asrodin mhd
6K posts


@herculep638 Mahasiswa sak uprit masa mau melawan masyarakat banyak
Indonesia

@LambeSahamjja Ingat Ratna Sarumpaet kan? Kelompok amiin rais dan pengikut mmg sebodoh itu sih kenyataannya
Indonesia

Guys, drama Amien Rais versus Teddy Indrawijaya mendapat respons langsung dari Qodari yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan
dan responnya menurut gue adalah salah satu yang paling telak dan paling mematikan secara intelektual yang pernah gue dengar dalam diskusi politik Indonesia.
Bukan karena dia menyerang Amien Rais secara personal. Tapi karena dia membongkar fondasinya.
Masalah utama dari video Amien Rais dan ini yang paling fatal:
Amien Rais dalam videonya yang sudah dihapus menyebut Teddy Indrawijaya sebagai gay dengan mengutip sebuah lagu yang katanya dinyanyikan oleh Titiek Soeharto, mantan istri Prabowo.
Liriknya menyebut "engkau tinggalkan aku demi laki-laki bernama Teddy."
Qodari langsung membedah premis itu dengan sangat sederhana:
Satu pertanyaan: apakah Bu Titiek Soeharto pernah menyanyikan lagu itu?
Jawabannya: tidak.
Lagu itu adalah produk AI.
Kolase foto-foto Bu Titiek yang mulutnya kebetulan terbuka di suatu acara dikompilasi seolah-olah dia sedang bernyanyi.
Suaranya bukan suara Bu Titiek.
Gambarnya bukan adegan bernyanyi.
Bahkan ada gambar Teddy yang tiba-tiba memakai gincu sesuatu yang tidak pernah ada dalam foto atau video manapun.
"Jangankan masyarakat yang pendidikannya terbatas, jangankan yang awam politik bahkan yang doktornya dua, yang profesor doktornya di Amerika bisa kemakan hoaks yang dengan mudah bisa kita baca dan identifikasi."
Yang paling menghancurkan dari seluruh analisis Qodari:
Amien Rais adalah doktor dari Universitas Chicago.
Profesor di UGM.
Tokoh yang pernah memimpin MPR dan menjadi salah satu arsitek Reformasi 1998.
Dan seluruh argumentasinya bahwa Teddy adalah gay dibangun di atas satu premis yang salah:
bahwa Bu Titiek menyanyikan lagu tersebut.
Kesimpulan Pak Amien Rais terhadap Teddy didasarkan pada premis-premis yang salah.
Meskipun beliau begitu yakin dengan pernyataannya justru itu lebih masalah lagi.
Ini bukan soal setuju atau tidak setuju dengan tudingannya.
Ini soal standar intelektual paling dasar:
verifikasi fakta sebelum menarik kesimpulan.
Kalau seorang profesor doktor dari universitas top dunia bisa dijatuhkan oleh konten AI dalam hitungan detik ini adalah peringatan keras tentang betapa berbahayanya ekosistem informasi yang kita hidupi sekarang.
Dua kemungkinan yang Qodari tawarkan dan keduanya sama-sama mengkhawatirkan:
Qodari tidak menyimpulkan sendiri.
Dia melemparkan dua opsi kepada publik.
Pertama:
Amien Rais benar-benar tertipu hoaks AI dan tidak memverifikasi informasinya.
Kedua: Amien Rais tahu ini hoaks tapi tetap menggunakannya karena ada kalkulasi tertentu masuk ke isu orientasi seksual yang dikaitkan dengan ajaran agama adalah cara untuk menghidupkan sentimen keagamaan, tepat seperti yang pernah dilakukan terhadap Jokowi dengan isu ijazah palsu.
Konteks yang membuat opsi kedua terasa lebih masuk akal menurut Qodari:
Partai Ummat di Pemilu 2024 hanya mendapat 0,4% suara.
Dalam pertarungan internal PAN pun Amien kalah dua kali dari Zulkifli Hasan.
Secara elektoral Amien Rais berasal dari segmen yang sangat kecil.
Pak Amin Rais mungkin belajar dari isu-isu sebelumnya seperti Pak Jokowi diserang dengan ijazah palsu. Sekarang Teddy diserang dengan isu orientasi seksual yang dikaitkan dengan ajaran keagamaan.
Tentang pola yang sangat menarik dan ini yang bikin gue berpikir lebih jauh:
Qodari menyebut sebuah pola yang konsisten sejak Reformasi:
siapapun yang diserang habis-habisan oleh Amien Rais justru cenderung menang atau makin moncer.
Gus Dur diserang Amien tetap jadi presiden.
SBY dua periode.
Jokowi dua periode.
Zulkifli Hasan menang dua kali lawan Amien di internal PAN dan di pemilu.
Prabowo yang dua kali dilawan Amien dalam Pilpres menang di putaran terakhir.
Qodari bahkan dengan santai berkata kepada Teddy: "Mudah-mudahan bernasib sama seperti yang diseberangan sama Pak Amin sebelumnya."
Yang paling perlu diperhatikan dari seluruh drama ini:
Bukan soal Teddy gay atau tidak.
Bukan soal apakah Prabowo harus memecat Teddy.
Isu itu tidak bisa diverifikasi dan menurut gue tidak relevan untuk dikonsumsi publik tanpa bukti yang terverifikasi.
Yang paling penting adalah:
Di era AI, konten palsu yang meyakinkan bisa diproduksi dalam hitungan menit.
Dan konten itu bisa menjadi dasar pernyataan publik dari tokoh dengan gelar akademis tertinggi sekalipun.
Lagu AI itu dibuat bukan oleh tim produksi besar. Dibuat dengan prompt sederhana.
Dalam waktu sangat singkat.
Dan hasilnya cukup meyakinkan seorang profesor doktor untuk membangun argumentasi politik di atasnya.
Ini bukan hanya masalah Amien Rais.
Ini adalah masalah semua orang yang mengonsumsi informasi di media sosial tanpa verifikasi.
Qodari tidak menyerang Amien Rais secara personal. Dia menyerang premisnya dan premis itu runtuh dengan satu pertanyaan sederhana: apakah Bu Titiek benar-benar menyanyikan lagu itu?
Tidak.
Dan kalau fondasi argumentasinya salah seluruh bangunan di atasnya otomatis gugur.
Di era AI yang semakin canggih kemampuan untuk memverifikasi fakta paling dasar sebelum menarik kesimpulan dan menyebarkan informasi adalah keterampilan yang tidak bisa ditawar.
Bukan hanya untuk masyarakat awam. Tapi untuk siapapun yang mengklaim dirinya sebagai suara yang layak didengar publik.

