Yelly Rachmatullah retweetledi
Yelly Rachmatullah
34.5K posts

Yelly Rachmatullah
@BangRahmatullah
| Pelajar | Penikmat | Pencari | Peracik
DalamNya Katılım Temmuz 2009
581 Takip Edilen380 Takipçiler
Yelly Rachmatullah retweetledi

Keracunan MBG di Indonesia Tahun 2026 :
08/01/26 di Semarang (75)
09/01/26 di Grobogan (803)
10/01/26 di Mojokerto (411)
12/01/26 di Majene (61)
12/01/26 di Wonogiri (206)
13/01/26 di Pekalongan (15)
13/01/26 di Siak, Riau (21)
17/01/26 di Lombok Tengah (38)
20/01/26 di Tulungagung (123)
20/01/26 di Kulon Progo (104)
21/01/26 di Magelang (80)
22/01/26 di Tulungagung (15)
23/01/26 di Aceh Timur (19)
23/01/26 di Tulungagung
23/01/26 di Gunungkidul (57)
26/01/26 di Tomohon (181)
27/01/26 di Cianjur (300)
27/01/26 di Tuban (14)
28/01/26 di Sukabumi (19)
28/01/26 di Buol, Sulteng (141)
28/01/26 di Kudus (600)
29/01/26 di Manggarai Barat, NTT (132)
29/01/26 di Pinrang (8)
30/01/26 di Grobogan (8)
30/01/26 di Muaro Jambi (150)
30/01/26 di Palembang (4)
02/02/26 di Surabaya (27)
04/02/26 di Dharmasraya (183)
05/02/26 di Jember (112)
05/02/26 di Ketapang (417)
05/02/26 di Palangka Raya (16)
05/02/26 di Singkawang (56)
06/02/26 di Wonosobo (26)
09/02/26 di Pati (22)
09/02/26 di Sidikalang (180)
09/02/26 di Ogan Komering Ilir (15)
10/02/26 di Tulungagung (24)
10/02/26 di Sidikalang (78)
11/02/26 di Penajam Paser Utara (25)
11/02/26 di Lombok Utara (30)
11/02/26 di Singkil (35)
11/02/26 di Manggarai, NTT (42 ibu hamil)
11/02/26 di Manggarai, NTT (131 siswa)
11/02/26 di Malang (7)
13/02/26 di Bandar Lampung (247)
14/02/26 di Polewali (16)
14/02/26 di Ngawi (67)
23/02/26 di Tegal (3)
24/02/26 di Tulang Bawang (33)
24/02/26 di Nias Selatan (60)
25/02/26 di Cimahi (43)
26/02/26 di Bireuen (140)
27/02/26 di Pasie Raja, Aceh Selatan (18)
27/02/26 di Sukadana, Lampung Timur (11)
01/03/26 di Banggai Kepulauan (12)
03/03/26 di Ngada, NTT (balita dan bumil)
03/03/26 di Timor Tengah Utara, NTT (7)
05/03/26 di Jombang (31)
06/03/26 di Sukabumi (47)
11/03/26 di Nabire (7)
12/03/26 di Pemalang (1)
31/03/26 di Enrekang (17)
02/04/26 di Jakarta Timur (72)
04/04/26 di Bima (27)
07/04/26 di Kalikotes, Klaten (81)
07/04/26 di Nganjuk (3)
08/04/26 di Bogor (106)
08/04/26 di Klaten Utara (70)
08/04/26 di Pundong, Bantul (19)
08/04/26 di Tasikmalaya (114)
08/04/26 di Banten (100)
09/04/26 di Jambi (3 guru)
09/04/26 di Mojokerto (79)
09/04/26 di Pacitan (139)
10/04/26 di Praya Tengah (11)
13/04/26 di Jetis, Bantul (80)
15/04/26 di Anambas, Kepri (155)
15/04/26 di Bojonegoro (17)
16/04/26 di Madiun (18)
16/04/26 di Cilegon (49)
16/04/26 di Karawang (46)
17/04/26 di Cianjur (134)
18/04/26 di Grobogan (34)
18/04/26 di Demak (187)
20/04/26 di Cilegon (9)
20/04/26 di Bangkalan
21/04/26 di Rembang (22)
22/04/26 di Sampang (19)
22/04/26 di Cilegon (11)
22/04/26 di Kediri (73)
22/04/26 di Lampung (147 siswa, 25 guru)
23/04/26 di Jeneponto (20)
23/04/26 di Bengkulu (8)
23/04/26 di Kubu Raya, Pontianak (6)
23/04/26 di Amuntai (61)
24/04/26 di Lombok Timur (51)
27/04/26 di Kediri (5)
27/04/26 di Bandar Lampung (112)
28/04/26 di Deli Serdang (12)
28/04/26 di Klaten (584)
29/04/26 di Cilacap (29)
29/04/26 di Tangerang (33)
29/04/26 di Batam/MAN Insan Cendikia
29/04/26 di Batam/SMKN 3
29/04/26 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04/26 di Sumba Tengah, NTT (37)
Indonesia
Yelly Rachmatullah retweetledi

Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang.
dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.
Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal:
Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius.
Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi.
Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur.
Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.
Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan.
Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi.
Yang paling mengejutkan:
saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak.
Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.
Ketiga — dugaan malapraktik administratif.
Obat Sulbacef kosong di rumah sakit.
Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.
Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.
Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi.
Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip.
Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek."
Ini bukan kasus individual.
Ini adalah cerminan sistem:
Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik.
Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap.
Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai.
Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan.
Tidak ada supervisi yang dijamin.
Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat.
Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek."
Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam.
Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi.
Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal.
Dan terbukti fatal.
IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut:
Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan.
Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi.
Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit.
Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa.
Yang paling menohok dari seluruh cerita ini:
Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras.
Sudah melalui koas.
Sudah lulus ujian.
Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh.
Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun.
Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh.
Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini:
Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar.
Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan.
Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia.
Al-Fatihah.
cc: threads


Indonesia

Temen saya, @riyogarta mengalami kejadian aneh tadi siang ketika sedang jumatan. Saya coba visualisasikan memakai Grok.




Indonesia

@KapudS640 Kalo kelean udah sepakat utk gak saling meninggalkan ya udah lanjut aja.. jd sepakat diantara sepakat utk tidak sepakat
Indonesia

Tolong beri saya saran, apakah saya harus bercerai??
Saya sudah menikah dengan pasangan selama 10 tahun.
Suami saya overall baik, setia, tampan, mapan dan bertanggungjawab.
Tidak ada kekurangan fatal seperti kisah-kisah suami biadab lainnya di Quora. Kami menjalani hubungan pernikahan naik turun. Tidak lah buruk, kehidupan seks sehat, relasi keluarga sehat, keluarga berkecukupan, suami saya setia dan dia juga seorang suami dan ayah yang baik (secara umum).
Tapi saya pikir juga hubungan personal kami banyak toxicnya. Tidak sebaik yang dinilai orang.
Satu hal yang jelas, kami amat sangat sering berselisih. Kami rutin ribut hampir 5x seminggu, dari perselisihan kecil hingga perselisihan yang cukup besar atau sangat besar.
Bukan ribut banting-banting barang, tapi ribut mulai dari debat mulut, saling nyolot, perang di WA, saling mendiamkan dan saling abai. Nyaris dalam seminggu pasti terjadi minimal 2–3 kali. Kami seumuran, hanya selisih bulan. Ego kami sama-sama tinggi.
Tapi suami saya juga beberapa kali ngamuk hingga membanting semua barang dihadapannya ketika sedang kalap karena cemburu buta. Termasuk membanting hp saya hingga remuk tak bersisa. Dan pertengkaran kami selalu terjadi di depan anak-anak kami. Anak kami seperti sudah terlalu biasa menyaksikan perselisihan orang tuanya. Saya benar-benar merasa bersalah.
