Devan Arkananta

3.4K posts

Devan Arkananta

Devan Arkananta

@ArkanantaDevan

Mencintai negeri ini tanpa syarat

Kota Makassar, Sulawesi Selata Katılım Temmuz 2021
169 Takip Edilen53 Takipçiler
Firza Husain
Firza Husain@FirzaHusain·
Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan lumbung pangan (food estate) berupa cetak sawah baru seluas satu juta hektar di Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan menjadi hal yg sangat penting, terutama untuk jangka panjang, ucap Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, Panggah Susanto, di tengah munculnya propaganda menyerang program ketahanan pangan nasional yg diusung Presiden Prabowo Subianto melalui film berjudul Pesta Babi, belakangan ini. Untuk jangka pendek pun dapat menyediakan puluhan ribu lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan lahan yg tidak produktif demi mencapai kedaulatan pangan. Sebagaimana diketahui, film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menggambarkan perjuangan masyarakat di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat mereka dari ancaman proyek2 skala besar yg mengatasnamakan pembangunan. Sedangkan hutan dan lahan yg digambarkan dalam isi film tersebut bukan bagian PSN dan bukan berlokasi di Wanam yg mencetak sawah satu juta hektar, jadi negara tidak boleh kalah dengan narasi film Pesta Babi, PSN Wanam harus tetap lanjut.
Indonesia
93
58
100
17K
Anak ogi
Anak ogi@Anak__Ogi·
Dia dapat masjid di kota besar di Amerika, lalu nyinyir soal kebebasan beribadah di negaranya sendiri. Coba bro @permadiarya02 jujur pada diri sendiri, di kota besar di negaramu bukankah gereja juga sdh banyak dan bagus-bagus, apa ada yg larang beribadah? Kamu bkn sedang perjuangkan toleransi tapi kebencianmu pada umat Islam di sini.
Indonesia
333
161
643
96.2K
folkative
folkative@insidefolkative·
Pak Purbaya yakin 6 bulan lagi orang susah akan semakin berkurang.
folkative tweet media
Indonesia
1.7K
241
3K
1.4M
Devan Arkananta
Devan Arkananta@ArkanantaDevan·
@hasyimmah Ini otak termul, g usah digubris, cuma numpang cari makan, anis kan berpasangan sama sandi, kok cm anis yg anda jengkel? Terul termul
Indonesia
0
0
0
8
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Sayangnya, pendukung Anies itu (kebanyakan) masih denial bahwa Anies pernah memakai politik identitas untuk Pilgub DKI lawan Ahok. Bagaimana mungkin menyangkal hal itu? Saya tak pernah berubah menyatakan hal itu, bahkan ketika saya akhirnya memilih Anies di Pilpres 2024. Saya pilih Anies di 2024, tapi fakta bahwa dia pernah memakai politik identitas untuk mengalahkan Ahok itu nggak bisa dibantah. Saya masih bisa memaafkan kesalahan Anies itu dengan memilihnya di Pilpres kemarin. Tapi tak semua orang yang terluka sama "pilihan strategi" Anies bisa memaafkan itu, apalagi Anies tidak secara terbuka mengakui itu salah dan meminta maaf. Kalau Anda pendukung Anies fanatik, sudah jelas tidak suka dengan pendapat saya. Bagi Anda strategi politik seperti itu memang jalan yang harus ditempuh menurut ajaran Islam. Padahal agama Islam bukan untuk jualan politik seperti itu karena itu merendahkan Islam. Anda yang fanatik, sudah pasti denial bahwa itu politik identitas. Atau denial bahwa politik identitas itu salah.
kale@kalistohenituse

Pak anies menang pilkada tapi dapet cap politik identitas sampe sekarang. Padahal yg maju paling depan nuntut Ahok juga prabowo wkwk sini gw jelasin satu satu: 1. Sejak 2012 ahok udah sering singgung masalah politik identitas (anies masih rektor), puncaknya ya pas penistaan agama 'al maidah' 2. Yang menunggangi demo, prabowo sama jokowi 3. Yang ikut laporin itu habiburrahman dari gerindra. 4. Yang memberatkan di persidangan, kesaksian dari ma'ruf amin yg kemudian diangkat jadi wapres (politik identitas??) 5. Cuma karna Anies lawannya dan menang, celakanya dia yg harus menanggung semua tuduh2an itu sampe sekarang wkwkwk

