Jilio Ada🌹

984 posts

Jilio Ada🌹 banner
Jilio Ada🌹

Jilio Ada🌹

@AdaJilio

Data Enthusiast

Kota Yogyakarta, Katılım Mayıs 2015
457 Takip Edilen45 Takipçiler
Jilio Ada🌹 retweetledi
Mikael Dewabrata 📊
Mikael Dewabrata 📊@MikaelDewabrata·
Sambil pelan-pelan nyicil tulisan dan konten soal produksi video dan gimana pake AI buat maksimalin bikin konten, saya mau spill satu akun YouTube yang sering saya tonton. Tips Kallaway menarik, dan beberapa sudah saya terapkan di vt dan reels. Penyampaiannya agak dalam, kudu ditonton sampe habis. Konsep yang dia sampaikan juga rada dalam, kadang butuh ditonton beberapa kali biar paham. Tapi, kalau sudah ngerti, ini bermanfaat banget. Nggak cuma buat bikin video, buat bikin post di X atau thread atau di media lain pun efektif. Buruan subskrip.
Mikael Dewabrata 📊 tweet media
Indonesia
3
45
241
5.1K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Anuj
Anuj@anujcodes_21·
🚨 Anthropic just showed a 27-minute workshop on how to actually do prompts for Claude. Taught by the people who built it. Free. No registration. No paywall. I've seen $300 courses that don't cover what they teach in the first 8 minutes. Watch it and bookmark it now.
English
86
1.5K
10.2K
1.4M
Jilio Ada🌹 retweetledi
yunus
yunus@0xyunss·
jalanin deepseek v4 di dalam claude code setup yang sama. costnya 35x lebih murah dari opus. caranya via proxy repo yang intercept claude API call dan reroute ke deepseek tanpa rebuild workflow apapun. ngga ada yang berubah dari sisi lu, kecuali tagihannya. angkanya konkret: deepseek v4 flash: $0.14 per 1M input token claude opus: $5 per 1M input token cara setup: 1. buat akun di platform.deepseek.com, top up $2-5 2. clone repo "deepclaude" di github 3. minta claude code install dan connect ke api key lu dia yang handle sisanya 4. buat 2 run script, done setelah itu jalanin 3 terminal sekaligus: - deepseek → backend, script, automation, unit test - claude → frontend, design, semua yang user liat - codex (gratis via chatgpt plus) → final review sebelum ship quality untuk backend work? hampir ngga ada bedanya. cost? beda jauh. opus tetap worth it buat kerjaan yang butuh judgment tinggi. tapi buat yang jalan di balik layar, ngga perlu bayar segitu.
Indonesia
21
48
310
11.2K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Arifin Effendi
Arifin Effendi@effendii_·
Nemu tool bagus bangeet, bisa buat mantau semua AI Coding Limits cuman di satu tempat hahaha. Asik bangeet, jadi gaperlu pusing bolak-balik nge-cek usage Cursor, Claude, dll di tempat yang beda-beda hahaha. Cobain gaisss
Arifin Effendi tweet media
Indonesia
1
4
13
791
Jilio Ada🌹 retweetledi
Charly Wargnier
Charly Wargnier@DataChaz·
🚨 One single terminal command unlocks ALL of the web. Install the new @Tiny_Fish CLI + Skill and watch Claude Code autonomously search, fetch, and navigate the entire web 🤯 Finally, you can let your agents browse perfectly without EVER holding their hands 👀
TinyFish@Tiny_Fish

Give your AI agents access to the entire live web. Web Search, Fetch, Browser, and Agent. Four web primitives. One API key. Every layer built in-house. And we're just getting started! Sign up at tinyfish.ai and get 500 steps. No credit card.

