebut Yusuf Kalla terlibat dalam fitnah kasus ijazah Jokowi .ada pertemuan antara Roy Suryo cs dengan Yusuf Kalla .
Indonesia
532
186
479
92.6K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@DokterTifa Mulutmu harimaumu yg menerkam dirimu sendiri! Hidup nyari susah, akhirnya susah sendiri efek fitnah pak Jokowi sepanjang hari!
Indonesia
0
0
0
23
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
-Termul Tak Henti Bikin Fitnah- Di tengah langkah yang tak pernah berhenti, justru ujian itu datang dari arah yang tak terduga. Hari ini, Sabtu 28 Maret 2026, hari yang bagi sebagian orang adalah waktu beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau menenangkan diri, saya justru melangkah menuju kewajiban yang harus ditunaikan. WAJIB LAPOR. Kesibukan menyelesaikan akhir studi Doktoralku 7 hari dalam seminggu, membuat saya hanya mampu menjalani Wajib Lapor di hari Sabtu, mengiris waktu istirahat yang tak banyak. Hari ini, di Area POLDA Metro Jaya yang sunyi, yang hening, dengan kesadaran penuh bahwa jalan perjuangan memang tidak pernah menawarkan kemudahan. Namun di saat yang sama, beredar sebuah video berisi fitnah keji dari salah seorang Termul. Fitnah yang muncul setelah fitnah saya mengajukan Restorative Justice, dan fitnah-fitnah sebelumnya. Kali ini sebetulnya fitnahan sangat kelewatan. Sangat kurang ajar., Karena menyangkut riwayat sakitnya keluargaku, kematian muda saudara-saudaraku, dengan biadab dijadikan bahan fitnahan, penderitaan dijadikan bahan bullyan. Tetapi saya tersenyum. Bukan karena meremehkan. Tetapi karena memahami. Bahwa setiap perjuangan besar selalu diiringi oleh dua hal: ujian dari Tuhan, dan serangan dari manusia. Fitnah adalah bahasa mereka yang tidak mampu mengalahkan gagasan. Serangan personal adalah senjata mereka yang kehabisan argumen. Serangan pribadi adalah tanda kekalahan setelak-telaknya. Dan di titik ini, narasi-narasi yang diarahkan kepadaku, termasuk yang dikaitkan dengan polemik seputar ijazah Joko Widodo, justru semakin menunjukkan satu hal: Ketika substansi tak lagi mampu dijawab, maka yang diserang adalah pribadi. Bagi saya, ini bukan sekadar serangan biasa. Ini adalah indikasi bahwa ruang dialog yang sehat mulai ditinggalkan, digantikan oleh upaya membangun persepsi melalui fitnah dan framing. Saya tidak sedang berperang melawan individu. Saya sedang berjalan membawa amanah yang jauh lebih besar, amanah untuk menyadarkan, melindungi, dan menyiapkan umat menghadapi zaman yang tidak biasa. Hari ini saya tetap hadir. Tetap menjalani proses. Tetap tunduk pada hukum. Tetap tenang. Karena saya tahu, kebenaran tidak butuh teriak untuk menang. Ia hanya butuh waktu. Dan waktu, selalu berpihak pada mereka yang sabar, jujur, dan istiqamah. Biarlah mereka berbicara dengan narasi yang dibangun dari prasangka. Saya akan terus melangkah dengan narasi yang dibangun dari ilmu, data, dan tanggung jawab. Sabtu ini bukan hari libur bagiku. Ini adalah pengingat: Bahwa jalan ini bukan jalan nyaman, tetapi jalan yang harus ditempuh oleh mereka yang memilih untuk tidak diam. Dan saya memilih untuk terus berjalan.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
748
1.2K
5.1K
71.9K
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Siapa bilang dr Tifa quit? OTAK POLITIK JOKOWO - OPJ Atau dalam bahasa netizen ini adalah Jokowi's White Paper - JWP Jilid II. Kali ini sepenuhnya karya dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc Kelanjutan hasil penelitian dr Tifa terkait Neuro politika Perilaku Jokowi terkait dengan ijazah, pendidikan, dan sinkronisitas dengan berbagai kebijakan politik yang menurut banyak netizen penuh dengan kebohongan, tipu-tipu yang melahirkan banyak kasus Korupsi oleh para Pejabatnya. Saking serius dan pentingnya buku ini maka Maestro Filsafat Politik, Rocky Gerung, merasa perlu memberikan Kata Pengantar untuk buku ini. Buku OPJ - Otak Politik Jokowi, bersama dengan JWP - Jokowis's White Paper adalah buku sejarah yang kelak akan sangat berharga bagi catatan bangsa ini. Jadi kata siapa dr Tifa quit dari perjuangan menegakkan kebenaran? Miliki buku ini sebagai tanda anda membantu perjuangan dr Tifa. Hubungi INDA 087725980909. Dicetak sangat terbatas. Buku ready, no PO
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
83
401
1.2K
16.9K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@kang___L Ini org sdh gangguan jiwa akut, pak Jokowi sdh bahagia dg klrg pasca tugas mulia presiden RI, ga jualan pak Jokowi ga makan lu y nyet..
