Dear

21.4K posts

Dear banner
Dear

Dear

@Dearsaurus

manusia paling embuh

sby-jgj-bdg Katılım Mart 2021
693 Takip Edilen599 Takipçiler
Dear retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca. Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun. Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude. Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa. Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya. Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65. Peserta sidang wisuda tepuk tangan. Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan: 1. >50% mahasiswanya pintar sekali 2. Kurikulumnya super mudah 3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling" Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata. Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar. Balik lagi ke soal IPK. Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya. Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya. Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang: "Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya" [Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]
txtdaritaxpayer tweet media
Indonesia
51
1.2K
4.3K
78.6K
Dear retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh seorang warga Bandung dpt komen & DM ancaman, lalu akun IG nya suspend abis bikin video kritik Gubernur Jabar Dedy Mulyadi. Isi video kritik kebijakan Dedy yg dianggap gak solutif: ajak pakai kayu bakar, larangan anak sekolah bawa motor tp transportasi publik jelek.
🍉iwin🍉@niwseir

Usai memposting reel mengkritik gubernur/youtuber asal Subang, temanku Dizi warga Bandung menerima ratusan komentar dan DM bernada ancaman selama dua minggu penuh, 2 kali upaya login/phishing hingga tiba-tiba kena suspend instagram😂 Ini reel-nya dari ig: toodizi (lagi suspended

Indonesia
65
2.4K
7.3K
155.4K
lalayeye08
lalayeye08@nananinuuu17·
Jadi ga fokus kerja huhu
Indonesia
2
0
1
159
Rin
Rin@rosefeerin·
Negara udah se parah ini dan kamu masih tidak menyadari kesalahanmu berpikir ketika milih dia? Sakit sih.
Indonesia
1
0
1
83
Dear retweetledi
Jejak Rasa
Jejak Rasa@jejakrasa27·
Hubungan di umur segini kadang kayak negosiasi. Bukan lagi "kamu suka aku, aku suka kamu", tapi lebih ke "kita bisa gak saling ngerti di tengah kesibukan, ambisi, dan trauma masing-masing?" Dan itu gak gampang. Dan di titik itu, cinta bukan lagi soal perasaan yang meledak-ledak, tapi soal kesediaan untuk tetap hadir, meski capek, meski nggak selalu dipahami, meski kadang sama-sama butuh ruang. Karena yang paling sulit bukan menemukan orang yang cocok, tapi bertahan sambil terus belajar memahami tanpa saling kehilangan diri sendiri.
Indonesia
63
1.6K
3.6K
97.5K
Dear retweetledi
Pikiran Rakyat
Pikiran Rakyat@pikiran_rakyat·
Punya Sertipikat Tanah Warisan tapi Belum Balik Nama? Jangan Ditunda! Balik nama bukan sekadar administrasi, tapi langkah penting untuk memastikan hak kepemilikan jelas dan sah di mata hukum. Banyak kepemilikan rumah yang masih menggunakan standar lama. Dengan dokumen yang lengkap, kita juga bisa menghindari potensi sengketa di kemudian hari. Jangan sampai tanah kita direbut oleh orang lain karena kita lalai dalam mendaftarkannya. Yuk, pahami prosesnya dari sekarang biar lebih tenang ke depannya. Desain: Najma #SertipikatTanah #Warisan #BalikNama
Pikiran Rakyat tweet mediaPikiran Rakyat tweet mediaPikiran Rakyat tweet media
Bandung Kidul, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
8
321
753
19K
Dear retweetledi
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
Pria yang menghubungkan milyaran KHOIRUL ANWAR ASAL KEDIRI RISETNYA DI JEPANG KARENA NEGARANYA NGGA RAMAH SAMA RISET DAN PENDIDIKAN ✅️
Indonesia
19
327
772
11.3K
Dear retweetledi
Bentang Pustaka
Bentang Pustaka@bentangpustaka·
Setelah baca dua novel ini, baru sadar kalau ternyata ada 3 instrumen yang selalu digunakan pemerintah untuk mengendalikan, bahkan membungkam rakyatnya. Apakah pemerintah Indonesia juga menggunakan 3 hal ini?
Bentang Pustaka tweet media
Indonesia
9
57
323
10.4K
Dear retweetledi
Virdian Aurellio
Virdian Aurellio@virdianaurellio·
Di Aceh kami bagi bagi sepatu sekolah Rp 35.000. Di tangan negara angkanya bisa jadi Rp 700.000. Itulah yang terjadi ketika pengawasan kebijakan lemah. Anggaran dibuang-dibuang ditengah APBN sedang krisis
Indonesia
95
4.2K
8.5K
67.9K
Dear retweetledi
IndoPROGRESS
IndoPROGRESS@indoprogress·
"Kita perlu membentuk manusia-manusia yang teguh dan tabah — mereka yang tidak mudah runtuh ketika menghadapi situasi paling mengerikan, namun juga tidak mudah terlena oleh hal-hal sepele. Pesimisme dalam berpikir, optimisme dalam bertindak." Antonio Gramsci.
Indonesia
3
33
123
2.8K
Dear retweetledi
Parodi Feliza Fibonacci
Parodi Feliza Fibonacci@GoinvintyOne·
RAS TERKUAT BUMI vs kuntilanak 🤣 Beginilah amarah emak-emak, mbak Kunti terdiam dan kabur ‼️ ___ Credit to the rightful owner for the visuals
Indonesia
28
120
726
48.3K
Dear retweetledi
w ■
w ■@liltcadenza·
Dapat kuliah 2 sks tentang postcolonialism dari ibuk. Ibuku seorang dosen sasing ya guys jadi blio sangat capable 🫰🏻🫰🏻🫰🏻👍🏻 Gapapa belum rejekinya kuliah, masih ada ilmu dari ibu :)
w ■ tweet mediaw ■ tweet media
Indonesia
48
358
10K
166.6K