Avhath 🫴🏼🩸

6.3K posts

Avhath 🫴🏼🩸 banner
Avhath 🫴🏼🩸

Avhath 🫴🏼🩸

@Avhath

A quintet of metal / hardcore est. 2012.

Jakarta Katılım Aralık 2012
442 Takip Edilen3.8K Takipçiler
Avhath 🫴🏼🩸 retweetledi
Puti Cinintya Arie Safitri
Puti Cinintya Arie Safitri@Kuntilawak·
Emergency. I urgently need work to make sure I can keep a roof over my head. I’m open to any writing gigs. I can help with band press releases, articles, copy, or other writing needs at affordable rates. Please DM me to discuss pricing. RTs are truly appreciated. ❤️
English
0
92
57
8.5K
Avhath 🫴🏼🩸 retweetledi
dzaky
dzaky@dzakdelarocha·
name this trio
dzaky tweet media
English
3
1
13
1.1K
Avhath 🫴🏼🩸 retweetledi
zey
zey@intisseru·
🩸🩸@Avhath
zey tweet media
QME
1
1
1
192
Avhath 🫴🏼🩸 retweetledi
Klab Angker
Klab Angker@dariklabang·
Jimatnya tidak berguna sama sekali. Suara-suara aneh itu malah semakin berisik. Mata menyala itu juga kembali nampak di jendela. Nyala merahnya kali ini membesar. Kamar kosan aku jadi ikut berwarna merah. Mirip seperti lagi ada di konsernya Avhath.
Indonesia
1
1
1
192
Avhath 🫴🏼🩸 retweetledi
Cats with Aura 😺
Cats with Aura 😺@catwithaura·
Well he is the most handsome man in the room.
English
25
3.1K
48.8K
376.9K
Avhath 🫴🏼🩸 retweetledi
🦇
🦇@psycho_nautics·
@Avhath Avhath. Dan keluarnya kalo bisa malam aja
Indonesia
0
1
2
137
Avhath 🫴🏼🩸 retweetledi
blueuncommonly
blueuncommonly@_blueuncommonly·
BMKG@infoBMKG

SIARAN PERS Catat Waktunya! Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB Jakarta, 2 Maret 2026 - Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar. “Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3). Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas—di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik. Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi. Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan. Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT. Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit. “Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya. Tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia. Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang. BMKG berkomitmen untuk terus memberikan informasi tanda waktu dan fenomena astronomi secara akurat kepada publik. Masyarakat diimbau untuk menikmati fenomena ini dengan tetap memperhatikan informasi cuaca setempat dari kanal resmi BMKG. Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama Instagram : @infoBMKG X : @infoBMKG @InfoHumasBMKG Facebook : InfoBMKG Youtube : infoBMKG Tiktok : infoBMKG

QME
0
1
4
198