Begini kronologinya !!
Seorang pemuda yatim piatu bernama Agus (25) nekat menggali makam ibu kandungnya sendiri dalam kondisi emosi yang meledak-ledak.
Insiden memilukan ini nyatanya dipicu oleh permasalahan rumah tangga yang sangat sepele.
- Awalnya, Agus mendapat teguran dari istri pamannya karena urusan kebersihan kamar.
Teguran ini rupanya tidak diterima dengan baik hingga memicu cekcok mulut.
Mendengar keributan tersebut, paman Agus (yang sudah merawatnya sejak kecil) ikut tersulut emosi.
- Dalam keadaan marah besar, sang paman melontarkan kalimat sarkas yang sangat tajam: "Pergi saja dari rumah, sekalian bawa makam orang tuamu!"
Alih-alih menganggap kalimat tersebut sebagai gertakan kemarahan, Agus yang kadung sakit hati malah menelan mentah-mentah ucapan pamannya itu.
- Di bawah kendali emosi, Agus bergegas menuju makam ibunya di TPBU Sengkol dan nekat mulai menggali pusara tersebut di malam hari.
Aksi tak lazim ini langsung mengundang perhatian petugas lingkungan, pengurus makam, hingga tokoh masyarakat.
Mereka berusaha keras membujuk dan menghentikan Agus.
- Bahkan, warga sampai nekat memutus aliran listrik di area makam agar suasana menjadi gelap gulita dan Agus berhenti menggali.
Titik terendah guru
Me: dihina siswa sendiri
"Bu kalau aku dikasih kunci jawaban tak kasih sejuta, gajimu gak ada sejuta kan ?"
Aku ngajar di MI, dia kelas 6 ini.
Kejadian paling baru 2 minggu lalu.
Setelah pelaksanaan TKA mau Ujian Madrasah
Yang di utasku atas itu udah termasuk halus,
soalnya dia pakai bahasa jawa dengan tidak sopan
"Bu nek aku mbo kei kunci tak kei sejuta, gaji mu e lho ra enek sejuta". Yang orang Jawa pasti paham nada ngomongnya
Waktu itu bener2 speechless,
cuma ku jawab "susunya anak2ku sejuta gak cukup sebulan"
Bapak ibu guru ada yang serupa ?
cc:threadsrere_indriyani
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?"
"Coba saya cek, kasih nama sama NIM?"
"Debi Pak, ini NIM saya."
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya."
***
"Bu Dinas Sosial."
"Iya gimana?"
"Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK."
"Minta NIK orang tua ya."
"Ini Bu, tolong dicek"
"Sebentar ya"
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK."
***
"Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK"
"Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?"
"Iya Pak"
"Lah, penghasilannya bukannya lumayan?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?"
"Iya Pak"
"Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud."
***
"Bu Dikbud."
"Iya gimana?"
"Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji."
"Sebentar saya cek ya."
"Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali."
"Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?"
"Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank"
"Iya gimana?"
"Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Bu, saya cek dulu"
"..."
"Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya Mbak"
"Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
"Memang aturannya segitu pinjaman kita."
***
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?"
"Jadi gak daftar ulang pertama?"
"Iya."
"Gak bisa, kalau udah lulus ujian tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan."
"Hah?"
@TaliUdeng Udah kocak negara ini... Amanat undang2 itu mencerdaskan kehidupan bangsa malah dikasih MBG, kopdes yg megang prajurit, pertanian yg megang prajurit, sekarang damkar yg megang prajurit
KTP sudah pakai chip, tapi urusan administrasi masih minta fotokopi. Triliunan anggaran negara tiap tahun terbuang cuma buat redundansi data yang nggak pernah kelar.
Benar kata Deddy Sitorus, ini masalah 'political will'. Di era digital, kita justru terjebak dalam birokrasi yang berebut kewenangan tapi abai tanggung jawab. Sampai kapan hak dasar warga negara disandera kerumitan sistem yang primitif begini?
@indepenSumatera Dulu pas waktu jaga konter pulsa jg ada modelan ibu2 ky gitu udah diingitenin ditipu malah marah2... Akhirnya gue lapor pak polisi biar g pusing
👩 : "pih, kalau aku meninggal kamu nikah lagi enggak?"
👱🏻♂️ : "astagfirullah, kamu ngapain sih nanya2 gitu"
👩 : "ya gpp, kamu pasti nikah lagi ya!! kamu cari yg muda2 ya!!! semua cowok kan kaya gitu!!!"
sebenarnya kalau istri nanya gitu apa yg diharapkan jawabannya dari para suamik???
Makin serem
Uang sebanyak Rp 1,1 Triliyun buat Beli Laptop BGN
dari Rp 1,1 Triliyun entah berapa banyak uang yang menguap..
Kemaren Motor , kaos kaki , sekarang laptop
Beli lagi yang lain bos
Kalo dana kurang Naikin saja pajak karena Uang Rakyat masih Banyak
...Semprul
WARISAN GOLONGAN DARAH "O"
1. Tidak Pernah Pingsan
2. Tidak Pernah Diinfus
3. Tensi 65 Masih Berdiri Tegak
4. Jarang Sakit
5. Kalau Sakit Rasa Mau Log out
6. Sering Kunang Kunang Dari Duduk Ke Berdiri
7. Kalau Mau Tidur Ritual Gesek-Gesek Kaki Ke Sprei
8.Rajanya Begadang
9. Paginya Kerja Jarang Sarapan
10.Satu Lagi Tidak Pernah Kesurupan Entah Kuat Imannya Atau Dia Setannya😈