English
5
20
65
18K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Cipher | AI & Web3
Cipher | AI & Web3@cipherwebthree·
CLAUDE KELUARIN FITUR BARU BIAR LU GA GAMPANG KENA LIMIT!! Pasti kalian semua keluhannya kalau beli Claude itu limit kan wkwkwkkw, termasuk gua juga ngeluhin begitu. Nah, kali ini ada fitur baru yang dirilis sama Claude, dimana kalian bisa minta task dilakuin sama Sonnet / Haiku, tapi nantinya tetep akan ada peran Opus sebagai Advisor/Penasehat. Buat yang mungkin belum tahu, model Claude itu ada 3 : 1. Haiku Haiku ini bisa digunain untuk tugas sangat ringan, model Claude yang paling bawah kelasnya 2. Sonnet Nah kalau Sonnet ini cocok untuk tugas sehari-hari, dan jadi model terbaik di Claude untuk kalian yang Claude nya free 3. Opus Kalau mau pake Opus, lu harus join Claude Pro dulu, sebulan yang paling murah itu $20. Nah kalau Opus ini model yang terbaik, tapi ini yang bikin token lu cepet abis. Dengan fitur baru ini, Sonnet yang ngejalanin tugas lu, tapi dia minta Opus buat jadi penasihatnya. Ini diklaim outputnya 2% lebih bagus dari output Sonnet biasa, tapi bisa hemat token lu berkali-kali lipat daripada lu pake Opus. Ini masih beta dan udah live di Claude, bisa kalian cobain dan semoga gak kena limit terus ya WKKWKW
Claude@claudeai

We're bringing the advisor strategy to the Claude Platform. Pair Opus as an advisor with Sonnet or Haiku as an executor, and get near Opus-level intelligence in your agents at a fraction of the cost.

