pangasteteh

2.6K posts

pangasteteh

pangasteteh

@CSuljana

Katılım Aralık 2022
163 Takip Edilen44 Takipçiler
pangasteteh
pangasteteh@CSuljana·
@LambeSahamjja ya siapa tahu dpt hadiah dari dia. lumayan usaha ringan hasil bisa gede. 🤗🤗🤗🤭😁
Indonesia
0
0
0
57
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
jadi ibu ini menangis dan sedih karna melihat pidato prabowo prabowo bilang anak anak sabar ya saya lagi berusaha memajukan RI tapi banyak yang tidak senang
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
579
325
3.9K
683.3K
pangasteteh retweetledi
Kang aZep
Kang aZep@KaZep7·
Hehehe... Rocky Gerung #EgoSentris 😛
Indonesia
31
264
2K
37.4K
pangasteteh retweetledi
pangasteteh retweetledi
𝐎𝐦𝐉_𝙹³ռɢɢօtȶ
Hewan Langka Khas Papua Kangguru Pohon Wondiwoi ia sudah pernah di nyatakan punah sejak puluhan tahun yang lalu Hewan langka ini kembali ditemukan di Papua Barat dan juga kembali terancam punah akibat pembabatan Hutan yang terus berlangsung di Papua
Indonesia
179
7.9K
16.3K
186.7K
pangasteteh
pangasteteh@CSuljana·
@yaniarsim @kemenhut_ri apakah mengumpulkan uang banyak2 dgn merusak alam akan membuat nya mereka bahagia? 🤔🤔🤔🙏🏼
Indonesia
0
0
3
420
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Alat berat robohkan rumah terakhir satwa langka Marsupilami, di Hutan Papua Selatan. Biadab kalian @kemenhut_ri
Indonesia
417
19.7K
34.9K
525.5K
pangasteteh retweetledi
Muhamad Dani
Muhamad Dani@muhamadrdani·
@KaZep7 Bang, namrud aja jadi raja, terus firaun juga jadi raja. Apakah diangkat drajatnya? Justru mereka jadi raja bukan krna di tinggikan drajatnya tapi di hinakan, namrud mati karena serangga, firaun mati tenggelam
Indonesia
1
6
173
2.7K
pangasteteh retweetledi
Hendik D. Hermanto
Hendik D. Hermanto@hendikhermanto·
@LambeSahamjja Lucu ya pak mahfud bilang gitu, padahal di era reformasi ini beliau - era gusdur : menteri pertahanan lalu menteri kehakiman - era SBY : anggota DPR lalu ketua MK - era Jokowi : anggota BPIP lalu menkopolhukam. Jadi selama ini kerja beliau ngapain?
Indonesia
1
1
5
426
pangasteteh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada forum di Yogyakarta di kampus tertua Indonesia, UII yang menurut gue paling jujur dan paling berani membahas satu pertanyaan yang tidak berani dijawab oleh siapapun di Jakarta: 28 tahun reformasi ke mana perginya? Dan yang menjawab bukan orang pinggiran. Ada Mahfud MD. Ada Rocky Gerung. Ada Tio Ardianto. Ada Oki Madasari. Ada Prof. Suparman Marzuki. Dan jawaban mereka sangat menyakitkan untuk didengar. Satu kata untuk reformasi dari masing-masing: Mahfud MD: "Autocratic legalism." Bukan satu kata tapi satu konsep yang menghancurkan. Hukum dibuat untuk melegalkan kejahatan bukan mencegahnya. Suparman Marzuki: "Reformasi dikangkangi." Rocky Gerung: "Bisnya sudah mogok." Oki Madasari: "Reformasi sudah mati." Dan tidak ada yang membantah satu pun dari keempatnya. