Candra irawan 🐍

2.9K posts

Candra irawan 🐍 banner
Candra irawan 🐍

Candra irawan 🐍

@Candrairawnn

airdroper

New York, USA Katılım Ağustos 2023
1K Takip Edilen58 Takipçiler
sen
sen@starstuffies·
curhat ke temen cowo soal cowo malah dia baper bjirr kocak
Indonesia
1
0
0
48
sen
sen@starstuffies·
wah gila si tupperware, sendok garpu w aman pdhal keruntuhan 2 tembok bjirr lah
Indonesia
1
0
0
86
sen
sen@starstuffies·
plis tahan aku utk tdk co wb jacket krn udah punya meskipun satu
Indonesia
2
0
0
109
sen
sen@starstuffies·
tebak nyanyi apa
Indonesia
1
0
2
176
Candra irawan 🐍 retweetledi
Fer
Fer@ferguzooooo·
"Keputusan saya kira di dewan juri ya" - Dyastasita WB "Mungkin itu perasaan adik-adik saja, nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulang setelah acara selesai" - MC Perempuan "Kan sudah diperingatkan dari awal ya, ARTIKULASI ITU PENTING. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas" - Indri Wahyuni KEBAYANG GAK SIH INI BARU NGEJURI TP KAYA GINI? GIMANA DI KERJAAN ASLINYA? 😅 Kasihan sekali adiknya udah protes dengan sopan tp diakhir malah disudutkan seperti itu di khalayak ramai.
Fer tweet media
vi🍒@bakuldimsum_

Videonya lagi rame nih. Jurinya yg budeg, malah pesertanya yg di salahin artikulasinya kurang jelas lah. Selalu ada cara buat cari pembenaran ya🤭 Pantes ga pernah dengerin rakyatnya. Jangan emosi ya nonton videonya.

Indonesia
57
345
1.3K
95.4K
Candra irawan 🐍 retweetledi
piee
piee@noopiieeeeee·
Ternyata kronologi perusakan warung madura oleh oknum TNI AD kemarin tu karena oknum TNI gak mau bayar Admin Qris yg cuma 1000 rupiah waktu beli rokok. Parahnya lagi oknum TNI tersebut memukul penjaga warung yg seorang WANITA!! Jijik bgt cuma karena uang 1000 rupiah trus mukul Cewek..🤮
piee tweet media
Indonesia
881
5.2K
13.6K
2.2M
Candra irawan 🐍 retweetledi
The Reds Indonesia
The Reds Indonesia@The_RedsIndo·
Edan sih, ini fatal dan parah banget. Orang-orang dewasa di sana gak tahu kali ya yang mereka ucapkan dan lakukan bisa berakibat sedemikian rupa untuk mental dan masa depan adik-adik itu, terutama yang jawab pertanyaannya. Udah di gashlighting, nunjukin kewenang-wenangan, dan kita semua tahu mereka yang salah. Shame.
Akun Perayaan Patah Hati@haripatahhati

Indonesia
108
1.5K
6K
266.6K
Candra irawan 🐍 retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh anggota TNI beli rokok, org warung blg ada tambahan seribu utk admin QRIS. Anggota TNI gak mau, "saya ini aparat", org warung jelasin klo semua kena. "Emang knp klo aparat?" Anggota TNI pukul org warung, hancurin warung: pecahin etalase, kulkas, pake tabung gas.
piee@noopiieeeeee

Ternyata kronologi perusakan warung madura oleh oknum TNI AD kemarin tu karena oknum TNI gak mau bayar Admin Qris yg cuma 1000 rupiah waktu beli rokok. Parahnya lagi oknum TNI tersebut memukul penjaga warung yg seorang WANITA!! Jijik bgt cuma karena uang 1000 rupiah trus mukul Cewek..🤮

Indonesia
688
9.3K
32.6K
1.4M
sen
sen@starstuffies·
ini followers ig-ku tbtb ilang 30an apa cm perasaanku bjirr
Indonesia
3
0
1
707
sen
sen@starstuffies·
np: oceans and engines
sen tweet mediasen tweet mediasen tweet mediasen tweet media
English
4
0
9
456
𝐃𝐮𝐭𝐚 𝐃𝐫𝐨𝐩𝐬 🦇
Btw kalian udah pada coba swap POINT to RWD belum bro.?
𝐃𝐮𝐭𝐚 𝐃𝐫𝐨𝐩𝐬 🦇 tweet media
𝐃𝐮𝐭𝐚 𝐃𝐫𝐨𝐩𝐬 🦇@dutadrops

📝 REWARDS WALLET Bro aku kasih garapan mantep nih potensial banget wajib nih kalian garap dan maksimalin. Btw project ini gratis kalian cukup farming token nya di app rewards wallet gampang banget sini aku tutorin. ↦ Google Play Store : play.google.com/store/apps/det… ↦ Apple App Store : apps.apple.com/app/id65722851… ↦ Referral Code : 670B97C2 Instal aplikasi rewards wallet sesuai device yang kalian pakai masukan [ Referral Code : 670B97C2 ] saat daftar biar dapet POINT yang bisa di tuker ke token $RWD dan buat BOOST farming rewards. Saat daftar pertama kali buka aplikasi nya bahasa nya tidak bisa di ubah kalian bisa liat SS di bawah ini biar ngerti cara sign up dan pindahin bahasa app nya ya. 👇

Indonesia
12
1
12
1.6K
sen
sen@starstuffies·
tolong tahan aku utk tdk co sportswear
Indonesia
1
0
1
123
sen
sen@starstuffies·
pengen nonton dan me time tp the devil wears prada blm tayang atau malah mungkin ga tayang si
Indonesia
1
0
1
184
Candra irawan 🐍
Candra irawan 🐍@Candrairawnn·
@BilalFahrur gak benar. daycare itu sudah ditutup, orng2nya jd tersangka. artinya perlakuan seperti itu bersalah
Indonesia
0
0
0
15
Bilal Fahrur Rozie
Bilal Fahrur Rozie@BilalFahrur·
Saya cukup terkejut pagi ini... Saya ngobrol dengan istri berkaitan dengan daycare yang lagi viral ini. Ternyata istri saya bahkan pernah ngobrol juga dgn salah satu orang tua yang mempraktekkan hal itu untuk anaknya, sebelum praktek ini viral. Salah satu alasannya adalah utk kedisiplinan dan orang tua itu mengatakan bahwa perlakuan seperti itu sudah berdasarkan penelitian. Masalahnya.. sampai sekarang saya pribadi belum nemu penelitian itu. Mgkn penduduk X ada yang tahu?
Info Jateng@Jateng_Twit

Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026). • Sebelum 20 April 2026: Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center. • Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan: Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan. •Sekitar 20-23 April 2026: Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah. • Jumat, 24 April 2026: Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa. • Sabtu, 25 April 2026: Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum. •Sabtu malam / Minggu, 26 April 2026: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan. •27-28 April 2026: Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka. Sc. info.co_ #daycare #yogjakarta

Indonesia
47
51
613
201.5K
Candra irawan 🐍 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
362
5.3K
9.1K
492.6K
Candra irawan 🐍
Candra irawan 🐍@Candrairawnn·
@pinkairyy bagus banget ini film. 9/10. komedinya lucu, aktingnya bagus, horornya serem. enjoy banget nontonnya. keluar bioskop pun senang
Indonesia
0
0
2
2.8K