Bhatara Ibnu Reza

4.2K posts

Bhatara Ibnu Reza banner
Bhatara Ibnu Reza

Bhatara Ibnu Reza

@BhataraReza

Researcher - Lecturer Extraordinary and Plenipotentiary - Attorney - IHL - ICL- Human Rights - Fulbright - Australia Awards - PhD @UNSWLaw

Jakarta Capital Region, Indone Katılım Ağustos 2010
721 Takip Edilen880 Takipçiler
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
DPP IKADIN
DPP IKADIN@DPP_IKADIN·
Politik Hukum Amnesti dan Abolisi dari Sudut Hukum Pidana dan Hukum Internasional Meskipun amnesti dan abolisi merupakan hak prerogatif presiden, tetapi keduanya harus mendapatkan rekomendasi dari parlemen sebagai mekanisme check and balance. Sumber : hukumonline.com/berita/a/polit…
Indonesia
0
1
2
159
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
DPP IKADIN
DPP IKADIN@DPP_IKADIN·
Mengurai Politik Hukum Amnesti dan Abolisi: Dari Sudut Hukum Pidana dan Hukum Internasional.
Indonesia
0
1
1
79
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Daniel Sibarani ini karyawan CNN Indonesia yang kini ngojek. Bersama seratusan rekan kerjanya, ia kena pemotongan gaji. Tapi menolak dan mendirikan Serikat Pekerja bersama para jurnalis. Tapi mereka dipecat. Di antara yang di-PHK adalah jurnalis-jurnalis yang banyak melahirkan karya bermutu. Salah satunya penerima Penghargaan Adinegoro (2022) untuk liputan mendalam tentang pemerintah yang dianggap menyembunyikan data selama pandemi Covid-19. Sebagian yang di-PHK juga pernah terlibat dalam investigasi kasus "Buku Merah", ketika sejumlah perwira polisi berusaha menghilangkan dan merusak barang bukti di KPK. Ada juga yang pernah bergabung dalam tim kolaborasi film "The EndGame" (2021) dan "Dirty Vote" (2024). Kini mereka sedang memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja. Upaya ini mereka rekam dalam dokumenter berjudul "Cut to Cut" yang dirilis di Jakarta, 12 Februari 2025 kemarin. Yang ingin nonton dan mendukung perjuangan mereka, sila cek infonya dan follow spci.cnnindonesia (IG) dan @AJIIndonesia.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
152
5.8K
17.2K
788.9K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Kerry Burgess
Kerry Burgess@KerryBurgess·
OMG, this is so brilliant, I just had to share it with Senator Tom Cotton @SenTomCotton
English
341
7.3K
15.6K
450.1K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Kenapa secepat itu direvisii?? Menurut Pak Margana karena buku itu ditulis melalui proses FGD sehingga banyak perubahan. Tapi menurut Pak Peter, ya karena plagiatnya ketahuan Peter dan ia protes lalu kirim surat ke yang bersangkutan. Silakan nilai sendiri mana yg masuk akal!
Indonesia
8
24
176
42K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Sebenarnya dugaan plagiat di buku Madiun cet. 1 & 2, belum ada apa-apanya dibanding penjiplakan pada buku di bawah ini. Di sini tidak hanya ada pada artikel Pak Margana. Di penulis lain juga ada. Tapi ya di cet. 1 Nov 2018. Di cet. 2 Feb 2019, kemungkinan sudah direvisi.
Naufil Istikhari tweet media
Indonesia
1
12
77
22.8K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Narasi yg ditulis Pak Margana di hlm. 96 juga hasil jiplakan dari KR hlm. 298. Coba bandingkan!
Naufil Istikhari tweet mediaNaufil Istikhari tweet media
Indonesia
3
10
53
