Marock
3.3K posts

Sabitlenmiş Tweet
Marock retweetledi

ga mirip banget tapi mirip gimana sih jelasinnya 😭


rebit sawi@ribitzz
erine kenapa minji banget sih gue liatnya
Indonesia
Marock retweetledi

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
Marock retweetledi

Ini salah satu dampak AI dipake oleh pemerintah yang mikir segalanya serba gratis dan mungkin murah.
Ketika pake jasa beneran jadi kaget dan nyangka mark up. Gap pengetahuan ini gila banget ya. Mungkin pekerja digital gak dianggap pemerintah juga kali ya
.nan@nadeuxx
PEKERJA SENI TERANCAM Baru ini seorang videografer dituntut 2 tahun penjara dengan tuduhan "mark up" harga jasa. Kata jaksanya, ide, editing, dubbing semestinya "gratis". Kenapa tolol bgt aseli
Indonesia
Marock retweetledi
Marock retweetledi

Presidennya doyan jln2, wakilnya ogeb. Berasa negara yatim piatu 😌
TxtdariHI@TxtdariHI
Selamat melakukan jalan2 luar negeri untuk rakyat pak 🫡
Indonesia
Marock retweetledi
Marock retweetledi

Robert De Niro mending fokus main film saja deh. Gak usah ikut-ikutan politik. Emang Robert De Niro sudah buat apa untuk negara? Gak usah nonton film Robert De Niro lagi lah. Tadinya ngefans, tapi sekarang malas lihat Robert De Niro ngatain presiden. 😌
Shadow of Ezra@ShadowofEzra
Robert De Niro, at the No Kings protest, says Donald Trump needs to be removed from office for being the most dangerous president he has ever seen. He claims the entire government trembles at Trump’s shadow, too afraid to ever say no. "He must be stopped now."
Indonesia
Marock retweetledi
Marock retweetledi

Marock retweetledi

BARU NGEH DETAIL DI GAUNNYA🫵🏻😭
Keliatannya gothic bgt tapi tetep ada sentuhan Indonesia, BATIK WEH😭
Ini kamu yang desain, Man? Sumpah kerennnn😭🖤❤️ @PS_AmandaJKT48


Indonesia
Marock retweetledi
Marock retweetledi
Marock retweetledi
Marock retweetledi

Marock retweetledi

Ini yg selalu bikin gw marah klo berurusan sama klien lokal. Kreatif dan jasa diremehkan abis-abisan.
Mentalitas peninggalan kolonial yang mendarah daging dan terasa sampai sekarang di Indonesia:
"Pekerja jasa adalah budak, keringat dan usahamu itu tidak perlu dihargai."
conscientização@prajnamu
Daftar tarif yang harusnya bernilai 0 menurut auditor dan jaksa 🤦♂️
Indonesia
Marock retweetledi

Males bgt gue sama yg beginian. Kalo emang partner lu nyepelein karena lu keliatan kecintaan bgt berarti he’s not good for u, love should be fun loh nder gak harus pretend to look less or even hide something
Ssefnum@munvess
-rl ternyata nggak boleh terlalu nunjukkin cinta ke cowok ya.
Indonesia
Marock retweetledi
Marock retweetledi

Sekelas pejabat negara yang dgaji oleh pajak kita ketika ditanya soal pos anggaran lalu jawabannya cuma, “pokoknya ada,” itu sudah cukup menggambarkan betapa rendahnya standar akuntabilitas yang sedang dipertontonkan.
Gini amat negara dikelola 😢
Jejak digital.@ARSIPAJA
Seskab Teddy: "Pokoknya ada"
Indonesia








