ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA
5.1K posts

ABBASY_ALLYSIA
@Dafeeshoot
🔥DAW1706 🔥workingclassHeroes
Bandung, Jawa Barat Katılım Aralık 2012
617 Takip Edilen151 Takipçiler

@beckhamputran @persib Siap tam enjing bade nyetak heula benderana, siap hajat barudakkk!!

Indonesia

Kibarkan semua bendera kebanggan di setiap rumah,gang,sudut kota bismillah 1 lagi kita rayakan!🥹💙
@persib
Indonesia
ABBASY_ALLYSIA retweetledi

Berjuang demi 50 juta warga Jawa Barat dan Demi Bojan Hodak. Edan ieu Walikota Aing @marcklok_23 mere motivasina 🔥🔥🔥🔥💙💙💙💙💙🇬🇦🇬🇦🇬🇦
Indonesia
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi

Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Indonesia
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi

SURAT TERBUKA RESMI
15 Mei 2026
Yth
•Ketua Umum PSSI @erickthohir
•Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) / Penyelenggara @ileague_id
Perihal : Tindakan Provokasi Pemain Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa Atas Tuduhan Pemindahan Venue Laga Kandang Persija vs @persib Bandung
Dengan hormat
Kami yang bertandatangan di bawah ini, atas nama pendukung @persib Bandung, menyampaikan surat terbuka ini sebagai bentuk keprihatinan mendalam dan sikap tegas terhadap tindakan provokasi yang dilakukan oleh pemain Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa. Sebagaimana diketahui publik, baru-baru ini muncul keputusan pemindahan venue laga kandang Persija Jakarta versus Persib Bandung. Keputusan tersebut merupakan kewenangan penuh PSSI dan PT LIB sebagai penyelenggara kompetisi demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran pertandingan sesuai regulasi yang berlaku. Namun, alih-alih menerima keputusan tersebut dengan sportivitas, Andritany Ardhiyasa secara terbuka dan provokatif menuduh bahwa pihak Persib Bandung yang meminta pemindahan venue laga tersebut.
Tuduhan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, dan sangat provokatif. Pernyataan tersebut telah memicu emosi suporter kedua belah pihak, berpotensi menimbulkan konflik horizontal, serta menciptakan narasi bohong yang merusak citra kedua klub dan citra sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Tindakan semacam ini jelas bertentangan dengan semangat fair play, kode etik PSSI, serta regulasi FIFA tentang perilaku pemain dan ofisial.
Kami menilai pernyataan Andritany Ardhiyasa bukan sekadar ekspresi pribadi, melainkan tindakan yang disengaja untuk memprovokasi dan memecah belah. Hal ini sangat berbahaya mengingat sejarah "Derby Indonesia" yang selalu berlangsung dengan tensi tinggi dan menjadi sorotan nasional maupun internasional.
Oleh karena itu,
Dengan ini kami secara resmi meminta kepada: PSSI dan PT LIB untuk
-segera melakukan investigasi resmi terhadap pernyataan dan tindakan Andritany Ardhiyasa diRuang ganti tersebut.
-Memberikan sanksi tegas sesuai dengan Kode Disiplin dan Etik PSSI atas perbuatan provokasi yang dapat memicu konflik.
-Mengeluarkan pernyataan resmi klarifikasi bahwa keputusan pemindahan venue murni merupakan kebijakan penyelenggara kompetisi dan bukan atas permintaan pihak Persib Bandung.
-Meningkatkan pengawasan terhadap segala bentuk provokasi antar klub menjelang pertandingan besar agar tetap menjadi ajang yang membanggakan, bukan sumber konflik.
Kami meyakini @PSSI dan PT LIB sebagai pemegang otoritas tertinggi sepak bola Indonesia akan bertindak adil, tegas, dan profesional dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan
Atas perhatian dan tindakan Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih
Hormat kami,
BOBOTOH PERSIB
Tembusan:
-Ketua Komite Disiplin @Komdis_PSSI
-Ketua Komite Etik @PSSI
-Media Nasional
-Persib Fans (Bobotoh) seluruh Indonesia
Indonesia
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi

FAKTA KERUSUHAN POSO.
Namanya Fabianus Tibo, dikenal sebagai pendeta di Poso dengan julukan 'Pendeta Tibo'.
Dia merupakan provokator pecahnya kerusuhan Poso, dimana atas hasutannya 'Pasukan Kelelawar Hitam' melakukan pembantaian terhadap para penghuni Ponpes Walisongo yang terletak di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Poso.
Sebelum melancarkan aksinya , Pendeta Tibo mengutip ayat Bible Matius 10:34 guna menghapus keragu-raguan pasukannya dalam melakukan aksi pembantaian terhadap penghuni Ponpes Walisongo.
Dalam kesaksiannya di persidangan, Pendeta Tibo mengakui semua perbuatannya didasari oleh motif agama, bahkan untuk mengumpulkan logistik perang Tibo juga mengutip Bible Lukas 22:36, yang berisi ajakan Yesus kepada para muridnya untuk menjual jubah mereka dan membeli pedang.
Berbekal provokasi tersebut maka terjadilah aksi ofensif yang dilakukan oleh 'Pasukan Kelelawar Hitam' terhadap para penduduk muslim Poso, dimana menurut kesaksian Tibo peristiwa tersebut juga melibatkan struktural Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang berpusat di Tentena, kota kecil di tepian Danau Poso.
Atas kejahatannya Pendeta Tibo dijatuhi hukuman mati bersama 2 koleganya Dominggus da Silva dan Marinus Riwu yang merupakan otak dari kerusuhan Poso.
Sejarah kelam inilah yang dimaksud oleh Jusuf Kalla dalam ceramahnya beberapa waktu lalu, yang kemudian videonya dipotong dan disebarkan sehingga memberi ruang bagi Ade Armando, Grace Natalie dan Abu Janda untuk memelintir dan membumbui dengan narasi yang tidak sesuai dengan konteks utuh ceramah tersebut.
Untuk memuluskan provokasi oleh 3 makhluk bermulut jahat tersebut, maka dibuatlah pelaporan ke pihak kepolisian dengan menggunakan tangan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), seolah-olah ceramah yang disampaikan oleh Pak JK mengandung unsur provokasi SARA.
Hal inilah yang memicu 40 Ormas Islam melaporkan 3 makhluk bermulut jahat ke Bareskrim Polri, karena apa yang disampaikan oleh Ade Armando, Grace Natalie dan Abu Janda tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Indonesia
ABBASY_ALLYSIA retweetledi

Ikhtiar sudah dilakukan, sisanya biar takdir yang nenentukan, bantai persija dan hattrickeun sakalian jadi juara liga! Semoga musim ini milik kita lagi✊️ @persib
@officialvpc x @v_frontline_pc



Indonesia
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi
ABBASY_ALLYSIA retweetledi

cukup beberapa tetes bisa balikin sablon yg udah retak ⬇️
🛒 s.shopee.co.id/8Klw0jsZp2 ✨ drpd beli baju baru ratusan ribu mending ini aja deh ga nyampe ceban 🤌🏻💸
before after


Indonesia

















