Piyo Oktavian
396 posts

Piyo Oktavian
@DiksiHitam
Saat luka dalam dada mulai mengering, kata-kataku menghitam; tapi tak legam | @matasastra | Sila mampir ke tab Favorites
Dalam kataku; terbaca olehmu. Katılım Ocak 2014
45 Takip Edilen90 Takipçiler

Sebelum kepergianmu berupa gerimis, sebelum yang berjatuhan adalah tangis, senja adalah warna pertama yang mengelus dada @UsaiSenja
Indonesia

Jika mencintaimu adalah gerimis, kau bukanlah satu titik dalam gerimis, Lia, tapi seluruh gerimis dalam satu titik @MataPuisi
Indonesia

Tak perlu kautuliskan dosa di atas daun lontar, biar dengan maaf, damaimu kuantar @Syair_malam
Indonesia

Aku senang berlemah lemah memandangmu, tempat dimana aku bisa berbetah betah menikmati senja tenggelam di kedalaman matamu @UsaiSenja
Indonesia

Di sela sela gerimis yang pengap, ada hela hela tangis yang megap. Rindu bukannya selalu seperti itu, Nay? @ID_Puisi
Indonesia

Baru saja menulis ulang Lara Ini dari Nukila amal menjadi suatu cerita yang berbeda; Ibu Hujan sinekdok.com/u/7g7a0z0 via @sinekdok
Indonesia

Dari Mata Sastra, untuk KETUMBAR (Keluarga Tukang Gambar), demi FIB UI yang lebih berbudaya. instagram.com/p/0PcSBmzWqZ/
Indonesia

Karna puisi bukan peti mati biasa, tapi mawar merah dalam kotak kaca. Indahnya, tak tersentuh. instagram.com/p/0N4fZwzWj0/
Indonesia

Walaupun malam begitu gelap, beberapa dari mereka berkata, "Malam ini langitnya cerah!" Ya, aku salah… instagram.com/p/0N3penzWhf/
Indonesia

Mereka yang menunggu adalah mereka yang berharap instagram.com/p/0N1-N5zWtf/
Indonesia