Sabitlenmiş Tweet
AM Rizky
27.2K posts

AM Rizky
@AMRizky_
Di tempat ku ada garis yang tidak bisa dirubah.
Nomaden Katılım Ocak 2013
487 Takip Edilen399 Takipçiler
AM Rizky retweetledi

Preman dirawat buat mengamankan kepentingan penguasa dari kekuatan grassroot.
Di buku Politik Jatah Preman ditulis Prabowo memang dekat dengan Hercules, (mantan) Preman Tanah Abang sejak operasi militer di Timor-timor. Waktu Prabowo dilantik jadi Presiden Hercules juga ikut eksis lagi.
GRIB Jaya, Ormas buatan Hercules pernah nyegel pabrik di kalimantan, ngancam mengepung Gubernur Dedi Mulyadi di Gedung Sate, dan bentrok dengan Pemuda Pancasila di Blora,
tempo.co@tempodotco
Terima Hercules di Kantornya, Seskab Teddy: Kawan Lama
Indonesia
AM Rizky retweetledi

Sekelas pejabat negara yang dgaji oleh pajak kita ketika ditanya soal pos anggaran lalu jawabannya cuma, “pokoknya ada,” itu sudah cukup menggambarkan betapa rendahnya standar akuntabilitas yang sedang dipertontonkan.
Gini amat negara dikelola 😢
Jejak digital.@ARSIPAJA
Seskab Teddy: "Pokoknya ada"
Indonesia
AM Rizky retweetledi

Kondisi hutan Papua ditangan penguasa Indonesia 💔
#SaveHutanPapua
📷Ig: CatWarriorIndonesia




Indonesia
AM Rizky retweetledi

Bencong banget.
Gak ditanya.
Nyamber dengan nada begitu.
Laki sih nggak akan begitu ya
Oh iya, dan gatau malu.
Jejak digital.@ARSIPAJA
Seskab Teddy: "Pokoknya ada"
Indonesia
AM Rizky retweetledi

Dengerin lagi min, bukan “Pokoknya ada” tapi “Pokoknya adak 🙂↔️”
Indonesian Poop Base@iPoopBased
Teddy Indra Wijaya, when asked whether Prabowo Subianto is monocotyledon and dicotyledon: "Pokoknya Ada."
Indonesia
AM Rizky retweetledi

Bocor Alus: Rumah Dinas BAIS di Melawai Raya ternyata jadi POSKO SATGAS S buat nyusun rencana nyerang Andrie Yunus.
Kemenhan konfirmasi: Itu Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola BAIS TNI. Pajak kita dipakai buat koordinasi nyiram air keras ke rakyat? Biadab.
Gak cuma 4 orang, tapi 13 ORANG terlibat. Ada tim intai, tim kondisikan jalan, sampe eksekutor. Pake aset Kemenhan, pake plat nomor bodong. Ini bukan oknum, ini OPERASI TERSTRUKTUR.
Sumber lengkap silahkan lihat :
youtu.be/hyyvL-NGppI?si…

YouTube
Indonesia
AM Rizky retweetledi
AM Rizky retweetledi

Palestine will never die.
HatsOff@HatsOffff
The Palestinian spirit rises from the rubble and ashes
English
AM Rizky retweetledi
AM Rizky retweetledi

Wajar kok mereka berisik, Rumah aja hilang, #prayforaceh #PrayForSumatera
Bencana ini blm tuntas ya gaess..
Indonesia
AM Rizky retweetledi

Andaikan uang sebesar ini digunakan untuk upah guru yang layak (terutama guru honorer), fasilitas sekolah (terutama 3T), dana riset, perpustakaan, subsidi buku, dan lainnya.
Indonesian Pop Base@iPopBase
Indonesia to allocate Rp335 trillion for MBG in 2026.
Indonesia
AM Rizky retweetledi

🏆 Is Mikel Arteta about to repeat the same achievement as Arsène Wenger?
Three 2nd place finishes in a row, followed by a 1st place finish and the Premier League title:
🇫🇷 Arsène Wenger
🥈 — 1998/99
🥈 — 1999/00
🥈 — 2000/01
🥇 — 2001/02
🇪🇸 Mikel Arteta
🥈 — 2022/23
🥈 — 2023/24
🥈 — 2024/25
❓ — 2025/26

