Ar

4.5K posts

Ar banner
Ar

Ar

@Armawan53

Halo!

Tulungagung, Indonesia Katılım Şubat 2014
354 Takip Edilen93 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Ar
Ar@Armawan53·
Dont demand that things happen as you wish. But wish that they happen as they do happen. And you will go on well. Epictetus
English
0
0
3
0
Ar retweetledi
Si Paling Gen Z
Si Paling Gen Z@txtdarigenz97·
Fakta Menyedihkan Orang Dewasa 🧒 Budi - Kerja 9-5 (8 jam) - 2 jam perjalanan - Total waktu habis 10 jam - Gaji UMR = 5,7 juta (Jakarta) 🧔🏻 Bagas - Dikasih 1 Miliar dari orangtua - Disimpan di deposito return 6% - Bagas dapat uang 6 juta/bulan - Bahkan tanpa perlu kerja 8-10 jam Kadang yang bikin capek bukan kerjanya, tapi sadar kalau garis start tiap orang memang beda
Si Paling Gen Z tweet media
Indonesia
221
1.7K
9.6K
749.3K
Ar retweetledi
yudet
yudet@majalarh·
time to change the cue tip👌🏼
English
570
463
835
675.1K
Ar retweetledi
Obito AI
Obito AI@obitonftai·
dr. Tirta umur 35 tahun Hidupnya membosankan, terjadwal, dan tidak ada drama Tapi justru itu yang dia kejar sejak umur 20 an Thread tentang nasihat dia buat lo yang sekarang masih di usia 20–25 🧵👇
Obito AI tweet media
Indonesia
4
268
1.3K
73.2K
Ar retweetledi
Fitnesstime
Fitnesstime@_Fitness_Time·
Quality over quantity every time
English
19
756
11.3K
830.8K
Ar retweetledi
Think And Earn Big
Think And Earn Big@ThinkEarnBig·
Japanese techniques to stop overthinking: // Thread //
Think And Earn Big tweet media
English
1
86
315
46.2K
Ar retweetledi
folkative
folkative@insidefolkative·
Cowok ini minta saran di Threads, pesan untuk cowo sebelum usia 30, lalu diberi pesan oleh Ferry Irwandi.
folkative tweet mediafolkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
43
683
4.5K
190.4K
Ar retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang udah gila jadi wni boleh retweet
Indonesia
349
15.8K
20.6K
321.5K
Ar retweetledi
Txt dari Kuliner
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner·
Kelamaan gasih? Kenapa ga langsung aja? 🥲🥲🥲
Indonesia
24
12
197
45K
Ar retweetledi
Twips | AI & Crypto
Twips | AI & Crypto@TwipsX·
Kalian ngerasa ga sih, mall masih rame, antrian kopi masih panjang, restoran masih penuh. Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah. Nama fenomena ini adalah Lipstick Effect. Dan ini justru sinyal bahaya loh!🧵
Indonesia
158
4.5K
16.7K
675.5K
Ar retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang stress jadi wni boleh retweet
Indonesia
209
63.6K
59.4K
1M
Ar retweetledi
l'M FINE
l'M FINE@hiiandri·
l'M FINE tweet media
ZXX
59
4K
11.1K
140.4K
Ar retweetledi
InspiroQuest
InspiroQuest@InspiroQuest·
4 Business ideas that can change your life: 1.
InspiroQuest tweet media
English
47
428
5.9K
818.6K
Ar retweetledi
𝖲𝖾𝗅𝗂𝖺.
𝖲𝖾𝗅𝗂𝖺.@mufinsp·
Bertele-tele banget sih jawabnya
Indonesia
6
56
257
28.6K
Ar retweetledi
aresha
aresha@wishbly·
short of reminds me of Picasso👏🏻
English
726
471
868
313.7K
Ar retweetledi
MANTO
MANTO@KangManto123·
Fakta
MANTO tweet media
Svenska
270
12.5K
69.5K
901.8K
Ar retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini skenario yang menurut gua perlu dibahas dengan sangat serius dan sangat konkret karena bukan tidak mungkin terjadi. jika Rupiah tembus Rp20.000 per dolar tahun ini apakah yang akan terjadi untuk kaum menengah kebawah? Yang paling terasa adalah dapur kita kenapa begitu ?? Gandum seluruhnya impor. Semua produk berbasis tepung terigu langsung naik. Roti. Mie instan. Biskuit. Kue. Mi ayam gerobak di depan rumah lo. Kedelai mayoritas impor. Tahu dan tempe yang selama ini jadi protein paling terjangkau bagi rakyat kecil harganya naik. Ini bukan pertama kali terjadi kita sudah sering lihat demo perajin tahu tempe ketika rupiah melemah. Beras dalam negeri tapi pupuknya banyak yang impor. Harga pupuk naik berarti ongkos produksi petani naik berarti harga beras