Cua Lapudooh

9.7K posts

Cua Lapudooh banner
Cua Lapudooh

Cua Lapudooh

@CuaLadh

Amazing grace...... Pejuang Hak Anak @thedreamhouseid II teman anak bermimpi II Forum LKSA Sleman

Indonesia Katılım Ağustos 2010
901 Takip Edilen416 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Cua Lapudooh
Cua Lapudooh@CuaLadh·
Di Indonesia, anak-anak masih mengalami kekerasan seksual terutama perempuan. Yayasan Rumah Impian Indonesia (YRII) menyebut sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak 21 kasus kekerasan berbasis online di DIY. @thedreamhouseid fornews.co/news/hingga-me…
Kalasan, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
1
2
384
Cua Lapudooh retweetledi
🐾
🐾@just_callme_zee·
Ya tuhan, gaji jadi guru SD. Kenapa gak dibuletin aja sih😭Kenapa harus ada uang dua ribu sobek sama koin 1.000😭 Kalau aku belum dapet kerjaan selain guru, semoga cookies ku banyak yang order. Gak banyak gpp kok yaa Allah, yang penting tiap hari ada yang beli cookies ku. Aamiin
🐾 tweet media
Indonesia
17
2.5K
13.2K
288.8K
Cua Lapudooh retweetledi
arrijal
arrijal@Abu_shahib16·
@tamrintomagola Oke, agar tidak sekedar jadi pembohong publik, kembalikan dana pendidikan ke nominal awal, buat merenovasi sarana dan prasarana pendidikan yang sudah rusak banyak, serta menggaji honorer secara lebih manusiawi
Indonesia
1
69
688
11.2K
Tommo
Tommo@Only1tommo·
@CuaLadh @FabrizioRomano He stuck to his words and scores the goal to send Arsenal to the final 🔴⚪️ One family ❤️
English
1
1
1
25
Fabrizio Romano
Fabrizio Romano@FabrizioRomano·
❤️🤍 In 2020, Bukayo Saka posted “You deserve more Arsenal fans”. Today, Arsenal are UCL finalists with the winning goal scored by… Bukayo Saka.
Fabrizio Romano tweet media
English
520
1.7K
15.8K
348.8K
narkosun
narkosun@narkosun·
Indonesia punya?
narkosun tweet media
Indonesia
3K
121
1.2K
242.8K
Evans Masela
Evans Masela@MasVans·
@CuaLadh Owner sama Sporting Director yang harus cabut sih kalo kasusnya gini
Indonesia
1
0
0
7
Cua Lapudooh retweetledi
Dianawati Seri
Dianawati Seri@SeriDianawati·
Inget ya presiden bukan raja,bahkan rajapun TDK berhak membungkam suara rakyat
Indonesia
34
3.3K
6.4K
54.7K
Cua Lapudooh retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: Aktivis Perempuan Kalis Mardiasih dan Keluarganya Diintimidasi Usai Kritik MBG
Indonesia
373
13.9K
31.7K
597.7K
Cua Lapudooh retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
⚠️ WE GOT YOU! Salah seorang pegawai kubangan lumpur (espepege) Pasirwangi 001, Ujungberung, melakukan live stream via TikTok sembari petantang-petenteng dan merokok. Jika pihak espepege menganggap ini adalah pencemaran nama baik, kami tantang pihak espepege untuk membuat laporan kepolisian. 🫵🏻
MBG Jelek tweet media
Indonesia
409
7.2K
32.6K
1.2M
Cua Lapudooh retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Innalillahi.... Hanya dari satu SPPG, 584 siswa & guru di 16 sekolah Kecamatan Tulung, Klaten keracunan massal setelah makan menu MBG tanggal 28 April kemarin 😭🤬 SPPG Sorogaten-nya cuma ditutup sementara 3 hari. Trus apa sudah beroperasi lagi, ada yang punya info? 584 orang itu lebih banyak dari total anggota DPR RI loh 😱😭 Ya Tuhan, ntah kapan program ini dievaluasi, diaudit, & dihentikan 🤯
Indonesia
93
5.9K
13.1K
228.2K
Cua Lapudooh retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
5000 SPPG diduga fiktif. 7,6 T duit negara menguap. KPK sudah warning dari awal: rawan korupsi. Pemerintah? Tetap jalan. Mereka gak malu korupsi atas nama gizi dan kemiskinan. Kalau ini masih bisa ditoleransi, berarti yang rusak bukan cuma sistemnya. x.com/OmJ_J3Nggott/s…
Indonesia
127
1.3K
1.9K
26.1K
Cua Lapudooh retweetledi
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Terjadi Kembali, kali ini di Pekalongan Menu MBG ada BELATUNGNYA di salah satu sekolah di Pekalongan. Kejadian Seni 4 Mei 2026
Indonesia
99
1.3K
2.2K
119.3K
Cua Lapudooh retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tau gak ada kasus keracunan MBG yang baru terkonfirmasi dan ini bukan keracunan biasa yang bisa diselesaikan dengan minta maaf lalu lanjut? 162 siswa dari PAUD sampai SMP di Air Asuk Kepulauan Anambas tumbang serentak pada 15 April 2026. Bukan karena sakit perut biasa. Bukan karena makanannya basi. Tapi karena di dalam makanan yang dikirim negara ke mulut anak-anak itu ditemukan boraks dengan kadar 100 hingga 5.000 miligram per liter ditambah dua bakteri berbahaya sekaligus E. coli dan Bacillus cereus. Tiga kontaminan. Satu menu. Ratusan anak. yang paling gila ada boraks sekali lagi boraks Mari kita bicara soal boraks dulu karena ini yang paling serius dan paling tidak bisa dimaafkan. Boraks adalah bahan kimia industri. Dia dipakai untuk membuat deterjen keramik dan pupuk. Di Indonesia penggunaannya dalam makanan dilarang keras berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan sejak puluhan tahun lalu. Bukan dilarang karena sedikit berbahaya dilarang karena konsumsi berulang menyebabkan kerusakan ginjal kerusakan hati gangguan sistem saraf dan pada anak-anak yang tubuhnya masih berkembang efeknya jauh lebih destruktif dari pada orang dewasa. Kadar yang ditemukan di makanan MBG Anambas adalah 100 sampai 5.000 miligram per liter. Untuk konteks ambang batas yang mulai menunjukkan gejala toksisitas pada manusia dewasa adalah sekitar 5.000 miligram total. Anak-anak PAUD yang beratnya mungkin 15 kilogram jauh lebih rentan dari angka itu. Dan yang membuat ini lebih mengkhawatirkan boraks tidak muncul secara alami di telur kecap tempe goreng atau tumis sawi wortel buncis. Ketua Tim Investigasi BGN Arie Karimah Muhammad sendiri menegaskan bahan-bahan seperti telur tempe dan sayuran tidak membutuhkan pengawet kimia apapun. Tidak ada alasan teknis yang sah untuk boraks ada di sana. Artinya hanya ada satu kesimpulan yang bisa ditarik. Seseorang di dalam dapur SPPG Air Asuk secara sadar dan sengaja memasukkan boraks ke dalam makanan yang akan dimakan anak-anak. Kemungkinan besar untuk membuat tekstur makanan lebih kenyal lebih menarik dan lebih tahan lama sambil menekan biaya produksi serendah mungkin. Memotong biaya dari anggaran yang sudah dikucurkan