Acels Chu
1.9K posts

Acels Chu
@AcelsMe
mas-mas biasa yang di culik tante² sieo @lyraazaleaa

Lo semua kaya pada gapernah aja jadi cringe, ranah privat kek, publik kek, lo semua cringe dulu sebelum jadi paling keren at least di konsep lo yang dibangun dari hasil unnecessary bitterness serta painful references itu. Thank yew. Berisik banget. Hhhh.


aku mau bantu lurusin karena sepertinya mulai banyak respon yang agak sedikit miss dan ada orang yang merasa komunitas kami melindungi pelaku Kami tegaskan bahwa kami, Chrysaora Hali dan semua Vtuber yang pernah ikut acara juga menjadi korban disini karena tidak kenal dengan pelaku secara personal dan mengetahui masa lalunya. Dan untuk ini kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada para Vtuber yang pernah terlibat dalam acara kami *khusus paragraf ke dua bakal aku bahas dibawah* ini ada hubungannya dengan background check, dan secara khusus aku mau pinpoint untuk kasus ini kalau kalian cari nama pelaku di facebook (mengingat dulu dia aktif disana) sebelum kasus ini ramai, dan aku melakukan itu sekitar jam 6 pagi di hari kejadian, kalian tidak akan menemukan apapun data postingan mengenai drama / kasus dari pelaku di masa lalu kalau jam 6 pagi saat kejadian saja tidak ketemu, bayangkan kalau aku cari tahun lalu saat aku join pertama kali? data apa yang bisa aku dapat? kalian mau cari page photographynya? isinya portofolio semua aku nggak ngerti gimana cara algoritma pencarian di facebook, apakah postingan itu bersifat friend only post kah? atau mungkin sudah dihapus kah? atau bisa jadi orang-orang yang dulu terlibat untuk membuat pelaku melakukan klarifikasi juga ganti akun? banyak posibilitas jadi pertanyaannya, bagaimana cara kita melakukan background checknya? kalau jejak digital dari 6-10 tahun saja tidak bisa digali? rumor? pelaku bisa aja denial, bahkan sudah ada testimoninya kan kalau kalian cari di komen postingan facebook korban? korban saja butuh waktu lama untuk speakup dan hanya mereka yang punya jejak digital para YTTA? tapi aku juga setuju jika para YTTA ini yang speak up, berarti melangkahi korban walaupun mungkin saja mereka bisa menjadi perpanjangan tangan dari para korban dan korban bisa speakup secara anon apalagi dengan seiring meningkatnya frekuensi aktivitas Virtunite Indonesia, membuat kami lebih sulit untuk menggali-gali informasi masa lalu intinya, kurangin debat ini salah siapa, itu salah siapa, karena kalian sendiri juga mungkin tidak punya jawabannya atau metode yang efektif buat membantu background checking pelaku karena setiap case butuh metode yang berbeda, apalagi kalau kalian mendalami kasus ini di komun sebelah aku juga sudah tulis di beberapa post, kebanyakan komunikasi kami di internal hanya bersifat teknis dan tim inti itu hanya tiga orang (Irfan, aku, Panda), yang lain itu hanya membantu kalau bisa ikut acara dan masing-masing kami juga bekerja senin-jumat seperti kalian. Dengan keterbatasan kami membuat semakin sulit background check (side note : ini bukan pembelaan kami, tapi ini memang kekurangan kami dan kami minta maaf sebelumnya) Untuk paragraf dua yang sepertinya bikin banyak orang misintrepetasi, yang aku tangkep adalah jadiin ini pembelajaran juga buat kami (Virtunite) , Hali, yang komen, QRT, semua pihak yang liat postingan ini, apakah kalian ada masa lalu yang belum diselesaikan? mumpung momennya lebaran, selesaikan masa lalu, minta maaf, instropeksi diri capek sendiri kalian berdebat ini salah siapa, itu salah siapa, fokus kepada korban dulu, bantu moral support untuk pelaku juga, selesaiin masa lalu, itu aibnya banyak banget gilak Tetapi dengan kejadian ini kami juga belajar dan mencari cara efektif untuk lebih mengutamakan background check tidak hanya internal kami, tapi juga seluruh yang terlibat seperti Vtuber, agensi, bahkan pengunjung disini kami dari Virtunite Indonesia juga fokus akan hal-hal internal jadi berikan kami waktu untuk berbenah diri, mengklarifikasi segalanya biar jelas sebagai bentuk komitmen kami untuk transparansi terima kasih 🙏


























