WS.
4K posts

WS.
@Byeotn
I will peel the mangoes everyday, leaving only the sweetest part behind, @Kyyin.

@Jungktook @Jeenni @Subbmusee Rue berhenti sejenak. Ia tersenyum ke arah seluruh ruangan, matanya sedikit berkaca, tapi senyumnya tetap hangat. “Once again… thank you for everythingg yaa” Ruangan kembali dipenuhi tepuk tangan. Rue melirik sejenak ke arah MC, dan menepi kesisi panggung.

@Jungktook @Jeenni @Subbmusee Walaupun malam ini tuh fp. aku harap ini bukan bener-bener perpisahan. Bc after tonight. I hope nothing rlly changes between us. Aku harap kita masih saling interaksi yaa. Bc once a Chroniclers... always a Chroniclers, ritteee???

@Jungktook @Jeenni @Subbmusee "OFC, the most special thanks to Chroniclers. Thank you for making this journey so beautiful, for every laugh, story, and moment we shared. Selama 5 minggu ini, we made memories, friendships, and this place feel like home. We made it, guys" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

@Jungktook @Jeenni @Subbmusee "Thank you for creating this home. Karena Mimus, kita belajar banyak hal & grow together in such a fun way. One of the most beautiful things about Musee01 is that you gave us a space to express ourselves through art, and I’m sure those moments will stay with us for a long time."

@Jungktook @Jeenni @Subbmusee “Malam ini aku berdiri di sini jadi perwakilan dari Chroniclers, untuk nyampaiin terima kasih. Terima kasih yang mungkin… ga akan pernah cukup kalau cuma diwakilkan dengan kata-kata. Untuk Mimus, makasii yaa. Thank you for being here with us—”

@Jungktook @Jeenni @Subbmusee “Berdiri di sini rasanya campur aduk banget yaa. Ga percaya ternyata kita udah sampai di momen yang mungkin ga ada dari kita yang pengen hari ini tuh cepet-cepet dateng. But somehow… here we are, guys. DUH! Belum mulai banyak ngomong aja rasanya udah mau nangis...”

@Jungktook @Jeenni @Subbmusee Tepuk tangan memenuhi ruangan saat Rue dan Dane berdiri dari kursinya. Keduanya saling melirik, lalu melangkah ke depan. Rue menerima mikrofon dan tersenyum kecil ke arah hadirin. Ia menarik napas pelan, seolah menenangkan jantungnya yang berdebar, sebelum akhirnya mulai berbica


