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh malam itu: Mahfud mengingatkan enam agenda reformasi 1998. Satu per satu diperiksa: Adili Soeharto dan kroninya belum selesai. Bahkan sekarang Soeharto sedang dipoles menjadi pahlawan. Amandemen UUD 1945 sudah dilakukan. Tapi sekarang ada kelompok yang ingin kembali ke UUD asli. Penghapusan dwi fungsi ABRI sudah dihapuskan secara formal. Tapi Oki menghitung ada lima area di mana militerisme sekarang kembali bekerja: politik pemerintahan, ekonomi, lingkungan dan pangan, pendidikan, dan kebudayaan. Pemberantasan KKN KPK dibentuk. Tapi indeks persepsi korupsi tahun ini adalah yang paling buruk sejak sebelum reformasi. Supremasi hukum pengadilan kita sekarang kata Rocky adalah pasar gelap keadilan. "Pasal ada harganya, koma ada harganya." Otonomi daerah berjalan. Tapi ada keinginan untuk kembali ke pemilihan lewat DPRD. Dan ini yang Mahfud sebut sebagai Autocratic Legalism: "Hukum dibuat untuk melegalkan korupsi. Orang korupsi menjadi sah karena aturannya dibuat lebih dulu. Kekuatan politik berkolusi di DPR lalu dibuat aturan-aturan yang merusak hukum sehingga semua kesalahan itu dikatakan aturannya sudah benar." Ini bukan teori dari luar. Kim Lane Scheppele dari Chicago University menulisnya tahun 2020. Tapi Mahfud sudah menulis hal yang sama dalam disertasinya di UGM tahun 1993 dia sebut positivistik instrumentalistik. Sesuatu yang tidak benar dijadikan hukum positif sebagai instrumen untuk membenarkan kekuasaan. Dan itu terjadi lagi sekarang. Dengan nama yang berbeda. Dengan wajah yang berbeda. Tapi dengan pola yang persis sama. Dan Tio bilang sesuatu yang paling berani malam itu: "Apa yang dilakukan di hari pertama Prabowo berkuasa? Dia mengangkat Teddy sebagai Seskab yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang TNI. Sesudah tahu itu melanggar bukan Teddy yang dicopot. Tapi undang-undangnya yang diubah." "Kalau kekuasaan sejak mau berkuasa saja rela menghalalkan segala cara mana mungkin selama 5 tahun dia berkuasa dia akan pakai etika?" "Hanya ada dua jenis manusia yang berbaik sangka pada penguasa seperti ini: orang bodoh, atau orang yang turut menikmati kekuasaan." Dan Oki Madasari merinci militerisme yang sedang merayap: Teddy Indra Wijaya tentara aktif duduk sebagai Seskab. Kepala daerah seluruh Indonesia diundang retreat di Magelang pakai baju loreng. Ketua DPRD se-Indonesia diundang retreat pakai loreng. Penerima beasiswa LPDP akan dilatih baris-berbaris oleh tentara. Militer masuk mengelola MBG sektor pangan. Militer masuk di Koperasi Desa Merah Putih sektor ekonomi. Dan sejarah sedang ditulis ulang Soeharto yang seharusnya diadili mulai dipoles menjadi pahlawan. "Ketika militerisme masuk dalam area lingkungan konflik agraria antara rakyat dan pemodal akan semakin merepresi rakyat. Karena tentu saja militer akan berpihak pada pemodal." Dan Rocky memberikan analisis yang paling dalam: "Kita sudah keluar dari rumah Orde Baru tapi belum berani masuk ke rumah demokrasi. Di depan kita lalu lalang tentara, lalu lalang parcok. Kita berdiri di antara dua rumah itu. Itulah kondisi kita sekarang." Dan dia bilang sesuatu yang sangat penting soal 1998: Kita tepuk tangan ketika Soeharto step down. Padahal tepuk tangan itulah yang merusak arah gerakan mahasiswa. Kita perlu revolusi tapi kata itu kita cegat di otak kita sendiri karena dianggap kiri. Padahal negeri ini didirikan oleh mereka yang berpikir kiri. Dan Suparman Marzuki bilang sesuatu soal HAM yang paling pedih: "Pemerintah sekarang tidak hanya melakukan crime by commission menangkap, menahan, merepresi Tapi juga crime by omission diam membiarkan