Tapi masalah pemicu perselisihan kami selalu saja hanya karena persoalan-persoalan super sepele. Entah karena cemburunya, sifatnya yang suka membesar-besarkan masalah, dan masalah-masalah sepele lainnya.
Termasuk mengungkit-ungkit masalah di masa lalu. Walaupun sudah pernah selesai dibahas, pasti akan diungkit lagi di kemudian hari. Kami sering bertengkar oleh persoalan yang sama.
Dan baikannya pasti hanya karena berhubungan seks. Jarang sekali baikan karena sama-sama sadar, instrospeksi diri hingga masalahnya tuntas sampai ke akar dan tidak terulang lagi di kemudian hari.
Keharmonisan kami benar-benar terbantu karena hubungan seks semata. Entahlah jika saya sudah tidak bisa melayaninya, saya tidak yakin apakah dia masih menghargai atau menginginkan saya.
Saya sering merasa dia bukan mencintai saya, hanya terobsesi dengan saya.
Kami sudah sering deep talk, pillow talk, berdiskusi dari hati ke hati, tapi perubahannya hanya bersifat sesaat. Bahkan saya berwacana untuk menemui psikolog pernikahan, tapi hanya berakhir wacana. Kami seperti tak tertolong, ego kami luar biasa tingginya dan kami tidak bisa menahan emosi satu sama lain.
Pada akhirnya kami tetap ribut sepanjang waktu. Tidak bisa adem ayem seperti pasutri lainnya.
Kami sudah biasa pagi sayang-sayangan, dan siangnya fakyu-fakyuan, malamnya ena-enaan dan paginya maki-makian lagi. Selalu terjadi seperti itu. Tidak bisa akhur sampai seminggu. Tiga hari tidak ribut pun rasanya tidak pernah.
Tapi kami juga masih sama-sama bisa jatuh cinta dan berdebar, tidak hambar, kami selalu merasa seperti orang pacaran. Hubungan kami seperti roller coaster. Kami tidak sadar diri bahwa kami sudah punya dua anak.
Benar-benar terlalu sering ribut dan baikan. Kami sama-sama sensitif dan tidak dewasa.
Tapi saya sadar kalau kami juga saling mencintai dan saling membutuhkan.
Benar-benar rumit. Bahkan saya bingung, pernikahan saya dan pasangan itu termasuk buruk atau tidak.
Tapi tetap saja, saya lelah harus selalu merasakan emosi tak penting semacam ini seumur hidup. Banyak kekurangannya yang tidak bisa saya tolerir karena selalu membuat saya sakit hati dan merasa tidak dihargai, saya sudah sering ungkapkan dan dia sudah tau, tapi tetap dia lakukan. Tidak bisa mengurangi sama sekali. Dan saya tidak bisa terima.
Dan ada juga sifat saya yang tidak bisa dia tolerir tapi selalu saya lakukan setiap kali saya marah dan sakit hati, karena saya tidak bisa mengatasi ego saya.
Padahal kami sudah bersama selama 15 tahun, tapi kami selalu gagal saling memahami dan saling menerima satu sama lain.
Polanya selalu seperti ini, dia trouble maker, membuat saya sakit hati oleh sikap atau kata-katanya, kemudian saya akan membuat dia kesal dengan memposting foto Selfi di sosial media atau atau membalas chat teman pria, walaupun hanya chat biasa. Saya sengaja karena saya benar-benar kesal. Dan dia pun akan kesal setengah mati karena dia seorang pencemburu buta.
Entah kenapa, saya hanya merasa dicintai ketika saya membuatnya cemburu. Ketika dalam kondisi normal, dia selalu gagal membuat saya merasa dicintai dan dihargai sebagai istri.
Dia sangat posesif, posesif yang sudah cenderung mengganggu, mengekang dan berlebihan. Selalu cemburu dan mempermasalahkan hal-hal kecil. Selalu mencurigai saya. Hidup saya seringkali tidak nyaman dan tidak tenang. Selalu dibayang-bayangi akan melakukan kesalahan dan membuat dia marah.
Saya juga punya trust issue padanya, saya selalu takut dia apa-apain saya jika sedang cemburu buta.
Karena dia suka mengancam lebih baik saya mati daripada dimiliki pria lain.
Sebelum menikah kami pacaran 5 tahun, sifatnya memang sudah begitu, dia sangat posesif, dan abusif jika sedang cemburu. Suka memukul-mukul dada atau kepalanya sendiri dan meninju tembok, jika saya minta putus dia akan mengancam bunuh diri.
Jika kalian tau film After, kami seperti Tessa dan Hardin. Kurang lebih seperti itu toxicnya.