Indonesia
0
0
0
12
L
L@kang___L·
Masuk ga?.... Masuk dongggg
L tweet media
Indonesia
309
1.1K
3.8K
39.7K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@Muslim_AntiPKI9 Akun2 kek muslim anti pki tukang kompor inilah yg makin buat penganten gangguan jiwa ini terlambung masuk awan dan jatoh dlm hotel prodeo..cian manusia2 sakit jiwa ini korban tukang hasut netijen2 belis😀
Indonesia
0
0
0
19
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Mba @NajwaShihab yth, terima kasih sudah membuka banyak topeng dan publik makin paham bhw begitulah aslinya. Ngeri-ngeri sedap.
Indonesia
480
7.5K
32.3K
679.4K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@DokterTifa Panjang lebar tulisan kau ttp hati kau busuk k pak Jokowi, cukup apresiasi langkah berani rekan kau kembali k jalan yg bnr tanpa menyenggol pak Jokowi yg bnyk berjasa buat Indonesia. Tulisan bnyk ibadah tak sesuai dg tulisan ngelantur d atas☝️
Indonesia
0
0
0
14
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Pernyataan dr Tifa Bismillahirrahmanirrahiim. Beberapa hari ini saya memilih menarik diri sejenak dari berbagai urusan. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, saya ingin memusatkan diri pada ibadah: sholat, tadarus, membaca kitab-kitab hikmah, dan lebih banyak berdiam di rumah. Dalam keheningan itu, saya tetap mengikuti perkembangan yang terjadi di luar. Termasuk kabar tentang Rismon Hasiholan Sianipar yang mengajukan Restorative Justice kepada Jokowi di Solo. Saya mencermatinya sesekali, dari jarak yang tenang. Terus terang, saya menyesalkan langkah tersebut. Saya tidak berada pada posisi yang sama dengannya. Dan InsyaAllah, atas izin Allah serta dukungan yang terus mengalir dari banyak pihak, saya tidak akan pernah memilih jalan rendah seperti yang dipilih Rismon. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Tetapi hidup sering menempatkan manusia pada tekanan yang tidak terlihat oleh orang lain. Tekanan itu bisa berupa ancaman yang kasar, tetapi sering kali justru lebih kuat dalam bentuk yang jauh lebih halus: bujukan, iming-iming, kompromi, yang menimbulkan ketakutan yang perlahan menggerogoti keberanian dan akal sehat. Berbagai isu yang beredar tentang dirinya, mulai dari soal ijazah S2 dan S3 dari Jepang hingga kabar mengenai surat keterangan kematian yang konon dibuat oleh istrinya, tentu bukan perkara ringan bagi siapa pun. Saya memahami bahwa tidak semua orang mampu memikul beban semacam itu sendirian. Karena saya sendiri sedang menghadapi persoalan dengan orang yang sama, mantan Presiden Jokowi, saya cukup mengenal karakter Rismon. Selama ini saya mengenalnya sebagai sosok yang berani, blak-blakan, dan bernyali, serta cermat dalam analisis. Dalam banyak kesempatan, saya melihat ia memang memiliki kepakaran yang nyata di bidangnya. Soal tidak punya ijazah itu perkara lain. Karena kepakaran seseorang tidak melulu diukur dari ijazah. (Di sini sebagai mantan kawan saya berbisik: "Why, Mon, kenapa kau musti palsuin ijazah, sih?") Langkah yang Rismon ambil saat ini, setidaknya dalam penilaian saya, terasa asing. Tidak mencerminkan kemandirian sikap yang biasanya kita tunjukkan. Saking liar dan mandirinya, kadang saya dan mas Roy suka kewalahan dan geleng-geleng kepala melihat segala manuvernya sambil berkata: " Piye to adikmu kuwi?