D retweetledi
D
3.1K posts

D retweetledi
D retweetledi

D retweetledi
D retweetledi
D retweetledi

"uang banyak enggak usah takut"




5tePh3N@P3gEl
Purbaya : pak Prabowo suruh saya bilang "uang banyak engak usah takut" wew
Indonesia
D retweetledi
D retweetledi
D retweetledi

Menguat??? Are we being serious here???
folkative@insidefolkative
Rupiah menguat kembali ke 17.317
English
D retweetledi

Ulang tahun di rumah saja. Selamat ulang tahun Pak @aniesbaswedan semoga tetap jadi cahaya lilin harapan untuk keadlian sosial.

Indonesia
D retweetledi

D retweetledi

Di halaman rumah, tiba karangan bunga ulang tahun dari warga Kampung Susun Akuarium. Tertulis di sana doa “Barakallah Fii Umrik”, semoga keberkahan menyertai sepanjang usia. Hangat rasanya. Setiap bunganya membawa ingatan kembali ke hari-hari saat bertugas sebagai Gubernur Jakarta, ketika bersama warga dan banyak pihak kami merajut kembali Kampung Akuarium, mengubahnya dari reruntuhan menjadi rumah yang layak. Ikatan yang tertanam di sana, dan di banyak kampung lain di Jakarta, ternyata masih hidup melintasi waktu.
Karangan bunga itu mengetuk pertanyaan di dalam benak. Dalam batas usia yang dititipkan, seberapa banyak yang sudah dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama? Ada yang berkata bahwa rata-rata hidup manusia berkisar 4.000 minggu saja. Setiap ulang tahun datang membawa kabar bahwa 52 minggu telah kembali berlalu, mengajak kita berpikir tentang apa saja yang sudah diperbuat di sepanjang usia yang telah berlalu, dan apa yang akan diperbuat di sisa waktunya.
Beberapa hari lalu kami sempat bertemu anak-anak muda dalam acara Humanies. Di belakang panggung terbentang kain putih bertuliskan “Stop waiting, make the change”. Kalimat sederhana yang menempel di kepala, lama setelah acara selesai.
Tulisan itu jadi pengingat. Dalam waktu hidup yang terbatas, perubahan tak perlu ditunggu. Buatlah perubahan. Jadilah perubahan. Dari karangan bunga warga Akuarium serta kalimat di acara Humanies itulah catatan refleksi ulang tahun kali ini ditulis. Gunakanlah waktu yang masih tersisa untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi sebanyak mungkin orang.
Terima kasih untuk setiap doa dan ucapan yang mengalir hari ini. Setiap kalimatnya dirasakan satu per satu, hangatnya terlalu besar untuk dibalas dengan kata-kata. Semoga setiap minggu yang masih dititipkan kepada kita dapat dirawat dengan baik, serta dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama.


Kang Jembatan@aksibersama_
Selamat ulang tahun yang ke-57, Pak @aniesbaswedan
Indonesia
D retweetledi

fun fact: aku gak ingat kehidupanku di 2025, yang aku ingat cuma beberapa hal sedih aja. alasan aku bisa loss memory: karena aku kebanyakan suppress emosi
jadi guys, kalau mau sehat, kalau lagi mau nangis nangisin aja, mau teriak teriakin aja. loss memory rasanya engga enak
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano
Emotional suppression is associated with an earlier death.
Indonesia











