
CISDI #SehatAdilSetara
13.3K posts

CISDI #SehatAdilSetara
@CISDI_ID
Lewat kolaborasi lintas forum dan komunitas, kami membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang layak. #sehatadilsetara


SPPG SIDANEGARA 02

interesting Expose on Kopdes Merah Putih by @atAmanda123 👀


pak prabowo liat, ini mbg adikku selama seminggu, inikah yang disebut bergizi pak? inikah yang mencegah stunting pak? inikah yang membuat generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045? (saya bertanya🙏🏻) ini yang bermasalah di dapurnya, roti? bergizi?

interesting Expose on Kopdes Merah Putih by @atAmanda123 👀




‼️Menu Embege dari SPPG Stress‼️ Salah satu bukti kuat bahwa negara selalu absen dalam memberikan pendidikan yang bermutu bagi rakyatnya adalah, ketika 'Satuan Pemenuhan Gizi' memberimu panganan seperti ini, kamu akan kegirangan berterima kasih... ...dan bersyukur. 🙂





Lucu sekali melihat orang yg tiap hari menjelekkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anak-anak dikasih makan bergizi oleh negara… mereka marah. Anak-anak yg selama ini sarapan saja tidak… mereka tidak peduli. Yang mereka ributkan justru: “Kenapa programnya besar?” “Kenapa anggarannya banyak?” “Kenapa jalan terus?” Seolah-olah masalah terbesar bangsa ini adalah anak sekolah makan terlalu sehat. Padahal faktanya sederhana. Indonesia punya jutaan anak yg datang ke sekolah dgn perut kosong. Ada yg sarapannya cuma teh manis. Ada yg makan mie instan setiap hari. Ada yg bahkan menahan lapar sampai siang. Ketika negara mencoba memutus rantai itu lewat MBG, tiba-tiba muncul orang-orang yg paling berisik menolaknya. Bukan karena mereka pny solusi. Bukan karena mereka pny program alternatif. Tapi karena bagi mereka, melihat pemerintah bekerja jauh lebih menyakitkan daripada melihat anak-anak lapar. Itulah ironi paling memualkan di media sosial hari ini.

Seolah-olah harus memilih: anak kenyang atau guru sejahtera. Narasi seperti ini menyesatkan. MBG tidak mengambil porsi 20% anggaran pendidikan yg diamanatkan konstitusi. Alokasi pendidikan tetap berjalan, termasuk untuk guru & sekolah. MBG justru melengkapi ekosistem pendidikan: anak datang ke sekolah tidak lapar, bisa fokus belajar, gizi terpenuhi. Jadi ini bukan “guru vs MBG”. Keduanya bagian dari investasi SDM bangsa.


Di UU KIA, ada pasal yang mengatur “setiap ibu yang bekerja berhak mendapatkan akses penitipan anak yang terjangkau secara jarak dan biaya” (pasal 4 ayat 3 huruf e). Penting bagi kita menagih implementasi nyata dari pemerintah, terutama dalam menyediakan layanan daycare yang benar-benar terjangkau bagi semua kalangan. Kenapa ini penting? Daycare yang terjangkau bukan hanya tentang membantu ibu bekerja, tetapi juga soal: ✅ Meningkatkan partisipasi kerja perempuan ✅ Mengurangi kesenjangan upah gender ✅ Mengurangi stres psikologis ibu, bahkan risiko KDRT projectmultatuli.org/menagih-mandat… projectmultatuli.org/mencari-daycar… projectmultatuli.org/ditinggal-untu…



Di UU KIA, ada pasal yang mengatur “setiap ibu yang bekerja berhak mendapatkan akses penitipan anak yang terjangkau secara jarak dan biaya” (pasal 4 ayat 3 huruf e). Penting bagi kita menagih implementasi nyata dari pemerintah, terutama dalam menyediakan layanan daycare yang benar-benar terjangkau bagi semua kalangan. Kenapa ini penting? Daycare yang terjangkau bukan hanya tentang membantu ibu bekerja, tetapi juga soal: ✅ Meningkatkan partisipasi kerja perempuan ✅ Mengurangi kesenjangan upah gender ✅ Mengurangi stres psikologis ibu, bahkan risiko KDRT projectmultatuli.org/menagih-mandat… projectmultatuli.org/mencari-daycar… projectmultatuli.org/ditinggal-untu…

@CISDI_ID salah satu contohnya Bogotá care blocks. Ada artikel bagus bgt dari Vox: What happens when a city takes women's unpaid work seriously? x.com/rcobooth/statu…

Konsep menghargai kerja pengasuhan tentu penting. Tapi jangan sampai narasinya berubah seolah keluarga adalah hubungan ‘kontrak kerja’ yg semuanya harus dihitung sebagai upah. Dalam bnyk budaya, termasuk di Indonesia, rumah tangga berdiri di atas kerja sama, tanggung jawab bersama, dan gotong royong, bukan relasi majikan–buruh. Kalau semua relasi keluarga diterjemahkan sebagai ‘unpaid labor’, justru berisiko mereduksi makna keluarga itu sendiri. Mempermudah akses air bersih & daycare itu kebijakan publik yg baik. Tapi menyederhanakan keluarga sebagai relasi ‘unpaid labor’ juga problematis. Rumah tangga itu kemitraan, bukan hubungan majikan–pekerja.

Buat yang kelonjotan karena menganggap “kan gw udah nafkahin istri gw” “apaan sih ini unpaid-unpaid labor”, mending jarinya dipakai menyelam lebih dalam buat cari tahu unpaid labor. Unpaid labor ini tidak sesederhana “gw udah nafkahin keluarga”. Di sini, salah satu kerangka berpikirnya adalah mendorong pemerintah buat menyediakan akses yang juga memudahkan/mengkompensasi kerja keperawatan-mengasuh. Contoh gampangnya: memastikan akses mudah air bersih ke setiap rumah, sehingga ibu-ibu tidak perlu nimba/ngangsu air berjam2. Jam-jam yang hilang buat nimba air ini bisa dipakai buat istirahat atau ikut komunitas. Contoh lain: daycare berkualitas dan terjangkau. Teman-teman @projectm_org punya tulisan yang mendesak pemerintah menyediakan day care berkualitas dan bisa diakses siapapun. Sama, anak bisa dititipkan di day care yang berkualitas ini. Jadi ibu punya waktu lebih juga untuk berdaya.



Diduga akibat puntung rokok yang dibuang dari mobil, mata kiri seorang anak terluka hingga berdarah Kalo masih ada yang nganggap buang puntung rokok dari mobil itu biasa saja, gws deh! liat nih dampaknya separah ini