* "Lha embuh!* Jawab saya. Setahun ini kami bertiga memang sudah seperti saudara dekat. Seia sekata dan senasib sepenanggungan. Hanya kami sedih karena kepada kami pun dia tidak terbuka. Padahal dalam ilmu yang dia tekuni, dia betul-betul hebat. Namun kekecewaan terbesar saya justru bukan kepada Rismon. Kekecewaan terbesar saya tertuju kepada mantan Presiden Jokowi dan lingkar kekuasaannya. Demi menepis tuduhan tentang ijazah yang dipersoalkan publik, cara-cara yang digunakan sungguh kejam, keji, dan sangat menyakitkan: menghancurkan reputasi orang, menekan hingga kehilangan ruang bernapas. Hal yang sama pernah menimpa Bambang Tri. Juga Gus Nur. Dan kini sejarah itu seperti berulang. Pada Rismon, dibuat hancur harga diri melata begitu rendah tak berdaya. Kekuasaan seharusnya melindungi rakyat. Bukan alat untuk membungkam mereka yang bersuara. Tetapi sejarah selalu mengajarkan satu hal: kekuasaan yang digunakan untuk membungkam kebenaran pada akhirnya justru memperbesar gema kebenaran itu sendiri. Namun saya tidak ingin larut dalam kemarahan. Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, menjaga hati tetap jernih, dan menyerahkan segala sesuatu kepada Yang Maha Mengetahui. Saya memilih jalan yang berbeda. Dengan dukungan banyak orang, dan dengan sepenuhnya berserah kepada Allah, saya akan tetap melanjutkan perjuangan ini. Perjuangan untuk kebenaran memang sering kali sunyi. Kadang juga menyakitkan. Tetapi kebenaran memiliki sifat yang tidak dimiliki oleh kekuasaan: ia tidak pernah benar-benar bisa dimatikan. Selama masih ada satu orang saja yang berani berdiri, kebenaran akan tetap hidup. Dan saya memilih untuk tetap berdiri. Salam, Tifa
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
782
1.3K
5.6K
93.9K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@DokterTifa Tobat kau cpt biar d kasi parsel oleh rakyat mana yg kau atas namakan
Indonesia
0
1
1
30
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Wajib Lapor Setiap Minggu Hari ini Sabtu, 14 Maret 2026 Hari libur bagi banyak orang, tetapi tidak bagi saya, karena Wajib Lapor saya harus datang ke POLDA setiap Minggu, hari Senin sampai Jumat karena saya sibuk menyelesaikan persiapan ujian Doktoral, sehingga yang tersisa adalah hari Sabtu ini. WAJIB LAPOR menjadi kewajiban yang harus saya jalani sebagai Tersangka sejak ditetapkan tanggal 7 November 2025 lalu. Tanpa terasa sudah empat bulan berlalu, tanpa ada tanda-tanda kapan kewajiban yang sesungguhnya adalah nama lain dari Tahanan Kota ini selesai saya jalani. Ruang Pemeriksaan KAMNEG DITRESKRIMUM menjadi ruangan yang akrab buat saya. Seperti hari Sabtu ini, ketika saya ketok ketok pintu yang sepi seperti kamar hantu, setelah lima hari hingar bingar dipenuhi Tahanan dan Polisi dan Reserse dan Pengacara. Setelah pintu dibuka tampaklah sejumlah Polisi Muda yang wajah kuyu kucek kucek mata. Oh rupanya mereka lembur periksa tersangka dan baru tidur melepas lelah siang ini. Ada satu hal yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bahwa pada suatu hari, setiap minggu, saya harus melangkah menuju kantor polisi untuk wajib lapor. Seperti hari Sabtu ini, Pagi-pagi sekali