English
AM Rizky retweetledi

Efek Streisand: Pelaporan sebagai Mesin Promosi Gratis "Mens Rea"
Saya tadi sempat lihat data dari Google Trend. Ternyata setelah pelaporan, volume pencarian Mens Rea jadi meningkat. Lebih tinggi dibanding saat orang2 habis nonton di Netflix.
Bagaimana analisanya, dan bagaimana dampaknya ke depan?
Analisis
Pelaporan ke polisi pada 8 Januari bertindak sebagai trigger atensi publik. Isu yang sebelumnya berada di lingkaran penonton stand-up dan komunitas tertentu, tiba-tiba melonjak ke ruang publik luas.
Dalam komunikasi publik, ini dikenal sebagai Efek Streisand:
"Upaya membungkam atau menghentikan sesuatu justru membuatnya lebih dikenal."
Data Google Trends menunjukkan:
- Sebelum pelaporan, pencarian mens rea berada di kisaran rendah–menengah (15-40 points).
- Setelah pelaporan → lonjakan signifikan (57 points).
Artinya, narasi hukum mengalahkan narasi seni, dan publik terdorong mencari tahu:
“Sebenarnya apa isi Mens Rea sampai dilaporkan?”
Bagi karya budaya, kontroversi = distribusi.
Pergeseran Frame
Dari “Komedi” ke “Kritik Kekuasaan”
Pelaporan mengubah framing publik:
Sebelum:
Mens Rea = pertunjukan stand-up, kritik sosial dengan gaya satir.
Sesudah pelaporan:
Mens Rea = simbol kebebasan berekspresi, kritik terhadap kekuasaan, dan relasi negara–warga.
Begitu masuk ke frame “dikriminalisasi”, publik tidak lagi menilai leluconnya lucu atau tidak,
melainkan adil atau tidak.
Kalau sudah seperti ini, Mens Rea berhenti menjadi konten hiburan, ia berubah menjadi artefak politik-budaya.
Efek “Martyrdom”
Pelaku Seni vs Aparat & Ormas
Pelaporan menciptakan relasi asimetris:
Seorang komedian
vs
Aparat hukum + klaim representasi ormas besar (NU & Muhammadiyah)
Secara psikologis, publik digital cenderung:
- simpati pada pihak yang tampak lebih lemah,
- apalagi jika isu menyentuh kebebasan berpendapat.
Delegitimasi Moral Pelapor
Ketika kemudian muncul pernyataan Anwar Abbas dari PP Muhammadiyah (9 Januari) yang:
- tidak mengakui pelaporan, dan
- menyatakan kritik seharusnya didengar, bukan dipidanakan,
- maka terjadi delegitimasi moral terhadap pelapor.
Hasilnya:
- Pelaporan kehilangan otoritas simbolik.
- Mens Rea justru mendapat validasi moral.
Polarisasi & Amplifikasi Algoritmik
Kontroversi hukum memiliki daya sebar algoritmik lebih kuat dibanding konten seni biasa:
- Media online mengangkatnya.
- Talkshow, podcast, X/Twitter, Instagram Reels membahasnya.
- Komentar pro–kontra memicu engagement tinggi.
Algoritma media sosial membaca ini sebagai:
“konten bernilai tinggi untuk disebarkan”.
Akibatnya:
Nama Mens Rea muncul lintas platform.
Bahkan orang yang tidak pernah nonton stand-up ikut mencari.
Ini menjelaskan kenapa setelah 8 Januari, tren pencarian tidak turun—justru naik.
Dampak Jangka Pendek
- Pamor Mens Rea naik
- Ia menjadi referensi nasional tentang kritik sosial.
- Kapasitas simbolik bertambah
- Bukan sekadar pertunjukan, tapi “kasus”.
Audiens baru tercipta
Orang datang bukan karena komedi, tapi karena isu.
Dampak Jangka Menengah–Panjang
a. Untuk Mens Rea & Kreator
- Karya ini akan terus dirujuk dalam diskursus kebebasan berekspresi.
- Potensi menjadi tonggak sejarah budaya pop–politik.
Kritik berikutnya akan dibaca dengan bobot lebih besar.
b. Untuk Ormas & Institusi
Klaim “mewakili NU/Muhammadiyah” tanpa otorisasi resmi akan makin dipertanyakan.
Pernyataan elite seperti Anwar Abbas memperkuat kesan:
Ormas besar tidak monolitik dan tidak anti-kritik.
c. Untuk Negara & Aparat
- Muncul tekanan publik agar hukum tidak dijadikan alat sensor.
- Kasus ini bisa menjadi rujukan setiap kali seni bersinggungan dengan pasal pidana.
Kesimpulan
Pelaporan Mens Rea adalah contoh klasik salah strategi komunikasi:
Niat: menghentikan pengaruh
Hasil: memperluas pengaruh
Alih-alih meredam kritik, pelaporan justru:
mengangkat Mens Rea ke level wacana nasional,
memberi panggung yang jauh lebih besar,
dan mengubahnya dari pertunjukan menjadi simbol.
Dalam ekosistem digital hari ini, kriminalisasi kritik sering kali bukan akhir cerita—
melainkan awal amplifikasi.

Indonesia
AM Rizky retweetledi
AM Rizky retweetledi
AM Rizky retweetledi
AM Rizky retweetledi

Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Persyarikatan bukan merupakan sikap resmi kecuali disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai AD/ART.
Muhammadiyah senantiasa menjunjung etika, keadaban publik, serta penyelesaian persoalan secara arif, bijaksana, dan konstruktif.
#PernyataanResmi #Muhammadiyah #IslamBerkemajuan

Indonesia
AM Rizky retweetledi

Did the people in power not realize that doing this just breeds more anti govt sentiment that could come back to bite them later?
Power doesnt last forever.
Indonesian Pop Base@iPopBase
Laras Faizati reveals she was given expired medication and faced bullying by investigators over her mother’s illness while in detention. (tempo.co/hukum/laras-fa…) (tempo.co/hukum/laras-fa…)
English
AM Rizky retweetledi