Indonesia

Anies serba asli.
Lulusan UGM asli.
Ijazahnya asli.
Identitasnya asli.
Cerdas dan pinternya asli.
Prestasinya asli.
Sholehnya asli.
Pendukungnya asli tanpa tipu2.
#SiKurapPerusakNegara
#SiKurapPerusakNegara

Indonesia

@SarinembahFarm @Franken_blues Pengangguran? Sadar ga nulisnya nih... wkwkwkkwk
Indonesia

@Franken_blues B4j1ng4n Kau buzzer gila berani berani menyamakan Proklamator dengan pengangguran tidak lulus SMA!!!
Semoga keluargamu berantakan sesuai dengan pekerjaanmu, pengangguran!!!
Indonesia

Gibran istrinya cuma satu, ya jauhlah dibanding Soekarno.
Arif Wicaksono@arifbalikpapan1
Bung Karno disamakan dengan Gibran? Sudah pada nggak ngotak menjilatnya 😁
Indonesia

Pilihan yg waras…. 🔥🔥
Sedikitnya 150 kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi bergabung ke @PDI_Perjuangan Jawa Barat.
🤟🏻🤟🏻🤟🏻
Indonesia

Orang ini ketakutan kalau kesalahan rezim sebelumnya semua terbongkar ?
Kita “oposisi” utk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan yg dibuat rezim sebelumnya (rezim Jokowi), yang sepertinya bersama Anda.
Jelas ????
Hasan Nasbi@NasbiHasan
Orang normal beroposisi dengan pemerintahan yang sedang berlangsung. Orang yg di tahun 2026 beroposisi terhadap pemerintahan di masa lalu tidak bisa disebut normal.
Indonesia


@kompascom Tambah ahli yg membela kok malah minta sp3, wkwkwkkwk
Indonesia

“Tindak pidana yang diduga dilaporkan oleh Pak Jokowi dan tiga pelapor lainnya, sebetulnya sejak awal sudah menyalahi asas-asas legalitas KUHP,” kata Oegroseno.
Baca di: megapolitan.kompas.com/read/2026/02/1….
~WR #IjazahJokowi

Indonesia

@AirinDatangLagi Yg mencaci kan makhluk2 hina aja..
Bedakan presiden asli pilihan rakyat dan presiden hasil nyari yaa
Indonesia

@AirinDatangLagi Kebanggaan kami sih, ternyata pembenci Jokowi cuma akun2 astral penyuka media sampah...🤭
Indonesia

@aewin86 Pinternya anak ini, Twit dikasih tanda tanya, agar terhindar dari tuduhan pencemaran nama baik & fitnah... basi
Indonesia


















