Koplak
13.2K posts


DPR Nilai Pernyataan Prabowo soal Dolar AS Demi Tenangkan Masyarakat cnnindonesia.com/ekonomi/202605…
Indonesia

@mino1054454 @tempodotco Kalah pemilu.??
Soras soros.??
Antek asing.??
🤭🤭🤭
Indonesia

@tempodotco Yang bilang indonesia bangkrut cuma gerombolan kadrun blm move on dari pemilu
Pdahal rakyat semakmur ini masih lu bilang krisis, tengok tuh argentina atau venezuela baru lu bisa bilang krisis
Indonesia

Prabowo Sedih Tiap Hari Terima Laporan Pejabat Nakal
tempo.co/hukum/prabowo-…
Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menggodok rencana re-registrasi pengguna media sosial yang mewajibkan pencantuman nomor telepon saat membuat atau menggunakan akun media sosial.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, saat ini penggunaan nomor telepon untuk akun media sosial masih bersifat tidak wajib. Karena itu, pemerintah tengah mengkaji penguatan identitas pengguna melalui mekanisme registrasi baru.
“Terkait rencana re-registrasi terhadap pengguna media sosial dengan memberikan akuntabilitas, bahwa kalau saat ini itu sifatnya tidak wajib untuk memberikan nomor telepon,” kata Meutya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Menurut dia, skema tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan. Selain mewajibkan nomor telepon, pemerintah juga berencana memperkuat sistem identitas digital terverifikasi melalui Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSRE).
“Ini yang sedang kita godok juga dengan konsultasi publik tentunya Bapak Ibu, bagaimana agar orang ketika masuk ke sosial media wajib menaruh nomor teleponnya. Sehingga identitasnya jelas, sehingga mereka menjadi akuntabel atau ya bertanggung jawab terhadap tulisan-tulisan yang juga ditayangkan,” ujarnya.
📸: Dok. Antara.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan

Indonesia

sekarang masih bisa liat harapan ga di gibran?
pertanyaan simpel dari emak-emak aja ga bisa jawab, kosong banget
YUDHA SI TAAT PAJAK@yudhakhel
Saking jeleknya, Gibran sekarang terlihat sebagai sebuah harapan 🥹🥹
Indonesia

@KangManto123 Ini kalo pernyataan nya bener ya..
Apakah orang kota bukan masy Ind.??😁
Indonesia

Terpantau kaum 58% sudah bersih bersih dengan argumen kalau pidato pak prabowo adalah hasil "FRAMING" media
Speechless liat komentar warga tt 🙃



Jejak digital.@ARSIPAJA
Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"
Indonesia

Pernyataan Prabowo “orang desa tidak pakai dolar” sangat tepat dan valid. Justru banyak pengamat plenger yang memberikan framing negatif tanpa melihat realita di lapangan!!
Contohnya, mereka mengklaim harga tempe naik karena impor kedelai terdampak pelemahan rupiah. Padahal tidak ada kenaikan signifikan pada komoditas pangan impor meski nilai rupiah sedang lemah. Kenaikan harga tempe lebih banyak dipengaruhi faktor lain, bukan langsung akibat kurs dolar
Begitu pula dengan minyak goreng. Kenaikan harganya bukan karena rupiah melemah melainkan karena harga komoditas global termasuk CPO memang sedang naik akibat dampak perang & gangguan pasokan dunia. Ini adalah fenomena global bukan semata-mata masalah nilai tukar rupiah
Intinya, kehidupan masyarakat bawah, terutama di desa jauh lebih dipengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari dalam rupiah daripada fluktuasi dolar. Oleh karena itu narasi yang terus-menerus menakut-nakuti dengan “pelemahan rupiah akan hancurkan rakyat kecil” perlu dilihat ulang dengan data & fakta yang lebih jernih bukan sekadar framing politik!!
Indonesia

@henrysubiakto Mendingan baca teks aja drpd ngalor ngidul ga jelas.!!
Indonesia

Apa pendapatmu tentang ide presiden kita ini? Yang dia sampaikan bukan bagaimana cara agar ekonomi rakyat bisa maju dan sejahtera dengan negara yang makin kuat dan berdaulat, tapi malah mikir bagaimana design khusus mobilnya agar bisa nampak terbuka dan dekat dengan rakyat tapi aman. Bagimana menurut anda?
Indonesia



















