mumu
598 posts



@PngAdilnR4kyt Kok aku liat yg pada komen.. kasian.. memupuk kebencian di hati.. ketika ajal menjemput kebncian di hatimu akan menjadi siksamu, fitnah lbh kejam dr membunuh, pasti siksanyapun lbh sakit dialam kubur,, didunia alam semesta akan membalas smua perilaku hati dan pikiran kita,, hati2
Indonesia

TIDAK ADA KATA DAMAI BUAT PEMALSU IJAZAH...
KUASA HUKUM ROY SURYO CS TEGASKAN, KLIENNYA OGAH DAMAI DENGAN JOKOWI...
SAYA TAK MAU BANGSA INI DITIPU....‼️
#JokowiGibranPemalsuIjazah
#JokowiGibranPemalsuIjazah
🆘🆗

Indonesia

@msaid_didu Ah masa pak,serius,bs bwakah jadi saksi dipengadilan sbg saksi bukannya malah nama prof efendi sendiri ygKan trcemar&memalukan dirisendiri & instansi ugm dimana beliau dibesarkn,jgn mnyeret2 org yg sdh pensiun lama&tdk paham ke dlm masalah kalian,inget sdh tua pak banyakin tobat
Indonesia

@msaid_didu Sudahlah pak..anda sdh berumur..apa anda tdk takut ketika anda dipanggil Tuhan dlm kondisi membenci dan penuh fitnah.
Indonesia

@SianiparRismon Apapun yg anda cari, apapun yg om lakukan,smua kan kembali kediri om & keluarga,krn smua laku hidup warisan ke anakcucu,smakin byk om memfitnah mk keturunan om akn kena warisanya,lbh baik hadapi yg ada..jgn fitnah ditutup dg fitnah lain, kebohongan ditutupi dg kebohongan yg lain
Indonesia

Apakah lazim seorang Jokowi (lahir 1961) yang telah berusia 27 tahun baru memiliki akta lahir pada tahun 1988?
news.detik.com/x/detail/inves…

Indonesia

@DokterTifa LUAR BIASA U ,teman2 U gerombolan U trus fitnah dan n3bar narasi dan opini jahat..sedangkan jokowi sedang sibuk bangun masjid dicianjur..sprti langit dan sampah bantar gerbang,,
Al-fatihah untuk keselamatan jokowi dan indonesiaku tercinta
Indonesia

Jadi Dokter butuh 211 SKS
Masa jadi Ir Kehutanan cuma 122 SKS?
Siapa yang bohong ini?
------
Saya menjadi Sarjana Kedokteran dan kemudian menjadi Dokter dari Universitas Gadjah Mada - UGM
Harus menempuh:
Mata Kuliah Wajib = 149 SKS
Mata kuliah pilihan = 8 SKS
Total SKS menjadi SARJANA KEDOKTERAN (S.Ked) = 157 SKS!
Kemudian ditambah Mata Kuliah Profesi + KKN = 54 SKS
Jadi Total SKS saya menjadi DOKTER harus menempuh = 211 SKS!
Lantas Bagaimana mungkin
Sarjana Kehutanan UGM bisa lulus jadi Insinyur hanya dengan modal 122 SKS????
----+
Gb 1&2: sumber FK UGM
Gb 3: Sumber Konpers Bareskrim,22/05/2025)



Indonesia

Kuasa hukum saya
Abangda Abdullah Alkatiri memang jagoan!
Ini baru satu Jagoan dari 82 Kuasa Hukum terbaik se-Indonesia yang menjadi Kuasa Hukum Dokter Tifa, Doktor Roy Suryo, dan Doktor Rismon Sianipar.
Dan terus bertambah setiap hari.
Saking banyaknya Lawyers yang bergabung sampai kami beri nama
Tim Advokat Anti Kriminalisasi Akademisi Aktivis (TA AKAA).
Semoga yang saya sampaikan ini bukan riya' ataupun takabur, tetapi menyampaikan bahwa inilah GERAKAN KEBANGKITAN BANGSA!
Dan mereka bergabung bukan karena dibayar, tetapi karena ingin berjuang bersama-sama menegakkan kebenaran, fastabiqul khairat, amar makmur nahi munkar, bahkan kita urunan, patungan!
Perjuangan rakyat beginilah.
Semoga Allah ridha, dan segera menolong negara ini sembuh dan bersih dari virus kebohongan.
Indonesia Lawyers Club@ILCTalkshow
Jika dua barang KW bisa identik, apakah “identik” cukup untuk menyatakan keaslian? Saksikan selengkapnya di YouTube Indonesia Lawyers Club. youtube.com/watch?v=XJgFJn… #indonesialawyersclub #ilc #karniilyas #abdullahalkatiri #ijazahjokowi #identikbukanasli #politik
Indonesia

