chiolaal

7.2K posts

chiolaal

chiolaal

@AzadiRio

Life long learner

Katılım Ekim 2021
183 Takip Edilen402 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
chiolaal
chiolaal@AzadiRio·
ILUSI TOXIC SURVEI OPINI MAYORITAS utas pribadi u/ renungan.. (Gambar hanya ilustrasi pemanis)
chiolaal tweet media
Indonesia
2
7
11
6.2K
chiolaal retweetledi
Grok
Grok@grok·
@nksthi Gibran Rakabuming Raka.
Indonesia
36
187
1K
62.2K
chiolaal retweetledi
Al Jazeera English
Al Jazeera English@AJEnglish·
Indonesian authorities have shut down several screenings of a new documentary on alleged human rights abuses in Papua, including Indigenous land seizures. Rights groups and international media still face restricted access to the region. Al Jazeera’s @JesWashington reports.
English
173
13.2K
18.2K
1M
chiolaal retweetledi
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
Distrust itu ga butuh sponsor. Rupiah 17.700, BI keluarkan $10 miliar cadangan devisa dalam 4 bulan, tax ratio terendah ASEAN, 15.425 orang PHK , itu data BI, BPS, dan Kemnaker, bukan konten buatan yayasan asing. Kalau setiap kritik langsung dituduh bayaran luar negeri, yang sebenernya takut bukan rakyatnya , tapi pemerintahnya.😃 Papua, demokrasi, reformasi TNI terus digoreng? Karena masalahnya memang belum selesai , bukan karena ada yang bayar. Dan narasi "semua kritik = asing" itu jauh lebih berbahaya , itu cara basi matiin perdebatan tanpa perlu jawab faktanya. 😁 Dulu labelnya PKI, sekarang Soros. Labelnya beda, fungsinya sama: tutup mulut orang yang benar😁🤮
Indonesia
0
2
7
595
chiolaal retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Raymond Chin baru curhat tentang keresahan dia dengna pemeritah sekarang Dan isi curhatnya menurut gue adalah paling berani yang pernah diucapkan oleh seorang content creator bisnis besar Indonesia tentang kondisi negara kita sekarang. Judulnya: "Gw Muak Dengan Komunikasi Pemerintah Sekarang." Dan dia bukan oposisi. Bukan aktivis. Bukan pengamat politik. Dia adalah orang yang selama ini fokus ngajarin anak muda Indonesia soal bisnis dan AI. Tapi ada satu titik di mana diam tidak lagi bisa dipertahankan. Dan ini yang Raymond katakan langsung, tanpa filter: "Harusnya dari jajaran pemerintah sadar bahwa praktik ini bukan lagi borderline menyesatkan. Ini sudah manipulasi narasi. Cherry picking." The Economist nulis Indonesia lagi di rute yang sangat berbahaya. Dan respons pemerintah: Majalah bego. Enggak sepintar gua. Instansi pemerintah bilang ke reporter: 'Anda tidak mengerti ekonomi. Anda bodoh. Belajar lagi. Logikanya di mana? Kalau tim Anda kuat jelaskan duluan. Ternyata enggak kuat-kuat amat Dan ini yang paling menohok dari seluruh videonya Raymond menyebut dua kemungkinan yang sama-sama mengerikan. Kemungkinan pertama yang terbaik: Pemerintah tahu ada masalah besar. Tapi sengaja komunikasi bahwa semua baik-baik saja untuk menenangkan warga. Di balik layar mereka sedang kerja keras mencari solusi. Kemungkinan kedua yang terburuk: Pemerintah bilang tidak ada masalah dan mereka benar-benar percaya tidak ada masalah. Tidak ada yang fokus memikirkan solusi karena mereka yakin tidak ada yang perlu diselesaikan. "Itu menurut gua kebodohan paling fatal yang bisa dilakukan oleh instansi Republik Indonesia." Dan dari semua pernyataan pejabat yang sudah kita lihat selama ini Purbaya bilang fundamental kuat, Perry mengganti definisi stabilitas, Prabowo bilang orang desa tidak pakai dolar pertanyaan Raymond sangat relevan: Mereka pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu? Dua-duanya berbahaya. Tapi yang kedua jauh lebih mengerikan. Dan ini soal narasi rupiah melemah yang katanya bagus: Ada yang bilang: rupiah melemah itu bagus karena ekspor kita jadi lebih kompetitif. Devisa masuk lebih banyak. Raymond langsung potong: Justru ekspor kita melambat growth-nya dan impor naik. Angka dari mana bilang pelemahan rupiah itu bagus? 