ikut naik. Minyak goreng berbahan CPO tapi biaya produksi dan distribusinya pakai bahan bakar yang harganya mengikuti harga minyak global yang dibayar pakai dolar. Gula mayoritas masih impor. Daging sapi frozen sebagian besar impor dari Australia. Estimasi kasar harga kebutuhan pokok bisa naik 10 sampai 20 persen dalam 3 sampai 6 bulan setelah rupiah tembus Rp20.000. Untuk pekerja bergaji UMR. UMR Jakarta sekarang Rp5,3 juta. Dengan inflasi yang dipicu pelemahan rupiah daya beli riil mereka bisa turun 15 persen tanpa ada potongan di slip gaji. Tidak ada notifikasi. Tidak ada pengumuman. Uang yang sama tapi bisa beli lebih sedikit. Simulasinya begini. Sebelumnya dengan Rp5,3 juta kamu bisa makan tiga kali sehari bayar kos naik transportasi masih ada sedikit sisa. Setelah harga naik 15 persen dengan gaji yang sama kamu harus memilih kurangi makan atau nunggak kos atau berhenti bayar cicilan. Dan kenaikan UMR tidak otomatis mengikuti inflasi. UMR ditetapkan setahun sekali. Inflasi bisa terjadi kapan saja. Artinya ada jeda antara harga yang naik dan gaji yang menyesuaikan dan selama jeda itu pekerja UMR yang menanggung selisihnya. Yang paling parah adalah mereka yang sudah punya cicilan. Cicilan KPR subsidi yang bunganya naik karena suku bunga acuan ikut naik untuk menjaga rupiah. Cicilan motor yang tenor-nya masih panjang. Cicilan pinjol yang sudah menumpuk sebelum rupiah lemah sekarang makin mencekik karena pengeluaran dasar sudah naik semua. Yang kedua pelaku UMKM kecil. Ini adalah kelompok yang paling tidak punya bantalan sama sekali. Ambil contoh penjual gorengan. Minyak goreng naik. Tepung terigu naik. Gas elpiji naik karena subsidi energi makin berat ditanggung negara. Tiga komponen utama biaya produksinya naik sekaligus. Kalau dia naikkan harga jual pelanggan berkurang karena daya beli mereka juga sedang turun. Kalau dia tidak naikkan harga marginnya habis bahkan bisa rugi. Solusinya yang biasa dilakukan UMKM kecil adalah shrinkflation porsinya dikecilkan tapi harganya sama. Tahu goreng yang tadinya besar jadi kecil Mi ayam yang tadinya banyak isinya jadi sedikit. Ini bukan solusi jangka panjang tapi pilihan yang paling mungkin dilakukan saat modal tidak ada dan akses kredit tidak tersedia. UMKM yang sedikit lebih besar usaha konveksi kecil misalnya kena lebih parah. Bahan baku kain dan benang sebagian besar impor atau menggunakan bahan baku yang harganya mengikuti kurs. Mesin jahit yang rusak butuh suku cadang yang harganya naik. Sementara order dari konsumen turun karena konsumen mereka sendiri juga sedang mengurangi pengeluaran. Yang ketiga buruh pabrik. Ini adalah kelompok yang ada di dua sisi masalah sekaligus. Di satu sisi sebagai konsumen mereka kena dampak inflasi yang sama dengan semua orang di atas. Di sisi lain sebagai pekerja di industri manufaktur mereka berhadapan dengan risiko PHK. Karena ketika rupiah melemah signifikan pabrik yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi dua pilihan naikkan harga jual atau potong biaya produksi. Memotong biaya produksi artinya mengurangi jam kerja mengurangi shift atau mengurangi jumlah pekerja. Buruh pabrik tekstil adalah yang paling rentan. Industri tekstil Indonesia sudah tertekan oleh serbuan produk tekstil murah dari China. Rupiah yang melemah sebenarnya membuat produk ekspor tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global tapi masalahnya bahan baku benang dan kain banyak yang juga impor sehingga efek kompetitifnya tidak sebesar yang diharapkan. Yang kemungkinan besar terjadi adalah gelombang PHK lanjutan di sektor yang sudah PHK massal tekstil garmen sepatu elektronik. Dan pekerja yang kena PHK tidak langsung dapat pekerjaan baru karena lapangan kerja formal juga sedang menyempit. Yang keempat petani kecil. Paradoks paling menyedihkan ada di sini. Ketika rupiah melemah harga