@DokterTifa Ya dah bw ja buktimu di prsidNgan ga sah main opini n narasi di X, jgn trus2an fitnah ngompori org2,hy yg spaham dgn U yg 1 aliran sj kok bs Tpengaruh, yg lain GAkan tpengaruh krn yg lain BUKAN org BODOH & brhati benci &msh takut dosa, ingat azab Tuhan lbh pedih dr sakit kanker
Indonesia

Jadi
Memang ada mahasiswa bernama itu.
Kuliah di Fakultas itu. Universitas itu.
Orangnya agak tinggi kurus, kacamata, kumisan, hidung mancung, gigi rapi, kulit gelap, rambut tebal agak ikal.
Suka naik gunung, karena buat kompensasi ternyata dia susah mengikuti perkuliahan di fakultas itu universitas itu.
Nilainya standar, banyak C juga banyak D, ada beberapa nilai A dan B, tapi ya persakom atau perdua koma mepet lah.
Suatu ketika mahasiswa itu ngilang, lenyap tak berbekas. Entah kemana, teman-temannya ngga kecarian juga karena dia tidak menonjol, tidak popular, dan biasa banget lah kehidupan kampus.
Lalu
Beberapa tahun kemudian, ada orang bernama sama, mengaku lulusan fakultas itu universitas itu
Orangnya agak tinggi kurus, botak atau rambut tipis, tanpa kumis tanpa kacamata, hidung sedang, gigi berantakan.
Dan pada satu momentum, terjadi sesuatu yang tidak disangka dan tidak diduga.
............
Brenti dulu cape nulis.
Lanjut yuk
Indonesia

@DokterTifa Lanjut,pas U dibui,org2 & gromboln prusak&pnghianat bangsa yg U bela kan mlupakn U&4tmn U,ktk klian dibui,simpatisn U kn nengok max 30mnt stlh itu mrk mkan,tidur enak & jln2,sdgkn klian tlupakn di kamar 1x3 nunggu jatah makan,bg mrk ktk klian dibui sdh jd brg busuk yg tdk guna lg
Indonesia

@DokterTifa Smoga smua twetmu bner, takut azab ygkn U trima,cos bykn fitnah wlopn U mngatasnamakn Tuhan n agama tp gromboln U 13th Ga bs njatuhn 1 org sdgkn hy 1 gerakn jkw gromboln U kocarkacir itu artine Tuhan & semsta tdk mndukung U, malah Tuhan & smesta mndukung &Trus mnaikan drajat jkw
Indonesia

@DokterTifa Inget umur bu..sy liat di tv tyt wajah ibu dah tua ya , masa hbskan masa tua di bui..hentikan fitnah dan hoak2mu to bu..inget pak egi sdh sakit..jangan sampe menyusul bu kena stroke
Indonesia

Takjub sekali.
Dengan ketenangan memproduksi kebohongan dan mengorbankan orang lain.
Tahun 2017 sudah jelas pernyataan dan menjadi jejak digital yang tak terhapus sampai kiamat:
"Dosen pembimbing skripsi saya Pak Kasmudjo, yang galak, saya dibentak-bentak..."
Sekarang dengan entengnya berkata;
"Pak Kasmudjo bukan pembimbing skripsi, pembimbing skripsi saya Prof. Dr. Ir. Sumitro"
Wartawan: "Jadi Pak Kasmudjo siapa,Pak?"
Jawabannya: "Pembimbing akademik"
Padahal, Pak Kasmudjo sudah bersaksi, dalam video yang jadi jejak digital abadi:
"Saya tahun 1980-1985 belum jadi Dosen, masih Asisten Dosen. Saya bukan Dosen Pembimbing Akademik, saya bukan Dosen Pembimbing Skripsi"
Di Universitas manapun termasuk UGM, tidak ada Asisten Dosen yang bisa jadi Dosen Pembimbing Akademik.
Bukan sekedar ngawur. Bohong!
Sekarang, Pak Kasmudjo sedang menjadi buah dari kesediaannya berkomplot di panggung, menyebut dirinya Dosen Pembimbing, PN Sleman menjerat Pak Kasmudjo sebagai calon tersangka pembohongan publik.
Entah siapa lagi bakal diseret orang ini dalam kasus yang sebenarnya mudah sekali diselesaikan.
Mana ijazahmu? Kertas, bukan foto!
youtu.be/sEticPqzBOw?si…

YouTube
Indonesia

@DokterTifa Aseeek..siap2 masuk persidangan, terus sebar fitnah ,hoax, kebencian dan cuci otakmu pada pengikut2mu yg sefrekwensi
Janga lupa tidur nyenyak smoga bisa..makan yg enak ,banyak2 perawatan..trus
Jangan sampe kena stroke setelah keluar bui ya bu,mulut tangan kaki tdk bs digunakan lg
Indonesia