negara dengan cara meracuni anak-anak yang seharusnya dilindungi. Sekarang soal E. coli dan Bacillus cereus karena keduanya bercerita tentang kegagalan yang berbeda dan sama-sama sistemik. E. coli ditemukan di sampel makanan yang diuji BPOM. E. coli adalah bakteri yang hidup di usus besar manusia dan hewan. Kehadirannya dalam makanan mengindikasikan satu hal dan hanya satu hal ada kontaminasi feses di suatu titik dalam proses produksi. Bisa dari tangan pekerja yang tidak mencuci tangan dengan benar. Bisa dari peralatan masak yang dicuci dengan air yang terkontaminasi. Bisa dari sumber air bersih yang digunakan untuk memasak yang ternyata tidak bersih sama sekali. Tapi apapun jalur masuknya E. coli di makanan anak sekolah adalah kegagalan higienitas yang fundamental dan tidak bisa dijelaskan dengan kecerobohan kecil. Bacillus cereus adalah bakteri yang berbeda karakternya dan justru karena itu lebih berbahaya dalam konteks seperti ini. Dia berkembang biak di makanan yang tidak disimpan pada suhu yang tepat khususnya makanan yang sudah matang lalu dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan sebelum sampai ke tangan penerima. Yang membuatnya sangat berbahaya adalah toksin yang dihasilkannya tahan panas. Artinya bahkan kalau makanan dipanaskan ulang sebelum disajikan toksin itu tetap ada dan tetap bekerja merusak sistem pencernaan. Ini mengindikasikan ada masalah serius dalam rantai distribusi dari dapur ke sekolah makanan dikirim terlambat disimpan terlalu lama atau tidak dijaga suhunya selama perjalanan. Tiga kontaminan dari tiga sumber yang berbeda dalam satu paket makanan yang sama. Ini bukan tentang satu kecerobohan di satu titik. Ini adalah gambaran dari sebuah dapur yang gagal dari hampir semua dimensi secara bersamaan dari penggunaan bahan kimia ilegal dari higienitas dasar yang tidak terpenuhi dan dari sistem penyimpanan dan distribusi yang tidak memadai. Dan ada satu detail yang menurut gua adalah bagian paling menyayat hati dari seluruh cerita ini. 41 orang tua dan anggota keluarga ikut keracunan. Bukan karena mereka makan di kantin sekolah. Bukan karena mereka iseng mencicipi makanan anak. Tapi karena anak-anak mereka membawa pulang sisa makanan dan orang tua yang tidak mau menyia-nyiakan rezeki yang sudah ada di tangan memakan sisa itu di rumah. Orang tua yang hemat. Orang tua yang bersyukur anaknya dapat program makan gratis dari negara. Orang tua yang tidak punya kapasitas untuk tahu bahwa makanan yang dibawa pulang anaknya mengandung boraks dan dua jenis bakteri berbahaya. Dan justru kebaikan hati mereka untuk tidak membuang-buang makanan itulah yang membuat mereka ikut masuk rumah sakit bersama anak-anak mereka. Sekarang soal respons pemerintah. Dan ini adalah bagian yang menurut gua harus membuat semua orang marah dengan alasan yang sangat konkret. BGN men-suspend SPPG Air Asuk sementara. Meminta SPPG memperbarui Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi sebelum boleh beroperasi kembali. Menekankan perlunya peningkatan pengawasan. Tidak ada pengumuman proses hukum pidana terhadap siapapun yang terbukti memasukkan boraks ke makanan anak-anak. Ingat menggunakan boraks dalam makanan bukan hanya pelanggaran administratif. Ini adalah tindak pidana yang bisa dijerat dengan UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar. Tapi sampai berita ini ditulis tidak ada satu pun nama yang disebut akan diproses secara pidana. Tidak ada audit nasional terhadap ribuan SPPG lain yang beroperasi di seluruh Indonesia. Kalau satu SPPG bisa beroperasi dengan boraks dan dua bakteri berbahaya tanpa ketahuan selama berminggu-minggu sebelum ada korban massal berapa SPPG lain yang kondisinya sama tapi belum ada yang keracunan parah cukup untuk memicu investigasi? Dan BPOM sendiri sudah mengakui bahwa mereka hanya sanggup mengecek lima dapur MBG secara nasional. Lima dapur. Alasannya adalah minim anggaran. Program yang dianggarkan Rp335 triliun di tahun 2026. Tapi lembaga yang bertugas mengawasi keamanan pangan di program itu tidak punya cukup anggaran untuk mengecek lebih dari lima dapur dari ribuan yang beroperasi. Dan ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih besar lagi. Kasus Anambas bukan kasus pertama dan bukan kasus yang paling banyak korbannya. Secara nasional kasus keracunan MBG sudah lebih dari 6.000 kasus dari berbagai daerah sejak program ini berjalan. Dari Sumatera sampai Jawa sampai Sulawesi. Di sekolah-sekolah yang mestinya jadi tempat anak-anak tumbuh dengan aman. 6.000 kasus keracunan. Dan baru di Anambas ada hasil lab yang mengkonfirmasi boraks digunakan secara sengaja. Pertanyaannya adalah dari 6.000 kasus sebelumnya berapa yang juga melibatkan boraks tapi tidak pernah diuji labnya karena tidak ada anggaran? Berapa yang cukup ringan sehingga orang tuanya hanya berpikir anaknya masuk angin lalu tidak pernah dilaporkan? Berapa yang tidak pernah masuk data karena tidak ada media yang meliput? program senilai Rp335 triliun dengan niat mulia memberantas stunting dan memastikan anak Indonesia tumbuh sehat harus bisa menjamin satu hal paling dasar yang bahkan tidak perlu standar tinggi untuk dipenuhi. Makanan yang dikirim ke mulut anak-anak tidak boleh mengandung racun. Bukan standar internasional. Bukan sertifikasi ISO. Hanya satu syarat jangan ada boraks di dalam telur kecap dan tempe goreng yang dimakan anak PAUD. Dan syarat sepedas itu ternyata tidak terpenuhi. Di program yang diklaim akan mengubah generasi Indonesia. Di negara yang Menkeu-nya baru saja bilang kita sedang survival mode tidak boleh bikin stupid mistake lagi. Suspend tiga hari dan perbarui sertifikasi bukan jawaban yang proporsional untuk 162 anak yang keracunan boraks. Yang proporsional adalah proses pidana yang nyata transparansi penuh tentang kondisi semua SPPG di seluruh Indonesia dan pertanggungjawaban yang konkret dari siapapun yang membuat keputusan untuk meloloskan SPPG beroperasi tanpa pengawasan yang memadai sejak awal.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
64
447
623
15.7K
Cua Lapudooh retweetledi
Culesian
Culesian@siklopgoldlen·
Culesian@siklopgoldlen