Indonesia
380
123
565
295.7K
Devan Arkananta
Devan Arkananta@ArkanantaDevan·
@arifin34533 Lah bapak Presidentnya, harusnya pidatonya melaporkan rincian program kerja yg sudah berhasil, mana semua pelaku yg sdh ditangkap, ini mah curhat😂
Indonesia
0
0
0
6
H a n s o l o
H a n s o l o@arifin34533·
Bisa distop gak pak?
H a n s o l o tweet media
Indonesia
375
68
214
13K
Devan Arkananta
Devan Arkananta@ArkanantaDevan·
@ardisatriawan Karena para tim sukses yg sdh berjasa dunia akhirat tdk bisa lg terlibat dalam korupsi pengadaan🤣
Indonesia
0
0
0
4
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Nanya serius: Kenapa dapur MBG dari awal bukan dibangun terintegrasi sama sekolah ya? Kek di negara negara lain. Jadi biar menejemen sekolah yang urus. Disamping lebih efisien dari segi BIAYA dan campur tangan BANYAK PIHAK, makanan lebih fresh dan tidak rentan bikin keracunan.
Indonesia
697
514
3.9K
173.8K
Devan Arkananta
Devan Arkananta@ArkanantaDevan·
@Urrangawak Brengsek para pejabat negara ini, apa gajinya masih kurang sampe tiap hari nipu trus, dikira kita seluruh rakyat indonesia sebodoh kaum 58,atau sebodoh W*aprea Asam sulfat, bangsat kalian semua 😡😡
Indonesia
0
0
4
881
Cakrawalá Nusantará
Cakrawalá Nusantará@Urrangawak·
Dikira rakyat percaya aja gitu dibegoin sm kalian 🤣🤣
Indonesia
474
1.1K
3.9K
480.3K
Devan Arkananta
Devan Arkananta@ArkanantaDevan·
@idkydkr @LambeSahamjja Bioskop selain tujuan utamanya untuk dikorulsi dana proyeknya, juga untuk kampanye terslubung keberhasilan program pemerintah PraGib yg ditampilkan setiap memulai film, modus aja nich, akal2 gerindra habisin uang negara, dsar sekumpulan mahluk rakus😡😡
Indonesia
1
0
19
1.4K
Asia
Asia@uslfbh·
@LambeSahamjja Guru honorer digaji 1,5 juta per bulan? Data mana tuh? Ngarang..
Indonesia
47
11
362
42.2K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
948
7.7K
14.9K
659.1K
Devan Arkananta
Devan Arkananta@ArkanantaDevan·
@AnKiiim_ @Dahnilanzar Ini mulutnya kok makin hari makin jilat ya, kalau setiap president pelayanan hajinya begu, apa semua president di panggil bapak haji bgitu? Takut amat kehilangan jabatan🤣🤣
Indonesia
0
0
0
17
Devan Arkananta retweetledi
TaufikTM
TaufikTM@taufik_q·
Jadi Presiden di Indonesia itu perlu modal gedhe, backing kuat, jaringan kekuasaan, akses politik, nepotisme yang tiada habisnya. Jadi kalau rakyat mengkritik Presiden lalu dibalas begini, justru itu menunjukkan Anda kurang pinter atau sengaja membodohi rakyat. Pejabat publik itu digaji oleh rakyat. Artinya mereka bekerja untuk rakyat, bukan sebaliknya. Kritik adalah konsekuensi dari jabatan yang dibiayai uang publik. Logikanya bisa dibandingkan begini: kita menggaji tukang listrik untuk memperbaiki instalasi. Ketika hasil kerjanya jelek, lalu kita kritik, apa masuk akal jika dia menjawab, "Ya sana jadi tukang listrik sendiri". Yang dinilai adalah hasil kerjanya, bukan apakah pengkritiknya punya profesi yang sama. Maka membungkam kritik dengan "kenapa tidak jadi Presiden saja" adalah cara malas untuk menghindari evaluasi. (soe Tjen Marching)
TaufikTM tweet media
Indonesia
347
486
1.3K
62.3K
Hilik Ku Aink We Lah 😬
Hilik Ku Aink We Lah 😬@KangSemproel·
Ada beberapa kelucuan narasi sang pembuat video: 1. Memangnya ada protokol khusus dari kerajaan Saudi bagi seorang wamen... sekali lagi WAMEN... saat melakukan ibadah di Tanah Suci? Maap Om... dia bukan presiden yg punya privileges utk dilayani secara khusus oleh KSA. Cuma wamen dari satu negara yg nilai uangnyapun kelima terendah di dunia. 2. "Sikap sederhana bikin orang menaruh hormat pada dia". Sikap sederhana itu bukan sekedar jauh dari kemewahan, tapi jauh dari pemberitaan dan sikap pamer. Yakin ini ga "terpeleset" pada sikap riya? Ya Allah... pagi2 udah ngurut dada liat kelakuan pejabat negeri konoha yg hobi pamer kesederhanaan dan kemerakyatan semu dibungkus ambisi politik di masa depan 😥
Jati Uwung, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
201
161
423
83.3K
Partai Gerindra
Partai Gerindra@Gerindra·
Presiden @prabowo Subianto secara resmi mengawali Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026 di lahan perkebunan Polri, sekaligus meresmikan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan dan meluncurkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di berbagai daerah.
Indonesia
131
35
85
7.7K
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Andy Rompas Merencanakan Manado Menjadi Poso dan Ambon yang Baru Ini sangat berbahaya kali wak Jika kelak terjadi chaos dan pertumpahan darah di Manado, maka Andy Rompas adalah orang yang paling bertanggung jawab dan paling layak dihukum mati. Ormas israel Manguni yang radikal tersebut juga harus segera dibubarkan. Anggotanya harus diperlakukan seperti halnya PKI dulu sebagai ancaman nyata bagi Republik. Mereka adalah perusak Republik yang sesungguhnya.
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
134
605
1.4K
75.4K
Devan Arkananta
Devan Arkananta@ArkanantaDevan·
@99propaganda Emang plecident sama, para mentli2, dan semua jajarannya, eh ini malah dgn para dukungnya kok agak laen semua ya, pantas pidato nya ngawur terus, karena memang karena sama2...., 🤣
Indonesia
0
0
0
24
key
key@99propaganda·
Presiden Prabowo itu mengingatkan kita semua bahwa negara besar tidak boleh gampang minder & panik menghadapi tekanan global. Selama stok pangan & energi masih aman, produksi jalan terus & rakyat tetap bisa makan, maka Indonesia tetap kuat.
Indonesia
283
26
79
16.1K
wa wan
wa wan@wa_wan90272·
@ArkanantaDevan @Gunawan53722139 @creeping5ilence @aniesbaswedan @DKIJakarta Jis stadion gagal bikin pemprov DKI berikutnya kerjaan lagi bangun fasilitas transportasi dan akses jalan utk ke jis akses keluar masuk yg buruk dan terbatas area parkir kendaraan yg kecil tapi akses transportasi umum yg minim.. Pagar pembatas yg roboh jis itu cuma alat politik
Indonesia
2
0
0
183