@nice

14.3K posts

@nice banner
@nice

@nice

@Al355555

PEMIMPIN akan muncul, berani melakukan 'Perubahan' dan berani mengambil resiko. Pastikan kita memilih PEMIMPIN, bukan Pimpinan

Katılım Aralık 2021
569 Takip Edilen317 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
@nice
@nice@Al355555·
@Mdy_Asmara1701 PAKET KOMPLIT 30 Thn Ke depan belum tentu ada Kandidat memiliki kwalitas kapasitas seperti ini. Retorika Sokarno ada pada Anies Baswedan, Senyum Soeharto dan ketegasannya Ada pada Anies, Kecerdasan teknokrasi dan kesolehan Habibie ada pada Anies, Toleransi Gusdur ada pada Anies
Indonesia
2
10
17
936
@nice retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
-Termul Tak Henti Bikin Fitnah- Di tengah langkah yang tak pernah berhenti, justru ujian itu datang dari arah yang tak terduga. Hari ini, Sabtu 28 Maret 2026, hari yang bagi sebagian orang adalah waktu beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau menenangkan diri, saya justru melangkah menuju kewajiban yang harus ditunaikan. WAJIB LAPOR. Kesibukan menyelesaikan akhir studi Doktoralku 7 hari dalam seminggu, membuat saya hanya mampu menjalani Wajib Lapor di hari Sabtu, mengiris waktu istirahat yang tak banyak. Hari ini, di Area POLDA Metro Jaya yang sunyi, yang hening, dengan kesadaran penuh bahwa jalan perjuangan memang tidak pernah menawarkan kemudahan. Namun di saat yang sama, beredar sebuah video berisi fitnah keji dari salah seorang Termul. Fitnah yang muncul setelah fitnah saya mengajukan Restorative Justice, dan fitnah-fitnah sebelumnya. Kali ini sebetulnya fitnahan sangat kelewatan. Sangat kurang ajar., Karena menyangkut riwayat sakitnya keluargaku, kematian muda saudara-saudaraku, dengan biadab dijadikan bahan fitnahan, penderitaan dijadikan bahan bullyan. Tetapi saya tersenyum. Bukan karena meremehkan. Tetapi karena memahami. Bahwa setiap perjuangan besar selalu diiringi oleh dua hal: ujian dari Tuhan, dan serangan dari manusia. Fitnah adalah bahasa mereka yang tidak mampu mengalahkan gagasan. Serangan personal adalah senjata mereka yang kehabisan argumen. Serangan pribadi adalah tanda kekalahan setelak-telaknya. Dan di titik ini, narasi-narasi yang diarahkan kepadaku, termasuk yang dikaitkan dengan polemik seputar ijazah Joko Widodo, justru semakin menunjukkan satu hal: Ketika substansi tak lagi mampu dijawab, maka yang diserang adalah pribadi. Bagi saya, ini bukan sekadar serangan biasa. Ini adalah indikasi bahwa ruang dialog yang sehat mulai ditinggalkan, digantikan oleh upaya membangun persepsi melalui fitnah dan framing. Saya tidak sedang berperang melawan individu. Saya sedang berjalan membawa amanah yang jauh lebih besar, amanah untuk menyadarkan, melindungi, dan menyiapkan umat menghadapi zaman yang tidak biasa. Hari ini saya tetap hadir. Tetap menjalani proses. Tetap tunduk pada hukum. Tetap tenang. Karena saya tahu, kebenaran tidak butuh teriak untuk menang. Ia hanya butuh waktu. Dan waktu, selalu berpihak pada mereka yang sabar, jujur, dan istiqamah. Biarlah mereka berbicara dengan narasi yang dibangun dari prasangka. Saya akan terus melangkah dengan narasi yang dibangun dari ilmu, data, dan tanggung jawab. Sabtu ini bukan hari libur bagiku. Ini adalah pengingat: Bahwa jalan ini bukan jalan nyaman, tetapi jalan yang harus ditempuh oleh mereka yang memilih untuk tidak diam. Dan saya memilih untuk terus berjalan.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
372
568
2.3K
25.3K
