Mas Sawit
864 posts


@yaudahhiniaku @LittleScrett_ dia kan emang sampah, ga ada gunanya juga nyimpang2 gitu
Indonesia

@LittleScrett_ ini tolol juga sih neriakin gini depan umum, apaan banget cara sampah kek gini
Indonesia

SIAP SALAH SIAP BENAR?
Dilema Administrasi: Persyaratan TNI yang Terbentur Konflik Batin Keluarga.Sebuah kasus pelik menimpa seorang perempuan muda berusia 21 tahun yang terancam gagal mendaftar TNI akibat kendala administratif berupa persyaratan tanda tangan ayah kandung. Persoalan ini berakar dari hubungan yang terputus sejak ia masih dalam kandungan (usia 2 bulan).
Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, selama 21 tahun sang ayah tidak memberikan nafkah maupun komunikasi. Konflik memuncak ketika perempuan tersebut mendatangi kediaman ayahnya hanya untuk meminta tanda tangan guna melengkapi berkas pendaftaran TNI. Namun, permintaan tersebut ditolak.Pihak ayah kandung memberikan alasan di balik keengganannya. Ia menyatakan sakit hati karena merasa tidak pernah dianggap sebagai seorang ayah oleh anak perempuannya tersebut. Sang ayah menegaskan, ia bersedia memberikan tanda tangan yang diperlukan, namun dengan syarat sang anak harus bersedia mengakui posisinya sebagai ayah.
Baginya, tanda tangan tersebut menjadi sia-sia jika ikatan emosional dan pengakuan sebagai orang tua tidak ada.Di sisi lain, pihak sang anak merasa keberatan dengan syarat tersebut. Mengingat minimnya peran dan tanggung jawab yang diberikan sang ayah selama dua dekade, ia merasa sulit untuk memberikan pengakuan yang diminta.
Akibat kebuntuan komunikasi dan persyaratan yang tak terpenuhi, perempuan tersebut kini menghadapi risiko kegagalan dalam mengejar cita-citanya. Pihak desa pun enggan memproses dokumen tersebut tanpa persetujuan sang ayah, dengan alasan menghindari risiko hukum atau gugatan di kemudian hari.
Kondisi Pasca-Pertemuan: Upaya untuk meminta tanda tangan tersebut justru berujung pilu. Kondisi fisik dan mental sang anak perempuan dikabarkan sangat terguncang setelah pulang dari rumah ayahnya. kondisi kesehatan yang menurun drastis akibat trauma mendalam atas penolakan tersebut.
🎥 mamahdede
Indonesia

@atmawiratna modal teori doang wkwkw, lawan ahok kebakaran jenggot main senggol agama
Indonesia

Ngomong mah gampang, sono cobain situ yang jadi Presiden.
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia


@mudahtertawa_ maklum gaji kecil jadi berhematnya harus ekstrim
Indonesia

@LambeSahamjja statemen lebay, orang pake tws dan iem punya ranahnya masing2. Dari 2 driver yg di foto itu udah membuktikan kalo mereka pakai bukan buat nutup bising suara doang
Indonesia

@MutiaaraSenja link affiliatenya mana? oh iya ini x pro bagian haus validasi ya
Indonesia

@neVerAl0nely___ @sofi_cell Kalimat paling tolol yg diketik hari ini, ya lu dapet itu vidio darimana dongo
Indonesia

@sofi_cell Salah satu metode untuk mendapatkan info yaitu ke netizen
Indonesia

Video Pengeroyokan Karyawan di Lingkungan Kerja, Korban Tak Berdaya Dihujani Pukulan
NASIONAL – Sebuah video singkat yang memperlihatkan aksi kekerasan di area yang diduga merupakan lingkungan sebuah perusahaan mendadak viral di media sosial. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, seorang pria berseragam kerja tampak menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang pria lainnya.
Dalam rekaman yang beredar, korban yang mengenakan kemeja putih dengan aksen abu-abu dan celana hitam tampak duduk di sebuah kursi tunggu. Tanpa perlawanan berarti, korban berkali-kali menerima pukulan dan tendangan dari setidaknya tiga orang pria.
Salah satu pelaku terlihat bertelanjang dada, sementara pelaku lainnya mengenakan kaos berwarna gelap. Korban hanya bisa menunduk dan melindungi kepalanya dengan tangan sambil sesekali terdengar suara rintihan meminta ampun.
Meski sempat mencoba berkomunikasi dengan gestur memohon, para pelaku tampak tetap emosional dan terus melayangkan serangan fisik ke arah wajah dan tubuh korban.
Lokasi dan Identitas Belum Diketahui
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai lokasi pasti kejadian tersebut. Namun, melihat dari atribut seragam yang dikenakan korban dan latar belakang ruangan yang menyerupai area fasilitas kantor atau pabrik, kejadian ini kuat dugaan terjadi di lingkungan perusahaan swasta.
Beberapa petunjuk visual seperti papan petunjuk arah "Jalur Evakuasi" dalam bahasa Indonesia memperkuat dugaan bahwa peristiwa ini terjadi di wilayah Indonesia.
Indonesia



