70% bahan baku produk jadi sehari-hari di Indonesia adalah impor. Artinya: rupiah melemah bahan baku impor makin mahal biaya produksi naik harga barang naik daya beli rakyat turun. Dan narasi yang bilang rupiah melemah itu bagus adalah narasi yang hanya masuk akal kalau kita tidak melihat data ekspor yang sebenarnya. Alias: cherry picking. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh situasi: Raymond menunjukkan video Perdana Menteri Singapura yang sedang viral: "I cannot promise that there will be no disruption. We may not be able to protect every job. But we will protect every worker." Singapura yang katanya lebih otoriter dari Indonesia bisa lebih jujur dari kita. Bisa bilang ada masalah. Bisa bilang ada yang perlu diperbaiki. Bisa bilang tidak semua akan aman. Dan itu justru yang membangun kepercayaan. Bukan karena Singapura sempurna. Tapi karena pemimpinnya tidak berpura-pura sempurna. Sementara Indonesia yang mengklaim dirinya demokratis justru merespons kritik media internasional dengan menghina kecerdasan reporternya. Dan ini yang paling fundamental dari seluruh video Raymond: "Kalau ekonomi melambat, kalau rakyat lagi susah ya udah so be it. Memang lagi susah. Tapi kalau itu ditambah dengan komunikasi yang ugal-ugalan, instansi yang merendahkan rakyat dan menyalahkan cara berpikir kritis di situ baru menurut gua negara ini sudah dung." "Siapa yang mau tinggal di Indonesia? Siapa yang mau berkarya di Indonesia? Siapa yang mau masuk ke pemerintahan? Ujung-ujungnya bukan yang pintar lagi tapi yang sekedar mau mengeruk dari sistem yang sudah rusak." Ini bukan ancaman Ini adalah pernyataan tentang bagaimana brain drain terjadi. Orang-orang terbaik Indonesia pergi bukan karena tidak cinta negara tapi karena sistem yang tidak menghargai kejujuran dan pemikiran kritis tidak punya ruang untuk mereka. Dan yang tersisa: mereka yang mau masuk bukan untuk memperbaiki tapi untuk mengambil bagian dari yang sudah rusak. Dan ini yang paling relevan dengan semua yang sudah kita bahas: Mahfud MD: Proses bubarnya negara berjalan di atas distrust lalu disobedience lalu disintegrasi. Dr. Tirta: Kebodohan struktural. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin warga yang pintar. Ahok: Yang paling dikhawatirkan oknum pejabat jangan ada yang punya ide nolong rakyat. Karena kalau ada ide ini rakyat akan tanya: kenapa dia bisa, lu enggak bisa? Dan Raymond Chin 3,4 juta subscriber, fokus pada bisnis dan AI terpaksa bikin video tentang komunikasi pemerintah. Bukan karena dia mau jadi oposisi. Tapi karena ada titik di mana diam sudah menjadi bagian dari masalah. "Ada satu titik tertentu di mana kata-kata yang harusnya menenangkan itu jadi manipulatif dan menyesatkan. Itu tidak boleh. Rupiah di Rp17.700. IHSG di level terendah sejak COVID. Investor kabur. Ekspor melambat. Impor naik. Daya beli turun. Dan respons resmi: ekonomi sehat, fundamental kuat, orang desa tidak pakai dolar, The Economist bego, yang mengkritik tidak mengerti ekonomi. Di satu sisi ada rakyat yang setiap hari membuka dompet dan merasakan semua angka itu. Di sisi lain ada pejabat yang setiap hari membuka podium dan mengatakan semua baik-baik saja. Jarak antara dua realita itu semakin hari semakin lebar. Dan semakin lebar jarak itu semakin dalam lubang yang sedang digali. Bukan karena masalahnya tidak bisa diselesaikan. Tapi karena yang seharusnya menyelesaikan masalah sibuk meyakinkan semua orang bahwa tidak ada masalah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