@nice retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Ada perjalanan yang tidak perlu dijelaskan kepada manusia, karena langit telah lebih dahulu memahaminya. Ada luka yang tidak perlu diceritakan, karena Allah telah menyaksikan setiap detiknya. Dan ada langkah-langkah sunyi yang justru paling dekat dengan-Nya, tetapi sulit didengar telinga manusia. Di hari Idul Fitri ini, kita tidak hanya kembali kepada sesama, tetapi kembali kepada asal kita, kepada fitrah yang bersih, kepada hati yang pernah dititipkan tanpa beban. Namun hidup telah mengajarkan banyak hal: tentang kehilangan, tentang kesalahpahaman, tentang pengkhianatan, tentang jalan yang harus ditempuh sendiri. Dan di antara semua itu, kita belajar satu hal yang paling dalam, bahwa ketenangan tidak lahir dari dunia yang berubah, melainkan dari hati yang bersandar penuh kepada-Nya. Hari ini, kita tidak perlu menjadi sempurna. Kita hanya perlu kembali. Kembali dengan hati yang lebih lapang, meski pernah disempitkan. Kembali dengan jiwa yang lebih jernih, meski pernah diliputi kabut. Karena Allah tidak melihat seberapa keras dunia memperlakukan kita, tetapi melihat bagaimana kita menjaga hati di dalamnya. Jika hari ini engkau memilih diam ketika bisa membalas, memilih memaafkan ketika bisa menyimpan, memilih berserah ketika bisa mengeluh, maka di situlah kemenangan itu bersemayam. Bukan kemenangan yang riuh, melainkan kemenangan yang tenang, yang hanya diketahui oleh hati dan Tuhannya. Semoga setiap langkah yang telah kau tempuh menjadi cahaya yang menuntunmu pulang. Semoga setiap doa yang terucap dalam diam tidak pernah hilang di hadapan-Nya. Dan semoga, pada akhirnya, kita semua dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih bersih, lebih utuh, dan lebih dekat kepada Allah. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H Taqabbalallahu minna wa minkum Dengan hati yang rindu kembali, dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc. & Keluarga
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
174
427
2.3K
25.3K
@nice retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Wajib Lapor Setiap Minggu Hari ini Sabtu, 14 Maret 2026 Hari libur bagi banyak orang, tetapi tidak bagi saya, karena Wajib Lapor saya harus datang ke POLDA setiap Minggu, hari Senin sampai Jumat karena saya sibuk menyelesaikan persiapan ujian Doktoral, sehingga yang tersisa adalah hari Sabtu ini. WAJIB LAPOR menjadi kewajiban yang harus saya jalani sebagai Tersangka sejak ditetapkan tanggal 7 November 2025 lalu. Tanpa terasa sudah empat bulan berlalu, tanpa ada tanda-tanda kapan kewajiban yang sesungguhnya adalah nama lain dari Tahanan Kota ini selesai saya jalani. Ruang Pemeriksaan KAMNEG DITRESKRIMUM menjadi ruangan yang akrab buat saya. Seperti hari Sabtu ini, ketika saya ketok ketok pintu yang sepi seperti kamar hantu, setelah lima hari hingar bingar dipenuhi Tahanan dan Polisi dan Reserse dan Pengacara. Setelah pintu dibuka tampaklah sejumlah Polisi Muda yang wajah kuyu kucek kucek mata. Oh rupanya mereka lembur periksa tersangka dan baru tidur melepas lelah siang ini. Ada satu hal yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bahwa pada suatu hari, setiap minggu, saya harus melangkah menuju kantor polisi untuk wajib lapor. Seperti hari Sabtu ini, Pagi-pagi sekali saya sudah bersiap. Jalanan Jakarta masih lengang. Banyak orang menuju tempat rekreasi, tempat ibadah, atau sekadar menikmati sarapan bersama orang yang mereka cintai. Saya melangkah melalui gedung bertuliskan Tahanan Polda Metro Jaya setiap Minggu, dengan satu pikiran yang sama : Ini bukan tentang saya. Ini tentang harga dari sebuah keberanian untuk berbicara. Saya tidak pernah mencari jalan ini. Tetapi ketika kebenaran memanggil, kita tidak selalu diberi pilihan untuk hidup nyaman. Ada rasa perih, tentu saja. Ada rasa lelah, pasti. Ada juga saat-saat ketika hati bertanya dalam diam: Apakah semua ini akan dimengerti suatu hari nanti? Tetapi setiap kali pertanyaan itu muncul, saya mengingat satu hal yang jauh lebih besar daripada rasa takut. Bahwa sejarah selalu ditulis oleh mereka yang tetap berdiri ketika tekanan datang. Setiap minggu bagi saya sekarang bukan lagi sekadar hari Wajib Lapor. Setiap Minggu menjadi pengingat. Pengingat bahwa jalan kebenaran tidak selalu mudah. Pengingat bahwa suara hati kadang harus dibayar mahal. Dan pengingat bahwa ketegaran sering lahir dari tempat yang paling sunyi. Saya datang, saya melapor, saya pulang. Lalu hidup berjalan lagi seperti biasa. Karena pada akhirnya saya percaya satu hal: Kebenaran mungkin bisa ditekan, Tetapi tidak pernah bisa dihentikan. Dan selama napas ini masih ada, saya akan tetap berjalan. Setenang mungkin. Seteguh mungkin. Setegar mungkin. Karena banyak doa dan harapan bertaburan dan memberi saya kekuatan. Hasbunallah wanikmal wakil. Nikmal maula wanikman Nashir. La haula wala quwwata ila billah.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
1.2K
1.7K
7.4K
203K
@nice retweetledi
Stela Nau
Stela Nau@stelanau·
Guys kencengin ikat pinggang. Gw sama suami bener2 memutuskan di rumah aja pas liburan nanti. Meskipun ada rejeki lebih baik disimpan or dibagi ke orang tua dan adik2. Tough time ahead. Tapi semoga semua ini bisa kita lewati sama-sama. Jangan lupa momen2 ini guys pas pemilu 2029 nanti. Beneran deh, gw pun mengingatkan ke diri gw sendiri. Selalu edukasi diri. Polesan kamera itu menyakitkan. Uda stop justifikasi2 orang baik, politik itu harus damai, pilih pemimpin yg punya pengalaman. STOP. Next time, gw cuma mau milih yg mendorong perubahan sistem. Ga ada lagi ngomong2in program kerja. Capek. Banyak banget program kerja, tapi ujung2nya mental juga kondisi ekonomi kita. Kalo institusi bener2 jalan, at least kita ga ngerasa clueless kaya gini. Kita ga harus saling blaming each other. Kita ga harus dipaksa mikir setiap saat untuk issue yg seharusnya tugas yg menjalankan pemerintah. Kuat2 semua. Apalagi sandwich generation, I feel you. 🫶🏼
Indonesia
565
7.1K
27.9K
1.2M
@nice retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
-LEGALISIR IJAZAH PALSU- Foto di bawah ini adalah fotokopi dari kopi legalisir ijazah yang diberikan oleh KPU Surakarta kepada Bonatua Silalahi, yang dinyatakan bahwa kopi legalisir ijazah ini yang dipergunakan oleh Joko Widodo untuk mendaftar ke KPU untuk jabatan Walikota Surakarta tahun 2005. Jika demikian, maka menurut keyakinan saya, dokumen kopi ijazah legalisir ini adalah PALSU! Karena legalisir ijazah yang tertera ditandatangani oleh Prof Mohammad Na'iem, sementara Prof Na'iem baru menjadi Dekan Fakultas Kehutanan UGM, di tahun 2008-2012. Artinya, dengan dokumen ini, maka Joko Widodo melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen untuk meraih jabatan, pasal 391-392 dengan ancaman pidana 6 tahun. Ini baru KPU Surakarta tahun 2005 ya. Belum dokumen yang dipakai di KPU Surakarta 2010, KPU DKI Jakarta 2012, dan KPU Pusat 2014 dan 2019. Masih panjang perjalanan dan perlu persiapan mental luarbiasa jika mau lanjut persidangan. Sementara loyalitas para Termul makin menurun. Satu demi satu pada insaf dan sadar juga. Termasuk yang jadi Menteri-Menteri juga sudah pada malas kalau disuruh ke Solo.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
146
780
1.8K
38.4K
@nice retweetledi
Opposisi6890
Opposisi6890@Opposisi6890·
Ini wajah orang yang di sebut almarhum pak Ermanto Usman • Erick Thohir (disebut 33 kali) • Garibaldi (Boy) Thohir (disebut 23 kali) • Patrick Sugito Walujo (disebut 12 kali) • Rini Soemarno (disebut 10 kali) Usut sampai tuntas 🫵
Opposisi6890@Opposisi6890

