AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag)

57.7K posts

AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag)

AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag)

@AdhiPrYo

nggak ngarep difollow suka ngefollow nggak mau dipaksa unfol

Katılım Haziran 2010
1.2K Takip Edilen944 Takipçiler
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Mohamad Safa
Mohamad Safa@mhdksafa·
After they closed my wife’s bank account as a new tool to intimidate me, she tried to open a new account, but it was rejected! Targeting family members constitutes an arbitrary interference with family life, which is protected under Article 17 of ICCPR and Article 12 of UDHR.
Mohamad Safa tweet media
English
163
3.5K
7.9K
71.9K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Earth Hippy 🌎🕊️💚
“All the girls have two hands... except me, I only have one” THIS IS WHY I WONT STOP POSTING ON X I speak on behalf of children like her.
English
428
8.1K
16.3K
160.7K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
🌹 N0ng 🌹
🌹 N0ng 🌹@Gi_N0ng·
Bocah ini pemilik tambang emas terbesar di dunia Namanya freeport Tapi untuk sepiring nasi saja dia harus meminta minta pada pendatang Otak gw jadi ga waras liat keadaan ini
Indonesia
15
554
1.8K
18.1K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Ruqayya
Ruqayya@Ruq4yy4·
B14d4b!!! Daycare yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan buat balita malah jadi tempat menyeramkan dan mimpi buruk buat orangtuanya. Kekerasan pada balita dilakukan oleh "Little Aresha Daycare" tempat penitipan anak di Yogya. Para balita diikat badan, kaki tangannya dan disumpal mulutnya dengan kain agar tidak menangis. Hanya menggunakan diapers saja dan tidur dilantai tanpa alas. 😭😭
Ruqayya tweet media
Indonesia
141
542
1.2K
107.8K
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Bang feri ini ya kalo ngomong suka ceplas ceplos gini, gak takut apa ya?
Wakgim tweet media
Indonesia
143
4.5K
15K
140.5K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️
Ironi Kebijakan: Membedah Distopia Gunung Putri dan Matinya Nalar Kemanusiaan Oleh: E. T. Hadi Saputra Diskursus @Ubaidullah_Sdq mengenai pengentasan kemiskinan sering kali terjebak dalam labirin birokrasi yang tak berujung. Namun, apa yang digambarkan dalam narasi mengenai "Kerajaan Gunung Putri" membawa kita pada sebuah kontemplasi yang jauh lebih gelap: sebuah kebijakan radikal yang lahir dari keputusasaan intelektual dan hilangnya kompas moral dalam kepemimpinan. Titah Penguasa dan Absurditas Solusi Dalam struktur pemerintahan mana pun, amanat untuk menyejahterakan rakyat adalah kewajiban konstitusional yang absolut. Namun, ketika penguasa memberikan decret (dekrit) berupa ancaman pencopotan jabatan jika kemiskinan tidak hilang dalam waktu singkat, yang muncul bukanlah inovasi, melainkan kepanikan sistemik. Solusi-solusi yang ditawarkan oleh para pemangku kepentingan—mulai dari ekspor tenaga kerja masif hingga konversi lahan produktif secara serampangan—menunjukkan kegagalan berpikir pragmatis. Puncaknya, ketika masukan dari "orang gila" (sebuah metafora untuk kebijakan yang tidak masuk akal) justru diadopsi sebagai strategi nasional: membasmi kemiskinan dengan cara membasmi orang miskin itu sendiri. Ini adalah bentuk reductio ad absurdum dari fungsi negara sebagai pelindung segenap tumpah darah. Fasilitas Post-Mortem sebagai Alat Persuasi Fenomena yang paling mengusik nalar adalah bagaimana masyarakat menyambut kematian sebagai sebuah jalan keluar yang menggiurkan. Pemerintah menjanjikan fasilitas mewah di pemakaman, mulai dari akses Wi-Fi, pusat perbelanjaan (mall), hingga hiburan malam (discotheque). Secara sosiologis, ini adalah bentuk penindasan yang dibungkus dengan gratifikasi visual. Masyarakat yang selama hidupnya tercekik oleh debt (hutang) dan ketidakpastian ekonomi, dipaksa melihat kematian sebagai satu-satunya momen di mana mereka bisa menikmati fasilitas kelas satu. Ini bukan lagi sekadar kebijakan publik, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan di mana nilai nyawa manusia dikonversi menjadi unit komoditas yang bisa dipertukarkan dengan "hadiah hiburan" seperti kulkas dan televisi. Refleksi Akhir: Kesiapan Menghadapi Keabadian Pertanyaan penutup yang dilontarkan dalam narasi tersebut menjadi sebuah memento mori yang sangat politis bagi kita semua. Jika hari ini fasilitas kematian dibuat jauh lebih menarik daripada fasilitas kehidupan, masihkah kita memiliki hasrat untuk berjuang di dunia yang fana ini? Secara teologis dan yuridis, negara seharusnya menjamin hak untuk hidup layak, bukan memfasilitasi kemudahan untuk mati. Ketika masyarakat menganggap "kematian adalah hidup terindah", maka saat itulah sebuah bangsa sebenarnya telah runtuh secara mental. Kita tidak boleh membiarkan nalar sehat kita terkubur dalam kemewahan pemakaman fiktif, sementara keadilan sosial masih menjadi barang langka di atas tanah yang kita pijak.