36
344
834
50.3K
chiolaal
chiolaal@AzadiRio·
@dimarsasongko98 KLau diperhatikan, di twit yang njenengan QRT, responnya bener bener keliatan ga organiknya. Keliatannya buzzer buzzer sang politisi 😅
Indonesia
0
0
0
16
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
25 TAHUN bro, bukan 25 hari. Kalo dokter udah pegang pasien selama itu tapi pasiennya makin sekarat, lo masih mau bilang "tenang, dokternya ngerti masalahnya kok"? Ngerti tapi ga ngapa-ngapain itu namanya GAGAL, bukan berani jujur. dia LIMA periode bro, ngitung dulu sana. Lo lagi ngebela orang yang 25 tahun nyimpen masalah terus sekarang pura-pura jadi pahlawan pas udah mau pensiun. Itu mah bukan berani, itu namanya cuci tangan🤮
NKRI_0607@RD_4WR1212

elu sih cuma mau mengingkari kebenaran yang zulhas ungkapkan, Justru karena sudah lama berada di pemerintahan, Zulkifli Hasan paham betul akar masalahnya. Mengakui adanya ketimpangan dan kerusakan lingkungan bukan berarti gagal, tapi menunjukkan keberanian untuk jujur dan mendorong pembenahan. Perubahan besar memang tidak selesai dalam satu periode jabatan.

Indonesia
1
0
3
92
chiolaal retweetledi
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
Lho....lo malah ngasih bukti yang nembak argumen lo sendiri ini namanya DXY (dolar vs euro/pound/yen) justru TURUN 10% sejak 2025 , dolar melemah terhadap mata uang Eropa. Tapi rupiah tetep jatuh ke Rp17.700an. Kenapa? Ini bukan konspirasi , ini 'flight to quality': saat global chaos, investor kabur dari Emerging Markets ke safe-haven. Rupiah, Baht, Ringgit sama2 kena bukan karena disasar, tapi karena risikonya dianggap mirip. Lo ngaku paham trading valas tapi lupa konsep paling dasar: risk-off.😅😅🤣
Indonesia
2
2
6
284
chiolaal retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita dari Kabupaten Pati yang menurut gue paling menggambarkan betapa tidak pahamnya sebagian pejabat daerah tentang kondisi rakyat kecil yang mereka pimpin. Pemkab Pati sedang menggodok aturan pajak UMKM. Target wajib pajaknya: omzet di atas Rp6 juta per bulan. Rp6 juta per bulan. Dua ratus ribu rupiah per hari. Berhenti sejenak dan pikirkan ini: Rp6 juta per bulan itu omzet bukan keuntungan. Bukan gaji. Bukan yang masuk ke kantong. Omzet adalah total uang yang masuk sebelum dipotong semua biaya. Biaya bahan baku. Biaya sewa lapak. Biaya gas, listrik, plastik, kemasan. Biaya transportasi. Biaya semua yang habis untuk produksi. Pedagang gorengan yang jual Rp200.000 per hari omzetnya Rp6 juta per bulan. Tapi dari Rp200.000 itu bahan bakunya berapa? Minyaknya berapa? Tepungnya berapa? Gasnya berapa? Yang bersih masuk kantong mungkin Rp50.000-70.000 per hari. Rp1,5-2 juta per bulan. Dan orang itu akan dikenai pajak daerah. Dan ini yang lebih mengejutkan: Plt Bupati Pati bilang Rp6 juta itu tergolong tinggi dibanding daerah lain. Di Rembang batasnya Rp1,5-2 juta per bulan. Di Kudus Rp4,5 juta per bulan. Artinya ada daerah di Indonesia yang mau memajaki pedagang kecil yang omzetnya hanya Rp1,5 juta per bulan. Lima puluh ribu rupiah per hari. Dan itu disebut kebijakan perpajakan yang adil. Dan ini konteks yang tidak boleh dilupakan: Indonesia sedang dalam kondisi: Rupiah di Rp17.700. Harga bahan baku naik karena kedelai, gandum, minyak goreng semuanya impor dalam dolar. Badai PHK sedang mengintai. 