Anggota TNI di Kodim 1417 Kendari bernama Sertu Majib Bone kini dalam pencarian. Ia putus kontak dan kabur saat menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan kasus pencabulan terhadap pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) bernama Bunga (samaran). Insiden ini terjadi di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (14/4/2026). Data yang dihimpun Kendariinfo melalui bibi korban, berinisial VN, Sertu Majib Bone ternyata tidak asing lagi bagi kalangan atlet di Kendari. Ia adalah Ketua Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Kota Kendari untuk masa bakti 2025 – 2029. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 lalu di Aula Kodim 1417 Kendari. Tidak hanya itu, Sertu Majib Bone juga dikenal di kalangan pengusaha. Ia adalah seorang developer dan memiliki banyak perumahan ternama di Sultra, beberapa diantaranya ada di Kolaka, Konsel, Muna, dan Buton. Di lingkup militer, Sertu Majib Bone adalah seorang prajurit yang menjalankan tugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Kecamatan Poasia, Kendari. Di sana, ia melaksanakan pembinaan teritorial (binter). Sebagai ujung tombak TNI AD, Babinsa ini berfungsi menjaga keamanan, ketertiban, dan membantu kesulitan warga serta pembangunan wilayah. “Iya, dia developer, babinsa di Poasia, Ketua KKI Kendari juga,” ungkap VN, saat dihubungi Kendariinfo, Kamis (30/4). Dalam perkara yang sedang ditangani oleh Denpom XIV/3 Kendari, Sertu Majib Bone dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korbannya bernama Bunga (samaran), warga asal Kecamatan Ranomeeto, Konsel. Saat ini, korban tengah duduk di bangku SDN di Konsel. Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan laporan tersebut. Sebelum mereka tangani, Sertu Majib Bone, diperiksa di Kodim 1417 Kendari. Namun, ia diklaim kabur dan hingga kini masih dalam pencarian. “Pelakunya belum sempat diserahkan ke kita (Denpom), saat diinterogasi di Kodim, yang bersangkutan sempat kabur,” bebernya, Rabu (29/4). Baca berita selengkapnya di kendariinfo.com

