Pesisir Lestari

1.5K posts

Pesisir Lestari banner
Pesisir Lestari

Pesisir Lestari

@DesaPesisir

Karena nenek moyangku seorang pelaut

West Borneo, Indonesia Katılım Ocak 2015
730 Takip Edilen1.3K Takipçiler
Pesisir Lestari retweetledi
WALHI
WALHI@walhinasional·
Di Indonesia, peningkatan pesat penambangan nikel untuk baterai kendaraan listrik menghasilkan limbah tambang dalam jumlah sangat besar yang mengancam masyarakat setempat dan lingkungan earthworks.org/blog/laporan-b…
Indonesia
3
3
6
279
Pesisir Lestari retweetledi
Mongabay Indonesia
Mongabay Indonesia@MongabayID·
Kebijakan PKKPRL di Lombok menyempitkan wilayah tangkap nelayan tradisional akibat tumpang tindih regulasi dan minimnya keterlibatan masyarakat dalam prosesnya. mongabay.co.id/2026/03/26/keb…
Indonesia
0
1
0
209
Pesisir Lestari retweetledi
Mongabay Indonesia
Mongabay Indonesia@MongabayID·
Krisis iklim memicu ancaman ganda berupa banjir rob dan merosotnya hasil tangkapan ikan yang memperparah kerentanan ekonomi serta ruang hidup masyarakat pesisir Lombok. mongabay.co.id/2026/02/13/kal…
Mongabay Indonesia tweet media
Indonesia
0
1
6
313
Pesisir Lestari retweetledi
Project Multatuli
Project Multatuli@projectm_org·
Dulu perempuan di pesisir Tallo memanen kerang. Sekarang mereka memanen utang. Di tempat yang sama, dibangun pelabuhan raksasa nan megah Makassar New Port berlabel PSN Rp89,57 triliun. Negara menyebutnya kemajuan. Warga menyebutnya kehilangan. projectmultatuli.org/dari-kerang-ke…
Indonesia
1
54
76
6.1K
Pesisir Lestari
Pesisir Lestari@DesaPesisir·
@MongabayID Sayangnya belum ada upaya serius untuk melindungi hak-hak nelayan tradisional.
Indonesia
0
0
0
7
Mongabay Indonesia
Mongabay Indonesia@MongabayID·
Pengembangan sistem pangan biru di Indonesia masih menghadapi tantangan kompleks terkait regulasi, keberlanjutan ekosistem pesisir, dan perlindungan hak nelayan tradisional yang harus segera diurai demi kedaulatan pangan nasional. mongabay.co.id/2026/03/05/men…
Indonesia
1
4
6
383
Pesisir Lestari retweetledi
Mongabay Indonesia
Mongabay Indonesia@MongabayID·
Australia mencatat kontribusi terbesar dengan 15,13 persen dari total spesies ikan dunia atau 5.189 spesies. Indonesia berada di posisi kedua dengan 5.014 spesies atau 14,62 persen. Brasil menyumbang 4.930 spesies atau 14,37 persen.
Mongabay Indonesia tweet mediaMongabay Indonesia tweet mediaMongabay Indonesia tweet media
Indonesia
1
4
3
211
Pesisir Lestari
Pesisir Lestari@DesaPesisir·
Selamat Hari Mangrove Sedunia, 26 Juli 2025
Pesisir Lestari tweet media
Indonesia
0
1
2
43
M u l a n
M u l a n@mulanbilqis·
Selalu ada kelompok2 orang jenis ini di dalam setiap sejarah penghianatan di negeri ini. Rela dibayar dan dijadikan bemper. ………. RI 36 Luhut Gus Miftah Gempa
M u l a n tweet media
Indonesia
71
55
171
15.1K
Pesisir Lestari retweetledi
Mongabay Indonesia
Mongabay Indonesia@MongabayID·
Pesisir pantai utara (Pantura) Kabupaten Demak telah kehilangan sekitar 50 ribu hektar lahan akibat kombinasi abrasi, tanah yang amblas, dan dampak perubahan iklim. Kondisi ini diprediksi akan semakin memburuk, dengan perkiraan bahwa pada 2030-an, lebih banyak wilayah Pantura Jawa Tengah akan hilang. Kabupaten Pekalongan, misalnya, diproyeksi memiliki 80 persen wilayahnya berada di bawah permukaan laut pada tahun 2035. Faktor manusia atau antroposentrik turut berkontribusi besar terhadap tenggelamnya tanah di wilayah ini, termasuk konversi lahan mangrove, pembukaan tambak, penyedotan air tanah, dan pengeboran minyak bumi. Menghadapi ancaman ini, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan besar: membangun tanggul raksasa untuk melindungi wilayah pesisir atau merelokasi warga yang tinggal di kawasan terdampak. Selengkapnya: mongabay.co.id/2024/12/29/tan…
Mongabay Indonesia tweet mediaMongabay Indonesia tweet media
Indonesia
0
10
28
1.1K
Pesisir Lestari retweetledi
Mongabay Indonesia
Mongabay Indonesia@MongabayID·
Orang Haruku di Maluku memiliki tradisi sasi lompa yang telah turun-temurun dilakukan sebagai cara menjaga kelestarian laut. Tradisi ini dipimpin oleh kewang, yang diketuai Ketua Kewang, dan berfokus pada perlindungan ikan lompa, sejenis ikan yang banyak ditemukan di perairan Haruku. Praktik sasi ini mencerminkan kecintaan masyarakat Haruku terhadap alam sekaligus komitmen mereka untuk menjaganya. Pada 1985, masyarakat Haruku dianugerahi Kalpataru atas keberhasilan mereka melindungi ekosistem darat dan laut melalui sistem sasi yang terintegrasi. Salah satu tokoh penting yang terus merawat nilai-nilai tradisi ini adalah Eliza Kissya, Ketua Kewang Negeri Haruku, yang meskipun sudah berusia 75 tahun, tetap gigih menjaga lingkungan. Atas dedikasinya, Opa Eli juga menerima penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan pada 2022. Menurut penelitian Jean Carlla Warella, lulusan Universitas Pattimura, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kehadiran dan kepadatan ikan lompa dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik meliputi keberadaan plankton seperti fitoplankton dan zooplankton, sementara faktor abiotik melibatkan suhu, salinitas, kecepatan arus, dan kecerahan air. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan tradisi sasi lompa tidak hanya bergantung pada kearifan lokal, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi ekosistem yang sehat dan seimbang. Selengkapnya: mongabay.co.id/2024/12/18/sas…
Mongabay Indonesia tweet mediaMongabay Indonesia tweet media
Indonesia
0
5
17
1K