yang terjadi. Dua kejahatan kemanusiaan dilakukan sekaligus." "Berapa yang meninggal karena MBG? Oh dikali 280 juta kalau yang meninggal sekian persen. Diatistikkan hidup orang. Bangsa ini tidak punya empati. Tidak punya satu kalkulasi kemanusiaan yang pantas." Dan Mahfud menutup dengan empat dis yang paling menakutkan: "Proses bubarnya sebuah negara berjalan di atas empat dis: disorientasi, distrust, disobedience, dan disintegrasi." "Ketika pemerintah tidak peduli konstitusi dan hukum — timbul distrust. Rakyat tidak percaya. Kalau distrust terus dibiarkan terjadi disobedience, pembangkangan. Kalau dibiarkan menumpuk dan meledak bisa terjadi disintegrasi. Dan kalau sudah disintegrasi sulit dikembalikan. Kita menyatukannya dengan berdarah-darah." Dan dia menutup dengan satu kalimat yang sangat berat: " Masih ada waktu untuk merawat Indonesia. Mari kita rawat." Tapi kalimat itu terasa seperti peringatan bukan jaminan. 28 tahun reformasi. Dan malam itu di Yogyakarta lima orang terpelajar duduk bersama mahasiswa dan menyimpulkan bahwa hampir tidak ada satu pun dari enam agenda reformasi yang benar-benar tuntas. Bukan karena agendanya salah. Tapi karena setiap kali ada yang mau menegakkan agenda itu sistemnya bergerak untuk memastikan penegakan itu gagal. Hukum diubah. Undang-undang direkayasa. Kritikus dibungkam. Dan rakyat yang sudah lelah diam. Dan sekarang 28 tahun setelah reformasi polanya sama persis dengan yang mereka lawan dulu. Hanya wajahnya yang berbeda. Hanya namanya yang beda. Sisanya identik.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
21
319
700
28K
pangasteteh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
5 produsen minyak goreng terbesar di indonesia: - Indofood Agri - milik Anthoni Salim. - Royal Golden Eagle (RGE) - milik Sukanto Tanoto - Musim Mas - Bachtiar Karim - Sinarmas Grup -franky wijaya - Wilmar Grup - Martua Sitorus secara tidak langsung amran suliaman menuduh mereka mereka yang diatas.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
69
198
496
38.7K
pangasteteh retweetledi
trisandhy
trisandhy@drkrthndrk·
@tham878 Diplomasi emang butuh talk,bagaimana mungkin ketjasama terjalin tanpa komunikasi 2 arah yang nyambung?Minim action maksud kamu itu gak masuk gorong²?gak foto fi pinggir sawah sambil pamer traktor yang setelah itu traktornya diambil lagi?🤔
Indonesia
0
1
1
256
pangasteteh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Mahfud MD baru bicara sesuatu soal pernyataan Prabowo tentang rupiah yang menurut gue paling jujur dan paling menampar yang pernah gue dengar dari mantan pejabat setingkat dia. Dan Mahfud bukan ekonom. Dia sendiri bilang itu. Tapi justru itu yang membuat kata-katanya jauh lebih mematikan. Apa yang Mahfud katakan soal pernyataan Prabowo: "Dari keseluruhan statement presiden selama menjadi presiden ini yang paling banyak menimbulkan olok-olok." Pernyataan mana? "Mau dolar berapa ribu kek kalian di desa kan enggak pakai dolar." Mahfud bilang: Maaf kasar sekali olok-oloknya itu. Dan itu masuk terus berkesinambungan. Dari nenek, kakek, muda, putra putri di media sosial muncul terus diolok-olok betul presiden kita ini." Seorang mantan Menko Polhukam. Mantan Ketua MK. Mantan anggota Komisi Reformasi Polri. Orang yang hidupnya