Alasan saya menikah dengannya, karena saya tau dia sangat-sangat mencintai saya. Dia mencintai saya sejak SMA.
Walaupun dia abusif dan tempramental jika cemburu, tapi dia tidak pernah menyakiti saya secara fisik maupun verbal, hanya menyakiti dirinya sendiri.
Dia juga setia dan sangat bertanggungjawab.
Tapi setelah punya dua anak, sifatnya tidak berubah. Selalu pencemburu buta dan mengancam bunuh diri tiap saya minta pisah.
Setiap ada berita tentang pembunuhan atau kekerasan pada seorang wanita karena laki-laki yang posesif dan dilandasi cemburu buta, saya selalu ngeri akan bernasib seperti itu.
Contohnya ketika berita gadis yang tewas karena dipukul dengan kloset. Saya benar-benar ngeri, walaupun saya sangat mengenal dia dan keluarganya dengan baik. Dan saya pun percaya dia sangat baik dan tidak tegaan.
Tapi, ketakutan itu tetap ada.
Saya sangat dilema, apakah alasan perceraian hanya karena ekonomi, KDRT, mertua jahat, selingkuh, judi, tidak bertanggungjawab dan masalah fatal sejenisnya??
Apakah saya kufur nikmat setiap saya berpikir untuk berpisah??
Karena saya selalu merasa takut dan khawatir, merasa terkekang dan tidak bisa leluasa bernafas.
Saya tidak bisa melakukan segala hal yang saya suka dengan tenang.
Suami suka manipulatif, tapi terkadang saya berada di pikiran bahwa mungkinkah saya yang manipulatif? Dia juga pandai gaslighting menurut saya, yang menurut dia, saya juga lah yang suka gaslighting.
Hal itu membuat saya semakin bingung dan merasa buruk.
Jika saya ingin marah, saya merasa dia tidaklah seburuk itu, atau perasaan 'mungkin saya yang kufur nikmat'. Tapi jujur saya sangat sering sakit hati oleh sikap dan cara bicaranya. Bahkan mukanya saja bukan muka yang bersahabat.
Jika orang lain melihat kami, mereka tidak akan percaya bahwa pria itu adalah pria yang sangat bucin dan mengklaim bahwa dia sangat mencintai saya, karena sikapnya dingin, wajahnya tidak ramah, cara bicaranya ketus dan cenderung menyebalkan. Saya sering merasa tidak enak hati. Dia hanya kesetanan saat saya dichat pria lain, atau saat saya posting Selfi sehingga saya dilihat pria lain. Apakah harus seperti itu untuk membuat saya merasa dicintai??
Setiap saya tolak berhubungan selalu drama, walaupun tidak memaksa, tapi selalu mendiamkan saya. Dia tidak pernah mencium atau mencumbu saya tanpa adanya tendensi ke arah seks. Atau pun memeluk dalam keadaan sadar tanpa tertuju pada seks. Dia biasanya memeluk saya hanya saat tidur. Beda dengan saya yang memeluknya karena ingin mengungkapkan rasa cinta atau ingin memberikan atau mendapatkan kenyamanan.
Jika saya tolak pelan-pelan karena suatu hal, emosinya langsung berubah dan mengabaikan saya. Padahal saya bilang, kali ini saya cuma mau dipeluk. Tapi pasti dia hanya mengikuti perasannya. Marah dan tersinggung karena sudah ditolak.
Membuat saya merasa dicintai dengan syarat. Padahal ketika saya menolak pasti karena sikon yang tidak mendukung.
Saya bukan istri yang sulit diajak HB, saya selalu menyenangkan dia di atas ranjang.
Tapi jika ditolak sekali seolah saya istri yang useless.
Tidak HB 2 hari langsung drama seolah sudah sangat lama tidak dilayani. Kadang saya sedang ngantuk berat, capek, stress, dan hati saya sedang tidak nyaman karena masih marah, dia sudah raba-raba saya, jika saya tolak takut tersinggung, akhirnya saya sering melakukan dengan sangat terpaksa walaupun hati saya sangat tidak ikhlas dan saya seperti ingin menangis karena kesal tapi harus tetap keenakan.
Benar-benar membebani saya.
Setiap saya merasa ada yang salah, seolah saya yang harus sadar bahwa tabiat semua pria memang seperti itu. Apakah memang begitu??
Saya selalu merasa sangat membuang waktu dalam pernikahan toxic ini. Saya tidak mau menua dalam pertengkaran dan emosi negatif ini nyaris setiap hari. Karena saya selalu saja kesal oleh sikapnya yang tidak berubah meskipun saya sudah mengatakannya ribuan kali.
