DS_Rafale

3.5K posts

DS_Rafale banner
DS_Rafale

DS_Rafale

@DS_Rafale

Artificial Intelligence Engineer at North Osea Gründer Industry Group (fiction company) 🤪

Hoffnung, North Osea Katılım Haziran 2021
206 Takip Edilen49 Takipçiler
DS_Rafale retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gue mau cerita soal temen gue. Namanya Dana. Dana itu tipe orang yang lo semua pasti kenal. IPK 3,8. Aktif organisasi. Lulus tepat waktu. Langsung dapet kerja di perusahaan yang namanya keren di LinkedIn. Dan semua orang bilang dia sukses. Tapi gue tahu yang sebenernya. Gajinya Rp4,5 juta. Di Jakarta. Kontrakannya Rp1,8 juta sebulan. Transportasi PP ke kantor Rp800 ribu. Makan Rp1,5 juta kalau irit. Pulsa dan internet Rp200 ribu. Total pengeluaran minimum: Rp4,3 juta. Sisa: Rp200 ribu. Sebulan. Tidak ada dana darurat. Tidak ada tabungan. Tidak ada investasi. Tidak ada biaya sakit. Tidak ada ongkos pulang kampung kalau ada yang meninggal di keluarga. ada satu hal lagi yang jarang dibahas. Di kondisi kayak gini orang jadi mudah dimanfaatkan. Ini kesempatan belajar. Nanti kalau udah berpengalaman gajinya naik. Yang penting dapet exposure dulu Kalimat-kalimat ini dipakai untuk membenarkan upah yang tidak layak. Dan kita yang takut tidak punya pilihan menerimanya. Bukan karena bodoh. Tapi karena sistemnya memang dibuat begitu. Bukan salah Dana kalau dia tidak bisa nabung. Bukan salah generasi ini kalau mereka susah beli rumah, susah nikah, susah punya anak. Sistemnya yang tidak pernah dirancang untuk mereka bisa menang. Dan selama kita terus menyalahkan individu kurang kerja keras, kurang hemat, kurang skill kita tidak akan pernah nanya pertanyaan yang lebih penting: Kenapa orang yang kerja keras pun masih tidak cukup?
Joe ~@Kepalamulus

Unpopular opinion tentang sisi gelap dunia kerja :

Indonesia
59
650
3.4K
297.2K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@zhil_arf Idenya bagus sih ujian tiap hari. Jujur gw mau walaupun gw bukan orang pinter karena tiap hari lu dijamin berkembang karena lu dipaksa oleh sistem berkembang wkwk
Indonesia
0
0
1
309
zhil
zhil@zhil_arf·
Anak Soshum tidak dihargai dan dianggap bodoh di Indonesia, karena ketika SD SMP SMA, mata pelajaran IPS terlalu gampang. Mau Soshum dihargai? Simpel. Persulit ujiannya. Tidak boleh ada persepsi "IPA pintar, IPS bodoh". Keduanya harus sama-sama horor dan sadis. Reputasi matpel IPS masih dirasa kurang horor? Persulit lagi ujiannya. Persulit lagi quiz dan PR nya. Barangkali ini tidak akan sulit-sulit amat untuk diterapkan. Misal: 1 buku paket biasanya cukup untuk pelajaran eksak, karena ilmu pasti. Soshum harusnya tidak boleh begitu. Ujiannya harus didominasi pemahaman sosio-kontekstual akan hal yang ada di luar buku. Siswa yang survive hanyalah siswa yang banyak baca. Sastra juga demikian. "Bahasa Indonesia", misalnya, tiba tiba akan jadi sangat sulit apabila siswa hanya bisa lolos ujian jika dan hanya jika sudah sering membaca, menghayati, dan menghargai karya-karya sastra fundamental. Pada zaman dahulu, semua calon mahasiswa Soshum di Barat diwajibkan bisa bahwa Latin dan bahasa Yunani Kuno *sebelum* masuk kuliah, karena kebanyakan naskah penting ditulis dalam bahasa itu. Kemampuan bahasa ini mereka bangun lewat hobi membaca puisi, sastra, dan karya Latin dan Yunani Kuno. Menurut gw ini standar kompetensi minimum yang sangat bagus. Hari ini kita tidak literally butuh bahasa Yunani Kuno, tapi kita butuh sesuatu yang sama sulitnya. --- Kalau mau diseriusin lagi: - Idealnya, partisi STEM-Soshum-Sastra dalam bentuk apapun di level SMA dihapus. Di sekolah yang ideal, semuanya diajarkan dan dijelalkan masuk. Sayangnya ini hanya bisa berhasil apabila guru-gurunya elite dan bergaji tinggi. - Idealnya, akademis SMA sengaja dibikin sangat susah dan sangat sadis dan sangat horor. Alasannya satu, yaitu memaksa lulusan SMP mempertimbangkan opsi masuk SMK dengan serius. Masalahnya, kualitas SMK di Indonesia sangat buruk sehingga ini harus diperbaiki duluan. - Role edtech yang paling dibutuhkan adalah meringankan beban pekerjaan guru. Memeriksa soal, otomatisasi administrasi, memantau progress tiap siswa, dll. Barangkali siswa tidak perlu melihat atau menyentuh aplikasi edtech sama sekali. Spekulasi liar: - Di zaman AI, fungsi utama sekolah di bidang akademis barangkali akan berubah jadi ruang ujian saja. Bayangkan tiap hari ujian intensif, kertas dan pulpen, essay, tidak ada AI dan tidak ada kalkulator. Tapi jam pulang adalah jam 11 pagi. Setelah itu bebas mau ngapain. Pacaran, Valorant, motoran, ekstrakurikuler, belajar mandiri, silakan. Karena tiap hari ujian, anak terpaksa memiih belajar mandiri. Well, tinggal minta diajarin oleh AI. AI nya ngawur? Akan ketahuan di ujian besoknya dan menjadi shock therapy bagi anaknya. Salah sendiri terlalu percaya sama AI. - Ini diperkuat dengan sistem Romusha Tutor (atau Sistem Tutor Oxford). Tiap kakak kelas diberikan tanggung jawab terhadap prestasi akademis 1 adik kelas. Kalau adik kelas tidak lulus, kakak kelas tidak lulus. Asumsi di sini adalah bahwa hanya manusia yang bisa menyelesaikan hal seperti "memotivasi anak untuk belajar" dan bahwa AI tidak bisa melakukan ini. Well, ya sudah, romushakan saja kakak-kakak kelas untuk jadi tutor. Kakak kelas bingung harus ngapain? Tanya AI. AI nya ngaco? Akan ketahuan di ujian besok. - Spekulasi liar ini mengasumsikan bahwa pemerintah kita sama sekali tidak melakukan apa-apa dan useless dan gabut. Gw jauh lebih percaya bahwa teknologi AI akan bisa sangat murah Rp 2rb / bulan daripada percaya bahwa pemerintah akan peduli untuk "menaikkan gaji guru" atau semacamnya. Untuk isu yang ini, barangkali sebaiknya kita menyerah saja.
Abid@abid0588

