Miss Tweet |@Heraloebss
Penjual babi menjual daging babi kepada orang yang memang mengonsumsinya. Itu transaksi yang terjadi di antara pihak-pihak yang sama-sama memahami dan menyepakati pilihan masing-masing.
Lalu mengapa orang yang tidak makan daging babi harus merasa terganggu?
Dalam masyarakat yang majemuk, setiap orang punya keyakinan dan batasannya sendiri. Ada yang memilih mengonsumsi, ada yang memilih menghindari. Selama tidak ada pemaksaan, penipuan, atau pelanggaran aturan, perbedaan itu seharusnya tidak menjadi sumber kemarahan.
Toleransi bukan berarti kita harus setuju atau ikut melakukan. Toleransi berarti kita teguh pada prinsip kita, sambil memberi ruang orang lain menjalankan prinsipnya.
Yang tidak makan, silakan tetap pada keyakinannya. Yang makan, silakan menjalankan pilihannya. Keduanya bisa hidup berdampingan tanpa saling merendahkan.
Karena kedewasaan dalam keberagaman bukan diukur dari seberapa keras kita bereaksi, tapi seberapa tenang kita menjaga batas tanpa mengusik pilihan orang lain.