Indonesia
13
267
2.6K
93.6K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Yanik
Yanik@TemsYanik·
Claude code full step-by-step guide The video is 4 hours long and covers all the nuances of working with Claude > how to build your own project using Claude > how to use the CLAUDE.md file as the "brain" of your project > how to run multiple instances of Claude Code and make them work for you > how to use Git worktrees to do hours of work in minutes Here is your path to becoming a developer Bookmarked it so you don't lose it
English
54
413
2.1K
219K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Elon Musk
Elon Musk@elonmusk·
Grok Imagine
English
3.7K
4.6K
42.9K
33.3M
Jilio Ada🌹 retweetledi
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️
[ANALISIS KRITIS] Hegemoni Lembaga Survei: Ketika Tukang Hitung Suara Sok Tahu Geopolitik Baru-baru ini, koalisi lembaga survei "raksasa"—LSI, Indikator, dan SMRC—merilis temuan tentang "Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dengan Iran". Lucu sebenarnya melihat lembaga yang biasanya sibuk mengurusi elektabilitas bupati tiba-tiba memakai jubah pakar hubungan internasional. Hasilnya? Sebuah kekacauan metodologis dan intelektual yang dibungkus dengan angka-angka statistik. Berikut adalah catatan kritis saya terhadap arogansi lembaga-lembaga ini. 1. Metodologi yang Elitis dan Malas Mereka mengklaim hasil ini mewakili "Publik Indonesia", padahal hanya menyasar pemilik telepon seluler (sekitar 80% populasi). Artinya, 20% rakyat kita—mereka yang paling rentan, tinggal di pelosok, dan tidak punya akses teknologi—dianggap tidak ada. Suara mereka disingkirkan dengan dalih "kurang terpapar berita". Ini adalah bentuk sampling bias yang sangat nyata. Sejak kapan hak berpendapat tentang nasib bangsa dibatasi oleh kepemilikan smartphone? 2. Framing Pertanyaan yang Tendensius Survei ini tidak memotret opini, tapi sedang melakukan push-poll. Lihat saja instrumen kuesionernya. Responden disuguhi premis negatif seperti "Iran mengancam Israel dengan nuklir" atau "rezim Iran membunuh rakyatnya" sebelum ditanya setuju atau tidak dengan serangan militer. Ini bukan survei ilmiah, ini adalah penggiringan opini yang sangat amatir untuk melegitimasi narasi tertentu. 3. Dangkal secara Teoretis (Sok Akademis)Sangat menggelitik melihat laporan ini mencatut nama besar seperti Morgenthau atau Huntington hanya untuk menjustifikasi kuesioner yang dangkal. Menyimpulkan seseorang sebagai "Realis" hanya dari satu pertanyaan tentang "memusnahkan negara lain" adalah penghinaan terhadap disiplin ilmu Hubungan Internasional. Geopolitik itu soal konstelasi kepentingan dan kedaulatan, bukan sekadar angka "Setuju" atau "Tidak Setuju" di atas kertas survei pilkada. 4. Intervensi Terhadap Diplomasi Negara Paling lancang adalah ketika lembaga-lembaga ini mencoba mendikte kebijakan luar negeri Presiden Prabowo. Dengan angka "Skor Legitimasi 37.2", mereka seolah ingin mengatakan bahwa langkah pemerintah bergabung dalam Board of Peace (BoP) adalah salah. Sejak kapan urusan diplomasi luar negeri yang strategis dan rahasia harus tunduk pada hasil telepon acak yang dilakukan oleh lembaga survei? Kesimpulan Lembaga-lembaga ini sebaiknya kembali ke keahlian mereka: bersabar tunggu Pemilu untuk ambil proyek menghitung cepat suara di TPS. Jangan mencoba mengintervensi kedaulatan politik luar negeri kita dengan data yang bias dan interpretasi teori yang dipaksakan. Nama besar di proyek tidak bisa dipakai untuk jadi corong propaganda luar negeri. Jakarta, 3 April 2026 E. T. Hadi Saputra @prabowo @aniesbaswedan #Geopolitik #LSI #Indikator #SMRC #KritikSurvei #PolitikLuarNegeri #Prabowo #Indonesia #Diplomasi
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️ tweet media
Indonesia
18
38
79
6.5K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Emir Parengkuan
Emir Parengkuan@emir_parengkuan·
Banyak yang nanya, "gimana lo tau sektor mana yang lagi bagus buat trading?" Gua selalu analisis makro dulu dan gua cari korelasi-korelasinya ke sektor apa yang kira-kira bakal manggung. Tapi penilaian ini subjective. Di tools yang gua buat, gua pake Relative Rotation Graph (RRG). Ada 2 axis: → X (Strength): seberapa kuat sektor itu vs IHSG → Y (Momentum): apakah strength-nya lagi naik atau turun Kondisi sekarang (Dec 29 '25 → Mar 31 '26): • Leading: IDXENERGY, IDXINDUST, IDXHEALTH • Improving: IDXTECHNO, IDXINFRA, IDXPROPERT • Weakening: IDXNONCYC, IDXFINANCE, IDXBASIC, IDXTRANS • Lagging: IDXCYCLIC Yang paling menarik? Sebenernya IDXTECHNO sama IDXPROPERT lagi nge-trail naik ke kuadran Improving showing early sign rotation mau masuk Leading. Tapi for volume and liquidity reasons, gw cenderung untuk bermain di PTBA. Why? Karena sektor energy masih outperform + momentumnya kuat.
Emir Parengkuan tweet mediaEmir Parengkuan tweet media
Indonesia
2
136
802
27.4K
Jilio Ada🌹 retweetledi
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷@AryHHAry·
Akhirnya.. ada yg mengungkapkannya, padahal di ruang2 tertutup dan lab, ini pembicaraan dari 2023. Baru saja membaca tentang CEO Anthropic, Dario Amodei, menulis esai yg cukup jujur dan berani. Ia mengakui bahwa kita sebenarnya tdk tahu bgmn AI generatif bekerja. Bkn seperti perangkat lunak biasa yg kita rancang dgn aturan jelas dan logika langkah demi langkah. AI sekarang dibangun dgn cara yg berbeda.. kita hanya memberi makan data dlm jumlah sgt besar, lalu struktur dan “kecerdasan” muncul dgn sendirinya. Hasilnya mesin bisa mengambil keputusan yg bahkan penciptanya pun tdk bisa menjelaskan knp memilih kata itu, bkn kata yg lain. Ini pertama kalinya dlm sejarah teknologi manusia muncul kecerdasan yg benar2 berada di luar desain kita. Ia sendiri menyebutnya sbg sesuatu yg belum pernah terjadi sebelumnya. Ia bahkan mengusulkan perlunya semacam “MRI untuk AI”.. alat yg bisa kita gunakan untuk melihat ke dlm “otak” mesin ini sebelum kekuatannya menjadi terlalu besar untuk dikendalikan. Bagi saya sih ini mengingatkan pada salah 1 pertanyaan mendasar dlm fisika dan kosmologi: bgmn sesuatu yg kompleks dan bermakna bisa muncul dari sesuatu yg sederhana dan acak? Apakah kita sdg menyaksikan bentuk baru dari “emergence” yg mirip dgn bgmn kehidupan atau kesadaran muncul dari partikel2 fisika? Yg jelas sih pengakuan ini bkn sekadar catatan teknis, tapi ajakan untuk berpikir lebih serius: apakah kita siap dgn teknologi yg semakin canggih, padahal kita sendiri belum sepenuhnya memahami cara kerjanya? Kamu merasa tenang krn AI tetap “hanya alat”? Atau justru khawatir krn kita sdg membuka kotak yg isinya belum kita pahami sepenuhnya? 🤔🤔
Kekius Maximus@Kekius_Sage

🚨 Anthropic CEO admits we have no idea how AI works. For the first time intelligence is emerging from machines beyond human design.

