Sabitlenmiş Tweet
Errr
25.1K posts


@sunseelly Simbahku pernah dapet revo dari bank daerah padahal nyimpennya gak sampe 5juta 😂
Indonesia

penasaran banget, kalian pernah menang undian dari bank gitu gak sih?
tetanggaku pernah dapet motor yamaha merah pas undian hut BRI di kotaku wkwk tbtb disamperin ke rumah dapet motor😭
awalnya mereka kaget, tbtb ada orang asing dateng ke rumah, ngakunya kepala cabang BRI di daerah tempatku. trus dibilangin anaknya (temenku) katanya penipuan. dengan polosnya ibunya bilang, “kata anak saya penipuan e, pak”. orang2 itu ketawa dong, trus salah satunya nunjukkin lanyard wkwk ternyata beneran dapet hadiah motor😭

Indonesia
Errr retweetledi

Momen lebaran jangan jadi momen balas dendam ya!
Mumpung masih ada kesempatan, yuk segerakan bayar utang puasa atau laksanakan puasa Syawal bagi yang tidak memiliki kewajiban qadha!
#PuasaSyawal #QadhaPuasa #Muhammadiyah

Indonesia

@guruhororer @iPoopBased 165-110=55
Aku posisi 60 aja dikatain orang habis sakit tipes gimana kalo 55 🥲
Indonesia

@iPoopBased Selama berat badan adalah tinggi badan dikurangi 110 maka oke2 aja
Indonesia

Eksistensi makhluk seperti ini masih ada ditahun 2026 ternyata.
Kabar Klaten@kabarklaten
Orang yang habis sholat ied ngeroko di tengah jamaah waktu khotbah ini apa ngga bisa ditahan sebentar sih ududnya? 🤦🏻♂️
Indonesia
Errr retweetledi

Cowok” kenapa ya kalo jajan dikit malu 😭😂
Miftah Rizaq@miftahrizaq_
Pak, saya pernah nih disuruh ke warung beli ketumbar sama istri. Disuruh belinya Rp 2.000. Aneh aja gitu apaan ke warung beli cuma dua rebu. Yaudah saya beli aja 20ribu gitu. Pas balik malah diomelin, katanya "Ini segini banyak buat apaan? Kamu mau tak marinasi sekalian?!" Salah saya di mana sih, Pak?
Indonesia

@pinkmeflash Kuota dibuka langsung full emang,libur lebaran semua gunung jateng full
Indonesia
Errr retweetledi

Kalo kamu pinter kenapa kamu ga kaya?
Kita seringkali ketemu sama orang-orang dengan kecerdasan jauh di atas rata-rata, tapi secara finansial, mereka harusnya bisa lebih kaya lagi.
Di Swedia, pernah dilakukan penelitian terhadap 59.000 pria, hasilnya menunjukkan korelasi antara kecerdasan dan pendapatan sangat kuat di level bawah, namun mendatar setelah penghasilan mencapai sekitar €60.000 (Rp1,2 M) per tahun. Menariknya, mereka yang berada di kelompok penghasilan 1% teratas justru memiliki kecerdasan yang sedikit lebih rendah (bukan bodoh) dibandingkan mereka yang memiliki kekayaan tepat di bawahnya. Ini membuktikan bahwa di puncak piramida, faktor yang mempengaruhi kekayaan bergeser dari IQ ke faktor eksternal seperti koneksi atau keberuntungan.
Bahkan, sering terjadi paradoks orang2 terpintar biasanya masuk ke profesi aman. Karena gaji mereka sudah cukup besar, mereka justru kurang terinsentif untuk mengambil risiko besar seperti membangun bisnis sendiri. Orang2 dengan gaji rendah memiliki insentif lebih tinggi untuk meninggalkan pekerjaan dan mulai bisnis, padahal punya bisnis sendiri adalah cara satu-satunya untuk mencapai tingkat kekayaan 1% teratas.
Kita sering mengagumi orang super kaya seolah-olah mereka sangat pintar, padahal simulasi matematis membuktikan kalau keberuntungan memegang peran dominan dalam kekayaan ekstrim. Seringkali, orang bertalenta rata2 dengan keberuntungan sangat bagus bisa mengalahkan orang jenius yang kurang beruntung. Namun, keberuntungan ini ga datang dengan tiba2 ke semua orang, keberuntungan adalah pertemuan antara momentum dan persiapan. Di sinilah literasi keuangan masuk, tidak perlu menjadi jenius, tapi perlu paham cara kerja uang agar saat peluang terbuka, kita punya peluru untuk mengeksekusinya.
Semakin tinggi tingkat keahlian seseorang, semakin besar kecenderungannya terkena imposter syndrome atau perfeksionisme. Para ahli sering menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menganalisis risiko hingga akhirnya tidak bertindak sama sekali. Sebaliknya, orang yang kurang kompeten namun punya kepercayaan diri tinggi seringkali berani mengambil langkah spekulatif yang, kalau beruntung, membuat mereka kaya mendadak. Inilah mengapa terkadang pemula bisa lebih sukses dari para ahli.
Strategi terbaik di saat ini bukanlah jadi ahli di satu bidang aja, keahlian yang kita miliki digabungkan dengan beberapa keahlian lain yang unik (skill stacking). Teori ini udah dipraktekkan sama Charlie Munger, partner Warren Buffet di Berkshire.
Pada akhirnya, jadi kaya berkaitan erat dengan keberanian untuk terus mempelajari hal baru di luar zona nyaman. IQ diimbangi dengan keberanian untuk terus berpikir kritis, mengambil risiko yang terukur, dan tetap berusaha di tengah ketidakpastian.
-Lu miskin karena lu g*bl*k ❌
-Lu miskin karena belum cukup belajar hal baru, belum ngambil risiko, belum nemu kesempatan ✅
SobatMiskinTV@MiskinTV_
Mau tau hasil test IQ Bang Arap dan konco2nya????
Indonesia

@Arafahputrii Ternyata bukan aku saja yg terheran”, kajian di hotel htmnya ratusan ribu
Indonesia




