Dia bilang dia sangat mencintai saya, tidak bisa hidup tanpa saya, tapi berubah sedikit seperti yang saya mau saja tak bisa. Padahal hanya perubahan kecil untuk kebaikan dia sendiri dan kebaikan bersama.
Contohnya, jangan suka ngegasan, gampang nyolot, atau membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan dia suka sekali pasang muka masam hanya karena moodnya buruk atau ada hal kecil yang mengganggunya.
Sifat itu benar-benar seperti İbunya. Dia suka melihat orang terpojok karena kesalahan, seolah tidak boleh ada yang tidak sempurna atau keliru.
Dan suka mempermalukan saya di depan orang lain, misalnya menegur atau bersikap ketus di depan orang lain.
Benar-benar seperti sifat buruk İbu mertua saya.
Suka sekali meneriaki, ngegas, atau misah misuh hanya karena persoalan sepele.
İbu mertua saya sering memarahi dan ngomel panjang lebar ke Bapak mertua saya dihadapan anak-dan menantunya. Padahal kadang persoalannya amat sangat sepele. Seperti tidak sengaja menumpahkan kecap, atau lupa menyiram pup. Pasti dikuliti habis-habisan didepan kami.
Tapi pakmer saya memang sangat sabar dan sudah memaklumi istrinya.
Contoh lagi, Suami saya sering sekali memarahi adiknya yang remaja di depan saya, saya bilang "Jangan memarahi dia didepan saya, nanti dia malu.. klo mau negur atau marahin pas berdua aja.." tapi dia tidak paham hal-hal semacam itu. Perasaan malu dan sakit hati orang lain seperti sangat sepele baginya.
Sementara dianya sendiri pun ketika melakukan kesalahan dan jika disalahkan pasti tidak terima.
Contoh kecil, misal saya tidak sengaja memecahkan piring, dia akan ngomel panjang lebar dan sangat ketus. Memandang saya penuh penghakiman. Tidak puas kalau ngga nyalah-nyalahin sampai saya terpojok. Atau bahkan mengungkit-ungkitnya di kemudian hari.
Sementara ketika dia memecahkan piring, saya akan sigap membantu membersihkannya tanpa mengucapkan sepatah katapun, karena saya tau, tanpa saya menghakiminya, dia sudah menghakimi dirinya sendiri. Jadi tidak perlu membuat perasaan orang yang sudah buruk semakin buruk. Tidak ada gunanya.
Sudah sering saya ajarkan semacam itu, tetap tidak bisa berubah. Sifat blaming dalam segala hal sudah mendarah daging. Saya yang jadi pasangannya benar-benar capek.
Dia tidak punya kesabaran atau rasa legowo sama sekali.
Saya yang terlahir dari keluarga yang penuh kelembutan dan tidak pernah diperlakukan kasar dan ketus, tidak suka membesarkan masalah, benar-benar sulit untuk menerima sifat itu.
Saya benar-benar tidak tahan.
Tapi apakah alasan semacam ini dibenarkan untuk menggugatnya untuk bercerai? Apakah ini hanya masalah kecil dalam rumah tangga walaupun selalu terulang setiap saat?
Saya takut saya yang tidak sabaran, saya takut saya yang kufur nikmat, saya takut saya tidak akan mendapatkan pasangan yang lebih baik darinya.
Usia saya masih relatif muda untuk menikah lagi. Dan saya masih terbilang menarik dan awet muda walaupun saya sudah beranak 2. Diluaran, orang selalu mengira saya masih abege kuliahan.
Tapi saya tetap takut tidak bisa menemukan pria yang mencintai saya seperti dia.
Dan saya juga takut jika saya minta pisah dan akhirnya dekat dengan pria lain, dia benar-benar akan membunuh saya.
Apa yang harus saya lakukan??
Apakah saya memang istri yang buruk dan tidak tau bersyukur?? Apakah saya biadab karena seringkali membuatnya cemburu untuk membalas sakit hati saya??
Dia tidak ingin dibuat cemburu, tapi tidak bisa membuat saya tidak sakit hati. Bahkan sehari pun tak bisa. Selalu ada sikap dan kata-katanya yang membuat saya tersinggung, down dan illfeel.
Saya sudah sering bilang, "pernikahan kita akan jauh lebih baik hanya dengan kamu merubah sedikit cara bicaramu. İtu saja. Komunikasi kita pasti akan lebih enak. Aku janji tidak akan pernah membuatmu kesal". Tapi nyatanya tidak pernah berhasil, sifat itu terlalu mendarah daging. Bahkan bagi kami, komunikasi itu rasanya percuma, karena hanya akan berujung ke pertengkaran.
WA anak saya usia 9 tahun.
Melelahkan.
cc: Threads
Indonesia
Yelly Rachmatullah retweetledi
Yelly Rachmatullah retweetledi