Indonesia
0
3
18
421
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
BIADAB! Di SDN Sinar Alam, Cianjur, program MBG kedapatan menyajikan AYAM BAU BANGKAI. Guru nyaris muntah mencium aromanya. Ini bukan lagi soal gizi, ini adalah penghinaan terhadap kemanusiaan & nyawa anak-anak kita. .
Indonesia
74
1.5K
2.1K
31.3K
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
@VisionerUmkm Sejak lama saya berkomunikasi melalui media sosial, karena saya ingin meninggalkan jejak digital setiap komitmen, janji agar bisa digunakan sebagai bukti untuk menagih.
Indonesia
299
2.2K
3.2K
0
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Ahmed Gaza
Ahmed Gaza@ahmedabd_gaza·
Breakfast in Indonesia 🇮🇩
English
17
148
1.1K
27.3K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
JM News Network
JM News Network@JMNewsNetwork_·
Soko, a Muslim contestant on MasterChef Spain, refuses to cook pork because of her religion, Islam: "For me, my religion is more important than anything else." She was eliminated from the competition by the judges because the policy was to cook everything
JM News Network tweet media
English
26
38
232
6.3K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Atas nama keluarga kami, terima kasih bang Ferry 🙏🏼 H-6 menuju putusan, teman-teman sekalian mohon bantu #kawalibam selalu 🙏🏼 youtube.com/watch?v=a2-YH_…
YouTube video
YouTube
Indonesia
49
1.8K
4.1K
262.7K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada sidak DPR ke gudang motor listrik MBG sekitar beberapa hari yang lalu dan yang mereka temukan menurut gue adalah salah satu bukti paling konkret dari bagaimana program ini dijalankan. Yang ditemukan saat sidak: DPR mendatangi kantor dan gudang tempat penyimpanan motor listrik program MBG di Jakarta. Hasilnya: masih terkunci. Belum beroperasi. Motor sudah dibeli. Anggaran sudah keluar Rp1,2 triliun. Tapi gudangnya terkunci. Motor belum dipakai. Dan program yang katanya butuh motor ini untuk operasional SPPG tetap berjalan tanpa motor itu. Pertanyaan pertama yang langsung muncul: Kalau program bisa berjalan tanpa motor untuk apa motor itu dibeli? Dan kalau motor sudah dibeli tapi gudangnya masih terkunci motor itu sekarang ada di mana? Siapa yang memegang? Soal merek Emo Electric Mobility dan ini yang mencurigakan: dalam video sidak itu menunjukkan papan bertuliskan merek Emo Electric Mobility sebagai pemasok motor listrik untuk kepala SPPG. Tapi anggota DPR menemukan kejanggalan: motor sudah beredar lebih dulu sebelum proses pengadaan resmi selesai. Ini bukan detail kecil. Dalam pengadaan pemerintah barang tidak boleh beredar sebelum kontrak ditandatangani dan proses administrasi selesai. Kalau motor sudah beredar lebih dulu itu artinya ada proses yang tidak sesuai prosedur. Siapa yang memesan duluan? Siapa yang membiayai sebelum kontrak resmi? Dari mana modalnya? Pernyataan Charles Honoris yang paling tepat: Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mempertanyakan dua hal langsung dan keras: Satu — dasar pemilihan merek Emo. Kenapa merek ini yang dipilih? Apakah ada tender terbuka? Apakah ada perbandingan harga dengan merek lain? Apakah ada kajian teknis yang dipertanggungjawabkan? Dua — relevansi motor trail untuk kepala SPPG di perkotaan. Motor trail adalah kendaraan off-road yang dirancang untuk medan berat. Kepala SPPG tugasnya mengelola dapur dan distribusi makanan bukan melintasi hutan atau pegunungan. Di Jakarta yang macet motor trail justru lebih tidak efisien dari motor biasa. Kebutuhan kendaraan listrik untuk kepala SPPG sangat tidak mendesak. Ini bukan pendapat yang kontroversial. Ini common sense. Dan ini konteks yang membuat semuanya semakin berat: Di saat