Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6
803 posts

Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi

🚨 KEADIALAN SOSIAL HANYALAH OMONG KOSONG
Ya allah aku marah betul nih sama pemerintah anj, biadab, menteri yang sok keras diatas main dewan pun jadi. Udah 80 tahun lebih negara ini merdeka masih ada sekolah negri yang seperti ini😭😭😭
Video ini pertama kali dibagikan oleh akun tikt0k Niam Aris (09/02/2026). Dalam postingannya ia menulis: Nasib Anak anak di Pelosok Negeri Desa Bu Utara Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Disaat anak-anak yang lain mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai, berbeda dengan anak-anak ini mereka menerima pelajaran sambil duduk melingkar di tanah. Terlihat begitu kejam, tapi itu sudahh nasib anak-anak di pelosok negeri.
Hanya untuk bermimpi saja mereka harus berdarah-darahSekolah ini bukan sekolah bayangan. SMPN 48 Sa Ate Gaikiu adalah satuan pendidikan resmi dengan NPSN 70048862 yang terdaftar di Kemendikdasmen. Namun, status Negeri belum menjamin mereka mendapatkan atap yang kokoh atau bangku yang layak.Informasi terbaru menyatakan sekolah tersebut belum tersentuh renovasi sama sekali.
Indonesia
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi

Kita ini sadar nggak sih….?
Narasi yg dijual Trump ke Prabowo memang terdengar begitu manis dan penuh sanjungan, “Palestina butuh kehadiran Indonesia sebagai saudara muslim yg mereka percaya.” Namun jauh dari sorotan kamera pers, peta Gaza tidak ditandai dengan zona aman untuk pengungsi, melainkan zona penyangga strategis.
Israel walau tidak peduli, tapi lelah juga dengan kecaman global dari banyak negara yg mengutuk aksi kejahatan kemanusiaannya. Belum lagi ancaman serangan dari negara pendukung Palestina yg tak berkesudahan, mereka membutuhkan “tameng pelindung” baru.
Tembok beton bisa diledakkan, dan Iron Dome bisa ditembus, tetapi ada satu penghalang yg jauh lebih sulit untuk diserang oleh pejuang Palestina atau para sekutunya, yakni saudara muslim yg mendukung mereka sendiri.
Rencana itu bukanlah tentang memberdayakan tentara Indonesia sebagai Penjaga Perdamaian, melainkan menempatkan mereka sebagai pion di papan catur yg paling mematikan.
Mengingat watak Zionist Israel dan liciknya Trump, hampir dapat dipastikan posisi-posisi pos penjagaan Indonesia tidak akan dirancang untuk melindungi warga sipil Gaza, melainkan diletakkan secara presisi mengelilingi titik-titik operasi klandestin Israel.
Ini adalah jebakan psikologis yg sempurna. Ketika unit-unit khusus Israel melancarkan serangan “bersih-bersih” atau provokasi senyap dari balik garis pertahanan koalisi, setiap balasan roket atau serbuan dari faksi perlawanan Palestina akan dipaksa melewati pos penjagaan Indonesia terlebih dahulu.
Dilema itu dirancang untuk mencekik para pejuang Palestina. Menembak berarti membunuh tentara dari negara sahabat yg selama ini mendukung mereka (sebuah bunuh diri diplomatik yg akan mengucilkan Palestina dari pendukung terbesarnya). Namun jika tidak membalas berarti membiarkan Israel menyerang tanpa hukuman dari balik punggung “Garuda” yg tidak sadar sedang diperdaya.
Bagi Trump di Gedung Putih, ini adalah kemenangan mutlak. Jika tentara Indonesia gugur terkena serangan balasan, narasi global akan bergeser, “Lihat, teroris bahkan membunuh penjaga perdamaian Muslim”, tapi jika serangan balasan terhenti karena keraguan, Israel bebas beroperasi, menembaki penduduk sipil, bahkan wanita dan anak-anak.
Tentara kita tidak dikirim untuk menjadi wasit. Dalam skenario gelap ini, besar kemungkinan mereka dikirim untuk menjadi tameng hidup. Daging dan darah yg dipaksa berdiri di antara pelatuk dan sasaran, sementara dalang sesungguhnya tersenyum aman dari kejauhan, terlindungi oleh “niat baik”yg palsu.
Sejatinya Trump ini mewakili wajah moyang kulit putih Amerika yg dulu membantai penduduk asli negara yg kini dipimpinnya itu. Ia kembar identik non biologis Netanyahu.
Mempercayai apa yg keluar dari mulut keduanya persis seperti mempercayai Iblis dengan Da’jal, yg satu tegas menyatakan akan menjadikan penduduk Palestina terbakar api genosida, dan yg satunya berpura-pura menjadi sahabat agar mudah menikam bangsa Palestina dan para pendukungnya dari belakang.
Aneh dan bodohnya, kok kita dengan begitu na’if menyumbangkan uang dan nyawa tentara sendiri pada keduanya.

Indonesia
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi

Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok) sedang unjuk gigi di Morowali. Menangkap dan “mencekik” wartawan/aktivis pake senjata laras panjang.
Apakah ini wujud perlawanan terhadap operasi penertiban tambang yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat Pak Menhan Pak Menhan @sjafriesjams ?
Indonesia
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi

Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi

@V3g3L Tau2 Ulil dah jadi ketua PBNU aja. Makin keblinger NU isinya
Indonesia

Disuruh tunjukan satu saha ada tidak reklamasi dari eks tambang yg berhasil, gak bisa tumjukan malah aktivis lingkungan dituding wahabisme lingkungan. Njir pola pikirnya aneh sekali, gak head to head, yg dipikir hanya profit gak peduli lingkungan rusak, ormas keagamaan kok gak peduli lingkungan?👎
Indonesia
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi
Tj1plaK Tj1n0n6 retweetledi