𝗜𝗻𝗻𝗮𝗹𝗶𝗹𝗹𝗮𝗵𝗶 𝗪𝗮'𝗶𝗻𝗻𝗮 𝗜𝗹𝗮𝗶𝗵𝗶 𝗿𝗼𝗷𝗶𝘂𝗻. Almarhum *𝗘𝗥𝗠𝗔𝗡𝗧𝗢 𝗨𝗦𝗠𝗔𝗡* Pengurus Perkumpulan Pensiunan JICT (Pelindo II) Pegiat Anti Korupsi dan Pencari Keadilan Kematian tragis yang menyisakan tanda tanya besar.

Indonesia
128
6.3K
14.7K
383.8K
@nice retweetledi
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
"PEMBUNUHAN JATIBENING" Ermanto Usman Sebelum di Temukan Meninggal Sempat ungkap 70% Arus Peti Kemas di Kuasai Asing. Ermanto Usman (65) tewas dibunuh di rumahnya di Jatibening, Kota Bekasi. Ermanto merupakan pensiunan JICT dan dikenal sebagai aktivis pekerja pelabuhan.
Indonesia
53
2K
3.6K
39.2K
@nice retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Bila boleh urun pendapat soal Board of Peace...
Indonesia
1.1K
15.6K
49.2K
1.9M
@nice retweetledi
ONLY NEWS
ONLY NEWS@DoankWarto·
Anies Baswedan berjanji tidak akan ada lagi KORUPSI dinegeri ini, jika ia terpilih jadi presiden RI 2029. Dia akan sikat habis para Koruptor yang selama ini menggerogoti uang rakyat dan bikin negara bangkrut.
ONLY NEWS tweet media
Indonesia
1.5K
661
3.2K
204.2K
@nice retweetledi
TxtdariBekasy 🇵🇸
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi·
🚨Breaking News🚨 Menurut berita Tempo, korban perampokan di Bekasi bernama "Ermanto Usman" Setelah menelusuri bebeberapa media, kami menemukan bahwa Almarhum adalah sosok yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan tata kelola pelabuhan yang transparan, akuntabel, dan melindungi kepentingan negara serta pekerja. Sumber : Berdikarionline : berdikarionline.com/kepergian-h-er… Tempo : tempo.co/hukum/pria-di-…
TxtdariBekasy 🇵🇸 tweet mediaTxtdariBekasy 🇵🇸 tweet media
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi

🆘 BREAKING NEWS 🆘 Telah terjadi perampokan di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi Senin, Maret 2026, di Jam Sahur. Via : IG/GoBekasi.id

