Candra irawan 🐍
2.9K posts

Candra irawan 🐍
@Candrairawnn
airdroper




Videonya lagi rame nih. Jurinya yg budeg, malah pesertanya yg di salahin artikulasinya kurang jelas lah. Selalu ada cara buat cari pembenaran ya🤭 Pantes ga pernah dengerin rakyatnya. Jangan emosi ya nonton videonya.


Ternyata kronologi perusakan warung madura oleh oknum TNI AD kemarin tu karena oknum TNI gak mau bayar Admin Qris yg cuma 1000 rupiah waktu beli rokok. Parahnya lagi oknum TNI tersebut memukul penjaga warung yg seorang WANITA!! Jijik bgt cuma karena uang 1000 rupiah trus mukul Cewek..🤮


📝 REWARDS WALLET Bro aku kasih garapan mantep nih potensial banget wajib nih kalian garap dan maksimalin. Btw project ini gratis kalian cukup farming token nya di app rewards wallet gampang banget sini aku tutorin. ↦ Google Play Store : play.google.com/store/apps/det… ↦ Apple App Store : apps.apple.com/app/id65722851… ↦ Referral Code : 670B97C2 Instal aplikasi rewards wallet sesuai device yang kalian pakai masukan [ Referral Code : 670B97C2 ] saat daftar biar dapet POINT yang bisa di tuker ke token $RWD dan buat BOOST farming rewards. Saat daftar pertama kali buka aplikasi nya bahasa nya tidak bisa di ubah kalian bisa liat SS di bawah ini biar ngerti cara sign up dan pindahin bahasa app nya ya. 👇


Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026). • Sebelum 20 April 2026: Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center. • Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan: Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan. •Sekitar 20-23 April 2026: Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah. • Jumat, 24 April 2026: Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa. • Sabtu, 25 April 2026: Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum. •Sabtu malam / Minggu, 26 April 2026: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan. •27-28 April 2026: Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka. Sc. info.co_ #daycare #yogjakarta










