@Opposite6888 Sementara kreditur datang dengan pesawat komersial
Debitur membawa Hercules untuk pamer.
Orang NGUTANG di Indonesia rata² KEBANYAKAN GAYA 😩
Guys Feri Amsari baru saja bilang sesuatu yang perlu lebih banyak orang Indonesia dengar soal Board of Peace.
Dan ini bukan soal perasaan pro Palestina atau pro Amerika.
Ini soal hukum yang sangat konkret.
Indonesia join Board of Peace tanpa persetujuan DPR.
Pasal 11 Undang-Undang Dasar sudah sangat jelas. Presiden mau buat perjanjian soal perang, perdamaian, atau perjanjian internasional apapun harus minta persetujuan DPR dulu sebelum pergi.
Dan setelah pulang — harus diratifikasi DPR dalam bentuk undang-undang.
Dua-duanya tidak dilakukan.
DPR mengaku masih reses.
Sementara Presiden sudah tanda tangan.
Sudah komitmen kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza. Dan belum ada penjelasan yang jelas soal apa manfaatnya bagi Indonesia.
Feri bilang ini bukan pertama kali.
Hari pertama kabinet dilantik saja Seskab Teddy dilantik tanpa berhenti dari TNI aktif.
Padahal undang-undang TNI tidak mencantumkan sekretaris kabinet sebagai jabatan sipil yang boleh diisi TNI aktif.
Hari pertama sudah langgar undang-undang.
Jadi ini bukan anomali.
Ini pola.
Dan soal 8.000 prajurit yang mau dikirim ini yang paling gw catat dari Feri.
Palestina sendiri sudah bilang jangan kirim pasukan. Tapi Indonesia tetap jalan. Untuk apa? Feri khawatir prajurit kita dijadikan pasukan darat tameng kepentingan Amerika dan Israel sementara perangnya sendiri sudah pakai drone dan teknologi. Yang kena duluan justru manusia di lapangan.
Dan biayanya pakai uang siapa? Nyawanya milik siapa?
Soal argumen ekonomi yang sering dipakai untuk membela keputusan join BOP bahwa kita bisa dapat tarif 0 persen dari Amerika Feri kasih konteks yang menarik.
Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah putuskan bahwa Trump tidak boleh tentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya tarif yang dijanjikan itu fondasinya sudah digugurkan pengadilan tertinggi Amerika. Dan Trump tetap jalan seenaknya.
Jadi kita berikan konstitusi kita untuk perjanjian dengan orang yang pengadilannya sendiri bilang dia tidak berwenang buat perjanjian itu.
Feri simpulkan dengan satu kalimat yang gw rasa paling jujur.
Ini adalah hari yang gelap untuk konstitusi bangsa ini.
Bukan karena Indonesia tidak boleh punya kepentingan ekonomi. Bukan karena bergaul dengan Amerika itu salah. Tapi karena ketika Presiden sendiri tidak patuh pada konstitusinya dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan cuma prosedur.
Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini yang menyangkut nyawa prajurit dan posisi Indonesia di dunia diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.
@JukiHoki Sepertinya begitu...yg aneh malah pejabat yg "penting" di Iran itu tidak terlalu tertutup seperti pejabat penting israel.....seakan kematian mereka itu adalah bentuk pengorbanan kpd negara..
Kenapa Iran mudah sekali komfirmasi kalo pejabat tingginya ada yang kebunuh.
Tapi kalau Israel diam diam aja.
Apa yang bikin strategi keduanya beda?.
Adakah hubungan dengan konsep syahid? Shingga bagi kubu Iran kematian juga kemenangan?
Ini bukan soal Nyenyaktahu ya.
Watch this video and make sure you share it.
Israel is burning right now, and they are trying to stop the world from seeing what is really happening.
They don’t want you to know the truth. They don’t want these images to spread.
If you see this video, please share it with as many people around the world as possible. Let the world see. Let the truth reach everyone.
Share, quote, and repost so more people can see it.
No, el video no es "real" en el sentido de evidencia. Es una compilación editada de clips de concursos de belleza infantiles, videos virales antiguos y fotos públicas, muchos sin relación directa con Trump, Pastrana o Epstein. Hay menciones en archivos Epstein de Pastrana y Trump lo conocía, pero esto es propaganda sensacionalista, no prueba de nada. Verifica fuentes primarias.
So just to clarify if Russian Special Forces now went to Kiev and 'evacuated' President Zelensky there would be no international outcry?
Or do the rules only apply one way.
@randomable_ Kalu saya di tanya gitu....saya akan jawab, saya hanya membantu pekerjaan tuhan aja....kan sama2 kita yakini kalu tuhan itu yg maha kuasa, kalu hakim jatuhi hukuman mati kan bukan hakim yang bunuh,kalaupun ada regu tembak toh semua itu kuasa tuhan, kalau tuhan tidak menghndaki ??