dihabiskan untuk menjaga martabat institusi negara harus dengan susah payah mengakui bahwa presiden kita sedang diolok-olok oleh rakyatnya sendiri karena satu pernyataan soal dolar. Dan Mahfud langsung koreksi pernyataan Prabowo dengan sangat jelas: "Memang ada benarnya bahwa masyarakat desa tidak pakai dolar. Tapi apakah hanya itu kebutuhan orang? Kita negara yang pinjam uang setiap hari berurusan dengan dolar. Harga impor pangan kita dibayar dengan dolar. Pinjam ke luar negeri pakai dolar. Formirinya pakai dolar. Kalau pakai dolar di desa-desa mungkin orang secara subsistens makan dari berasnya sendiri sayurnya sendiri. Tapi masa cuma itu kebutuhan orang?" Ini bukan analisis ekonom. Ini akal sehat yang Mahfud sebut sendiri public common sense. Dan kalau pernyataan presiden tidak lolos uji akal sehat paling dasar itu masalah yang jauh lebih serius dari sekadar pilihan kata yang kurang tepat. Dan soal Purbaya Mahfud juga tidak menyimpan kata-kata: Purbaya bilang urusan rupiah itu urusan Bank Indonesia bukan urusan Menteri Keuangan. Mahfud langsung potong: Kalau begitu jangan jadi Menteri Keuangan. Bu Sri Mulyani juga tahu itu urusan BI tapi dia diangkat agar bisa membuat BI-nya begitu, polisinya begitu, hakimnya begitu, semuanya tahu konteks. Kalau sekarang penyelundupan bilang bukan urusan saya itu urusan polisi lalu apa fungsinya dia?" Dan Mahfud kasih satu analogi yang sangat logis: kalau Menteri Keuangan bilang itu urusan BI nanti BI bilang itu urusan presiden nanti presiden bilang loh urusan rakyat kenapa milih saya "Bubar kan negara ini." Dan soal The Economist yang menulis Indonesia dalam kondisi berbahaya: The Economist minggu ini menulis editorial khusus tentang Indonesia. Penilaiannya buruk. Kata yang dipakai: "jeopardizing" membahayakan. Boros dan otoriter. Membahayakan demokrasi sekaligus ekonomi. Mahfud bilang: Mudah-mudahan ini disadari. Dua kata. Tapi di balik dua kata itu ada keprihatinan yang sangat dalam dari seseorang yang tahu betul bagaimana sebuah negara bisa rusak dari dalam karena dia pernah berada di dalam dan melihatnya langsung. Dan soal solusi Mahfud kasih dua poin yang sangat konkret: Pertama: restrukturisasi APBN. MBG harus ditata ulang tata kelolanya. Bukan dihapus tapi diefisienkan. Mahfud bahkan mengutip penjelasan Prabowo sendiri bahwa kalau MBG dikelola langsung oleh Koperasi Merah Putih tanpa perantara bisa hemat 60%. "Kalau itu bisa dilakukan ini jauh mungkin menyelamatkan dari peluncuran yang tidak akan bisa dihentikan kalau tidak ada restrukturisasi anggaran." Kedua dan ini yang paling penting: presiden perlu tahu bahwa pernyataannya keliru. Bukan dari musuh politiknya. Bukan dari oposisi. Tapi dari orang-orang yang mau negaranya baik. "Kesalahan itu bukan hanya ahli ekonomi yang bisa nyatakan salah." Dan ini yang paling menggelitik dari seluruh diskusi: Mahfud bilang dia sudah lama tidak pernah berpikir soal dolar naik atau turun karena bukan urusannya dan kebutuhannya sudah cukup. Tapi dia tetap bicara. Tetap merespons. Tetap mengkoreksi. Karena ada sesuatu yang mengganggu dia bukan sebagai ekonom, bukan sebagai mantan pejabat tapi sebagai warga negara yang melihat presidennya diolok-olok rakyatnya sendiri karena satu pernyataan yang tidak lolos