Unpopular opinion about education ?

Indonesia
98
900
5.5K
257.1K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@annadashzvezda Secara taktikal total war masih mending invasi cina ke vietnam. Perang cepat tujuannya tercapai (menghukum vietnam karena invasinya ke kamboja)
Indonesia
0
0
0
227
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@annadashzvezda Makanya liat aja sekarang yang dari awalnya serangan cepat ke kiev lewat belarus jadi harus susah payah di timur ukraina. Iya rusia mampu maju bahkan ampe pokrovsk tapi menurut gw ya russia sebagai negara besar ya memalukan lah wkwk.
Indonesia
1
0
1
1.1K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@sugondese6666 Abis angkut beras sekarang nyebat pake cerutu dulu wkwk
Indonesia
0
0
1
1.2K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@sugondese6666 Emang dah si anis anis ini hidup pun emang salah di mata oslo wkwk
Indonesia
0
0
0
336
JEWGONDESE
JEWGONDESE@sugondese6666·
difitnah sama fansnya den panu 😂😂😂
Indonesia
19
79
748
19.8K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@KemenperinRI ~ Sambil Komat Kamit Mulut Mbah Dukun Baca Mantra Dengan Segelas Air Putih Lalu Pasien Disembur! ~
Indonesia
0
0
0
52
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@nozelism Yaiyalah gabisa semua cowo wkwk karena semua cowo belum tentu punya pacar wkwk
Indonesia
0
0
3
190
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@tilehopper Seinget gw kalo konteks anies ke tempat non votersnya itu pernah tapi pas pilkada 17 + masih masa kampanye (seinget gw). Seinget gw acaranya MLI cuman belum sampe seserius mamdani dan yang di datengin anak muda
Indonesia
0
0
45
5.1K
Rizki Salminen💜
Rizki Salminen💜@tilehopper·
you know chat, i don't think anies can pull of something like this.
Bernadette Hogan@bern_hogan

.@ZohranKMamdani visits vets at the Volunteers of America Commonwealth Veterans’ Residence. Speaking about the government shutdown, SNAP benefits & some vets admitted they didn’t vote for him & gave some advice —>

English
121
70
1.2K
1.5M
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@MikaelDewabrata Emang beda ya rasanya ngeliat yang animasi buatan orang ama AI wkwk. Apalagi yang AI ini latar tempatnya masih keliatan kaku gitu walaupun karakternya udah konsisten looksnya
Indonesia
0
0
55
5.7K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
Gini deh kelakuan fandom kl idolnya kagak mo turun tangan buat ngurus masalah kek gini. Jadinya keliatan akut bet pemujaan ke idolnya tanpa ada nalar buat paham penggunaan suatu kata. Atau jangan² ya idolnya sendiri emang pengen kek gini juga kah?
Indonesia
0
0
2
422
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@anggapph2 Harusnya di kasi semacam brainrot dan ada yang ngeclipperin gitu sih. Empat jam langsung kek gitu ga efektif harusnya dipecah jadi per 30 menit sampai satu jam (dapat 4 - 6 eps tergantung durasi)
Indonesia
0
0
15
5K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@Uzzzzz222 Gw penasaran kl wartawan nanyain gibran soal ini jawaban bakal kek gimana? Wkwk
Indonesia
0
0
0
331
Tonelico Le Fay
Tonelico Le Fay@Lost_Ataraxia·
from this. to this. beneran peramal handal.
Tonelico Le Fay tweet mediaTonelico Le Fay tweet media
English
7
36
114
7.9K
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
Sebenernya excel itu guna banget buat segala hal. Untuk cakupan bidang data (DA) pas awal² perusahaan datanya belum bener² banyak excel bisa dipake sampai akhirnya kalo datanya udah lewat 1 jt row barulah convert ke sql/python imo
Yuki Prisma Anastasya 🦋@MorphoMenelausX

Want to feel superior? Want to know how to improve yourself? Want to improve your confidence? Belajaro Excel. Sampe lo bisa bikin multiple nested if with dynamic data validation. Feel free to try, but it always 100% works. Ga mau coba ya gpp.

Indonesia
0
0
0
53
DS_Rafale
DS_Rafale@DS_Rafale·
@MorphoMenelausX Tinggal tunggu aja yang mo mutus siklusnya siapa duluan either masyarakat/pemerintah/keadaan wkwk
Indonesia
0
0
1
36