komoditas ekspor seperti beras CPO dan kopi secara teori naik dalam rupiah karena dibayar dolar. Seharusnya petani untung. Tapi yang terjadi di lapangan berbeda. Pupuk naik. Biaya angkut naik. Bensin untuk pompa air naik. Plastik untuk pembungkus dan pengemasan naik. Dan petani kecil tidak punya daya tawar untuk menentukan harga jual yang menentukan adalah tengkulak atau koperasi atau pasar yang sering kali tidak serta-merta menaikkan harga beli dari petani secepat kenaikan harga jual di konsumen. Artinya ongkos produksi naik tapi harga yang diterima petani tidak naik proporsional. Marginnya semakin tipis. Dan petani yang sudah bergantung pada utang untuk modal tanam semakin terjepit. Yang kelima orang yang punya utang dalam dolar atau produk yang harganya mengikuti dolar. Ini termasuk cicilan kendaraan dan elektronik yang spesifikasinya diimpor. Smartphone yang baru. Laptop. Komputer. Peralatan rumah tangga. Semua yang komponen intinya impor harganya akan naik dalam rupiah. Orang yang berencana membeli laptop Rp8 juta sekarang harus siapkan Rp9 sampai Rp10 juta. Yang berencana beli smartphone Rp5 juta mungkin harus bayar Rp5,5 sampai Rp6 juta. Soal apa yang terjadi dengan subsidi dan bagaimana itu memperparah fiskal negara. Ini adalah lingkaran setan yang paling berbahaya. Rupiah melemah berarti harga BBM impor dalam rupiah naik. Tapi pemerintah tidak serta-merta naikkan harga BBM karena takut inflasi meledak dan gejolak sosial. Jadi subsidi energi yang harus dibayar negara makin membengkak. Subsidi yang sudah jebol 266 persen dari target di Q1 2026 akan semakin jebol. Defisit APBN semakin lebar. Dan untuk menutup defisit itu pemerintah harus meminjam lebih banyak atau mencetak uang keduanya menekan rupiah lebih jauh lagi. Lingkaran itu berputar ke bawah. Soal satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang biasa untuk memproteksi diri. Dalam kondisi rupiah melemah signifikan ada beberapa langkah yang bisa diambil secara individual meskipun semua punya trade-off. Pertama untuk yang punya tabungan pertimbangkan sebagian kecil di emas atau dolar bukan spekulasi tapi sebagai lindung nilai. Nilai rupiah dari tabungan biasa akan tergerus inflasi. Kedua untuk UMKM kurangi ketergantungan pada bahan baku impor sebisa mungkin. Cari substitusi lokal meski kualitasnya mungkin tidak identik. Ketiga untuk semua orang ini waktu yang paling penting untuk tidak menambah utang konsumtif. Cicilan yang terasa ringan sekarang akan terasa lebih berat ketika harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua. Keempat untuk yang punya keahlian digital atau bisa bekerja dalam dolar ini adalah waktu terbaik untuk mencari klien atau pekerjaan yang dibayar dalam mata uang yang lebih kuat. Rp20.000 per dolar bukan angka abstrak. Itu adalah harga beras yang lebih mahal. Tahu tempe yang lebih mahal. Ongkos produksi UMKM yang lebih berat. PHK di pabrik yang lebih banyak. Dan gaji UMR yang nilainya riilnya makin kecil meski angkanya sama. Yang paling tidak adil dari seluruh situasi ini adalah orang-orang yang paling tidak punya pilihan yang tidak bisa pindah ke investasi dolar tidak bisa raise harga tanpa kehilangan pelanggan tidak bisa nego cicilan dan tidak bisa nunggu kondisi lebih baik justru yang paling keras merasakan dampaknya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
145
1.5K
3.5K
175K
Ar retweetledi
Raka
Raka@doimucenah·
Worst case kalau $1 = Rp20.000 (amit-amit jangan sampe) Apa yang bakal terjadi ? Gue jelasin pake bahasa bayi.
Raka tweet media
Indonesia
386
7.9K
27.6K
1.6M
Ar
Ar@Armawan53·
@insidefolkative Masa gitu aja? Di hotel luar negri dong
Indonesia
0
0
0
1.4K
folkative
folkative@insidefolkative·
Anak Nikita Willy, Issa, rayakan ulang tahun ke-4 dengan perayaan di TPA.
folkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
151
662
22.7K
1.3M