Kalanara Mahardika 🎬✨@KalanaraDika
Apa itu Parasocial Relationship?
TL;DR: Kamu anggap dia teman/pasangan, sementara dia cuma tahu kamu sebagai audiens, atau malah gak tahu sama sekali. 🥹
Penjelasan panjangnya:
Kamu hafal jadwal streamnya.
Kamu udah membership dan suka donate.
Kamu tahu nama kucingnya,
makanan favoritnya,
kebiasan dan cara bicaranya.
Tapi dia?
Yang dia tahu cuma username YouTube kamu.
Pedihnya kayak lihat Arjuna tenggelam di MV Drowning.
Di saat itulah, terjadi ikatan emosional satu arah: kamu merasa dekat, mengenal, bahkan menyayangi seseorang yang tidak mengenalmu secara personal.
Parasocial Relationship seperti ini udah lama ada di dunia idol dan selebriti. Pertama kali dicetuskan psikolog Donald Horton dan Richard Wohl di tahun 1956.
Sekarang, dunia streamer dan Vtuber pun terjangkit oleh fenomena ini.
Streamer berbicara langsung ke kamera. Mereka menyebut namamu di chat. Mereka ketawa bareng kamu selama berjam-jam.
Kombinasi karakter virtual yang cakep, dengan suara dan kepribadian yang hangat, jadi ilusi yang kuat banget.
Otak kita tidak dirancang untuk membedakan orang yang beneran care, dengan orang yang sekedar ramah.
Otomatis "kebersamaan" yang sebenarnya semu itu, dianggap sebagai sinyal pertemanan oleh otak kita.
Semakin parah lagi jika mereka bikin konten BF/GF dan ASMR, lalu kita terhanyut karena kita gak pasang barrier duluan.
Makin-makin deh, ilusi kedekatan lama-lama menjadi delusi. Berasa punya Suami/Istri virtual. Halu. GWS.
Terus, apa cirinya kalau kita udah mulai kena Parasocial Relationship ini?
1. Kamu merasa "berhak" atas kehidupan pribadinya.
Ketika streamer tidak streaming, kamu gelisah. Ketika mereka tidak update, kamu khawatir berlebihan, kayak kehilangan teman dekat.
2. Kamu cemburu atau marah ketika mereka dekat dengan orang lain.
Shipping antara streamer dan orang lain terasa kayak diselingkuhin, kena NTR katanya mah.
3. Kamu mengabaikan hubungan nyata demi nonton stream.
Menolak ajakan teman, menunda pekerjaan, atau merasa "lebih nyaman" dengan stream daripada interaksi sosial beneran.
4. Donasi atau gift berasa nraktir pacar
Kalau kamu donate karena berharap diperhatikan, diingat, atau dianggap spesial, mending stop aja deh.
5. Kamu membela mereka bahkan ketika mereka jelas salah.
Ini nyambung dengan artikelku sebelumnya soal korban PK yang ga berani speak up. Ada aja kasus yang fans pelakunya malah ngebully korban.
Kenapa ini bisa berbahaya?
Parasocial relationship tidak selalu langsung merusak. Tapi dalam jangka panjang, ia bisa bikin kita kena gangguan jiwa beneran.
Soalnya kita terus merasa dapat teman, padahal nyatanya tangki emosional kita tetap kosong karena hubungannya searah.
Dari sisi streamer pun ini berat. Banyak kreator yang burn out karena menanggung harapan parasosial ribuan orang sekaligus.
Beberapa VTuber mundur bukan karena tidak mau berkarya, tapi karena tekanan ekspektasi fans yang melampaui batas.
Cara jadi fans yang supportif tanpa masuk Parasocial Trap:
1. Sadari dan akui kenyataan.
Mari kita jujur dengan diri sendiri: Vtuber/streamer itu cuma hiburan, mereka bukan teman, apalagi pasangan.
2. Support karyanya, bukan cari perhatian.
Membership, beli merch, nonton stream, lakukan semua karena kamu menikmati kontennya, bukan karena pingin perhatian mereka.
3. Rawat kehidupan sosial di dunia nyata, touch the grass.
Teman nyata, komunitas offline, hubungan dua arah, itu yang beneran bisa ngisi tangki emosional kita.
4. Kenalan sesama fans, bukan cuma ngejar oshinya.
Komunitas yang sehat membantumu kenal dengan sesama penggemar, dan mereka lebih mungkin jadi teman kita beneran. Kalau ada kopdar offline, lebih bagus lagi.
5. Hormati batasan Vtuber/streamer.
Patuh aturan, titik. Kalau kamu udah punya hasrat gak patuh, itu tanda bahaya.
Jadilah fans yang baik untuk oshimu, dan terutama untuk dirimu sendiri. 😊