
Karin Bahtera
176 posts


Karin Bahtera retweetledi
Karin Bahtera retweetledi
Karin Bahtera retweetledi
Karin Bahtera retweetledi
Karin Bahtera retweetledi


@alisyarief siap kang Dodi kita perlu hati2 dengan KDM.... jangan mudah tertipu dengan seolah "orang baik".... tapi kalo nyakitin umat Islam.... talapung ku dewek
Indonesia
Karin Bahtera retweetledi

@duasejoli561761 @alisyarief memang sih perlu diwaspadai kdm ini...gaya jkw yg dipake..ngeri ada bohir tebel dibelakangnya itu..perlu hati2, seolah mengangkat tema2 kerakyatan.. ujung2nya rakyat jg yg diinjak, umat islam banyak dizalimi...waspadalah waspadalah
Indonesia


@TaliUdeng hadeuh ngan sakitu yeuh..euweuh tegilna euy dipacok... ngerakeun aing euy
Indonesia
Karin Bahtera retweetledi

Ya inilah.. Masalah yang sama selalu bermunculan dimana mana & berulang... ga ada rasa takut pelaku sbg pelaksana yang bermasalah...program sebaik apapun kalo dilaksanakan dengan buruk ya ambruk namanya
x.com/i/status/20120…
Satyam Eva Jayate!!!@PaltiHutabarat
😁😂🤣
Indonesia
Karin Bahtera retweetledi
Karin Bahtera retweetledi

Negeri ini ntah kedepan akan jd seperti apa..buanyak banget masalah & bertumpuk sulit penyelesaian, SULIT menemukan pejabat yang BENER LURUS BERANI bertindak TEGAS terhadap penyimpangan yg membuat efek jera pelaku bkn seolah pembiaran, mslh terus berulang
x.com/i/status/20116…
💞🇲🇨F꙯A꙯🇲🇨💞@FaGtng
........📸
Indonesia
Karin Bahtera retweetledi
Karin Bahtera retweetledi
Karin Bahtera retweetledi

Sowannya dua orang Tersangka kepada orang yang mentersangkakan, dan dilanjutkan permintaan restorative justice, yang berujung kepada penetapan SP3 kepada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, adalah pertunjukan ABUSE OF POWER yang membuat penegakan hukum Indonesia serasa ditendang jauh-jauh ke TPA Bantar Gebang.
SP3 terbit, bukan karena kasus tidak layak lanjutkan, tetapi karena sowan.
Berapa perkasanya uang milik Bapak yang saat ini sedang sakit sangat berat ini. Uang yang entah darimana didapatkan, yang membuat Institusi Penegakan Hukum seperti Kepolisian RI bertekuk lutut seperti kerbau dicocok hidung.
Pada video pendek ini, saya hanya kasihan dengan Pak Kasmudjo, Pak Dosen yang di masa tua dipaksa ikut-ikutan menjadi pembohong. Untung kemudian sadar, dan mengakui bahwa beliau 1) bukanlah Dosen Pembimbing Joko Widodo, bulan Dosen Pembimbing Akademik juga bukan Dosen Pembimbing Skripsi 2) dikurun waktu 1980-1985 pak Kasmudjo menyatakan bahwa beliau belum jadi Dosen alias masih menjadi Asisten Dosen, sehingga belum bisa menjadi Dosen Pembimbing Akademik maupun Dosen Pembimbing Skripsi.
Jadi siapa yang jadi Dosen Pembimbing Akademik satu-satunya mahasiswa jurusan Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan UGM yang tidak pernah ada?
Jawabannya: Dhemit.
Karena jurusan Teknologi Kayu Kehutanan UGM adanya hanya di gorong-gorong, maka yang jadi Dosen di jurusan yang tidak ada itu pastilah dhemit.
Indonesia
Karin Bahtera retweetledi