150 karyawan Alfamart di Lombok Tengah baru kehilangan pekerjaan karena gerai ditutup paksa. Kelas menengah menyusut dari 57 juta ke 46 juta orang. Di tengah kondisi itu pemerintah daerah mau memungut pajak dari pedagang yang omzetnya Rp200.000 per hari. Dan ini yang paling pedas: Prabowo sudah bilang berkali-kali bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Bahwa rakyat kecil harus dilindungi. Bahwa kebijakan harus pro rakyat. Tapi di lapangan gerai ritel swasta ditutup paksa atas nama koperasi daerah. Pedagang kecil mau dikenai pajak atas omzet yang bahkan tidak cukup untuk menutup biaya hidupnya. Dan Alfamart yang memberi pekerjaan kepada ratusan orang tamatan SMA ditutup dengan alasan Perda. Narasi di atas: pro rakyat. Kenyataan di bawah: rakyat diperas dari semua arah. Dan ini yang paling fundamental untuk dipahami: Pajak dari omzet itu berbeda dengan pajak dari keuntungan. Pajak penghasilan dikenakan dari apa yang benar-benar diterima. Tapi kalau pajaknya dari omzet lo bisa rugi pun tetap harus bayar pajak. Bayangkan pedagang bakso yang bulan ini sepi karena hujan terus. Omzetnya Rp6 juta tapi biayanya Rp5,5 juta. Untung bersihnya hanya Rp500.000. Tapi dia tetap masuk kategori wajib pajak. Itu bukan sistem perpajakan yang adil. I tu sistem yang memungut dari orang yang bahkan belum tentu untung. Di saat rupiah melemah, harga bahan baku naik, lapangan kerja menyusut, dan rakyat kecil sudah kesulitan bertahan ada pemerintah daerah yang sedang merancang cara untuk memungut pajak dari pedagang yang penghasilannya Rp200.000 per hari. Bukan dari konglomerat tambang yang royaltinya hanya 3-4%. Bukan dari perusahaan besar yang konsesinya diberikan kepada satu keluarga seluas ratusan ribu hektar. Tapi dari tukang gorengan. Tukang bakso. Pedagang warung. Yang omzetnya Rp6 juta per bulan. Kalau ini yang disebut sistem perpajakan yang adil dan terukur maka gue perlu tahu adil dan terukur untuk siapa?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
11
10
18
2K
chiolaal
chiolaal@AzadiRio·
@Big83717Dude @Ardaffaf Masyarakat wajar masih tetap skeptis.. Freeport dulu aja digadang2 Diatas kertas cuan gede... Tapi nyatanya tetap anggaran defisit, rakyat miskin masih banyak, manfaat langsung ke rakyat ga terasa. Janji hilirisasi juga "katanya" Akan cuan gede.. Tp skrg blm ada efeknya
Indonesia
0
0
0
142
Dude Big Falcon
Dude Big Falcon@Big83717Dude·
@AzadiRio @Ardaffaf Mau ntar ada korupsi juga, nilai transfer pricing dan under invoicing itu terlalu gede. Tetap negara akan cuan gede, sekalipun korupsinya gila-gilaan.
Indonesia
1
0
0
153
Ardaffa 😇 🟦🟧
Kemaren itu memang gw sempet kaget soal kebijakan ekspor satu pintu yang diumumin Presiden Prabowo dan sempet khawatir soal dampaknya gimana. Gw coba tanya ke orang" yang memang paham soal masalah ekspor ini gimana dan jawabannya sama persis kayak yang di post Bu Susi. (1/2)
Susi Pudjiastuti@susipudjiastuti

@Strategi_Bisnis Justru ini yg terjadi sekarang. Unreported, Undervalue invoice/ transfer pricing. Penerimaan negara jadi kurang. Makanya dibuat satu pintu supaya transparan!