Indonesia
9
192
614
43.7K
Cua Lapudooh retweetledi
Culesian
Culesian@siklopgoldlen·
MEREKA LAGI LAGI MEREKA
Culesian tweet media
Indonesia
12
321
1.6K
36.8K
Cua Lapudooh retweetledi
Culesian
Culesian@siklopgoldlen·
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya! Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan. Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari. Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita. VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka. “Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026). Baca selengkapnya di kisahan.id
Indonesia
551
15.7K
29K
982K
Cua Lapudooh retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Kebutuhan guru tinggi, mengangkat honorer tidak bisa, mengangkat PNS-PPPK tidak mampu, akhirnya terbitlah PJLP, pekerja kontrak berbasis vendor yang biasanya untuk petugaa kebersihan, pengemudi dan pengamanan. Kita selalu menemukan cara untuk memberi upah rendah guru, tapi selalu kesulitan mencari cara menjamin kesejahteraannya.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
20
204
447
9.7K
Cua Lapudooh retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Hasil uji lab oleh BPOM yang diduga sebagai penyebab keracunan 162 siswa di Anambas: - Kandungan boraks pada menu telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran, dengan kadar berkisar 100 hingga 5.000 mg/L - Juga ditemukan Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus cereus. SPPG diminta untuk perbaiki standar dan memperbarui Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
MinDos tweet media
Indonesia
391
7K
10.5K
332.7K