Bro Brut

10 posts

Bro Brut

Bro Brut

@BrutBro

Katılım Temmuz 2018
161 Takip Edilen11 Takipçiler
Bro Brut
Bro Brut@BrutBro·
@narkosun__ Yang makan uang whoosh siapa Yang suruh bayar siapa Goblok ngga kira2
Indonesia
0
0
0
365
Bro Brut
Bro Brut@BrutBro·
@Gasmedsos_ Di proyek, keliatan megang puntung rokok aja denda 10 juta
Indonesia
0
0
1
112
Bro Brut
Bro Brut@BrutBro·
@GoodRecom Tapi anggarannya 9.9 T kalo di bagi 580 anggota, rata2 per tahun menghabiskan 17 M per anggota
Indonesia
0
0
0
139
Like This
Like This@GoodRecom·
🤯
Like This tweet media
QME
282
982
4.1K
616.5K
Bro Brut
Bro Brut@BrutBro·
@jeruks1286 @sxtiawan Maklum belum ngalamin namanya bayar sekolah, uang jajan anak, cicilan rumah buat keluarga, yakali anak 2 masih di kost 1 jt
Indonesia
1
0
0
267
jeruks
jeruks@jeruks1286·
@sxtiawan Bahkan sekarang gaji gua udah up to 20 jt pengeluaran guaa ga jauh bertambah kost jadi 1 jt biar make AC dan KM dalam. Makan jadi 2 jt. Hiburan dan paket data max 1 jt. Ini gua udah ngetasa hidup gua mewah dan cukup bahagia itun masih 4 jt. Lu orang 1 bulan 5,3 ngapain aja bro?
Indonesia
5
0
0
1.2K
Ari
Ari@sxtiawan·
Ari tweet media
ZXX
949
19.8K
120.9K
3.8M
Winda Valkyrie
Winda Valkyrie@Narasi_winda·
Media arus utama? Terlambat. @Narasi_winda? Selangkah lebih cepat. ***** Dunia bergerak cepat. Tapi informasi penting sering datang terlambat. Sementara perhatian publik disita oleh isu-isu permukaan, ada peristiwa besar yang terjadi di balik layar—di bidang ekonomi, geopolitik, dan pasar global. Media arus utama? Sibuk mengejar rating. @Narasi_winda? Fokus menghubungkan titik-titik sebelum semuanya meledak. Kami hadir bukan untuk mengejar sensasi, tapi memberi Anda keunggulan informasi. Peringatan dini, pembaruan tajam, dan analisis yang membuat Anda selangkah di depan. Jika Anda ingin tahu lebih dulu, dan siap saat yang lain baru mulai bertanya... Ikuti @Narasi_winda. Informasi sebelum jadi berita.
Winda Valkyrie tweet media
Indonesia
57
20
208
100K
Winda Valkyrie
Winda Valkyrie@Narasi_winda·
Siapa Musuh Rakyat Iran Sebenarnya? Selama 11 hari perang, serangan Israel menewaskan 639 orang di Iran. Sebuah angka tragis—dan sepertiga di antaranya, menurut kelompok hak asasi manusia, adalah warga sipil. Tapi mari kita bandingkan. Dalam hanya tiga hari protes damai pada November 2019, rezim Iran sendiri membantai setidaknya 1.500 warganya. Beberapa laporan independen menyebut jumlah korban mencapai 7.500 jiwa. Tidak ada perang. Tidak ada invasi asing. Hanya rakyat yang turun ke jalan, dan negara mereka sendiri yang mengangkat senjata. Angka-angka ini bukan hanya statistik. Mereka adalah bukti. Bukti bahwa para ayatollah jauh lebih brutal terhadap rakyat mereka sendiri dibanding musuh luar mana pun. Israel mungkin dianggap musuh oleh propaganda resmi, tapi fakta di lapangan menunjukkan siapa yang sebenarnya paling banyak menumpahkan darah warga Iran: rezim itu sendiri. Jangan salah arah. Jangan biarkan nasionalisme buta menutupi realitas. Musuh terbesar rakyat Iran bukan di luar perbatasan—tapi duduk di tampuk kekuasaan.
Winda Valkyrie tweet media
Indonesia
131
50
232
26.8K
Bro Brut
Bro Brut@BrutBro·
@__PASMANTAP Wapres kok ngurusin ginian, harusnya ngurusin gimana caranya rakyat maju Apa ngga punya kerjaan dia..
Indonesia
0
0
0
90
Solekhan
Solekhan@__PASMANTAP·
Nyari simpatik ampe kek gitu gitu amat.. Pemimpin yg hebat itu memberi solusi dan bukan mencari sensasi.
Indonesia
529
366
1.2K
256.3K
Bro Brut
Bro Brut@BrutBro·
@Narasi_winda Sampean yang goblok Kalo pesawat nyerang melanggar wilayah udara orang, belum sampai tujuan udh ditembak yang pro Kalo roket kan ngga bisa blok.. Dan minim resiko.. Ngga perlu pangkalan udara.. Sekali di bom Sekutu habis pangkalannnya
Indonesia
0
0
0
52
Winda Valkyrie
Winda Valkyrie@Narasi_winda·
⚫ Kenapa Angkatan Udara Iran diam saja saat Israel menyerang? Jawabannya bukan sekadar pesawat tua. Ini soal ketakutan rezim Islam terhadap tentaranya sendiri. Ironis, bukan? Negara yang tiap minggu teriak “Hancurkan Israel!” malah tiarap saat dihantam. Angkatan Udara Iran memang lemah—bukan selain tak mampu, tapi juga karena disabotase dari dalam negeri sendiri. Pesawat-pesawatnya usang bukan karena Iran miskin, tapi karena rezim tidak mau Angkatan Udara mereka kuat. Jadi begini... karena AU Iran adalah bagian dari militer reguler, bukan milik Garda Revolusi atau sayap ideologis. Artinya: mereka bukan anak emas Republik Islam. Para jenderal dan pilotnya dianggap terlalu nasionalis, terlalu profesional, dan terlalu berbahaya jika suatu hari mereka berpaling dari rezim. Mereka takut AU jadi senjata makan tuan. Maka anggarannya dikeringkan, teknologinya dibekukan, pilotnya diasingkan. Hasilnya: pesawat tua, suku cadang dari zaman Shah, dan angkatan udara yang lebih cocok jadi museum militer. Jadi rezim bermain aman: tak memperkuat AU, tapi habiskan dana untuk rudal—alat perang yang bisa dikendalikan bukan manusia yang bisa berpikir sendiri. Inilah paranoia otoriter: takut pada militernya sendiri, rela jadi bulan-bulanan dari luar demi mempertahankan kekuasaan di dalam. Selamat datang di Republik Ketakutan: di mana loyalitas lebih mahal dari pertahanan, dan paranoia lebih berbahaya dari musuh mana pun.
Winda Valkyrie tweet media
Indonesia
117
83
308
49.7K