Rupiah menguat kok warga X ga ada yg marah-marah ya atau beritain yang positif tentang rupiah ya?
Apakah warga X lebih suka sentiment negatif ya karena ad “spark”nya🤔
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan, harga Pertamax atau bahan bakar minya (BBM) dengan oktan (RON) 92 di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan negara lain.
"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026).
Teddy bilang di Indonesia, harga Pertamax yang merupakan RON 92 dipatok Rp 16.250 per liter.
Sedangkan harga BBM RON 92/95 di Filipina bisa mencapai Rp 22.158, di Laos Rp 31.945, di Thailand Rp 28.910, di Myanmar Rp 25.085, sementara di Singapura menyentuh level Rp 42.971.
Menurut Teddy, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026. Namun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menahan kenaikan harga Pertamax selama berbulan-bulan.
Penulis: Adhyasta Dirgantara
Editor: Nawir Arsyad Akbar
+ #SeskabTeddy#Pertamax Kebijakan
Katanya IKN mangkrak dan proyek gaib? Noh, lihat❗❗
555 PNS Otorita IKN Angkatan Pertama resmi dilantik langsung sama Pak Basuki!
Makanya, keluar dari goa biar matanya melek kalau IKN itu nyata, bukan cuma fiksi kayak otak kalian❗
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi untuk Pertamax dan Pertamax Green per Rabu (10/6/2026).
Jika sebelumnya harga Pertamax (RON 92) Rp 12.300, kini naik menjadi Rp 16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter, dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Baca di: money.kompas.com/read/2026/06/1…
Ada ada aja statementnya, gua bingung ini pada gak koordinasi apa gimana yak.. 🤣🤣
Untuk Sapi Kurban aja gak tau, apalagi koordinasi soal keuangan negara, ah gak kebayang dah.. 🤣
Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan keributan di sebuah konter HP 24 jam yang berada di Jl. Tlk. Ambon, Pidada, Kec. Panjang, Kota Bandar Lampung.
Menurut keterangan pemilik konter bernama Dika, peristiwa terjadi sekitar pukul 02.07 WIB saat seorang pria datang untuk melakukan transfer.
Pria tersebut diduga tidak terima dikenakan biaya admin transfer sebesar Rp10 ribu untuk transfer antar bank dengan nominal besar. Padahal menurut pihak konter, tarif admin tersebut sudah menjadi ketentuan usaha karena adanya potongan transfer dari pihak bank maupun aplikasi.
"Kalau sesama bank Rp5 ribu, kalau antar bank Rp10 ribu karena kita juga kena potongan tergantung bank tujuan," jelas Dika.
Awalnya pihak konter menganggap hal tersebut hanyalah komplain biasa dari pelanggan. Namun situasi memanas ketika pria tersebut mulai berteriak-teriak di depan banyak pelanggan sambil mengaku sebagai "orang sini" dan diduga melontarkan ancaman.
Dalam rekaman CCTV terdengar beberapa ucapan
seperti:
"Tempat gua ini!"
"Gua gusur nanti kamu orang!"
"Ingetin muka gua!"
Pemilik konter merasa tindakan tersebut telah merugikan usahanya karena terjadi saat kondisi toko sedang ramai pelanggan.
Pihak konter berharap pria dalam video tersebut memiliki itikad baik untuk datang dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik.
Informasi ini berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan pihak konter. Belum ada klarifikasi dari pihak pria yang bersangkutan.
Sc:lampungcityinfo