Ugieek
1.2K posts


Semakin kesini kelakuan kaum otak udang semakin mirip Dajjal, sebar fitnah sana-sini agar masyarakat membenci pemerintahan yang sah.
Beredar foto prajurit TNI mengangkat syal bertuliskan "I Love Israel".
Prajurit itu disebut bertugas di Lebanon.
Namun setelah ditelusuri, foto tersebut merupakan hasil manipulasi.
instagram.com/p/DXG3TxjE0rz/…
Indonesia

🇮🇹 Meloni: “Komentar Trump terhadap Bapa Suci tidak dapat diterima.”
🇺🇸 Trump: “Dialah yang tidak dapat diterima. Dia tidak peduli jika Iran memperoleh senjata nuklir dan meledakkan Italia dalam dua menit.”
🇮🇹 Meloni: “Sejauh yang saya ketahui, sembilan negara memiliki senjata nuklir, dan hanya satu yang pernah menggunakannya. Negara itu adalah Amerika Serikat. Tuan Trump harus meredam nada bicaranya. Tidak ada yang melempar ancaman nuklir seperti Washington, dan dia harus menjaga ucapannya.”

Indonesia

@sosmedkeras Mulai lagi..
1. Viral
2. Polisi dipanggil DPR
3. Polisi dikeramasin sama DPR
4. Polisi bilang sesuai UUD pasal sekian2
5. DPR bilang gak bisa tidak sesuai UUD liat pasal lain
6. Korban dibebaskan
7. Polisi dimutasi
8. Semua bahagia..
BEGITU TERUS CERITANYA..
Indonesia

Telah viral di media sosial, seorang siswi asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang mengaku menjadi tersangka.
Dalam video yang beredar, dia jadi tersangka setelah menyelamatkan ayahnya dari dugaan pengeroyokan, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, siswi berinisial L (15) menyampaikan bahwa dirinya bersama sang ayah dilaporkan ke Polres Langkat atas dugaan pengeroyokan oleh seorang pria bernama Indra Bangun.
“Di mana saya sebelumnya dan bapak saya korban ini menjadi tersangka,” ucap L dalam video yang beredar. Ia mengaku ayahnya kini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Pura, sementara dirinya tidak ditahan karena masih berstatus pelajar.
“Sekarang bapak saya sudah ditahan di Rutan Tanjung Pura. Dan saya masa penangguhan karena masih sekolah,” ujarnya. Dalam video itu, L juga memohon keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara, hingga Komisi III DPR RI.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar menjelaskan, kasus tersebut bermula dari perselisihan antara ayah L, Japet, dengan Indra.
Menurut Ghulam, keduanya masih memiliki hubungan keluarga dan bertetangga di Desa Turangi, Kecamatan Salapian.
Ia menyebut, Japet beberapa kali menuduh Indra menampung buah sawit hasil curian dari ladang tempatnya bekerja. Perselisihan itu kemudian berujung perkelahian di rumah Japet pada 4 Oktober 2025.
Dalam kejadian tersebut, L disebut ikut terlibat.
“Kalau anaknya itu, dia ikut gigit dan mencakar Indra,” ungkap Ghulam.

Indonesia

DPR RI sudah bilang tidak ada landasan konstitusi untuk blanket overflight.
Tapi kenapa pemerintah tetap lanjut ngebahas?
Kalau dari awal sudah dianggap gak punya dasar, ini yang lagi dirundingkan sebenarnya apa?
Kepentingan nasional… atau cara halus buat mengakali konstitusi?
Setelah BoP, sekarang giliran wilayah udara?
Kewenangan DPR itu memang untuk dijalankan… atau cuma formalitas yang bisa dilewati?

Indonesia


@msaid_didu Udah gak usah nyinyirin jokowi mulu.. buang2 energi negatif..
Indonesia

@tempodotco Bukan gelap pak tp indo 2030 bubar. Kata siapa gitu...lupa saya, pasti matanya kurang bagus dan hatinya gak tulus juga..ckckckck
Indonesia

@NyaiNeneng Pak kata bahlul kita harus ngirit...
Jangan jalan2 mulu..
Indonesia

Presidennya doyan jln2, wakilnya ogeb. Berasa negara yatim piatu 😌
TxtdariHI@TxtdariHI
Selamat melakukan jalan2 luar negeri untuk rakyat pak 🫡
Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak serta tidak melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM).
Imbauan ini disampaikan di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasokan energi global akibat konflik geopolitik yang belum mereda.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan di Jawa Tengah dan dipantau secara daring dari kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Bahlil juga mencontohkan penggunaan energi di tingkat rumah tangga. Ia menekankan pentingnya efisiensi, termasuk dalam penggunaan gas LPG saat memasak.
"Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros," tuturnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
"Tolong, SPBU ini bukan untuk industri. Tolong dipakai dengan bijaksana,” imbau Bahlil.
“Saya mohon kepada saudara-saudara, oknum-oknum yang melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu Pertiwi, sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu Pertiwi yang bijak. Cara-cara itu (penimbunan) saya mohon sudahlah, jangan dilanjutkan,” ujar Bahlil.
Baca selengkapnya disini : viva.co.id/bisnis/1888176…
____
#vivanews #bahlil #energi

Indonesia

Anak Saya Putri Papuana Melanesiani Pigai akhirnya sudah wisuda di Sekolah Kuliner Bergengsi Terbaik Nomor 1 Dunia Le Cordon Bleu di Eropa. Dulu dia sekolah di Amerika Serikat dan Sekarang di Eropa. Akhirnya lulus di Sekolah Top Dunia.
Anak Sy Putra salah satu generasi muda brilian, alumni Pangudi Luhur Jakarta sering juara dan siswa berprestasi dan saat ini kuliah S1 di salah satu sekolah terbaik dan tersulit dunia di Tokyo Jepang, yang suatu saat akan dilirik atau minimal Presiden Freeport atau Pimpin Smelter Freeport dimiliki Jepang di Gresik. Itu keinginan Saya sebagai orang tua but let’s see the subsequent😀
Mereka sekolah saatnya Ayahnya bekerja sebagai oposisi dan aktivis jalanan. Sekarang Saya tidak punya rumah dan tanah dan tercatat di LHKPN KPK sebagai Menteri Termiskin di Kabinet. Tetapi prestasi anak2 Saya bernilai tinggi. Saya tidak sombongkan diri Saya termasuk Menteri yg anak2nya masuk Sekolah2 Top Dunia.😀🙏
Mereka sekolah tanpa biaya Pemerintah, tanpa biaya LPDP seperti anak2 pejabat Indonesia pada umumnya dan juga anak Capres yang mantan Menteri dan Gubernur yang dapat biaya LPDP itu.
By the way “mereka dua tidak tahu kantor saya dan selalu naik taksi, Grab, bawa motor dan bahkan 1 pegawai Kementerian HAM pun tidak kenal. (Boleh tanya mulai dari Securiti, OB, sampai Dirjen/ Sekjen dan semua Pejabat).
Sampai di sini kita bisa renungkan kualitas dan integritas, karakter, kapasitas, moralitas orang tuanya karena “Buah Matoa tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya”.




Indonesia
