Indonesia
259
7.8K
18.4K
906.8K
@nice retweetledi
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun. Aktivis Ermanto Usman ditemukan tewas dengan bunuh di rumahanya. Almarhum membongkar kasus korupsi di Pelabuhan Tanjung Priok di Channel YouTube Madilog dah Uncercood. Kasus ini harus dibongkar
Muhammad Said Didu tweet mediaMuhammad Said Didu tweet media
Indonesia
343
10.1K
26.3K
851.6K
@nice retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Ini adalah foto yang diklaim oleh BARESKRIM dan dipresentasikan Dirtipidum tanggal 22 Mei 2025, sebagai foto KKN nya Joko Widodo Pertanyaannya: JOKOWI nya manaa???? Mana JOKOWI nyaaa???? Yang duduk jongkok di bawah, wajah ganteng, hidung mancung, berkumis, rambut hitam tebal, badan tinggi kekar itu? Itu JOKOWI? HAHAHAHAHAHAHAHA Lagian, Itu foto KKN desa Gosono, bukan Ketoyan. Udah ngaku-ngakuin foto orang ganteng, salah desa pulak. Dari kapan Jokowi ganteng, hidung mancung, berkumis, rambut hitam tebal, badan tinggi kekar? HAHAHAHAHAHA HAHAHHAHHAK...glek Keselek
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
418
883
3.1K
166.9K
@nice retweetledi
MasBRO 🦉🫶
MasBRO 🦉🫶@MasBRO_back·
Arief Hidayat sebut pasal 90 yang loloskan Gibran jadi Cawapres sebuah tanda indonesia tidak baik-baik saja. Putar lagi ah
Indonesia
40
1.3K
2.7K
39K
@nice retweetledi
SiraitBatakDusun™️
SiraitBatakDusun™️@bachrum_achmadi·
Jejak digital terbaik @Uki23 menghina Presiden @prabowo . Gerah, gerah deh loe, siapa suruh jd org munafik! 🤣🤣🤣
SiraitBatakDusun™️ tweet media
Indonesia
210
967
2K
81.4K
@nice retweetledi
Novie Anwar
Novie Anwar@BarisanOpOsisi·
Normalisasikan untuk tidak memilih Calon apapun dari partai PSI…kalau ingin Indonesia baik kembali... Hempaskan @psi_id
Novie Anwar tweet mediaNovie Anwar tweet media
Bogor Tengah, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
192
2.4K
6.5K
84K
@nice retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Mengapa dalam keadaan sakit, wajah ancur, body ringkih, gesture tertatih, dia masih hobby tampil? Di panggung, foto-foto bersama termul, menerima tamu, pergi ke mana-mana (kecuali ke pengadilan)? Karena dia, menurut keyakinan saya, menjalankan strategi Playing Victim. Merasa jadi korban karena terus "dianiaya" oleh RRT. Dihina-hina dan direndah-rendahkan padahal sedang sakit. Jadi, pada dasarnya, dia memaksakan diri tampil di panggung PSI bukan untuk mendukung partai huhu, tetapi menggunakan panggung itu untuk tampil sebagai "si sakit yang terus disakiti". Perhatikan kata-katanya yang diulang-ulang dengan suara parau: "Saya masih sanggup" "Saya masih sanggup" "Saya masih sanggup* Tanpa dia sadari, ada letupan bawah sadar yang tak mampu dia kontrol, ada cuatan batin yang tak mampu dia sadari, dan keduanya terekam oleh publik. Sehingga, alih-alih bersimpati, publik justru banyak berkomentar sinis: "dalam keadaan sakit pun ambisinya masih menggelora tanpa batas, sudah pernah jadi pengusaha, walikota, gubernur, presiden, anaknya wakil presiden, mantunya gubernur, anak bungsu ketua partai" Yang luarbiasa menurut saya, demi ambisi yang tak ada batas, bahkan sakitpun jadi komoditas. Dunia baginya seakan tak pernah cukup, dan yang membatasi tampaknya hanya mati.
Indonesia
905
1.3K
4.2K
235.2K
@nice retweetledi
Henri Subiakto
Henri Subiakto@henrysubiakto·
Dulu saya percaya 99% foto yang wisuda itu benar benar pak Jokowi. Karena memang wajahnya sangat mirip dan meyakinkan. Namun setelah proses panjang ketahuan tokoh kita ini sering dengan entengnya bicara berubah berubah. Bicara tidak jujur tanpa beban. Ngomong inkonsisten tanpa malu. Berpolitik tanpa etika tanpa rasa bersalah. Sayapun menyimpulkan ada hal yang dulunya tak pernah kita sangka, bahkan tak pernah kita bayangkan sebelumnya, ternyata benar benar terjadi. Kami seperti mimpi di siang bolong, menjadikan kamipun jadi ragu dan tidak bisa percaya lagi dengan yang dulu kami sikapi. Karena itu kami, dengan beberapa akademisi yang dulunya percaya dan berharap pada tokoh satu ini, menjadi berubah total melihat kasus kasus di negeri ini. Sekarang Kami pesimis, kritis. Tak mudah percaya dengan hal hal biasa. Karena yang kami saksikan apa yg terjadi di negeri ini sebenarnya tak masuk akal, tapi ternyata benar benar terjadi di depan mata kami. Makanya kalau memang foto foto dulu itu betul, biarkan konsistensi terjadi dengan cara dibuka saja ijazah pak Jokowi di depan publik. Biarkan rakyat melihat, dan para ahli independen mengujinya supaya kontroversi yg berlarut larut segera selesai. Tapi mohon maaf karena sudah berkali kali merasa dibohongi dan dikelabuhi. Saya dan banyak teman di antara kami, sudah tidak bisa mempercayai lagi tanpa bukti bukti komplit yang diteliti secarah ilmiah oleh lembaga independent.
Henri Subiakto@henrysubiakto

Alhamdulillah ternyata foto yg lbh jelas gambarnya masih dimiliki teman2 pak Jokowi Fakultas Kehutanan UGM angkatan Tahun 1980, yang wisuda bukan November 1985 di Balaiirung. Jelas ya yg di blkg no 3 dr kanan skrg jd presiden RI ke 7.

Indonesia
486
623
3K
387.9K