Indonesia
29
280
1.6K
99.7K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Niels Rogge
Niels Rogge@NielsRogge·
So cool!! I'm running @nvidia's NemoClaw with Qwen3.5-27B entirely locally via Telegram. No API costs, no data being sent to anyone NemoClaw is a security sandbox built on top of @openclaw that lets you restrict the files and networks your lobster can access. I'm running the 4-bit GGUF via llama cpp on a DGX Spark. It's running pretty smoothly at 9 tokens per second! The future might be local :)
English
114
169
1.7K
208.7K
Jilio Ada🌹 retweetledi
Piotr Jakubowski
Piotr Jakubowski@piotrj·
Yes bener, jaringannya lebih kecil. Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat. Kami harus mengecilkan jaringan kami. Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri. Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya. Ada 3 cara kalian bisa bantu: 1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya) 2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian. 3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara. Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu. Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami. Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa. Itu sudah sangat berarti. 🙏
Eros 🍰@_erosuke

Kok banyak yg ilang? Itu Cilandak sampe tembus 300, trus siangnya ga ilang titiknya cc: @piotrj

Indonesia
96
6.1K
13.4K
857.3K
Blink.new
Blink.new@blinkdotnew·
Introducing Blink Claw - the first platform to hire unlimited AI employees that run your business 24/7. 180+ AI models included. Gmail, Slack, LinkedIn, HubSpot - one-click connect. No API keys, no $600 Mac Mini. Reply "Claw" + RT. Your first agent is on us. ($50 - 200 creds)
English
1.3K
719
1.7K
231.4K
Jilio Ada🌹 retweetledi
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Guntur Soekarnoputra adalah sosok yang mengkader Megawati Soekarnoputri di GMNI Bandung. Mereka kakak beradik. Sangat dekat & menjadi teman bermain sejak balita, remaja, dewasa hingga tua. Usia Mereka terpaut dua tahun dua bulan. Guntur kuliah di ITB sementara Mega kuliah di Unpad. Saat Mega bergabung ke GMNI, Guntur menjabat Ketua Tim Indoktrinasi Dasar GMNI Cabang Bandung sejak pertengahan tahun 1965. Guntur memberikan materi soal sejarah politik Indonesia & materi soal Marhaenisme. Mega lulus menjadi kader GMNI dengan predikat sangat baik. Mega tidak hanya menguasai pemikiran filsafat barat dari sosialisme hingga liberalisme. Mega bahkan bisa memaparkan dengan baik ideologi fasisme. Pasca Peristiwa 1965 tersiar kabar soal penangkapan pelbagai aktivis pro-Soekarno. Salah satu yang ditangkap adalah Ketua GMNI Palembang. Namanya : "Bule". Teman baik Guntur. "Temanku, si Bule ditangkap, Dis" ucap Guntur pada Mega pada satu sore di tahun 1965. Mega tidak tahu apa-apa soal Bule yang dimaksud oleh kakaknya itu. Selama dua tahun si Bule di penjara. Sempat bebas. Kemudian ditangkap lagi di pertengahan tahun 1968 karena membela Soekarno & melakukan aktivitas politik mengkampanyekan Marhaenisme. Di tahun itu, 1968 Mega menikah dengan seorang Perwira TNI AU bernama Surindro Supjarso. Tahun 1970, Mega kehilangan suaminya Surindro dalam sebuah kecelakaan pesawat di Papua. Saat itu Mega mengandung anak keduanya yaitu Prananda Prabowo yang mana anak pertama Mega bernama Muhammad Rizki Pratama. Tahun 1971, Si Bule keluar dari penjara kemudian langsung ke Blitar untuk menjiarahi Makam Bung Karno. Kebetulan bertemulah Guntur, Si Bule & Panda Nababan di Madiun kediaman Mega saat itu. Disini Guntur mengenalkan Si Bule ke Mega. "Dis, kenalkan ini temanku, Bule" ucap Guntur ke Mega. Laki-laki itu bukan Bule dalam pengertian dia orang Eropa. Itu hanya julukan karena ia tinggi, putih & ganteng. Dan si Bule itu pula akhirnya yang menjadi suami dari Mega. Mereka menikah sederhana di tahun 1973. Dari pernikahan itu lahirlah Puan Maharani tahun 1974 Dan si Bule itu adalah Taufik Kiemas. Aktivis GMNI, Soekarnois sejati & Bapak Empat Pilar Kebangsaan RI.
KakekHalal tweet mediaKakekHalal tweet media
Indonesia
10
59
389
68.3K
Jilio Ada🌹 retweetledi
DΞV
DΞV@junwatu·
Contoh nyata mengapa Claude jauh lebih superior! Kasusnya adalah kemarin saya buat desktop app untuk eksplorasi banjir di Indonesia. Pake Codex: Menyarankan pake MapLibre dan itu yg terbaik menurut dia. Kemudian saya pake Claude: Langsung di sarankan pake CartoDB Voyager! Hasilnya kelihatan kentara banget, jauh lebih bagus dan ringan. Ada satu poin penting lagi kalau vibe coding: Pake multiple AI karena model-model AI sepertinya punya "madzab" sendiri-sendiri sehingga penting untuk di komparasi atau di review kualitasnya oleh beda model.
DΞV tweet media
DΞV@junwatu