25K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Pada hlm. 95 buku Madiun, bertanda pink, juga tidak mencantumkan rujukan. Padahal data itu bersifat eksklusif. Bandingkan dg tulisan Peter di KR hlm. 283!
Naufil Istikhari tweet mediaNaufil Istikhari tweet media
Indonesia
1
12
53
27.3K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Sebelah kiri gambar hlm. 94 buku Madiun. Bandingkan dengan sebelah kanan; KR hlm. 288! Di situ Pak Margana tidak mencantumkan rujukan, padahal data tersebut masih eksklusif; ada sumber primernya dan belum jadi pengetahuan umum.
Naufil Istikhari tweet mediaNaufil Istikhari tweet media
Indonesia
2
14
69
36.3K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Perhatikan kalimat-kalimat berikut beserta halamannya di KR, dan bandingkan dg buku Madiun hlm. 91 yg ada di cuitan sebelumnya. Jelas Pak Margana menyalin-tempel verbatim dr KR yg sitasinya dibatasi sampai hlm. 224, padahal faktanya sampai hlm. 226!!!
Naufil Istikhari tweet mediaNaufil Istikhari tweet media
Indonesia
1
13
86
31.1K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Tapi kan sudah menyebut sumber, dan lagian kutipan verbatimnya sedikit menjorok! Masa itu plagiat??? Sayangnya Pak Margana menulis kutipan dr KR hlm. 220-224. Padahal yg benar sampai hlm. 226. Artinya jika salin-tempel verbatim kita toleransi, masih ada 2 hlm. yg disembunyikan.
Naufil Istikhari tweet media
Indonesia
1
16
116
32.9K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Salin-tempel verbatim itu berawal dari hlm. 89 di Madiun cet. ke-2 dan berlanjut hinggal hlm. 92. Memang, Pak Margana menyebut KR di awal. Tapi kutipan verbatimnya terlalu panjang, berparagraf-paragraf. Harusnya tiap akhir paragraf, menyebut rujukan. Ini tidak.
Naufil Istikhari tweet media
Indonesia
2
26
135
40K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Halah, itu aja plagiat. Kan bisa saja itu tafsir Pak Margana yg kebetulan sama dg Peter!? Masalahnya, Pak Margana tahu itu tafsir yg berasal dr Peter. Buktinya Pak Margana menyalin utuh kalimat Peter tanpa ikut aturan sitasi yg proper.
Naufil Istikhari tweet media
Indonesia
2
22
125
39.8K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
Saya akan menggunakan cetakan ke-2 sebagai sumber data. Buku ini diterbitkan oleh Pemda Kab. Madiun & Departemen Sejarah FIB UGM. Nama-nama yg terlibat dalam proyek ini silakah Anda baca sendiri. Tapi fokus utas ini adalah plagiat Bab V atas buku KR karya Peter Carey.
Naufil Istikhari tweet media
Indonesia
4
31
158
44.9K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Naufil Istikhari
Naufil Istikhari@naufilist·
KASUS PLAGIAT DOSEN SEJARAH UGM Menanggapi tuduhan plagiat atas Kuasa Ramalan (KR), Pak Margana berkilah bahwa kasusnya klir. Ia jg melampirkan e-book Madiun. Sayangnya ia mengirim cetakan ke-3 (sudah direvisi). Sementara jejak plagiatnya ada di cet. 1 & 2. Utas>>>
Naufil Istikhari tweet media
Indonesia
63
1.3K
5.2K
642.9K
Bhatara Ibnu Reza retweetledi
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
“Bukan Kamisan terakhir, kan, Bu?” “Bukan, Dik,” jawab @sumarsih11 dalam nada rendah yang nyaris tak terdengar karena ditilap bising lalu lalang kendaraan. Dalam setiap Kamis sore, untuk ke-836 kalinya, Sumarsih masih berusaha menanti dan menjemput. Lewat Kamisan, Sumarsih ibarat berdialog dengan anaknya di kejauhan. Esai dari @zenrs.
Narasi Newsroom tweet media
Indonesia
92
9.5K
28.4K
1.4M