.
841 posts


Ya loe guoblok kenapa Arsenal nga mampu gaji pemain kayak City. Loe proses2 terus tapi nga juara2. Tolol itu namanya. Sebel gue sama orang ini!!

Di pertengahan musim, Manchester City sempat diragukan buat bersaing, apalagi ngomongin potensi sapu tiga gelar domestik. Tapi di fase krusial, mereka justru tampil beda dan nunjukin mental juara. Sekarang malah jadi favorit. Menurut kalian apa kunci City bisa seoptimal ini?



@cityzens62 @JalanArsenal Sebener nya kalau trofi bisa di beli kenapa gak semua club pada beli aja? Dan masalah doping kan individu emang ngaruh yah 1 org doping bisa membantu 1 club? Gak mungkin kan 1 team semua pake doping juga, ini hanya pendapat gw kalau kalian gmna masalah jadi juara dgn alesan itu?




And don’t forget what Klopp did to Arteta’s kids. 5 matches, 4 wins, 11 goals, 0 conceded. Calm down.

Arsenal dan Pressure waktu Title Race Lo pernah nggak ngerasa pressure yang berat di hidup lo, tapi ternyata lo bisa ngelewatin itu semua? Beberapa hari lalu, gue nonton interview super inspiratif dari Tom Hiddleston tentang title race Arsenal dan City. Salah frasa yang cukup sering dia bilang adalah “Pressure is a privilege.” Jujur, gue udah pernah denger frasa ini dari lama, it took me some time to really understand it. Gue jadi keinget sama tim kesukaan gue, Arsenal, yang sering crumble under pressure di akhir-akhir musim. Semalam Man City menduduki peringkat 1 setelah sekian lama Arsenal yang mimpin di klasemen liga. Mungkin ada banyak fans yang merasa takut, pasrah, tapi ada juga yang masih optimis untuk mendukung tim ini. Gue jadi inget rasanya waktu Arsenal pertama kali bikin semua orang percaya di musim 22/23. Mereka memimpin liga hampir sepanjang musim. Fans Arsenal untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama berani berharap. Tapi sejak itu, Man City dan Liverpool selalu datang dan Arsenal runtuh. Di beberapa musim setelahnya, Arsenal mencoba lagi, dengan pendekatan berbeda dan skuad yang lebih dalam, tapi belum berhasil. Jujur aja, ini yang mungkin membuat Arsenal terus-terusan menghadapi pressure karena tanggung finish di posisi dua terus. Pressure itu datang dari dua arah sekaligus. Fans Arsenal sendiri yang menunggu gelar, ada yang sebagian sabar, ada yang sebagian nggak. Tapi mereka menunggu karena mereka sebenarnya percaya sama kapasitas tim ini. Mereka sudah cukup tahu kalau di atas kertas, Arsenal bukan tim yang kebetulan bisa memimpin klasemen sepanjang musim. They have the capability to win it. Dan rasa kepercayaan itu beratnya luar biasa karena mengecewakan orang yang percaya jauh lebih menyakitkan dari mengecewakan orang yang nggak mengharapkan apa-apa. Di sisi lain, rival menunggu downfall Arsenal. Banyak alasannya kenapa mereka begitu, tapi yang jelas salah satunya penampilan Arsenal cukup menjanjikan untuk membuat kejatuhan mereka terasa memuaskan. Dua-duanya pressure. Dua-duanya karena Arsenal dianggap cukup menarik untuk diperhatikan. Gue jadi keinget sama interview-nya Hiddleston lagi, dia bilang kalau rasa takut dan excited itu reaksi kimianya sama di tubuh. Gue jadi penasaran sama Arteta dan pemain Arsenal, apakah mereka masih takut? Kalau gue yang ada di posisi itu, gue akan menganggap pressure ini adalah privilege. What a privilege to be expected to win by your own fans. What a privilege to be waited on to fall by everyone else. Sekarang City ada di atas. Hanya ada produktivitas gol aja yang memisahkan, it’s not even the goal difference. Gue berharap Arteta dan pemain Arsenal harus punya mindset positif dalam melihat ini. Pressure means you’ve earned your spot where the bar is high and the challenge is real. Kalau Arsenal bisa memenangkan battle ini, mereka akan mengenang cara kemenangan yang mungkin aja paling memorable. I hope they actually think “Oh this period is exciting and we feel most alive to beat those challenges.” Di aspek mana pun, pressure seberat ini nggak datang kepada semua orang, nggak datang kepada semua tim. Ini datang kepada mereka yang sudah cukup besar untuk membuat orang percaya dan cukup berbahaya untuk membuat musuh menunggu mereka jatuh. Kalau bukan privilege, namanya apa? Prove us that you are born for this @Arsenal. (source pict & video: ESPN, Sky Sports & Pinterest)

🙏 "The only thing that would make this weekend perfect..." @ChelseaRory wants #CFC to lose to #MCFC in a bid to ensure #AFC don't win the Premier League title! 😳


Komentar aneh2 saya temukan hari ini di Twitter dari yg ngakunya fans bola: - Nobar tapi kalah buat apa? - Timmu kalah harus dikritik! - Tim kalah kok bangga? Harusnya marah2! - Kritik tim simbol fans mental juara, sering2 kritik timmu akan jadi juara Bikin utas aja kali ya? 😁

Jalan satu-satunya agar Mikel Arteta tidak lagi melatih Arsenal musim depan: JIKA dia sendiri yang memilih untuk pergi. Manajemen Arsenal sangat mempercayai Arteta sepenuhnya, mendukung proyeknya, bahkan sekarang tengah berupaya memperpanjang kontraknya. 📰: @SamiMokbel_BBC

@JalanArsenal Nobar tapi kalah buat apa kocak

@JalanArsenal Setelah quadruple sirna dan epl di ujung tanduk sekarang doi membanggakan fanbase sebagai achievement

Fanbase doang rame, klub nya kaga juara juara 😭

@JalanArsenal Pantes timnya puasa gelar mulu, kalah lagi di momen title race aja dibanggain. Emang gak ada mental juaranya anjg wjwkw



@JalanArsenal yg dibilang piala ciki aja arsenal ga dapet, sok2 an bilang piala ciki

















