Dania Metsa
8.2K posts

Sabitlenmiş Tweet
Dania Metsa retweetledi

@BigAlphaID Imo, sekorup2nya menteri jkw gak deserve vonis puluhan tahun TANPA jkw juga diadili. "Tidak ada visi misi menteri, yg ada visi misi presiden" adalah kunci. Gak sekalipun diperiksa padahal namanya disebut terus tuh aneh
Indonesia

Selama dua dekade, publik hanya mengenal narasi keretakan rumah tangga Ahmad Dhani dan Maia Estianty dari satu sisi. Namun, bak bom waktu yang meledak, pentolan Dewa 19 itu kini memutuskan untuk membongkar "kotak pandora" yang selama ini tersimpan rapat.
Selasa (5/5/2026), Ahmad Dhani secara mengejutkan mengungkap alasan asli di balik talak tiga yang ia layangkan pada Desember 2006 silam. Bukan karena isu orang ketiga dari pihaknya, Dhani justru menuding balik mantan istrinya.
inilah.com/pecah-20-tahun…
Indonesia

@ghozyulhaq Emg menurut kakak skali mabar brp sih kak smpe wondering gt
Indonesia
Dania Metsa retweetledi

Bismillah, mudah2an case closed untuk tuduhan saham.
Sudah ditunjukkan di sidang: bukti potong pajak 2021, angka match tuntutan 100%, confirm saham pendiri Bukalapak.
Bukan korupsi. Ibam bersih.
Terima kasih @achmadzaky sudah bantu meluruskan.
H-4, mohon doanya Ibam bebas. 🙏🏼

Indonesia
Dania Metsa retweetledi

Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻

Indonesia
Dania Metsa retweetledi

Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

Tom Wright@TomWrightAsia
UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.
Indonesia
Dania Metsa retweetledi

Dania Metsa retweetledi

@aarummanis sorry kak, mungkin gua agak telat ngirim video ini, tp semoga korban2 yg lain bisa liat video ini ya, biar kalian juga bisa punya bukti yg kuat dan insha allah pelaku makin cepat diadilin tanpa embel2 bukti kurang kuat. stay safe everyone!
Indonesia
Dania Metsa retweetledi
Dania Metsa retweetledi
Dania Metsa retweetledi

Yg memasalahkan panggilan "mbak" punya setidaknya dua kerusakan di otaknya. Pertama, tak paham arti kata; panggilan hormat ke perempuan yg dituakan.
Kedua, kalaupun diasosiasikan dng ART, kenapa? Kau lebih mulia daripada orang yg kerja keras dng halal?
Berobat kau, pukkimakmu.
Momo Berry 🎨🐿🔮🧟♀️@moe4790
To the ID girlies here, I know I've been using "Mbak" alot and I wanted to know if it does make you uncomfortable in any way. Should I switch to "Kak" or am I fine to keep using Mbak as is? 👀
Indonesia
Dania Metsa retweetledi

@rainmercury82 @cinepoint_ Tp buat produser ttp apa2 😅 smoga minimal balik modal deh 🙏🏼
Indonesia

@cinepoint_ Ngga pa pa, nama jokan tuh ga jaminan laris.. sama aja nama ernest juga ga ada jaminan laris, beberapa film imaginari juga flop, bahkan film ernest sendiri juga pernah flop. Bisnis perfilman itu naik turun sangat wajar kok
Indonesia