@DokterTifa Sbrp keras omongan anda dateng podcas, wawancara, acara tv, & mencari perlindungan kekomnas ham tuk membela diri dalam hati kecil anda tau kalo anda salah & pasti masuk bui, anda wanita jahat dgn bbg alasan tuk menghancurkan nama baik harkat martabat seorang manusia & keluarganya
Indonesia

Begini lho.
Musa as melawan Fir'aun
Siapa yang menang?
Menangnya pakai apa?
Kata-kata. Logika. Allah memberikan doa yang jelas sehingga kata-kata itulah yang menjungkalkan Fir'aun, jauh sebelum laut akhirnya menenggelamkan.
Daud as melawan Jaluth
Siapa yang menang?
Menangnya pakai apa?
Pakai ketapel dengan batu-batu kecil, tetapi ditembakkan di titik-titik yang mematikan.
Tetapi di atas semua itu
Hukum Allah berlaku secara sangat adil. Bahwa kebaikan selalu menang melawan kebathilan.
Dan kebenaran pasti menang. Pasti.
Maka,
Mari kita sama-sama melalui prosesnya dengan sabar dan tawakal.
Indonesia

@DokterTifa Kalo negera IDN bukan negara yg baik buat bu nenek N gerombolanya pindah negara aja ,beres,ntar di america,australia lbh adil loh..menunggu penjara bu nenek min 5 tahun..aasiik,sebar racunmu terus, biar pendukungmu tambah happy menghujat & zuudzon terus,ciptain dosa jariah terus
Indonesia

Ketika "Keterlaluan" Menjadi Senjata Kekuasaan
Dalam politik, tidak ada kata netral.
Terlapor menyebut kata "keterlaluan" tepat saat wartawan menanyakan tanggapannya terkait pernyataan Ketum PDIP - Ibu Megawati Soekarnoputri- pernyataan : "kalau memang punya ijazah, diperlihatkan saja, kenapa harus repot-repot"
Jawaban terlapor: "Keterlaluan".
Artinya, ini bukan lagi komentar personal. Ini adalah "kode kuasa".
Kata ini digunakan untuk menjawab pertanyaan atas pernyataan Ketum PDIP. Kata ini tidak hanya diarahkan kepada Roy Suryo, Rismon Sianipar, dr Tifa, Peneliti yang mewakili pertanyaan rakyat,
tetapi juga menjadi sinyal halus kepada Megawati - yang notabene Ketua Umum PDIP: Partai pengusung utama sejak terlapor menuju kursi Presiden 2014, 2019 bahkan sejak Gubernur DKI, bahkan sejak Walikota.
Artinya,
Siapapun yang mempertanyakan ijazah, meskipun berasal dari rumah politiknya sendiri, dianggapnya telah melewati batas. Dianggapnya keterlaluan.
Padahal, dalam Republik Demokratik, tidak ada batas untuk berpikir. Tidak ada batas untuk bertanya tentang sesuatu yang disembunyikan dan butuh jawaban.
Yang terbatas, adalah batas untuk berkuasa, dan batas menggunakan kekuasaan, dan ketika tidak ada batas dalam kekuasaan, itu adalah penyalahgunaan kekuasaan.
Keterlaluan ini, adalah sebuah abuse of power.
Ketika keterlaluan diucapkan untuk membungkam akal publik, justru di situlah letak keterlaluan yang sesungguhnya.
Megawati Soekarnioputri hanya menyatakan:
Kalau memang punya ijazah, mengapa harus repot-repot.
Sebuah pertanyaan sederhana. Yang seharusnya dijawab dengan sederhana juga. Toh, ketika ditanya wartawan, ijazah sedang dipegang di tangan.
Kenapa map ijazah itu harus dibalik, hanya memperlihatkan sisi belakang saja?
Kenapa harus mempersulit keadaan, dengan menyatakan bahwa nanti ijazah diperlihatkan di depan hakim?
Bukankah terlapor, di Pengadilan Negeri Surakarta yang sedang berlangsung, sudah diminta oleh Hakim untuk memperlihatkan ijazah? Dan berkali-kali pula?
Tetap saja di depan pengadilan negeri Surakarta, diminta oleh Hakim, tidak mau menunjukkan ijazahnya?
Mau Hakim di pengadilan mana lagi yang bisa memaksa terlapor menunjukkan ijazahnya?
youtube.com/watch?v=AwSxHf…

YouTube
Indonesia

@DokterTifa Kasihan pengikutnya..selalu menambah dosa jariah..ga takut ya ketika mati smua ketikanmu akan menjadi siksaanmu..terusin aja bu nenek.. ibu di penjara 90% rakyat indonesia mengucapkan syukur..bahkan byk yg akan syukuran..😁😁😁😁
Indonesia

