Abta
33.6K posts

Abta retweetledi

Guys bantu follow yuk biar tambah subur alisnya ✋🏻✋🏻✋🏻

𝕰𝖒𝖕è𝖗ö𝖗 𝕻è𝖓𝖌üí𝖓@Gank_Of_Petojo
Gw lebih nyaman lihatnya begini mba 😬
Indonesia

Abta retweetledi

bukan mau melihat masa lalu/pemuja prabowo, tapi coba bayangin kalo salah satu dari dua capres kemarin yang jadi presiden. nalar mereka belum bisa sejauh prabowo, strategi mereka belum semateng prabowo, dari segi pengalaman teori maupun lapangan belum sedalam prabowo, bahkan mereka gabisa memprediksi sebuah kondisi sedetail prabowo. contoh kecilnya, bisa bisanya mereka bilang buat apa beli senjata kalo ga perang? itu baru contoh kecil.
apalagi orang semandiri prabowo aja bisa diserang kanan kiri luar dalam, apalagi 01/03? mereka apa apa masih bergantung pimpinan partai, mereka mau ngelakuin sesuatu masih sangat terbatas karena belum punya apa apa sendiri. sedangkan prabowo dari kecil udah dikenalin politik, bergelimang harta, mau ngelakuin sesuatu ga perlu nunggu putusan pimpinan tapi dia sendiri yang memutuskan karena dia yang memimpin, born to be a leader yang dimana dia selalu jadi pemimpin entah dalam pasukan atau politik kayak partai. di saat yang lain harus mondar mandi nyari dana buat nyalon, dia bisa sendiri tanpa mikir angka. yang bikin merinding udah berapa banyak harta pribadi yang dia keluarin buat negara? bayangin dia selalu percaya diri setiap nyalon karena dia yakin strategi yang dia buat udah mantep dari tahun tahun lalu. dann yap, dari fakta & data sekarang dari segi ketahanan pangan, pendidikan, ekonomi, lapangan kerja dll meningkat. bersyukur yang jadi presiden prabowo.
Indonesia
Abta retweetledi
Abta retweetledi
Abta retweetledi
Abta retweetledi
Abta retweetledi

ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.

Indonesia
Abta retweetledi
Abta retweetledi

Dear @UniofOxford, our Indonesian researchers — Joko Witono, Septi Andriki, and Iswandi — are not NPCs. Name them too.
University of Oxford@UniofOxford
Rafflesia hasseltii: A plant seen more by tigers than people 🇮🇩 Yesterday, Oxford Botanic Garden's @thorogoodchris1 was part of a team that trekked day and night through tiger-patrolled Sumatran (an island in Indonesia) rainforests to find Rafflesia hasseltii.
English






