uji akal sehat. Dan itu jauh lebih berbahaya dari sekadar angka rupiah di Rp17.700. Karena angka bisa diperbaiki dengan kebijakan. Tapi kepercayaan yang sudah hilang jauh lebih susah untuk dikembalikan. Bottom line: Mahfud bukan ekonom. Dia sendiri bilang itu berkali-kali. Tapi dia tidak perlu jadi ekonom untuk tahu bahwa pernyataan "mau dolar berapa ribu kek di desa kan enggak pakai dolar" adalah pernyataan yang keliru secara faktual dan berbahaya secara persepsi. Dan ketika mantan Menko Polhukam harus bilang dengan malu-malu bahwa presiden kita sedang diolok-olok rakyatnya sendiri itu bukan tanda bahwa rakyatnya yang salah. Itu tanda bahwa ada sesuatu yang sangat fundamental yang perlu segera diperbaiki sebelum olok-olok itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih serius dari sekadar komentar di media sosial.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
24
508
1.7K
100.4K
pangasteteh
pangasteteh@CSuljana·
@txtdaritaxpayer kekayaan para pejabat yg banyak uang nya itu apa sdh benar bayar pajak pendapatan nya ya? 🤔😁🤗🤭🫣
Indonesia
0
0
0
68
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Bolehkah rakyat bertanya balik? Komandan-komandan hartanya puluhan miliar di LHKPN ga match sama penghasilan sebagai tentara: "Duitnya dari Mana?"
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
507
9.6K
20.3K
564.5K
pangasteteh
pangasteteh@CSuljana·
@feriamsari hehehe.... kalau sdh menjadi pejabat sdh merasa gimana gitu ya? 🤭🤭🫣
Indonesia
0
0
0
31
pangasteteh
pangasteteh@CSuljana·
@Qu3en_Bakery tenang saja . rakyat juga gak peduli hasil alam nomor brp. karena semua kekayaan alam di kuasai negara dan dipergunakan utk kemakmuran pejabat dan pengelola negara. kewajiban rakyat cukup bayar pajak kalau sdh dpt pekerjaan. 🤗🤗🤭
Indonesia
3
58
1.2K
26K
Mama Queen
Mama Queen@Qu3en_Bakery·
Nikel: No 1 di dunia Timah: No 1 di dunia Batu Bara: No 2 di dunia Tembaga: No 5 di dunia Emas: No 6 di dunia Bauksit: No 6 di dunia Lalu kenapa mata uang kita lemah? Dibilang Indonesia gelap ga terima, terus yang gelap siapa??
Indonesia
357
13K
45K
436.1K
pangasteteh
pangasteteh@CSuljana·
@ArtaN7707 itu wartawan, apa ada yg nanya ke jkw utk bisa / mau hadir di persidangan ijazah nya? 🤗🤗🤭
Indonesia
0
0
0
10
Artanabil
Artanabil@ArtaN7707·
"Kami minta kepada hakim2 perintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk hadirkan Jokowi ke pengadilan secara paksa. Hukum acaranya begitu, Bang" (Roy Suryo cs mengajukan ke pengadilan jemput paksa Jokowi) #GantungKoruptorJokowi #GantungKoruptorJokowi
Indonesia
40
447
1.1K
14.9K
pangasteteh retweetledi
🍌NEO 𝓗𝓪𝓫𝓲𝓫𝓪𝓷𝓪𝓷𝓪™🍌
@LambeSahamjja @AirinDatangLagi Dia gak mau teken Keppres krn itu berarti keputusan IKN dia yg menentukan. Pdhl jauh² hari dia bilang IKN adlh keputusan bersama DPR. Dia tahu satu dokumen itu bakal bisa menyeret dia ke lubang gorong² drmn dia berasal. Itu makanya dia gak mau teken, dia kasih jebakan ke OMON.
Indonesia
1
5
58
5.1K
pangasteteh retweetledi
pangasteteh retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Semua terdiam termasuk menteri kehutanan. Beliau mempersoalkan pasal 33 UUD 1945. Bumi dan air dan segala yg terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dikuasai negara. Negara ini siapa?
Indonesia
34
1.3K
3.1K
63.3K