yang sama: BPOM tidak punya anggaran Rp2,9 miliar yang bisa digunakan untuk sampling makanan MBG untuk memastikan makanan yang dimakan anak-anak itu aman. BGN punya anggaran Rp1,2 triliun untuk motor listrik yang gudangnya masih terkunci dan belum jelas kegunaannya. Ini bukan soal salah prioritas kecil-kecilan. Ini adalah cermin dari keseluruhan tata kelola program yang menurut gue sudah sangat bermasalah secara fundamental. Pola yang sudah terlalu konsisten untuk disebut kebetulan: Semir sepatu — harganya tiga kali lipat pasar. Dipecah 12 paket kontrak. Kaos kaki — Rp100.000 per pasang. Motor listrik — Rp1,2 triliun. Gudangnya terkunci. Motor beredar sebelum kontrak resmi. Digitalisasi — Rp3,1 triliun. Dan dari semua itu yang sampai ke piring anak-anak menurut survei hanya 6,5%. Sementara Mahfud MD menyebut dari triliunan anggaran MBG yang untuk makan hanya Rp34 miliar. Ini bukan kebocoran kecil di pinggir sistem. Ini adalah sistem itu sendiri yang bermasalah. Yang perlu dituntut sekarang bukan nanti: Satu — audit forensik menyeluruh atas seluruh pengadaan BGN: motor listrik, semir sepatu, kaos kaki, digitalisasi. Berapa harga pasarnya, berapa yang dibayar, siapa vendornya, bagaimana prosesnya. Dua — penjelasan transparan mengapa motor sudah beredar sebelum kontrak resmi dan siapa yang bertanggung jawab atas pelanggaran prosedur itu. Tiga — realokasi anggaran segera dari pengadaan yang tidak esensial ke pengawasan kualitas makanan termasuk memberikan BPOM anggaran yang memadai untuk sampling. Empat — penjelasan ke publik soal isi gudang yang masih terkunci: motornya ada di mana, kondisinya bagaimana, kapan akan digunakan. Charles Honoris menegaskan satu hal yang menurut gue harus jadi prinsip dasar program ini: "Program MBG bertujuan memperbaiki gizi anak-anak. Program ini tidak boleh menjadi ajang pembagian proyek." Tapi fakta yang ditemukan saat sidak gudang terkunci, motor beredar sebelum kontrak, merek yang dipertanyakan dasar pemilihannya, anggaran triliunan yang sebagian besar tidak sampai ke makanan menunjukkan bahwa program ini sudah bergerak jauh dari tujuan awalnya. Dan selama tidak ada pertanggungjawaban yang konkret dan terukur setiap rupiah yang keluar dari anggaran MBG adalah rupiah yang berpotensi tidak sampai ke tujuannya. Yaitu perut anak-anak Indonesia yang lapar.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
189
1.4K
2.6K
149.3K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Gea
Gea@Ceysa_ku·
Kurang ajar banget yang pesan Trus main cancel gitu aja ya Allah 😭 Moga ada yang mau beli 🤲
Indonesia
855
3.5K
18.6K
781.2K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Ommi de Queen👑
Ommi de Queen👑@ommi_siregar·
Kata Letnan Kolonel Ebrahem Zulfaghari.....," Dimanapun kalian berada, tolong bagikan video ini,agar dunia tahu bahwa Iran tidak akan kehabisan rudal, karena Amerika mengatakan bahwa Iran sudah kehabisan rudal, padahal setiap hari,kami memproduksi rudal-rudal canggih. Tolong bagikan video ini, biar mereka sakit hati, karena kami akan menghancurkan mereka (Amerika & Israel)". 😅😅😅😅😅👍👍👍👍👍👏👏👏👏🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Indonesia
8
3.1K
7.3K
109.7K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
MANTO
MANTO@KangManto123·
Netizen : Sumber dana perayaan ultah teddy dari mana pak.? Seskab : pokoknya ada 😂
MANTO tweet media
Indonesia
125
2.2K
9.5K
134.9K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
CKCKCKCKCKCKCK Brengsek! Parahh bangett anjirr. Espepege goblok mana ini yang nambah-nambahin kerjaannya Pandawara?? Pemenuhan gizi omong kosong. Inimah namanya menuh-menuhin volume sampah dalam negeri. Embege penuh omong kosong! (Sc: IG/pandawaragroup)
Indonesia
208
13K
36.1K
1.1M
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
96.000 pasukan, 107.000 pengungsi, 2,5 juta hektar hutan, 1.800 salib merah, 2.000 ekskavator, Haji Isam, keluarga Fangiono, Martua Sitorus, Wilmar International, Sucrogen Australia, Prabowo Subianto, Amran Sulaiman, Sjafrie Sjamsoeddin, Bahlil Lahadalia, PESTA BABI
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
39
1.9K
4.1K
81.1K
AdhiPY🍉 🇵🇸🏳️(IEA flag) retweetledi
Sυɳαɳ Sαɾƙҽɱ 𝙎𝙑𝘿
Knapa ga kos aja si pak ... Dari pada bolak balik ksana.. Ngajak bunted lagi pak?
Sυɳαɳ Sαɾƙҽɱ 𝙎𝙑𝘿 tweet media
Indonesia
570
474
1.4K
63.4K