Namiko retweetledi
Namiko
89 posts

Namiko retweetledi

“Bro kok cuan terus?”
Modal gue: trend + MA. Bukan tebak-tebakan.
Sisanya: disiplin 5 rules yang gue bahas di video kemarin.


IhsanAgaz @ihsanagaz
Siap-siap… Lo bukan kalah karena market. Lo kalah karena cara lo ngatur duit. 💸 5 rules biar akun lo gak gampang stop out dan trading lo bisa bertahan lama 👉 🎥 youtu.be/48_HNxWHoZQ
Indonesia
Namiko retweetledi

🚨 BULLISH NEWS FOR $CORE... We take a look at @Coredao_Org in numbers, and things are looking promising for the $BTC sidechain ⬇️
bsc.news/post/core-dao-…
English
Namiko retweetledi

JUST IN: 📺📈 #Bitcoin can "easily get to $200,000 before year-end," says Fundstrat's Tom Lee.
English
Namiko retweetledi
Namiko retweetledi
Namiko retweetledi

IHSG TURUN, PASAR SAHAM DAN PENGARUHNYA SAMA KEHIDUPAN RAKYAT JELATA
Dari dulu saya selalu bingung. Kenapa kalau nonton berita, di dashboard yang berhubungan sama bisnis, dan display lainnya yang terlihat penting, selalu ada minimal 2: kurs mata uang dan nilai indeks saham
Kurs mata uang saya masih paham lah, terutama kalau lagi ngurusin bisnis, pasti ada sedikit unsur perdagangan sama pihak dari luar negeri. Tapi saham, maksudnya apa?
Beberapa lama kemudian saya jadi paham bahwa indeks saham adalah salah satu INDIKATOR baik atau enggaknya kondisi overall sebuah negara. Lho kok bisa? Kan gak logis, kalau ada miliarder atau triliuner yang bisnisnya "gak laku", rakyat jelata kehilangan pekerjaan?
Simplenya, indeks harga saham secara gak langsung adalah cerminan dari banyaknya orang yang percaya diri (atau punya conviction) sama perusahaan-perusahaan yang ada di dalam suatu negara.
Kok bisa jadi punya conviction?
- Karena bisnisnya bagus
- Karena punya potensi bikin profit
dan lainnya
Di balik 2 faktor tadi ada:
- Lingkungan buat berbisnis yang enak (dari sisi masyarakat, kebijakan pemerintah, dan lainnya)
- Perkembangan jaman. Maksudnya kalau udah jaman AI kayak gini, masih berharap sama jualan sedotan stainless steel ya gak relevan. Bisa survive? Bisa. Tapi bisa thrive? akan sangat susah
Nah Indonesia ini agak PR dan agak susah di sini
- Lingkungan buat berbisnis yang enak? No komen. Monggo warga X lebih tau gak enaknya di sini mau berbisnis (dalam skala institusi dan korporasi ya. Kalau perorangan mungkin beda) gimana dibandingkan di luar negeri
- Perkembangan jaman? Nganu pak saat Amerika Serikat dan Cina sudah balapan di AI, manufaktur, space exploration, kita masih ngandalin ngeruk sumber daya alam. Sedikit sekali nilai tambahnya, dan kita pun bukan negara yang sumber daya alamnya kaya-kaya banget (Yes, kita semua diboongin sama buku pelajaran jaman SD yang bilang Indonesia kaya dan melimpah sumber daya alamnya). Kaya in a sense banyak, iya, tpai bukan yang wow bisa sampe bikin rakyat sejahtera banget. Apalagi sama manajemennya yang nganu
Oke balik lagi ke masalah IHSG yang gak beda jauh sama coin micin ini...
Di balik turunnya nilai IHSG, banyak sekali faktor yang dari dalam negeri. Silahkan kalian lebih tau apa aja faktor "negatif" yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintah sekarang...
Lalu kalau kita lihat di luar, teknologi semakin maju dan persaingan antar negara kayaknya makin ketat. Kita sebagai rakyat Indonesia yang katanya generasi emas mau gimana?
Mau cari kerja susah
Mau jadi pinter, pendidikan juga susah
Mau makan bergizi...emang iya gizinya mumpuni?
Pendapatan buat hidup layak juga gak mumpuni
dan faktor lainya
Jadi gimana ini?
Saya akan langsung kasih tips praktikal buat kalian. Karena saya malah melihat banyak potensi dan kesempatan di masa sulit ini. Justru walaupun "Indonesia Gelap" itu bener, kalau kita lihat dari sisi yang tepat, bisa jadi kita melihat sumber cahaya
Yuk kita bahas di bawah
Indonesia
Namiko retweetledi
Namiko retweetledi
Namiko retweetledi
Namiko retweetledi
Namiko retweetledi

Lagi rame Tren #KaburAjaDulu, coba kita lihat dari perspektif investor crypto.
Kerja di Indo, UMR Rp5 juta = $300. Kecil banget kalau buat nabung BTC.
Sementara di Australia, kerja serabutan aja bisa dapet $4,000+ per bulan. Enak banget buat DCA $BTC.
Indonesia