Indonesian Flood Explorer Google baru-baru ini share dataset banjir dari artikel berita dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2026. Datanya cukup besar sekitar 600MB tetapi data tersebut bisa di filter untuk region Indonesia saja dan size sekitar 25MB. Data ini berasal dari Groundsource, inisiatif metodologi dari Google yang memanfaatkan Gemini, yang mengubah jutaan laporan publik menjadi arsip data berkualitas tinggi untuk membantu memprediksi krisis. Kalau saya lihat data dari tahun ke tahun banjir di Indonesia memang tambah parah. App di bawah ini saya buat dgn vibe coding pake GPT-5.4. tujuan hanya ingin render data scr offline & belum ada tujuan khusus (kalau ada ide komen aja) Tech Stack: - Tauri + Rust - DuckDB - Svelte Link app menyusul. Bookmark kalau berkenan.

Indonesia
25
245
2.2K
104.2K
Jilio Ada🌹 retweetledi
xAI
xAI@xai·
Attention devs: the xAI API just got A LOT smarter. With Live Search, Grok can now search through realtime data from 𝕏, the internet 🌐, trending news, and more. The Live Search API is now FREE in beta for a limited time. Start building here: docs.x.ai/docs/guides/li…
xAI tweet media
English
530
678
4.6K
13.3M
Jilio Ada🌹 retweetledi
direktur.crypto
direktur.crypto@direkturcrypto·
Jangan terlalu buru-buru install OpenClaw. Serius. Dengerin saya dulu. Banyak orang install OpenClaw dengan ekspektasi AI yang bisa build segalanya dari nol. Lalu heran kenapa token habis. Lalu heran kenapa tagihan membengkak. Lalu heran kenapa hasilnya berantakan. Ini bukan salah OpenClaw. .....Ini salah ekspektasi. 😌 OpenClaw itu bukan tukang bangunan. OpenClaw itu mandor. Tugasnya menjalankan, maintain, dan mengotomasi sistem yang sudah ada. Kalau sistem-nya belum ada? Dia tidak punya apa-apa untuk dikelola. Dan kamu akan bayar mahal untuk... kebingungan. Yang perlu kamu pelajari duluan sebelum install OpenClaw: → Vibe coding → Cara build tools / sistem sederhana → Cara prompt AI dengan benar OpenClaw adalah gas pedal. Tapi kalau mobilnya belum ada kamu cuma bakar bensin di tempat. Jadi sebelum install Tanya diri sendiri satu pertanyaan: Apakah saya punya sistem yang perlu dijalankan? Atau saya cuma ikut-ikutan? Jawaban itu yang menentukan apakah OpenClaw akan jadi aset ....atau money drain buat kamu. 😂
direktur.crypto tweet media
Indonesia
18
16
195
12K
Jilio Ada🌹 retweetledi
pamanberuang 🇮🇩
pamanberuang 🇮🇩@bukanpamanmu·
sebuah realitas dari hype openclaw.... API CREDIT MAHAL!!!!
pamanberuang 🇮🇩 tweet media
Indonesia
38
2
76
10.9K