Indonesia
8
28
211
44.1K
chiolaal retweetledi
Blue Candle
Blue Candle@bluecandleway·
Kartun ini memang cocok ditimpa-timpa hahaha
Indonesia
69
4K
11.3K
213.6K
chiolaal retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada satu ironi yang menurut gue paling menggelikan sekaligus paling mengungkapkan dari seluruh kebijakan Prabowo sejak jadi presiden. Setiap kali ada ekonom yang mengkritik kebijakan ekonominya langsung dituduh antek asing. Agen Soros. Tidak nasionalis. Mau menghancurkan Indonesia. Ferry Latuhihin yang prediksinya terbukti tiga kali dituduh antek asing. Mahfud MD yang mengkoreksi pernyataan soal dolar diserang warganet terorganisir. Siapapun yang berani bilang ada yang salah langsung dicap tidak cinta Indonesia. Dan sekarang Prabowo membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia badan baru yang akan menjadi satu-satunya fasilitator ekspor batu bara, CPO, dan ferroalloy mulai 1 Juni 2026. Ini bukan perusahaan kecil. Ini akan mengendalikan ekspor komoditas strategis Indonesia sektor yang menghasilkan ratusan miliar dolar devisa setiap tahunnya. Dan siapa yang ditunjuk jadi Direktur Utama perusahaan sepenting ini? Luke Thomas Mahony. Warga negara Australia. Seluruh karirnya dibangun di perusahaan tambang multinasional asing yang beroperasi di berbagai negara. Dan sekarang dia ditunjuk untuk memimpin badan yang akan mengendalikan seluruh ekspor sumber daya alam strategis Indonesia. Dan ini yang paling menggelikan: Prabowo sering bilang sumber daya alam Indonesia selama ini dikuasai asing. Under invoicing merugikan negara karena perusahaan asing mencatatkan transaksi di bawah harga riil. Devisa lari ke luar negeri. Solusinya? Bentuk badan baru untuk mengontrol semua ekspor itu. Siapa yang memimpin badan baru itu? Orang asing. Mantan direktur perusahaan tambang multinasional asing. Yang jaringannya, yang latar belakangnya, yang seluruh karir profesionalnya ada di ekosistem tambang internasional yang selama ini disebut Prabowo sebagai bagian dari masalah. Dan yang mengkritik semua ini dituduh antek asing. Dan ini yang paling pedas: Narasi Prabowo selama kampanye dan awal menjabat sangat jelas: nasionalisasi sumber daya alam. Hentikan penguasaan asing. Kembalikan kekayaan negara untuk rakyat. Tapi implementasinya: Danantara mengelola aset BUMN tanpa transparansi dengan keponakan presiden di puncak strukturnya. Ekspor komoditas dimonopoli satu badan baru yang direkturnya warga Australia mantan perusahaan tambang multinasional. IHSG ambruk 3% hanya dari rumor kebijakan ini. Investor asing kabur. Kepastian regulasi nol. Jadi pertanyaannya sangat sederhana: Siapa sebenarnya yang antek asing yang mengkritik kebijakan ini, atau yang merancang dan menjalankannya? Dan ini logika yang paling dasar: Kalau niatnya benar-benar memberikan sumber daya alam Indonesia untuk rakyat Indonesia mengapa orang pertama yang dipercaya memimpin badan pengelolanya adalah warga negara asing dengan seluruh rekam jejak di perusahaan tambang multinasional? Bukan karena tidak ada orang Indonesia yang kompeten di bidang ini. Indonesia punya ahli pertambangan, ahli keuangan komoditas, ahli tata kelola ekspor yang sangat kompeten. Tapi yang dipilih adalah mantan direktur Vale Indonesia perusahaan Brasil yang sebelumnya di BHP Billiton perusahaan Australia. Kalau itu bukan antek asing gue tidak tahu definisi apa yang lebih tepat. Setiap kritik dari dalam negeri disebut tidak nasionalis. Setiap ekonom yang memperingatkan disebut agen asing. Setiap media yang meliput sisi gelap kebijakan ini didekati untuk ganti pemred. Tapi badan yang akan mengendalikan seluruh ekspor sumber daya alam Indonesia dipimpin warga Australia. Dan tidak ada yang boleh mempertanyakannya. Karena yang mempertanyakan antek asing. Ini bukan ironi biasa. Ini adalah cermin yang sangat jelas tentang bagaimana narasi nasionalisme digunakan bukan untuk melindungi rakyat tapi untuk membungkam siapapun yang berani bertanya: uangnya pergi ke mana dan siapa yang benar-benar diuntungkan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
47
189
384
22.2K
chiolaal
chiolaal@AzadiRio·
@kompascom Ngomong pelaku nya mafia, tapi sekian tahun jadi pejabat mafianya ga ketauan, atau ga diapa apain? Terus kuasa dan SD dianggap ga becus? Saran : sebaiknya dibilang saja pelakunya Alien. InsyaAllah rakyat akan lebih maklum. Kan Alien teknologi lebih maju dan lebih cerdas.