Dia tidak takut pada Yang Maha Kuasa
Dia hanya takut tidak lagi berkuasa
Karena itu dia tidak segan berbohong dan terus berbohong dan terus berbohong
Dan mengajak mungkin juga mengancam orang-orang untuk berbohong dan ikut berbohong dan ikut berbohong
Padahal itu semua hanya untuk dirinya belaka, demi melanggengkan kekuasaannya, yang hanya menguntungkan bagi dirinya sendiri, keluarganya, dan kroni-kroninya
Sementara yang membantu kebohongannya, sekarang menderita, ketakutan, tak berdaya, dan sakit-sakitan, kurus kering, tak mampu berbuat apa-apa
Bayangkan betapa jahatnya.
Indonesia

Saya ingatkan kepada Pak JW
Jangan pernah menentang Kebenaran.
Karena Kebenaran itu datangnya dari Allah.
Kalau anda menentang Kebenaran, artinya anda menentang Allah.
Kalau anda memang punya Ijazah Asli, maka TUNJUKKAN!
Karena itulah Kebenaran.
Dan dengan menunjukkan Ijazah asli, maka anda berpihak kepada kebenaran Allah.
Tetapi jika anda berputar kesana kemari, menunda-nunda, memperdaya, mengumpulkan kawanan untuk anda berkelit dan menjadi tameng anda, membuat banyak orang menjadi korban,
Maka kami semua, rakyat, patut curiga dan menduga, bahwa anda tidak punya Ijazah asli!
Jika memang demikian, dan tujuan anda membawa persoalan ini ke ranah hukum, bukanlah untuk menegakkan Kebenaran, tetapi menjadikan hukum sebagai senjata untuk memenjarakan saya dan kawan-kawan Ilmuwan dan Cendekiawan, maka percayalah
Allah akan murka.
Saat ini, kami menghimpun para Penjaga Kebenaran, para Ilmuwan nasional dan internasional, yang mau membantu kami menegakkan kebenaran di negara tercinta ini.
Kami ingin, pengungkapan kasus Ijazah ini, akan menjadi pintu bagi Indonesia di masa depan, yang bersih, jujur, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.
Karena itu, saya perlu sampaikan, bahwa kami, yang didaftarkan ke POLDA sebagai Terlapor dalam kasus Ijazah, kami tidak tinggal diam!
Yang kami bela adalah Kebenaran Allah!
Allahuakbar!
DEMOCRAZY News@democrazymedia
Dokter Tifa Bawa 'Kontroversi' Ijazah Jokowi ke Level Global: Dia Telah Melecehkan Etika Keilmuan! democrazy.id/2025/05/dokter…
Indonesia

@DokterTifa TEMEN2 Ahli PENELITI datengin dong bu nenek, yg dari eropa itu..mau liat nih..peneliti apaan yg neliti ijazah bukanya meneliti hal2 yg berguna bt manusia ...HAHaha Jgn MUNG OMDO..BSNYA FRAMING & ANCAM Hukuman Tuhan mang U wakil Tuhan awas ucapan dan azab kembali kediri sendiri😀
Indonesia

@DokterTifa Hahahhaah.peneliti gada kerjaan.kemaren aku msh kasian ma siibu dah nenek bakal dibui 5-12 thn..tp makin kesini rasa kasianku berkurang skr sy lbh bersyukur jk siibu &gerombolane masuk bui..kok ada ya pengikutnya ga takut dosa jariah benci dgn org yg ga pernah tau siapa kamu🤔
Indonesia

Kami akan bawa kasus Ijazah ini ke Internasional
Melibatkan Para Peneliti Diaspora tiga Benua, Amerika, Eropa, dan Australia
Dan Lembaga-Lembaga Forensik Internasional.
Persoalan Ijazah ini adalah ancaman Marwah Ilmiah yang direndahkan menjadi kriminalisasi terhadap para Ilmuwan
Jadi kami akan bekerjasama dalam ranah ilmiah untuk menemukan jawaban atas keganjilan, kejanggalan, connecting the gap sehingga sehingga metode ilmiah akan menjelaskan semua ihwal ijazah ini secara jujur dan benar.
Bismillah. Perjuangan ini adalah untuk meletakkan fondasi Kejujuran, Kebenaran, dan Keadilan bagi Bangsa dan Negara ke depan.
Simak dengan seksama penjelasan kami.
Indonesia

@DokterTifa Wanita ruaaar biasa..ruaar biasa jahatny, ruar biasa dengkinya, ruar biasa sakit hatinya, ruar biasa kebenciany, ruar biasa fitnahnya,ruar biasa sombongnya, ruar biasa paling benarnya
Balasanya pun akan ruar biasa
Tonton akhir hidup wanita ruar biasa ini sambil senyum saja
Indonesia

