Sabitlenmiş Tweet
els
6.6K posts

els retweetledi
els retweetledi

kalo mark ga terlalu suka jadi idol, dia ga mungkin selalu jadi trainee terajin, dia ga mungkin jadi main rapper di tiga group, dia ga mungkin ngerelain masa kecilnya ampe besar gini buat jadi idol, ga mungkin merjuajgin solo album dia….
markf semua tau mark tuh sesuka dan secinta itu sama musik dan selama ini dia enjoy aja jadi idol, bahkan setelah keluar dari agensi dia tetap dibidang musik.
jadi jgn pernah ambil kesimpulan mark ga suka ini itu, karna yang tau itu cuman mark sendiri 🙏🏻
Indonesia
els retweetledi

Kadang kita lupa, di balik foto kecelakaan itu ada orang yang lagi terluka dan keluarga yang mungkin lagi cemas nunggu kabar. Nggak semua momen harus dibagikan ke media sosial, apalagi yang bisa menyakiti orang lain. Yuk lebih bijak, tahan dulu keinginan buat upload, dan pilih untuk lebih empati❤️
#pmiselalubantu

Indonesia
els retweetledi

@markleebase Ratusan 🥲 tapi kayanya akan ku jual banyak dan keep beberapa aja
Indonesia
els retweetledi
els retweetledi
els retweetledi
els retweetledi

SUMPAH MARAH BANGET!!!
"𝗔𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗷𝗮, 𝘃𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗜𝗩 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗿𝗮𝗰𝘂𝗻𝗶𝗻 𝗷𝗮𝗻𝗶𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗥𝗩" adalah salah satu misinformasi paling berbahaya yang pernah gue temui.
Bayangin kalo ada ibu hamil dengan HIV mendengar atau membaca informasi itu, maka ia membahayakan janinnya. Menurut gue urusannya udah BUKAN soal opini, tapi soal nyawa.
Maaf kalo gue ulang-ulang terus.
𝗩𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗜𝗩 𝗶𝗻𝗶 𝗔𝗗𝗔. HIV sudah diisolasi, dikarakterisasi, dan dipelajari secara ekstensif oleh banyak sekali ahli sejak 1983. Banyak banget paper peer-reviewed yang mengonfirmasi eksistensinya, termasuk gambar mikroskop elektron, analisis genomik, dan uji klinis yang merekrut ratusan ribu pasien di seluruh dunia.
Data menunjukkan bahwa tanpa intervensi APAPUN, termasuk ARV, risiko penularan HIV dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui berkisar antara 15–45%. Artinya, sekitar satu dari tiga bayi yang lahir dari ibu dengan HIV positif tanpa pengobatan, bisa terinfeksi HIV.
𝗡𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗹𝗼 𝗽𝗮𝗸𝗲 𝗔𝗥𝗩, 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗔𝗡𝗚𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗡𝗨𝗥𝗨𝗡. ARV bisa menekan angka penularan dari ibu hamil ke janin hingga di bawah 5%, bahkan mendekati 1–2% di setting ideal. Selain itu tentunya ada berbagai metode lain untuk menurunkan risiko penularan dari ibu hamil ke bayi, antara lain dengan opsi caesar, hingga pemberian ARV profilaksis.
Pada ibu hamil, manfaat ARV dalam mencegah infeksi HIV jauh lebih besar daripada risikonya.
Panduan dari WHO, NIH, dan semua guideline klinis major secara tegas merekomendasikan inisiasi ART pada semua ibu hamil HIV positif tanpa memandang viral load atau CD4 count, karena manfaatnya untuk ibu dan bayi sudah terbukti.
𝗣𝗘𝗦𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗡𝗧𝗜𝗡𝗚
Ibu yang menangis sambil bertanya "saya reaktif HIV" itu tidak butuh dibilangin "abaikan saja". Ia lebih butuh dirujuk ke dokter, mendapat konseling, dan jika konfirmasi positif, segera mendapat ARV.
Respons yang tepat di sana bisa menyelamatkan dua nyawa, yaitu ibu dan bayi.
Jadi, wajar kan gue MARAH PAKE BANGET?!!!

Indonesia
els retweetledi
els retweetledi

@ilofmkl ahhhh yg inii barusan lewatt, kataku ada lain lagi wkwkwk. makasii kak
Indonesia






