Indonesia
0
0
0
25
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Baca di sini: money.kompas.com/read/2026/05/2… Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut tata kelola minyak goreng di Indonesia sulit dikendalikan akibat ulah mafia pangan, karena meski Indonesia menjadi eksportir minyak goreng, harga di pasar domestik tetap kerap mengalami kenaikan. ~IQ #minyakgoreng #Mentan #mafia
Kompas.com tweet media
Indonesia
357
57
161
38.5K
chiolaal retweetledi
The Japan Times
The Japan Times@japantimes·
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. ebx.sh/zikbcA
English
584
20.7K
29.3K
2.1M
chiolaal retweetledi
alfin rizal
alfin rizal@alfinrizalisme·
ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik🥹 “karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.”
Indonesia
2.1K
17.2K
47.9K
4M
chiolaal retweetledi
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
Pak, bapak ini lulusan LSE ngomong The Economist 'pilih data selektif'. Defisit 2,92% PDB 2025 itu FAKTANYA defisit terlebar dalam 20 tahun di luar COVID , dikonfirmasi Bloomberg & Kemenkeu sendiri. Jadi sebenernya siapa yang selektif, Pak?😁 Bapak bantah The Economist pakai kata 'jurang ontologis' dan 'cermin retak' , keren kedengarannya. Tapi satu angka pun yang salah dari artikel itu nggak bisa bapak tunjukin. Kalau mau debat data, lawan datanya pak. Jangan lawan diksinya😁
Indonesia
4
26
117
2.6K
FADLI ZON
FADLI ZON@fadlizon·
Saya baru selesai membaca The Economist. Setiap angka memiliki cerita. Setiap kebijakan memiliki konteks. Setiap proses pembangunan memiliki arah yang sedang dibentuk. Video ini mengajak kita melihat sejumlah data, perkembangan ekonomi, investasi sumber daya manusia, dan langkah-langkah yang sedang dijalankan Indonesia hari ini. Dan ini baru awal pembahasannya di part selanjutnya, kita akan membahas lebih jauh tantangan, peluang, serta posisi Indonesia di tengah perubahan global yang terus bergerak cepat. #MegadiversityFZ #FadliZon
Indonesia
69
27
113
33.1K
chiolaal retweetledi
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
Hmm Rupiah 'dikerjai IMF'🙃 Faktanya: investor asing jual SBN Rp12 triliun + saham Rp49 triliun, terus Moody's & Fitch downgrade outlook Indonesia karena policy uncertainty dan kekhawatiran fiskal. Itu bukan sabotase , itu pasar bereaksi terhadap fundamental. Bedain konspirasi sama ekonomi pak😁 Rupiah udah Rp17.700an , rekor terlemah sepanjang sejarah, lebih parah dari krisis 1998. Dan ini yang paling parah seASEAN tahun ini. Thailand, Vietnam, Filipina kena tekanan global yang sama , tapi rupiah yang paling babak belur. Harusnya Tanya kenapa, jangan tanya siapa yang 'ngerjain'.😁😁😁😁
Indonesia
1
2
10
377