BREAKING ❗
KLATEN
Sekitar 500 Orang jadi korban keracunan MBG di Kecamatan Tulung, Klaten.
Dua hari yang lalu jumlah korban keracunan MBG dilaporkan sekitar 200 orang terdiri dari siswa dan guru yang tersebar di 17 sekolah penerima MBG...
Hari ini (30/4) Dinas Kesehatan Klaten sebut korban keracunan MBG di Tulung mencapai 500 orang...!
Indonesia
Yelly Rachmatullah retweetledi
Yelly Rachmatullah retweetledi

Deretan kejanggalan kematian Farhan di Gedung ACC Kwitang.
Dua bulan setelah dinyatakan hilang dalam gelombang demonstrasi Agustus 2025, Farhan akhirnya ditemukan. Bukan dalam keadaan hidup, melainkan dalam bentuk kerangka di lantai dua Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut mereka korban kebakaran.
Laporan kolaborasi Project Multatuli dan @BBCIndonesia menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus ini.
Selengkapnya dapat dibaca di - projectmultatuli.org/duka-dan-traum…
Indonesia

@ditiput @arieparikesit @MakanMasak @kulinersurabaya Kapau pernah coba yg di daerah prapen, lupa namanya apa, tp aq kurang cocok sama rasanya (dominan pedas aja atau rasa bumbu khasnya kurang medok, atau kapau tu harusnya gmn sih rasanya) dan lebih mahal dibanding yg ta sebut sbelumnya
Indonesia
Yelly Rachmatullah retweetledi
Yelly Rachmatullah retweetledi

Pagi itu suasana seperti biasa: jalanan penuh, klakson sahut-sahutan, orang-orang jalan cepat sambil sarapan buru-buru, muka masih setengah nyala.
Tiba-tiba…
Langit seperti pause sebentar. Angin berhenti. Dan… jreng… turunlah sosok yang selama ini cuma jadi bahan ceramah: Dajjal.
Dengan penuh percaya diri, dia buka suara: “Wahai anak manusia yang kayak taek semuanya… kenalin, aku Dajjal. Aku akan membersamai kalian di akhir zaman ini… till dawn.”
Hening.
Orang-orang yang tadi sibuk mendadak berhenti. Semua mata mengarah ke dia. Dajjal mulai senyum tipis, merasa momentumnya dapet.
Lalu, entah siapa yang mulai, tiba-tiba satu suara nyeletuk dari belakang:
“Ngga nanyak anj!”
Yang lain langsung nyaut, kompak:
“NGGAK NANYAK!”
Sunyi lagi.
Kali ini bukan karena takjub, tapi karena awkward.
Dajjal yang tadi siap tampil wow gitu, mendadak freeze. Senyumnya kaku. Dia nengok kanan-kiri, berharap ada yang nyelametin suasana.
Nggak ada.
Akhirnya, dengan harga diri yang tersisa, dia batuk kecil, mundur pelan-pelan… lalu balik lagi ke asalnya sambil nahan luka psikis yang lebih perih dari kiamat itu sendiri.
Sementara itu, manusia-manusia tadi?
Lanjut lagi.
Kiamat dipending.
Pak Dadan sedang apa pagi ini?
Indonesia
Yelly Rachmatullah retweetledi
Yelly Rachmatullah retweetledi

Kenapa SG bisa kaya gini?
Karena sawitnya di Sumatera Kalimantan Papua
Riz@rizkidwika
Kenapa SG bisa kaya gini? -pembangunan berbasis City in Nature -ruang terbuka hijau 50% -kualitas air dan pengelolaan limbah bagus, cocok buat habitat hewan -warganya ga rese nangkep hewan buat dijual jadi peliharaan -pemerintahnya becus. Bonus: Biawak santai di jogging track.
Indonesia
Yelly Rachmatullah retweetledi
Yelly Rachmatullah retweetledi

hebat! prabowo lagi bangun fasisme berbasis bisnis katering. satu per satu institusi dikuasai lewat insentif sppg. polisi, tentara, kementerian, ormas, lsm, koperasi dan sekarang kampus. semuanya dikontrol biar patuh lewat jatah jumlah ompreng.
tempo.co@tempodotco
Kepala BGN Minta Kampus Ikut Bangun Dapur MBG
Indonesia


