saya sudah bersiap. Jalanan Jakarta masih lengang. Banyak orang menuju tempat rekreasi, tempat ibadah, atau sekadar menikmati sarapan bersama orang yang mereka cintai. Saya melangkah melalui gedung bertuliskan Tahanan Polda Metro Jaya setiap Minggu, dengan satu pikiran yang sama : Ini bukan tentang saya. Ini tentang harga dari sebuah keberanian untuk berbicara. Saya tidak pernah mencari jalan ini. Tetapi ketika kebenaran memanggil, kita tidak selalu diberi pilihan untuk hidup nyaman. Ada rasa perih, tentu saja. Ada rasa lelah, pasti. Ada juga saat-saat ketika hati bertanya dalam diam: Apakah semua ini akan dimengerti suatu hari nanti? Tetapi setiap kali pertanyaan itu muncul, saya mengingat satu hal yang jauh lebih besar daripada rasa takut. Bahwa sejarah selalu ditulis oleh mereka yang tetap berdiri ketika tekanan datang. Setiap minggu bagi saya sekarang bukan lagi sekadar hari Wajib Lapor. Setiap Minggu menjadi pengingat. Pengingat bahwa jalan kebenaran tidak selalu mudah. Pengingat bahwa suara hati kadang harus dibayar mahal. Dan pengingat bahwa ketegaran sering lahir dari tempat yang paling sunyi. Saya datang, saya melapor, saya pulang. Lalu hidup berjalan lagi seperti biasa. Karena pada akhirnya saya percaya satu hal: Kebenaran mungkin bisa ditekan, Tetapi tidak pernah bisa dihentikan. Dan selama napas ini masih ada, saya akan tetap berjalan. Setenang mungkin. Seteguh mungkin. Setegar mungkin. Karena banyak doa dan harapan bertaburan dan memberi saya kekuatan. Hasbunallah wanikmal wakil. Nikmal maula wanikman Nashir. La haula wala quwwata ila billah.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
1.2K
1.6K
7.4K
203.8K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@ArdieSuhardi321 Manusia ngawur bbrp biji ingin menbela rakyat yg mana, menjaga kehormatan bangsa mana ? Tak cuman setress akut tp sakit jiwa yg RS menolak terimanya😀
Indonesia
1
0
0
84
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@msaid_didu Yg takut rusak otaknya sdh pergi meninggalkan yg busuk ati, iri dengki dan rajin sebar hoax..
Indonesia
0
0
0
66
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
PEMURNIAN INTAN DAN PEMURNIAN PERJUANGAN Oleh : Muhammad Said Didu Intan berkualitas tinggi diperoleh dari hasil asahan yang membuang batu dan intan yg jelek. Yang dibuang pertama adalah bongkahan batu, dilanjutkan dg membuang intan yg karatnya lebih rendah dan cacat. Intan yang tersisa, kadar atau karatnya sudah tinggi dan sama. Untuk mendapatkan intan terbaik harus karat tertinggi, seragam, dan tidak ada cacat. Dengan terpaksa, maka saat pemurnian terakhir maka intan kadar tinggi terpaksa harus dibuang/terbuang. Itulah cara mendapatkan intan murni, kadar tinggi, dan tidak ada cacat - inilah harga yang terbaik. Begitulah gambaran “seleksi” perjuangan - termasuk para pejuang keaslian ijazah Jokowi. Jangan ada yang sedih. “Kepergian” beberapa teman seperjuangan adalah proses pencarian peningkatan pemurnian perjuangan - sejarah akan mencatat.
Indonesia
95
231
857
21.2K
AFRIZAL🇮🇩
AFRIZAL🇮🇩@AFRIZAL28025338·
@HumorJonTampan Yg berbasis nalar n data kita apresiasi, yg sesak dg otak negatif terkait mbg jgn masukan ati. Semua sedang nyari nafkah jd kita maklumilah🤗
Indonesia
1
0
1
24